Thursday, August 13, 2020

DIY Face Mask Glowing Skin Halus dan Lembut untuk semua jenis kulit



Assalamualaykum,

Weekend kemarin, aku coba eksperimen buat Face Mask sendiri. Sebenarnya face mask yang aku beli di beauty shop juga masih ada, tapi aku ingin saja coba buat face mask sendiri. Siapa tahu ya kan bisa menjadi lahan bisnis baru nantinya 😉.

Tentu setiap wanita ingin dong ya punya wajah glowing, halus, lembut, bebas jerawat dan terlihat awet muda lah pokoknya. Cantik alami itu lebih bahagia dan tidak perlu ada rasa was-was atau kesakitan karena suntik atau jarum-jarum-an. Karena itu perawatan yang alami itu pastinya di butuhkan bagi setiap wanita.

Zaman sekarang ini, rasanya tidak sulit kita mencari produk juga klinik skincare yang halal dan yang alami, yang halal lho ya bukan yang abal-abal dan bukan yang tidak bersertifikasi BPOM. Walau mudah kita dapatkan produk-produk skincare yang halal dan alami, bukan berarti kita tidak bisa buat masker sendiri.

Aku mau sharing nih DIY Face mask ala Cilya, siapa tahu teman-teman bisa juga praktek buat face mask di rumah.

Bahan:

Madu Murni 2 sdm
Lidah Buaya (ambil gel nya kurang lebih 1 sdm)
Minyak Zaitun 1 sdt


Cara Membuat :

Campurkan semua bahan lalu aduk hingga tekstur agak mengental. Setelah itu taruh di kulkas kurang lebih 30 menit sd 40 menit agar dingin.


Cara Pakai:

Bersihkan wajah terelbih dahulu dari make up.
Olesi secara merata ke wajah (hindari area mata) setelah face mask buatan kita sudah dingin. Diamkan selama kurang lebih 15 menit.
Setelah itu silahkan bilas dengan air hingga bersih.

Silahkan rasakan sensasi kelembaban yang terdapat dari madu dan minyak zaitun, serta kesegaran yang terdapat dari kandungan gel lidah buaya.

Selamat mencoba ya teman-teman. Semoga bermanfaat dan Happy Glowing semua, see you on my next blogpost...💖💖


                                Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife

Monday, August 10, 2020

Mengapa hatimu iri kepada kehidupan orang lain?





Assalamualaykum,

Semalam aku dapat curhatan dari salah satu sahabat mengenai saudara iparnya yang selalu iri hati terhadap kehidupannya dan keluarga kecilnya. Aku tidak akan menulis permasalahannya di sini, tapi curhatan dari sahabat aku ini seperti sebuah self reminder untuk diri aku, agar aku tidak memiliki sifat seperti itu.

Kadang tanpa kita sadari, diri kita ini sering juga merasa iri hati akan ke suksesan orang-orang terdekat kita. Mengapa hati ini suka iri kepada kehidupan orang lain?

Suka tidak sih bertanya dalam hati: 
"Kok bisa ya orang itu yang sholatnya jarang tapi bisa naik jabatan terus?"...
"Kok bisa ya orang itu padahal tampangnya biasa saja, bukan lulusan sarjana tapi pasangannya cakep dan kaya lagi"...
"Kok bisa ya suaranya bagus banget? Padahal bukan keturunan penyanyi"...

Dan masih banyak lagi kalimat 'kok bisa' lainnya yang kadang ada di dalam benak kepala kita. Tanpa sengaja timbullah rasa iri di dalam hati kita. Rasa iri hati yang ada lebih besar di banding rasa ingin memperbaiki diri. Baik itu memperbaiki ibadah kita, sedekah kita, skill kita dan masih banyak lagi perbaikan yang semestinya lebih besar di banding dengan kadar iri hati.

Allah SWT sudah memberikan rezeki setiap hamba Nya secara adil. Hanya saja bentuknya ada yang terlihat oleh mata manusia dan ada yang tidak terlihat. Kalau kita renungkan di dalam hati, sudah berapa besar Allah berikan rezeki kepada kita selama kita hidup di dunia ini? Sudah berapa banyak kesempatan-kesempatan yang baik yang Allah sudah berikan kepada kita selama ini? 

Mungkin beberapa orang di sekitar kita saat ini juga sedang iri melihat kehidupan kita, tetapi kitanya malah tidak menangkap 'keistimewaan' yang ada di dalam diri kita. Kita hanya sibuk berkutat dengan berkeluh kesah dengan merasa tidak mendapatkan keisitimewaan seperti orang lain.

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nisa: 32).

Jangan sampai energi dan pikiran kita terbuang dengan percuma hanya untuk memikirkan sifat iri hati yang kita miliki karena melihat orang lain yang lebih baik dan sukses dari kita.

Bagaimana sih cara untuk menghilangkan rasa iri pada orang lain?

1. Jangan banding-bandingkan diri kita dengan orang lain

Apa yang sudah Allah berikan kepada kita, itulah yang terbaik bagi diri kita. Hanya Allah SWT lah yang mengetahui kebutuhan kita, karena Allah lah Maha Pencipta diri kita. 


2. Afirmasikan bahwa diri kita adalah Manusia Istimewa

Setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Tetapi walau pun memiliki keunikan masing-masing, tetap kita sama-sama di berikan sama Allah akal pikiran yang baik. Tinggal bagaimana diri manusia itu sendiri yang memanfaatkan pemberian Allah SWT dengan baik. 
Karena itu afirmasikan bahwa diri kita adalah 'Manusia Istimewa', dengan begitu Insha Allah rasa iri hati tidak akan ada di dalam hati kita.


3. Temukan keunggulan dalam diri kita

Sekali lagi Allah SWT itu Maha Adil, semua manusia sudah di berikan takaran rezeki masing-masing. Setelah diri kita sudah melakukan afirmasi bahwa kita adalah 'Manusia Istimewa', lalu segera temukan keunggulan diri kita apa. 
Apakah kita ahli dalam matematika, ahli dalam olahraga, ahli dalam kerajinan tangan, ahli dalam berbicara di depan umum dan masih banyak lagi. Segera temukan keunggulan yang ada di dalam diri kita. 


4. Maksimalkan dan manfaatkan keunggulan diri kita

Maksimalkan keunggulan atau bakat kita dengan baik dan berikan manfaat kepada orang lain. Ingat hadis yang berbunyi:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia" (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami' no:3289).


5. Pilih Lingkungan yang positif

Lingkungan mempengaruhi pola pikir kita. Sering sekali lingkungan negatif dibungkus dengan bungkusan yang islami, padahal di dalamnya terdapat gibah. Seperti ketika kita berkumpul di dalam suatu kajian islami. Ketika berkumpul yang kita temui adalah orang-orang yang saling gibah, fitnah dan menjelekkan orang lain. Inilah yang namanya lingkungan negatif yang di bungkus dengan bungkusan islami.
Jika seperti ini maka segera menjauhlah. Jika berkumpul dengan orang-orang yang memiliki sifat negatif, di situlah berkumpul juga orang-orang yang memiliki sifat iri hati. 


Tulisan ini juga menjadi salah satu self reminder untuk aku agar diri ini sebisa mungkin menjauh dari sifat iri hati. Yakin rezeki sudah di atur oleh Allah SWT karena itu bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan kepada kita.

Semoga kita semua di jauhkan dari sifat iri hati ini. Aamiin YRA



Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife

Friday, August 7, 2020

Berpikir dan Berjiwa Besar



Assalamualaykum,

Beberapa hari yang lalu, aku ada ikut talkshow islami mengenai bagaimana mempersiapkan mental diri dalam menghadapi omongan orang lain yang cenderung negatif. Tidak hanya mental tapi juga mempersiapkan bagaimana cara kita bersikap kepada orang-orang yang negatif tersebut.

Kita tidak bisa meminta orang lain menyetujui segala tindakan kita dan kita juga tidak bisa meminta mereka untuk tidak memberikan komentar mereka terhadap apa yang kita lakukan. Tinggal bagaimana kitanya saja yang bersikap bijak dalam menghadapinya.

Di dalam talkshow itu juga membahas bagaimana kita juga berpikir positif terhadap orang lain, sebab belum tentu apa yang mereka utarakan atau memberi masukan kepada kita adalah sebuah hal yang negatif, bisa jadi ada maksud dan tujuan positif di dalamnya.

Selama kita hidup di dunia ini dan berinteraksi dengan sesama di dunia ini, pasti akan mengalami yang namanya bertemu atau berjumpa dengan beragam watak dan adat istiadat masing-masing orang. Itulah seni dalam hidup kita. 

Di dalam agama Islam, menganjurkan untuk selalu berpikir positif kepada Allah SWT, karena akan berdampak besar dalam kehidupan seseorang. Hal yang paling utama adalah dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan Nya. 

Seperti yang tertuang di dalam ayat suci Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 216:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Berikut ini aku mau sharing 5 Cara Berpikir Positif dalam Islam, agar kita tidak selalu berpikir negatif terhadap orang lain. Cara ini juga bisa juga membangun mental diri dalam menghadapi omongan orang yang negatif terhadap kita.

1. Bijak Dalam Berteman

Memiliki teman sedikit yang perduli dengan kita tidak masalah, di banding memiliki banyak teman tetapi mereka memberikan toxic dalam hidup kita. Lihat saja para sahabat Rasullulah SAW yang tidak banyak. Tetapi para sahabat Rasulullah SAW sangat banyak memberikan manfaat bagi kehidupan Rasulullah SAW.


2. Mindset Positif dan Berbaik Sangka

Mengubah pola pikir itu memang tidak mudah pada prakteknya. Perlu alat pendukung yaitu Iman dan lingkungan sekitar yang mensupport. Pola pikir atau mindset merupakan landasan dari kebiasaan kita. Jika pola pikirnya positif maka hidup kita akan positif juga. 
Jika bertemu dengan orang lain maka diri kita selalu mengawali dengan prasangka baik. Ingat sebuah hadis: "Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada Ku" (HR. Muslim).


3. Visualisasikan Diri

Visualisasikan diri ke arah positif. Jika Mindset kita sudah positif maka visualisasikan diri kita dengan memperlihatkan perubahan dalam diri, mulai dari sholat kita, cara bicara kita dan tindakan kita. Tunjukan kepada orang lain, visualisasikan diri kita, karena tindakan positif kita Insha Allah akan memberikan inspirasi kepada orang lain agar bersikap positif juga dalam hidupnya.

4. Memandang Sisi Baik

Selalu memandang segala sesuatunya dari sisi baik. Misal bisnis kita sedang mengalami penurunan, coba lihat dari sisi baiknya yaitu, Allah SWT minta kita untuk memperbaiki pelayanan, jadi punya waktu untuk berpikir inovasi terbaru, dan sebagainya. Jadi mulailah segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, di lihat dari sisi baiknya juga, agar hidup kita terus positif.

5. Bepikir dan Berjiwa Besar

Berjiwa besar di sini adalah lebih ke arah IKHLAS. Apapun yang orang lain ucapkan negatif tentang kita, menghujat, memfitnah kita tetap ikhlas menghadapinya. Sehingga tidak ada emosi dalam diri kita. Begitu juga ketika kita mencoba untuk berpikir dan berjiwa besar dalam berinteraksi, maka hal positif akan keluar dari tindakan serta ucapan kita.


Jadi jika kita menghadapi hal-hal negatif yang ada di dalam kehidupan kita, coba untuk terapkan ke lima hal ini dan juga jika kita terapkan ke lima hal ini dengan baik maka hidup kita Insha Allah akan menjadi positif. 

Semoga bermanfaat dan see you on my next blogpost 💖💖




Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo, Traveling, Sharing Bisnis

Tuesday, August 4, 2020

Apakah Blogging Masih Menguntungkan di tahun 2020 ini? 


Assalamualaykum,


Di hari Selasa ini, jadwal aku tidak terlalu sibuk, sebab anak-anak masih libur lebaran Idul Adha. Besok Sabtu, mereka baru mulai masuk sekolah lagi. 
Biasanya di waktu yang senggang ini, aku suka memanfaatkan waktu aku untuk menyusun materi sharing untuk tim binaan di bisnis aku setelah itu nulis blog.

======= BACA JUGA: Blog Sebagai Investasi Masa Depan =======

Kadang ketika lelah karena acara yang padat dan pas ketemu waktu luang seperti ini, kalau lagi tidak mood ke klinik kecantikan, aku lebih suka nulis blog. Mungkin bagi sebagian bingung ya, kok lagi lelah, malah nulis blog? Memangnya ide akan keluar? 
Jawabannya sih tergantung sikon juga ya, jika lelah sekali ya aku memilih rebahan sambil nonton drakor atau film-film Box Office. Tapi jika lelahnya tidak terlalu dan lagi semangat ingin menulis, aku langsung deh buka laptop lalu mulai menulis.


Blogging di tahun 2020

Saat ini blogger-blogger semakin banyak bermunculan dan semakin banyak juga blogger-blogger baru yang kreatif. Walau tidak jarang yang hanya sekedar formalitas atau ikut-ikutan saja dan menulis tergantung mood.

Hal itu wajar saja ya dan hak setiap masing-masing orang. Mau serius atau mau setengah-setengah. Menjadi blogger yang memiliki tulisan yang bagus, blog template design yang bagus, page view yang bagus itu tentu butuh proses. Tidak bisa instan.

Jika hobby kamu menulis ya tulis saja, jangan pikirin ad sense dulu, jangan pikirin bisa dan paham SEO dulu, jangan pikirin dapat job dulu, jangan pikirin bisa masuk page one google dulu, DA dan PA naik. 

Dari latihan menulis, tambah lama tulisan kita menjadi lebih baik dari segi pembendaharaan kata dan kalimat. Hingga dengan sendirinya SEO nya baik, bisa masuk page one dan dapat rezeki dari menulis blog (baik itu dari ad sense maupun dapat job dari brand).

Jadi menurut aku, blogging di tahun 2020 ini masih menguntungkan. Walau menjadi blogging sekarang penuh tantangan dan tidak mudah. Kuncinya fokus, konsisten dan terus memperbaiki cara menulis dan mempromosikan tulisan kita baik itu melalui media sosial atau bisa melalui google ads.

Bagi teman-teman yang mau mencoba menulis di blog, ayo mulai action menulis. Jangan di tunda-tunda ya dan terus semangat menulisnya.






Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

Saturday, August 1, 2020

Begini Cara Berkomunikasi Dengan Generasi Z




Assalamualaykum, 

Apa kabar teman-teman semua? Bagaimana liburan panjangnya? Para Mom yang anak-anaknya sudah masuk sekolah pasti senang ya bisa punya waktu 'Me Time' beberapa hari karena anak-anak lagi libur sekolah 😊.

Aku juga lagi senang, menikmati waktu 'Me Time' selama 5 hari ke depan, karena si bungsu lagi libur sekolahnya. Iya walau daring tapi tetap lumayan menyita waktu aku juga. Si kakak nomor satu dan dua kebetulan sudah di grade 8 dan 10. Mereka berdua saat ini, aku pindahkan ke sekolah dengan metode homeschooling, jadi jadwal seminggu belajarnya hanya 2 hari dan per hari belajarnya hanya 4 jam saja,  jadi sudah bisa mandiri dan sudah bisa mengerjakan sendiri. 

Jika si kakak kesulitan menemukan jawaban soal saat sedang mengerjakan tugas, mereka tinggal bertanya ke Mbah google. Rasanya lebih percaya sama Mbah Google daripada Ibu Bapaknya. 

Tidak hanya ketika sedang mengerjakan tugas, hal apapun mereka lebih suka bertanya atau mencari tahu via media sosial daripada bertanya ke orangtuanya. Itulah si sulung dan si nomor dua yang mana mereka adalah anak-anak generasi Z, di mana generasi Z ini lebih percaya media online daripada bertanya ke guru atau ke orangtua mereka.

Pe-er banget sih buat aku sebagai orangtua dari generasi Z ini. Tinggal bagaimana aku bisa beradaptasi dan belajar, begitu juga dengan anak-anak, bagaimana mereka belajar memahami keadaan lingkungan sekitar dan tetap memiliki empati, akhlak serta attitude yang baik ketika bersosialisasi dengan baik kepada yang lebih tua atau kepada yang lebih muda.


Apa sih yang di maksud Generasi Z itu?

Generasi Z atau kita singkat Gen Z adalah para generasi yang berani, mandiri, pragmatis dan berprestasi. Baik yang kelahiran tahun 1995 ke atas, mereka inilah yang masuk kategori Gen Z. Mereka adalah generasi yang lebih suka melakukan komunikasi online daripada komunikasi langsung.


Bagaimana Cara Terbaik Berinteraksi dengan Generasi Z?

Bagi kita yang mungkin masuk sebagai orangtua milenial generasi Y, tentu perlu adaptasi dan memahami para generasi Z ini. Apalagi jika bekerja satu tim dengan generasi Z ini. Bagaimana cara kita berinteraksi dengan mereka tanpa ada konflik dan semua tetap berjalan dengan baik? Mungkin sharing berikut bisa menjadi salah satu masukan bagi kita para orangtua

Beri Kepercayaan 

Generasi Z ini pada dasarnya mereka kreatif dan bahkan cenderung berpikir 'Out of The Box' karena itu, coba beri mereka kepercayaan untuk bisa melaksanakan sebuah pekerjaan dengan cara mereka. Minta mereka memberitahu kita akan ide mereka dalam melakukan sebuah pekerjaan yang sedang kita berikan kepada mereka. 
Dengan adanya penjelasan di awal, kita akan paham proses yang akan mereka lakukan. Inilah yang aku lakukan ke anak aku. Ketika si kakak nomor satu kemarin ada tugas project dari sekolahnya dan dia bercerita akan buat project itu, lalu aku sebagai ibunya bertanya dahulu, apa yang akan dia lakukan step by stepnya dalam mengerjakan. Setelah itu, aku minta si kakak setelah selesai mengerjakan project sekolahnya, tolong kasih ke aku dulu untuk aku cek dan aku bantu kasih masukan mana yang kurang dan mana yang sudah Ok. 

Di situlah saat aku bisa masuk untuk berkomunikasi dengan si Kakak. Jadi dengan memberikan mereka kepercayaan di awal, bisa membuat mereka percaya diri, merasa di anggap dan berani mengeluarkan kreativitas mereka secara maksimal. 


Ada di saat mereka butuh

Seperti kita ketahui bahwa Gen Z ini adalah generasi yang mobile. Media sosial adalah tempat mereka mencari informasi, mengadu dan berinteraksi satu sama lain. Sebagai orangtua yang memiliki anak Gen Z, maka yang aku lakukan adalah memiliki akun media sosial yang di miliki oleh anak-anak aku (si sulung dan si nomor dua). 
Ketika mereka butuh ibunya, dan saat itu si kakak sedang buka instagram lalu menghubungi aku via instagram, maka aku sudah siap ada di saat mereka butuhkan di instagram. Sehingga komunikasi antara aku dan anak aku tetap berjalan. 
Manfaat kita nih sebagai orangtua generasi Y adalah kita jadi bisa update digital tanpa perlu kursus secara khusus. Sebab secara tidak langsung kita belajar mengoperasikan media sosial kita dari anak-anak kita para Gen Z ini.


Jadi Influencer Parents Bagi Anak Generasi Z

Sekitar 65% - 75% generasi Z, ketika melihat sebuah iklan atau konten, lebih percaya kepada yang lebih real atau nyata. Kita ambil contoh nih, ketika akan membeli sebuah gadget atau mau mencoba kopi kekinian baru, mereka rata-rata mencari informasi atau referensi melalu testimoni langsung para influencer, bukan kepada selebgram yang terima endorse-an.

Melihat ini, kita sebagai orangtua jika ingin anak-anak kita kagum, percaya dan mau mendengarkan ucapan kita, maka kita perlu menjadi sosok 'Influencer' bagi mereka. Berikan bukti nyata dari kita, yang mana bukan sekedar 'katanya', sebab yang real itulah yang paling di sukai oleh anak generasi Z ini.


Inilah tiga cara yang aku lakukan kepada anak-anak aku yang masuk kategori generasi Z. Ketiga hal ini juga bisa lho kita terapkan kepada tim di bisnis kita yang mungkin rata-rata adalah para Gen Z.
Ok semoga sharing aku bisa mermanfaat bagi para orangtua yang memiliki anak generasi Z.

Bagi ada yang mau menambahkan, silahkan boleh berikan interaksinya melalui kolom komentar. See you on my next blogpost ya 💖💖





Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

Follow Us @cilyawonderland