Tampilkan postingan dengan label Sharing Business. Tampilkan semua postingan

Belajar Seperti Gelas Kosong

Tidak ada komentar

Kosongkan Gelasmu Untuk Mendapatkan Ilmu Baru




Assalamualaykum,

Welcome back  semua. Semoga semua dalam keadaan sehat wal'afiat, Aamiin YRA. 
Beberapa waktu lalu aku sempat lagi merasa lelah dan penat. Kalau sedang merasa penat dan agak menurun semangat aku, aku selalu baca buku  motivasi atau buku mengenai kisah para tokoh pebisnis yang sukses menjalankan bisnisnya. Kisah mereka dalam membangun bisnis dan menghadapi jatuh bangunnya bisnis.

Kadang kita perlu belajar dari orang lain, bukan hanya dari orang-orang yang sukses saja tapi juga dari orang-orang yang sedang membangun bisnisnya. Kenapa kita perlu belajar dari orang lain? Agar kita memiliki rasa syukur, rasa rendah hati dan semangat hidup.

Berkaca dari orang-orang yang sudah sukses, mereka ini rata-rata masih terus belajar lho. Padahal bisnis mereka sudah sukses. Lalu masa kita yang masih taraf menuju sukses bisnisnya kok ngga mau belajar, ngga mau update ilmu. 


Hal sederhana bentuk dari rendah hati mau belajar adalah ketika kita bertemu dengan orang lain di dalam sebuah pertemuan informal. Biasanya orang yang sukses selalu lebih sering mendengarkan daripada berbicara tentang dirinya saja... "Kemarin saya dapat penghargaan ini...", "Saya ini tuh orangnya paling tinggi jabatannya di kantor..." dan masih banyak lagi kalimat "aku dan aku yang paling hebat" dan yang "paling tahu"

Ketika kita lebih banyak mendengar, di situ kita sama saja sedang proses belajar mendapatkan sebuah ilmu baru. Kita juga jadi bisa belajar People Skill, belajar menghadapai orang lain dengan berbagai karakter yang berbeda-beda, belajar dealing with people dan masih banyak lagi yang kita bisa pelajari.

Tetapi semua ilmu-ilmu tersebut tidak bisa kita tampung jika "gelas" ilmu kita penuh. kita perlu mengkosongkan dulu "gelas" kita agar bisa menampung ilmu yang baru. 

Lalu apakah isi di dalam gelas kosong tersebut kita buang begitu saja? Tidak kita buang begitu saja, karena itu kita perlu lakukan yang namanya "Sharing ilmu" kepada orang lain agar ilmu kita terus bertambah.

Jadi bukan ganti dengan gelas baru dan biarkan gelas penuh yang ada tetap terjaga penuhnya lalu kita diamkan dan kita tabung. 
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”
Biarkan kita sedekah kan air (ilmu) yang ada pada gelas kita untuk orang lain, jangan khawatir gelas kita akan kosong, karena Insha Allah, Allah akan terus mengisi gelas kita. Sebab tidak ada sedekah yang percuma, pasti semuanya bermanfaat. 

Yuk kita menjadi manusia yang bermanfaat dan belajar dari gelas kosong yang selalu memberikan air di dalamnya keluar dan masuk tanpa pamrih. Sukses untuk teman-teman semua and see you on my next blogpost



Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

"The Power of Kepepet" Cara Ampuh Merintis Sebuah Bisnis

4 komentar

"The Power of Kepepet" Cara Ampuh Merintis Sebuah Bisnis




Assalamualaykum,

Welcome back to my blog Good People...
Judul sharing aku kali ini, mungkin teman-teman sudah ada yang pernah baca salah satu buku dari Mas Jaya Setiabudi yang berjudul The Power of Kepepet.

Kepepet di sini adalah mengarahkan kepada hijrahnya kita menjadi seorang pebisnis, bukan di tujukan kepada orang yang malas-malasan lalu baru mengerjakan suatu hal di kala sudah mepet waktu (kaya pelajar yang mengerjakan sistem SKS- Sistem Kebut Semalam) 😃.

Selama masa pandemi seperti ini, beberapa bisnis collapse, tanpa terkecuali perusahaan-perusahaan besar pun ikutan menurun pemasukannya. Bagaimana tidak, masyarakat semua di minta untuk melakukan yang namanya lockdown ata stay at home sementara. Dunia jual beli sempat tidak seaktif masa normal. 

Para pelaku bisnis yaitu pedagang pada umumnya yang melakukan penjualan dengan sistem konvensional, harus mulai terbiasa beradaptasi dengan dunia online dan itu semua tentu butuh yang namanya proses. 

Masa pandemi kemarin selama tiga menuju empat bulan tentu amat sangat berdampak, maka banyak juga beberapa perusahaan yang mem-PHK-kan karyawannya. 

Kita lihat baru-baru ini berita di beberapa media, sekelas perusahaan GOJEK saja juga mengumumkan bahwa mem-PHK-kan beberapa karyawannya. Beberapa teman aku pun juga ada yang suaminya kena PHK. Sedih bukan? Tapi itulah hidup dan itulah perjalanan sebuah bisnis. Tidak selamanya berada di atas, pasti ada yang namanya jatuh bangun bisnis.

Bagi yang terkena PHK, sedih, bingung itu pasti akan dialami tetapi jangan terlalu lama meratapi nasib, segera bergerak cari solusi atau jalan keluar. Manfaatkan dana yang ada dan waktu untuk berbisnis.

Bisnis itu tidak harus selalu menunggu modal terkumpul, fasilitas lengkap, kuncinya adalah bekerja dengan kekuatan. Jika ada yang belum memiliki pengalaman berbisnis, teman-teman bisa mencari pelatihan yang gratis lalu setelah dapat ilmunya langsung di praktekkan. 

Sebab, ilmu akan berguna jika kita segera mempraktekkan dan jangan menunggu nanti dan nanti. Karena Ilmu itu berkembang dan berubah seiring dengan berkembangnya zaman.

Jika modal yang di miliki belum besar, teman-teman juga bisa memulai dengan dengan menjadi reseller. Menjadi reseller pun juga musti selektif. Pilih yang ada mentoring di dalamnya, sharing ilmu di dalam masa mentoring.
Bisa juga teman-teman memulai bisnis dengan passionnya teman-teman, misal teman-teman senang masak, coba membuat masakan rumahan lalu tawarkan ke tetangga atau daftarkan di Gofood atau Grabfood

Jadi kepepet itu kadang bisa menjadi cara ampuh merintis sebuah bisnis. Sebab kadang dengan kepepet kita diminta untuk mencari solusi dengan cepat agar bisa 'hidup'. 
Teman-teman punya pengalaman 'kepepet' dan menghasilkan? Sharing dong di kolom komentar.






Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

Kemampuan "People Skill" Yang Harus Dikuasai Pemimpin

Tidak ada komentar

Kemampuan "People Skill" Yang Harus Dikuasai Pemimpin




Assalamualaykum,

Halo semua apa kabar? Insha Allah selalu dalam keadaan sehat wal'afiat semua ya. Di artikel kali ini aku mau sharing nih mengenai "People Skill" dalam diri seorang pemilik bisnis atau pelaku usaha yang mana tentu dirinya selain sebagai pemilik atau pelaku usaha, tentu juga sebagai pemimpin atau leader di bisnisnya. 

Bagi seorang pemimpin atau leader, perlu banget memiliki ilmu People Skill ini yang tentu mempengaruhi dalam manajemen kepemimpinannya. Baik itu dalam interaksi, attitude dan komunikasi. 

Terkadang, aku suka bertanya-tanya, bagaimana ya perkembangan bisnis internal di jaringan orang yang masih minim ilmu people skillnya tapi posisinya sudah sebagai seorang pemimpin atau leader. Kira-kira pertumbuhan bisnis mereka akan seperti apa ya? 

Jika ada leader di dalam suatu bisnis itu memiliki attitude yang kurang baik, kita tidak bisa juga langsung buru-buru menyimpulkan bahwa bisnisnya pasti akan kacau. Karena menjalankan bisnis itu tidak hanya semata dilihat dari attitude seseorang saja tapi banyak hal yang bisa menjadikan suatu bisnis itu menjadi besar.

Tetapi perlu diingat bahwa besar dan berkembangnya sebuah perusahaan juga tidak akan long last kalau pemimpinnya tidak baik. Yess..semua memang berawal dari pemimpin atau leadernya.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita musti pahami dulu arti dari kata "People Skill" itu apa. People skill adalah kemampuan dalam berinteraksi dan berkomunikasi antar manusia. Ketika berinteraksi dengan orang lain, artinya kita sudah memiliki people skill ini, tinggal bagaimana people skill yang kita punya ini hasilnya bagus, sehingga silaturahim terjalin dengan baik.

Salah satu dari memahami people skill adalah memperhatikan cara bicara kita agar tidak membuat orang lain tersinggung. Kita pun juga belajar bagaimana cara merespon lawan bicara kita. 

Memang sih ketika kita sekolah dulu, tidak ada pelajaran mengenai people skill, tetapi secara tidak langsung dan secara tidak kita sadari, ketika kita berhadapan dengan guru, dengan teman,  kita ini sedang belajar yang namanya people skill

Semua itu perlu proses kok, begitu juga dengan aku sendiri. Practice makes you perfect artinya semakin kita bersosialisasi, ya kita jadi paham betul bagaimana berinteraksi dengan baik dan memahami dasar-dasar people skill ini.

Belajar people skill itu tidak seribet belajar arus kas, laba rugi (seperti saat aku mengikuti kelas coaching bisnis) kok 😁, kita hanya perlu belajar tiga hal ini yaitu : 
1. Pemahaman Diri
2. Berbicara efektif dan berempati
3. Membangun hubungan kepercayaan, hormat dan interaksi produktif

Ketiga hal ini adalah skill yang perlu kita pelajari dan ternyata dengan memahami diri sendiri itu penting, bahkan menjadi urutan nomor satu. Misal aku ambil contoh, orang yang memiliki karakter Koleris. Ketika sudah paham dirinya memiliki karakter Koleris, maka cobalah belajar untuk berbicara dengan lebih lembut dan tidak berapi-api. 

Tegas tetap boleh, seperti karakter koleris pada umumnya, tetapi tetap perlu melibatkan rasa empati ketika berbicara. Dengarkan pendapat orang lain terlebih dahulu baru berbicara dari sudut pandang pribadi, dengan memahami juga bahwa pendapat orang berbeda dan terimalah perbedaan itu.

Lalu bagaimana seorang pemimpin menerapkan people skillnya?

Ya...kita tahu dong ya, kalau kita semua saat ini hidup di era digital yang hampir semua kegiatan mulai dari transaksi, interaksi bahkan silaturahim pun juga dilakukan via online dan semua serba ter-connected satu sama lain. Apapun itu dibuat menjadi lebih mudah dalam satu genggaman (seperti tagline salah satu brand ya kan). 

Interaksi langsung dengan interaksi via online itu tentu berbeda cara pengaplikasiannya dalam keseharian kita tentunya. Maka dari itu perlu terus update dan upgrade ilmu kita dan bersahabat dengan yang namanya perubahan. Apalagi jika diri kita ini adalah seorang leader, mau di sebuah perusahaan atau di dalam bisnis kita sendiri.

Memang ilmu people skill itu perlu di gali dan di asah. Tidak bisa setelah membaca buku dan artikel aku ini lalu di praktekan, merasa diri kita sudah melakukan ilmu people skill ini. People skill itu perlu dilakukan setiap kali berinteraksi, sehingga bisa menjadi kebiasaan dan terbentuklah adab dalam leadership kita. 
Selama 10 tahun membina bisnis jaringan, aku pun banyak belajar bagaimana berinteraksi dengan baik. Belajar memperbaiki diri, dengan cara mulai tahu yang namanya adab dan tata krama.

Ketika berhadapan dengan orang yang usianya diatas kita tentu beda dengan yang usianya lebih muda daripada kita, tetapi bukan berarti nih, kita juga bisa seenak-enaknya dengan mereka yang usianya lebih muda dari kita. 

Leader yang kompeten adalah leader yang memiliki kemampuan people skill ketika berinteraksi dengan tim jaringannya. Mari kita bedah apa saja people skill yang perlu dikuasai.

1. Fast Respon

Fast respon disini adalah ketika ada yang memberikan pendapat, segera beri tanggapan, sehingga tim kita merasa diperhatikan. Mau pendapatnya seakan belum sesuai dengan rencana yang akan dituju, tetapi respon lah dahulu dan berterima kasih atas pendapatnya. Baru setelah itu kita revisi pendapatnya.

Begitu juga ketika team kita sedang mengalami yang namanya masalah, maka perlu sekali respon cepat untuk mengatasinya. Jangan menunda masalah yang ada. Dengan sikap fast respon seperti ini artinya teman-teman sudah belajar memberikan perhatian kepada team.

2. Memiliki Empati

Salah satu bentuk empati yang kita berikan sebagai leader kepada team adalah mendengarkan. Makanya kenapa Allah menciptakan kita dua telinga dan satu mulut? Ya salah satunya adalah agar kita ini lebih banyak mendengar daripada berbicara. 
Berbicara lebih banyak itu ada waktunya, yaitu saat memberikan mentoring atau coaching, setelah selesai maka saatnya kita mendengarkan respon dari team kita. 
Dengan memiliki empati, tentu seorang pemimpin terlihat memiliki kepedulian dan dapat membantu menjaga hubungan baik di dalam team dan team akan menjadi lebih solid. 

3. Cara Berkomunikasi Yang Baik

Memiliki komunikasi yang baik itu penting banget tentunya ya bagi seorang pemimpin atau leader. Para team akan mudah memahami informasi yang sedang di sampaikan atau yang sedang di bicarakan. Komunikasi yang baik tentu dapat membuat team yang solid.

Selain itu, komunikasi yang baik adalah berbicara dengan memperhatikan sopan santun dan tutur kata yang baik. Setiap individu mungkin memiliki dialek atau cara berbicara masing-masing tetapi jangan jadikan itu sebagai alasan dalam berkomunikasi.

Misalnya, asal daerah dari batak, yang terkenal memiliki dialeg agak keras suaranya ketika berbicara. Bukan berarti hal itu dijadikan alasan dialegnya memang keras ketika berbicara. Setiap orang yang mau belajar cara berkomunikasi dengan baik tentunya bisa berbicara dengan halus dan sopan santun.

4. Mampu Memberikan Delegasi Yang Baik

Namanya kerja team itu tentunya bekerja bersama, bukan bekerja sendirian. Kita tidak bisa disebut leader atau pemimpin jika tidak ada teamnya bukan. Jadi ketika team sudah ada dan sudah terbentuk, kita perlu belajar cara mendelegasikan sebuah pekerjaan dengan baik kepada team.

Dengan memberikan delegasi kepada team artinya kita mengajarkan tanggung jawab kepada para team dan mereka pun bisa mendapatkan ilmu baru dalam mengerjakan sebuah pekerjaan baru. 

5. Kolaborasi

Dengan melakukan kolaborasi dengan team, artinya mereka akan memiliki rasa juang dan rasa ingin maju. Mereka tidak segan mengeluarkan ide mereka dan dengan begini mereka merasa bahwa diri mereka memiliki arti di dalam team.
Ilmu dan skill yang mereka miliki selama ini berguna, bahkan akan bertambah lagi dari adanya kolaborasi ini. 

Jadi, jika ada seseorang yang bisnisnya begitu-begitu saja padahal produknya bagus, coba cek deh personalnya dari leader tersebut. Apakah sudah memiliki  ilmu people skill ini.
Terkadang bisnis belum berkembang tidak hanya dikarenakan belum di kasih Allah rezeki, tentu rezeki itu pasti datang dari Allah. Tetapi perlu juga perhatikan bagaimana kita memanusiakan manusia di dalam lingkup bisnis atau pekerjaan kita.

Mari lihat orang-orang atau Leader-leader sukses, pasti : memiliki yang namanya Fast Respon, Empati, Komunikasi yang baik, dapat mendelegasikan pekerjaan dan juga selalu melibatkan team dalam melakukan pekerjaan. 

Para orang sukses, selain mahir dalam hal membina jaringan, mengembangkan branding dan memiliki sistem managemen bisnis yang baik, juga pasti memiliki ilmu people skill ketika berinteraksi dengan teamnya.

Diharapkan dengan memiliki ilmu people skill dalam berinteraksi di dalam team bisnis, ketika sudah tidak terlibat dalam hubungan bisnis lagi nanti, hubungan silaturahim tetap terjalin. 

Suatu hubungan itu tidak hanya sekedar hubungan bisnis semata yang mendapatkan sebuah keuntungan. Dalam Islam, menjaga silaturahim itu bisa : Menambah Rezeki, Umur panjang, Kesehatan juga kebahagiaan, tentu yang pasti akan menambah keberkahan dari Allah SWT.

Bisnis atau bermitra selesai, bukan berarti silaturahim pun selesai. Sebab, suatu waktu kita akan butuh mereka dalam hidup kita. Begitu juga sebaliknya, mereka akan butuh kita suatu saat nanti.

Jadi If you want to be a sucessfull Entrepreneur and succes to be a Leaderperhatikan lima People skill yang harus dimiliki yang sudah aku jabarkan di atas.


Demikian sharing aku kali ini, semoga bermanfaat. See you on my next blogpost 💖💖










Woman Creative Partner





Adaptasi ke New Normal, Apa saja yang harus dijalankan?

17 komentar

Adaptasi ke New Normal, Apa saja yang harus dijalankan?





Assalamualaykum,

Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat semua ya. Gimana masa karantinanya di masa pandemi dua bulan ini? Tidak terasa ya dua bulan sudah kita melewati masa berdiam diri atau stay at home di masa pandemi ini, bahkan moment lebaran Idul Fitri saja kita rayakan hanya di rumah saja dan silaturahim via virtual ke Orangtua dan saudara kita. 

Selama libur lebaran kemarin, banyak sekali berita bertebaran di media elektronik perihal liputan ramainya orang-orang berbelanja di beberapa mal dan pusat perbelanjaan seperti di Tanah Abang. Seakan mereka semua lupa akan adanya virus Covid-19 ini. 

Mungkin bagi mereka COVID-19 itu seperti flu biasa yang tinggal minum obat flu lalu sembuh. Mungkin mereka semua titisan manusia super yang mana tubuh mereka sudah kebal akan virus, terlebih lagi virus Covid-19.

Selesai lebaran, babak baru dalam hidup pun dimulai dan fase kehidupan baru ini disebut dengan "New Normal". Sebagian masyarakat dunia mungkin tidak terlaalu asing dengan New Normal ini, lalu sebagian lagi mungkin masih bingung akan maksud dari kehidupan di era New Normal itu apa sih dan bahkan sebagian masyarakat dunia sisanya ada juga yang masa bodo dengan yang namanya New Normal.

Topik New Normal ini sangat menarik untuk di bahas, karena kehidupan New Normal di masa kita hidup saat ini merupakan sejarah dalam hidup kita. Iya... Kita beruntung menjadi bagian dari sejarah terbentuknya kehidupan New Normal ini. 

Beruntung atau Menyedihkan?

Tergantung dari sudut pandang mana kita memandang dan berpijak. Sedih di awal masa pandemi ini tentu sedih, tidak ada yang tidak sedih. Kita seakan di paksa untuk menjalankan kehidupan yang tidak normal, kita tidak bebas keluar rumah, tidak bisa traveling dulu keliling dunia, tidak bisa menunaikan ibadah Umrah beberapa bulan ini dan bahkan tidak bisa melaksanakan ibadah Haji. 

Ditambah lagi mungkin kondisi finansial kita menurun. pekerja kantoran kena PHK, pebisnis menurun omsetnya bahkan menutup usahanya. Iya... Miris memang, miris di awal masa pandemi ini. Tapi kalau kita segera bangkit, tidak terpuruk dengan keadaan, cepat beradaptasi dan cepat 'Move On' berpikir mencari solusi, Insha Allah akan menjadi sebuah hal positif atau bahkan menjadi cikal bakal peluang baru dalam hidup kita

Bagi yang mengambil kejadian saat ini dari sudut pandang positif, mereka mungkin merasa beruntung. Yang tadinya karyawan sebuah perusahaan, lalu kena PHK dan mau tidak mau berpikir kreatif yang seakan di 'paksa' untuk hijrah menjadi pengusaha. Bagi yang berbisnis dan baru memiliki satu bisnis, mau tidak mau melakukan pivot dalam bisnisnya dan bahkan bisnis barunya menjadi sebuah peluang bisnis dengan omset yang bagus di masa pandemi ini.

Jadi, semua ini tergantung diri kita, mau pilih si manusia yang Beruntung atau manusia yang Menyedihkan?

Jika kita memilih menjadi manusia yang beruntung di masa pandemi ini, mari kita bahas bagaimana caranya bisa beradaptasi secara cepat dan bahkan di era New Normal ini kita bisa mendapatkan kehidupan yang Bahagia, Finansial stabil bahkan naik, dan tubuh tetap dalam keadaan sehat serta stay Waras and No Depresi.

Lalu apa TIPS untuk beradaptasi dengan era New Normal? Berikut adalah TIPS ala Cilya

1. Tambahkan Ke-Iman-an dengan Ibadah yang RAJIN
Dengan adanya COVID-19 ini, bisa jadi ini adalah pertanda dari Allah SWT bahwa kita diminta untuk meningkatkan ibadah kita. Yang tadinya jarang sholat, karena di rumah kita berkumpul bersama keluarga, jadinya kita bisa sholat berjamaah. Yang tadinya jarang baca Al Qur'an, sekarang jadi makin rajin one day one juz nya. 
Karena itu, jangan sampai Iman kita melemah. Salah satu langkah awal kita bisa menerima dan bersahabat dengan keadaan adalah dengan pertebal keimanan dan tingkatkan kualitas Iman kita dengan ibadah yang rajin.
Jika Iman kita meningkat maka Insha Allah pikiran kita akan tetap stabil dan imun tubuh kita meningkat.

2. Healthy Living (Body and Mind)
Di masa era New Normal, kita juga sudah mulai harus beradaptasi dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh juga kesehatan pikiran.
Hidup Sehat itu WAJIB! Tapi hidup sehat itu tidak hanya tubuh kita saja yang kita jaga kesehatannya tapi kita juga perlu menjaga kesehatan pikiran kita. Pola pikir kita musti di latih berpikir positif selalu, sebab jika di masa pandemi ini pikiran kita tidak sehat, maka akan mempengaruhi imunitas tubuh kita. 
Karena itu, Yess banget menjaga kesehatan pikiran dan raga itu wajib banget. Dengan hidup sehat artinya kita menjaga pemberian dari Allah SWT dan tandanya kita sudah bersyukur.

3.  Bersyukur
Salah satu kunci beradaptasi kita berhasil adalah dengan BERSYUKUR. Mensyukuri setiap apa yang terjadi, apa yang kita dapat dan apa yang kita miliki. 
Dengan bersyukur, kita akan selalu merasa hidup kita bahagia walau kondisi ekonomi finansial sedang menurun, tetapi kita masih di kasih sama Allah kesehatan, keluarga yang support dan kebahagiaan.

4. Hidup Minimalis
Era New Normal ini, bukan lagi zamannya hidup berfoya-foya, belanja tanpa batas. Sudah saatnya pola hidup kita di ubah menjadi hidup minimalis yaitu hidup sederhana, tidak berlebihan tetapi tetap ada ikhtiar dalam hidup kita.

5. Investasi
Simpan uang mu di tabungan lalu mulailah berpikir untuk melakukan sebuah investasi. Investasi agama kita (dengan amal dan sedekah), juga investasi untuk kemajuan finansial kita dimana Insha Allah investasi ini bisa kita wariskan hingga tujuh turunan.

Dengan memasuki era New Normal, bukan berarti kita bisa sesuka hati bersikap atau menyepelekan yang namanya Corona Virus. Ingat, Corona Virus saat ini masih belum ada vaksinnya dan masalah ODP atau kematian pun masih belum usai. Jadi tetaplah hidup sesuai dengan protololer yang ada di dalam lingkungan kita.

Pasrah bukan berarti kita tidak perduli. Ayo sama-sama kita #LawanCorona dengan mematuhi protokoler yang ada. Sekali lagi. Stay Save, Stay Healthy and Stay Together. 

See you on my next blogpost ya....






Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

TIPS Jalankan Bisnis di Rumah Tanpa ART

9 komentar

Tips Jalankan Bisnis di Rumah Tanpa ART






Assalamualaykum,


Kemarin selepas memberikan sharing ilmu di group team para Reseller aktif aku, ada salah satu reseller aku yang bilang kalau dia sedang khawatir mengenai management waktu menjelang lebaran nanti. Management waktu antara mengurus bisnis dan mengurus rumah tangga. Khawatir semua jadwal jadi berantakan di karenakan si Mba ART nya akan pulang kampung.


Bagi para mom, masalah ART tidak balik sehabis lebaran sepertinya adalah an endless story. Sepertinya lebih stress ART tidak balik daripada kehilangan satu botol minum tupparware di sekolah anak-anak 😅😅.


Aku pribadi, untuk masalah ART tidak balik dan tidak ada ART di rumah bukanlah hal yang baru. Aku sudah kenyang mengalami hal seperti ini, apalagi dulu anak sulung dan anak aku yang nomor dua masih kecil-kecil. Lelahnya jangan di tanya rasanya, pokoknya nano-nano lah, mulai dari cenat cenut kepala sampai badan ini rasanya remuk. Di tambah lagi, kita sebagai seorang ibu di wajibkan sehat alias tidak boleh sakit karena kita juga berfungsi sebagai ‘dokter jaga’ di rumah… Benar kan?


Lalu bagaimana bisa menjalankan sebuah bisnis dari rumah sementara ART saja tidak ada. Jangankan jalankan bisnis, untuk ‘Me Time’ saja sulit.


Nah… Mungkin bisa coba tips ala aku berikut ini, agar kita tetap bisa mengerjakan bisnis dari rumah, tetap bisa belajar dan upgrade diri dengan mendapatkan ilmu baru dan tentu bisa ‘Me Time’ tanpa khawatir kerjaan rumah dan urusan anak-anak dan suami terbengkalai.



1. To Do List


Selalu punya To do list dan jadwal kegiatan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur sampai dengan malam hari. Tulis semua kegiatan kita, mulai dari jadwal kegiatan sekolah anak-anak, jadwal cuci baju, setrika, belanja, masak, Posting di media social, sampai jadwal sharing bisnis dengan tim reseller.


Ok berikut ini jadwal aku sehari-hari yang mungkin bisa menjadi acuan teman-teman, tinggal di sesuaikan saja dengan kondisi masing-masing.


  • 03.00              : Tahajud
  • 04.30 – 06.30  : Subuh – Cuci Baju - Sambil buat sarapan (karena cuci baju pakai mesin cuci jadi tinggal masukin saja ke mesin cuci) – Sapu – ngepel. Dengan Sapu dan Pel rumah, buat aku ini juga sebagai olahraga kecil
  • 06.30 – 07.30  : Drop anak-anak ke sekolah
  • 07.30 – 08.30  : Sarapan + Dhuha
  • 09.00 – 10.00  : Posting, Cek email, reply email atau WA
  • 10.00 – 12.00  : Masak dan jemur pakaian (Jika tidak ada ART). Jika ada ART jam segini aku maksimalkan untuk mengurus bisnis
  • 12.00 – 13.00  : Dzuhur – Lunch – Pick up si bungsu
  • 13.00 – 14.00  : Temani si bungsu lunch sambil urus kerjaan bisnis
  • 14.00 – 15.30  : Take a nap with si bungsu (aku suka biasakan untuk menyempatkan tidur siang)
  • 15.30 – 16.00  : Ashar – Jemput anak aku yang nomor satu dan nomor dua dari sekolah
  • 16.00 – 18.00  : Urus kerjaan bisnis  
  • 18.00 – 19.00  : Maghrib – Siapkan makan malam – Makan malam
  • 19.00 – 20.00  : Isya – Siapkan bumbu untuk masak – sambil bantu anak kerjakan homework
  • 20.00 – 21.00  : Setrika pakaian sambil ‘Me Time’ dengerin lagu atau ipod
  • 21.00 – 22.00  : Siapin bahan materi untuk posting dan sharing bisnis besok atau nulis blog
  • 22.00              : Waktunya tidur

Kenyataannya memang kadang sering tidak sesuai waktu. Tidak jarang selalu ada saja interupsi, tetapi paling tidak dari semua jadwal aku ini hampir 70% nya sesuai schedule.

======= BACA JUGA: TIPS Sukses Bekerja di Rumah =======





2. Team Work


Libatkan dan beri tanggung jawab kepada anak-anak juga Pak Suami dalam hal pengurusan pekerjaan rumah. Hal sederhananya adalah habis makan cuci piring sendiri, pakaian kotor taruh di mesin cuci setiap pagi, rapihkan tempat tidur setiap bangun tidur dan sapu-pel jika perlu kamarnya masing-masing. Dengan melibatkan mereka dalam pengerjaan rumah yang sederhana, bisa mengurangi beban pekerjaan kita.




3. Persiapkan bahan makanan dan masakan


Biasanya aku siapkan ini di malam hari sebelum tidur. Aku sudah punya jadwal menu masakan selama seminggu dan bumbu-bumbu sudah aku siapkan di malam hari (potong bawang, sayuran dll). Jadi ke-esokan harinya sudah tinggal cemplung-cemplung saja tanpa perlu wasting time potongin sayuran dan bawang nya.

 Kadang aku pun tidak jarang pesan makanan online atau jasa catering. Walau tidak setiap hari biar tetap irit, tapi hal tersebut sangat membantu kita juga. Waktu untuk masaknya bisa kita gunakan untuk mengerjakan yang lain.




4. Bersahabat dengan Teknologi


Di era yang sudah serba digital ini, kita sebenarnya sudah sangat terbantu sekali dalam mengerjakan segala sesuatu. Sudah hampir setahun ini, untuk belanja sayur dan keperluanan bulanan, biasanya aku order via online. Pergi ke pasar itu jika keperluan dapur tidak tersedia di aplikasi online yang biasa aku beli. Sekarang sudah banyak lho aplikasi online di handphone kamu, jadi tidak perlu lagi repot meluangkan waktu ke pasar.


Jika tubuh sudah berasa lelah, aku biasanya pesan jasa Go Clean untuk membersihkan rumah atau sekedar setrika baju. Aku juga memanfaatkan jasa laundry untuk mencuci Bedcover, karpet dan beberapa pakaian yang membutuhkan effort besar untuk mencucinya.

Jadi semua ini bisa kita lakukan dengan memanfaatkan gadget kita. Sambil order belanjaan, kita bisa sekalian deh posting dagangan, reply orderan, dan bina reseller kita hanya via handphone saja.




5. Menikmati proses tanpa ART


Selelahnya diri kita, kita perlu tetap menikmati proses hidup ini tanpa ART. Menerima keadaan dengan bahagia. Jika pekerjaan rumah tidak sesuai jadwal jangan stress, biarkan cucian dan setrikaan sekali-kali menumpuk dan rumah masih saja terlihat berantakan.


Sekarang ini ketika anak-anak sudah besar, tentu tingkat kerepotan aku pun tidak terlalu repot seperti ketika mereka masih pada kecil-kecil. Semua bisa kok kita lakukan selama di situ ada kemauan. Fokus pada solusi bukan kepada masalahnya.  

Semoga tips ala aku ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Ketika awal dulu mau mulai bisnis, anak-anak aku masih balita dan belum mulai saja sudah mules duluan karena kebanyakan khawatir memikirkan bakalan keteteran. Tetapi setelah di jalankan selama hampir 13 tahun, aku pun bisa menjalankannya.



Tetap semangat menjalankan bisnisnya ya teman-teman semua. See you on my next blog post…












 Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife




 Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo