Kamis, 12 September 2019

Stop Body Shaming Sesama Wanita Di Media Sosial

Ayo kita berhenti melakukan Body Shaming







"It's very important to choose kindness and stop bullying" - Jacob Tremblay


Assalamualaykum,

Ada yang pernah mengalami yang namanya Body Shaming? Apa sih Body Shaming itu? Body Shaming adalah mengejek fisik orang lain. Kadang tanpa kita sadari, kita suka melakukan body shaming kepada orang lain, walau awalnya hanya bermaksud bercanda atau hanya sekedar ice breaking.

Seperti apa sih contoh dari body shaming itu? Misal kita tanpa sengaja ketika bertemu dengan teman kita yang sudah agak lama tidak berjumpa, lalu kita mengucapkan: "Kok sekarang gendutan sih?" atau "Kamu keliatan putih deh wajah nya tapi jadi kelihatan pucat gitu sih kaya hantu.."

Nah..nah..adakah yang pernah tidak sengaja mengucapkan kalimat seperti itu? Itu bisa dikategorikan sebagai tindakan body shaming lho. Aku pernah mengucapkan seperti ini ke teman aku dan pernah juga di posisi yang di ejek. 
Sekarang coba deh posisikan jika kamu di posisi yang di ejek, apa perasaan mu? Sedih, kepikiran, merasa insecure, bahkan jadi ingin bertindak memperbaiki diri gimana pun caranya, mau cara sehat atau tidak sehat...iya ngga sih?

Body shaming ini bisa dikategorikan sebagai bulying secara verbal. Yang dampak nya tidak hanya membuat korban sedih tapi juga berpengaruh pada psikis nya. 
Akibatnya sungguh luar biasa kan ya? Padahal hanya dari beberapa kalimat saja yang terlontar tanpa sengaja ataupun sengaja, akan mengakibatkan fatal ternyata lho.

Karena itu, sejak saat itu, sebisa mungkin aku tidak memberikan komentar apapun ketika bertemu dengan teman atau saudara aku yang terlihat gendutan atau terlihat kurusan. Kecuali mereka bertanya dan minta honest review dari aku atas penampilan nya.

Contoh dari salah satu kasus body shaming yang dialami oleh salah satu artis Indonesia yaitu Dian Nitami beberapa bulan lalu. Ada netizen yang memberi komentar kepada Dian Nitami mengenai bentuk tubuh nya. Kalimat body shaming dari si netizen ini ditulis secara sadar lho. 
Dampaknya adalah, Dian Nitami sempat tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya, malu dan sedih pastinya. Walau akhirnya si netizen ini minta maaf. Tapi perbuatan nya ini sudah jelas berdampak buruk bagi psikis si korban yang di body shaming sama dirinya 

Aku ngga ikutin lagi sih kasus nya sampai selesai, apakah jadi dibawa ke ranah hukum oleh Anjas Asmara perihal body shaming yang dilakukan oleh netizen ini kepada istrinya, atau di stop.


Pelaku Body shaming, bisa dikenakan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Seperti informasi yang aku baca di CNN Indonesia bahwa, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengatakan korban body shaming bisa melaporkan perbuatan body shaming ke kepolisian.

Disebutkan bahwa pelaku penghinaan termasuk body shaming di media sosial dapat dijerat dengan pasal 27 ayat 3 (jo), pasal 45 ayat 3 (jo) UU No,11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang kini menjadi UU No.19 Tahun 2016. Ancaman hukumannya tidak main-main, bisa dipenjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp.750 juta.



Karena itu, yuk mari kita STOP yang namanya Body Shaming, Bulying kepada sesama manusia, baik ke sesama wanita maupun kepada pria. Hukuman yang didapat bagi si pelaku, tidak akan sebanding dengan apa yang dialami oleh korban bulying, karena efeknya akan dirasakan dan diingat sepanjang hidup nya.





💗 Cilya 💗
Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife

  





Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @cilyawonderland