As a Mom and as a Mompreneur, aku belajar satu hal penting, being productive doesn't mean forgetting yourself. Di balik jadwal padat, meeting, live selling tanpa henti dan target bisnis yang harus dicapai, aku tetap butuh waktu untuk terkoneksi dengan diri sendiri. That's where me time becomes sacred.
Dulu aku berpikir me time itu harus mewah: spa, staycation, atau liburan jauh. Tapi semakin dewasa, aku sadar bahwa me time is about presence. Tentang bagaimana aku benar-benar hadir untuk diriku sendiri. Cara paling sederhana namun bermakna bagiku adalah jurnaling dan menonton film (baik itu di Netflix, Disney Channel atau VIU...I think they should pay me for endorsement 😁 )
Jurnaling: Percakapan Jujur dengan Diri Sendiri
Jurnaling adalah ritual kecil yang selalu aku sempatkan, usually di pagi hari setelah subuh atau malam sebelum tidur. Dengan secangkir minuman kesehatan yang hangat, aku membuka jurnal dan mulai menulis tanpa beban. tidak harus rapi, tidak harus puitis. Just write!
Aku menulis tentang apa yang aku rasakan hari itu, rasa lelah, syukur, harapan, quotes, bahkan ketakutan. As a muslimah, journaling juga menjadi bentuk muhasabah. Aku sering menyelipkan doa, ayat yang menenangkan, atau sekedar kalimat sederhana: "Ya Allah, hari ini aku ingin lebih tenang, damai dan bahagia."
This simple habit helps me reconnect with my soul. Jurnaling membuat aku lebih aware dengan emosi ku, lebih lembut pada diri sendiri, dan lebih jujur tentang apa yang sebenarnya aku butuhkan. In a world that constantly asks us to be strong, journaling allows me to be soft.
Movies Time: Healing with Stories
After a long day, my other favorite me time is watching movies. Kadang Netflix, kadang VIU atau kadang Disney Channel. I Know, it sounds simple, but it works. Aku biasanya memilih film romantic comedy yang ringan atau drama Korea dengan cerita hangat dan visual yang menenangkan. Ngga jarang juga sih nonton drama Cina atau bahkan juga India ..hahahaha....
Ada sesuatu healing dari melihat kisah cinta sederhana, keluarga dan perjalanan hidup orang lain. Menonton drama Korea sambil rebahan is my version of self-care. It reminds me that life doesn't always have to be rushed. Kadang, aku tertawa sendiri. Kadang, aku menangis pelan. And both are okay.
Me Time sebagai Bentuk Syukur
Buatku, me time bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab, tapi justru cara untuk kembali dengan energi yang lebih utuh. Ketika aku menjaga diriku, aku bisa lebih hadir untuk keluarga, bisnis dan orang-orang yang aku layani.
Sebagai muslimahpreneur, aku percaya bahwa merasa hidup bukan tentang doing more, but about feeling deeper. Dengan jurnaling dan Netflix time, aku belajar mencintai proses, menikmati jeda dan mensyukuri setiap fase kehidupan.
Because at the end of the day, a calm heart is also a success 🤍














