Kamis, 11 Juli 2019

Serunya Wisata Berbelanja Ke Pasar Tradisional

Serunya Wisata Berbelanja Ke Pasar Tradisional





Assalamualaykum,

Halo semua...Siapa disini yang senang sekali belanja ke pasar tradisional? Siapa juga yang malas belanja ke pasar tradisonal? 

Saya termasuk sih yang jarang ke pasar tradisonal, lebih senang belanja sayuran dan keperluan rumah tangga ke supermarket atau ya abang-abang tukang sayur langganan yang lewat depan rumah.
Alasan nya karena malas keringetan, malas becek-becekan dan malas tawar menawar 😄. Aku orang nya tidak pandai menawar barang karena suka tidak enakan kalau tawar barang, suka kasihan saja sama tukang sayur nya. 

Tapi kadang suasana itulah yang membuat kita rindu akan berbelanja di pasar tradisional. Kali ini mari kita menikmati keseruan wisata berbelanja ke pasar tradisional. Di dekat rumah aku ada dua pasar, kedua nya pasar tradisional tetapi masing-masing memiliki karakter tempat yang berbeda. 

Beberapa waktu lalu, aku ajak anak-anak aku untuk melakukan wisata kecil berbelanja ke pasar tradisional. Tujuan aku agar anak-anak aku bisa merasakan perbedaan antara belanja di pasar tradisional dengan supermarket. Selain itu juga mengajak mereka untuk belajar berinteraksi dengan para pelapak di pasar, seperti tawar menawar, menikmati becek nya dan juga bisa memilih sayur atau buah yang fresh di pasar



Pasar Kelapa Dua

taken from google.com

Pasar pertama yang dikunjungi adalah Pasar Kelapa Dua yang dibangun tahun 2011. Letak nya dipinggir jalan raya Kelapa Dua. Seperti biasa ya namanya juga pasar, kalau lewat di depan nya sudah pasti macet, tapi macet nya juga hanya di pagi hari dan sore hari.
Pasar ini pernah lho terpilih sebagai pasar terbaik se-Indonesia. Pasar nya sudah modern sih, sudah bukan pasar yang tradisional banget. Pasar Kelapa Dua ini dikelola oleh PT Bangun Prima Binasarana bersama PD Pasar Niaga Kerta Rahardja (NKR) dan Pasar Kelapa Dua ini sendiri sudah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam hal pelayanan terhadap pengunjung dan pedagang.

Parkir nya sih tidak begitu luas ya, tapi bisa diakses dengan kendaraan umum kalau mau kesini. 
Kalau mau belanja sayuran, ketika kita masuk ke halaman parkir, kita langsung turun tangga, karena letak lapak sayur mayur, daging dan lauk pauk letaknya di bagian bawah. Penampakan saat ini memang tidak sebersih saat pertama kali dibangun sih, tapi bagi aku masih rapih kok susunan lapak-lapak nya, dan para pedagang nya juga sangat menjaga struktur area lapak mereka. 

Lalu di lantai satu dan dua ada kios-kios jualan juga seperti pakaian, alat rumah tangga, kosmetik, bahan pakaian sampai tukang jahit pun ada disini. Lumayanlah lengkap, semacam one stop shopping kalau kesini ehehe..jadi bisa sekalian belanja kebutuhan peralatan rumah tangga juga.


Pasar Modern Sinpasa Gading Serpong 

Taken from google.com


Pasar modern Sinpasa yang di Gading Serpong ini, jarak nya tidak jauh dari Pasar Kelapa Dua. Masuk ke Pasar Sinpasa ini melalui pintu masuk Summarecon Mall Serpong (SMS). Parkiran nya tentu luas ya, karena kan area mall. Tapi kalau mau ke pasar Sinpasa ini, parkir nya dekat-dekat pasar saja, karena kalau parkir nya jauh ya otomatis ke area pasar Sinpasa nya lumayan ya jauh jalan nya.

Pasar Sinpasa ini hanya satu lantai saja gedung nya, area nya tidak luas memang untuk pasar nya. Tapi sekitar nya ada Ruko-Ruko dan mall SMS tadi. 
Pasar Sinpasa ini dibangun tahun 2004 dan memiliki luas kurang lebih 3,500 meter dimana ada 132 lapak, 147 kios

Di sekeliling gedung Pasar Sinpasa nya ada kios-kios jualan juga, ada jualan Sprei, makanan kecil, baju batik, alat rumah tangga sampai alat jahit. Walau tidak sebanyak di pasar kelapa dua. 
Ketika kita masuk ke dalam, di area tengah gedung nya adalah letak para penjual sayur mayur serta buah-buahan. Area daging dan ikan ada di pinggir dalam nya. Ada ruangan kecil yang khusus jual Ikan dan Daging. 

Aku suka banget belanja kesini karena tempat nya seperti ada ruang nafas nya ehehe, bersih dan tidak pengap ya suasana nya. Kalau untuk jarak dari rumah aku ke pasar Sinpasa ini memang agak jauh sedikit dibanding ke pasar Kelapa Dua. Tapi tetap sih aku merasa lebih nyaman saja belanja disini. 

Apa saja sih keunikan dari Pasar Tradisional yang walaupun managemen dan suasana nya sudah agak modern ini?



Suasana Ramai Suara

Yess...kalau kamu ke pasar tradisional pasti kamu akan mendengar suara berisik dari percakapan antara penjual dan pembeli. Semua bahasa kamu bisa temukan disini..ahahaha. Mau bahasa jawa, bahasa betawi, bahasa sunda dan bahasa lain nya. Kayanya abang-abang atau ibu-ibu yang jualan lapak sayuran nya tuh bisa jadi punya banyak pembendaharaan bahasa daerah nya.


Terjadi Transaksi Tawar Menawar

Bagi sebagian ibu-ibu, kalau belum menawar rasanya ada yang kurang dari sensasi berbelanja nya ya kan?? Kalau belum puas mendapatkan harga yang sesuai, pasti akan terus menawar ehhe. Suasana ini yang tidak akan bisa kita temukan di Supermarket. Harga yang ada di pasar tradisional sangat fleksibel bisa dibilang, karena yaitu bisa ditawar.


Pemandangan Pedagang dan Pembeli


Sudah pasti kalau kita belanja di supermarket, kita tidak akan bisa lihat pemandangan para pedagang yang pakai sarungan, muka yang keringatan tanpa pakai sunblock atau skincare ehehe. Di pasar tradisional, kita seperti bisa melihat the real life sekitar kita. Orang-orang yang berjuang mencari nafkah dengan cara berjualan di pasar yang becek, panas dan bahkan bau. Makanya kalau sudah lihat ini suka tidak tega kan mau menawar dagangan mereka.


Transaksi Pembayaran



Tahu tidak, sekarang pasar tradisional sendiri sudah ada beberapa yang sistem pembayaran nya bisa dibayar secara non tunai atau bisa pakai transaksi digital lho. Aku juga baru tahu...(kemana saja sih..). Memang aku jarang sih belanja ke pasar tradisional, tapi pas beberapa waktu lalu mengajak anak-anak menikmati belanja di pasar tradisional, pas mau beli buah-buahan, terkejut dan amazing saja ternyata bisa bayar pakai transaksi digital, kereeenn. 


Itulah keunikan ketika aku dan anak-anak melakukan wisata kecil kami berbelanja ke pasar tradisional. The kids are really enjoying and excited. Even though it's full of drama, complaining about being dry, muddy and smelly..ahahaha.. It's an exciting experience.

Aku berharap agar pasar tradisional terus ada dan terus bertahan. Karena sensasi ini lah yang tidak bisa kita temukan di supermarket. Bagi yang punya kebiasaan seperti aku, yang lebih suka belanja ke supermarket, yuuk coba deh sekali-sekali kita berbelanja ke pasar tradisional yang ada, untuk membantu para para pelaku ekonomi masyarakat kita. 
Ok... see you on my next blogpost ya...💖💖






💗 Cilya 💗
Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife
  





Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @cilyawonderland