Putar Balikkan Kelemahan Jadi Kekuatanmu

No comments


Assalamualaykum,

Ceritanya beberapa hari lalu, aku mendapat satu pelajaran dari si bungsu. Sebenarnya sih sederhana ya dari sudut pandang kita orang dewasa, tapi aku jadi berpikir, dulu ketika aku kecil pun sama kali ya pikiran serta perasaannya seperti si bungsu ku ini.

Jadi, dia tahu kalau dia itu merasa belum bisa menulis cepat, selalu ketinggalan menulis kalau sedang di dikte oleh gurunya. Untuk kategori level anak kelas 2 SD, menurut aku sih ketinggalan dalam menulis cepatnya ketika di dikte masih kategori normal, karena bukan hal yang masalah banget, tapi bagi si bungsu merupakan sebuah masalah besar dalam hidupnya saat ini 😀. 

Ketika aku tanya kenapa tidak bisa menulis dengan cepat, alasannya sih kalau cepat-cepat tulisannya jadi tidak rapi. Ok bagi si bungsu yang sudah terlihat tipe melankolisnya ini, rapi adalah keutamaannya, sehingga menulis cepat bagi dia membuat dirinya merasa tidak nyaman karena merusak tatanan atau susunan kerapihan tulisannya... Ya ampun, coba ya anak kelas 2 SD ini boo, sudah mikirin susunan template tulisan yang rapi. Tapi aku patut acungkan jempol sih sama sifatnya ini.

Lalu aku coba tanya lagi ke si bungsu aku ini, kira-kira apa yang akan dia lakukan agar tidak ketinggalan, tetapi tulisannya tetap rapi? Aku tidak mengharapkan jawaban yang benar dari si bungsu, tetapi paling tidak dia paham dan bisa memperbaikinya pelan-pelan.

Aku pun juga beritahu, bahwa jika tulisannya tidak rapi bukan berarti tidak sempurna, ada hal yang lebih penting untuk dia kejar yaitu informasi dan pelajaran dari gurunya, nanti setelah selesai bisa dia rapikan lagi. Hal ini juga menjadi sebuah challenge dia untuk bisa melakukan keduanya, tulis cepat tapi tetap rapi walau rapinya ala level anak kelas 2 SD.

Dari cerita anak bungsuku inilah, ada some point yang aku belajar bahwa, untuk mencapai standar kesempurnaan, pastinya tidak akan ada habisnya. Ya seperti kita deh, yang ingin pekerjaan rumah selesai, rumah rapi, masakan enak, tetap terlihat cantik dan pintar setiap hari, dimana jika bisa tercapai semua itu, kita menjadi wanita yang sempurna. Kalau standar kita seperti ini, ketika ada salah satu yang tidak tercapai maka kita langsung men-judge diri kita ini lemah dan tidak bisa mengejar kesempurnaan itu.

Setiap orang itu memang diciptakan berbeda-beda, ada yang perbedaannya terbentuk dari nature (alami) atau ada yang terbentuk dari nurture (pendidikan atau pengaruh lingkungan). Jadi dengan adanya perbedaan antara satu orang lain dengan orang lain menjadikan seperti sebuah kelemahan di mata orang lain. Kalau kita lihat dari sudut pandang positif, sebenarnya perbedaan itu adalah kelebihan kita, bukan kelamahan.

Dengan mengubah sudut pandang dan memahami bahwa setiap manusia itu berbeda, diri kita berbeda merupakan langkah awal dalam mulai memahami bahwa kelemahan kita bisa menjadi kelebihan kita. 

Jadi..yuk belajar melihat kelemahan kita menajdi kekuatan kita. Aku pun sama sedang proses belajar dan belajar agar tidak mudah insecure dan menjadikan kelemahan aku menjadi kekuatan aku







Woman Creative Partner








No comments