Mengenal Dan Mengatasi Burnout Bagi Pebisnis

No comments

Pernah tidak merasa lelah karena terlalu overload pekerjaan? Sehingga membuat diri menjadi sedikit stress, atau bahkan bukan sedikit lagi tapi sangat stress. Dimana kelelahan bukan hanya sebatas fisik saja tapi juga lelah mentalnya.Kelelahan mental dan fisik ini  dikenal juga dengan istilah burnout.

Menurut WHO, burnout adalah sebuah sindrom yang dikonsepkan sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola. 

Biasanya jika burnout terjadi, maka tidak jarang semangat dan motivasi diri akan menjadi turun. Burnout sendiri tidak hanya melanda para karyawan saja tapi juga bisa melanda kita para pebisnis. 

Bagi pebisnis banyak hal yang bisa menyebabkan mengalami burnout dikarenakan banyak hal, bisa karena banyak bisnis yang di lakukan (palugada), bisnis sedang menurun. lingkungan yang tidak support mungkin bahkan cenderung meremehkan. 

Masa pandemi kemarin, jujur aku sempat menurun motivasi diri aku dan sempat stress juga walau menurut aku masih belum kategori berat. aku mencoba mencari penyebabnya atau 'WHY' nya aku bisa kehilangan motivasi diri dan juga stress.

Alhamdulillahnya tidak terlalu berkepanjangan dan dalam proses recovery inilah aku jadi paham bagaimana mengatasi yang namanya burnout walau dalah versi aku. 

 

Bagaimana Mengatasi Burnout?

Burnout bisa menimbulkan kesehatan mental, oleh sebab itu kita perlu sekali mengenali ciri-cirinya tadi, salah satunya kehilangan motivasi diri akibat stress berat. Hal ini perlu segera diatasi agar tidak berkepanjangan. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Kenali Akar Permasalahan

Jika mau masalah yang dihadapi selesai, kita perlu cari tahu akar dari masalah yang sedang kita alami apa. Kalau stress karena pekerjaan menghandle bisnis, menurut aku hal ini bukanlah akar permasalahan stress kita. 

Analoginya seperti ini : Diri kita stress dan lelah menghadapi pekerjaan Bisnis.

  • Kita Lelah. Lalu Kenapa Kita Lelah?
  • Kita terlalu banyak pekerjaan. Kenapa bisa banyak pekerjaan?
  • Karena semua dikerjakan sendiri. Kenapa dikerjakan sendiri?
  • Sebab omset berkurang sehingga perlu ekstra mengeluarkan pengeluaran. Kenapa omset berkurang?
  • Pembeli yang berkurang ---> inilah akar permasalahannya.

Maka Solusinya adalah ubah strategi pemasaran dan promosi agar bisa mendapatkan pembeli yang banyak dan bertubi-tubi.

Dari kelima cara menemukan akar permasalahan ini, maka kita dapat dengan mudah mendapatkan solusi untuk menyelesaikan masalah kita.

2. Buat Prioritas

Setelah menemukan jawaban akar permasalahan dan juga tahu solusinya sebaiknya apa, maka buatlah prioritas mana yang akan di kerjakan terlebih dahulu. 

Jika teman-teman punya bisnis palugada, coba di di cari prioritas bisnis mana yang harus dijalankan. Bisa gunakan cara nomor satu tadi, dengan analogi mana yang menghasilkan dan bisa dikerjakan sesuai kemampuan dan tanpa beban, maka itulah yang di prioritaskan.

3. Cerita Kepada Orang Terdekat

Selain berserah dan curhat kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, maka kita perlu juga bercerita apa yang sedang kita alami kepada orang terdekat. Bisa pasangan, orangtua atau saudara juga sahabat. Ceritalah agar tidak ada beban berat yang di pikul sendiri.

Bercerita bukan berarti melempar masalah kepada orang lain, tapi bercerita adalah salah satu cara untuk healing diri kita dari beban yang ada.

4. Mindfullness & Jaga Keseimbangan Hidup

Berterima kasihlah pada diri sendiri dan beri apresiasi kepada diri kita sendiri. Lakukan yang namanya self talk, sebab self talk ini adalah salah satu cara kita berterima kasih kepada diri kita. Bahasa sederhananya adalah bersyukur atas apa yang sudah Allah SWT berikan kepada kita.

Selain itu jaga keseimbangan hidup. Hidup itu tidak hanya melulu tentang bekerja, tetapi silaturahim, olahraga, menikmati hidup seperti jalan-jalan, makan enak dan nonton itu juga bagian dari keseimbangan hidup.

Pikiran dan jasmani harus seimbang agar tidak stress dan lelah fisik. Bekerja boleh tapi jangan terlalu di forsir, sebab rezeki sudah di atur oleh Allah. Sesekali perlu tinggalkan sejenak dan enjoy your life.

5. Perluas Networking

Memperluas networking adalah bagian dari silaturahim. Silaturahim dapat memperbesar rezeki dan memberikan umur panjang, karena itu yuk perluas networking kita. Apalagi di era digital ini, kita bisa dengan mudah menambah relasi pertemanan melalui media sosial dan ikuti beberapa komunitas yang membangun dan sevisi juga semisi.

Dengan memperluas jaringan, kita bisa menambah rasa percaya diri, semangat dan juga menyadari bahwa masalah yang kita hadapi kadang tidak lebih besar dari masalah yang mungkin di hadapi oleh orang lain. Ujung-ujungnya kita jadi merasa bersyukur tiada tara telah diberikan kehidupan yang luar biasa indah ini.


Jadi, jika teman-teman sudah merasa burnout, artinya segera keluar dari lingkaran burnout ini sebelum menjadi parah. Nikmati hidup dan sayangi diri kita. 

Semoga bermanfaat dan see you on my next blog post





 

Woman Creative Partner



No comments