Momen Ramadhan Yang Selalu Dirindukan

No comments

 


Ramadhan tiba..Ramadhan tiba...

Senang rasanya Allah masih memberikan kesempatan kepada diri ku ini untuk menikmati Ramadhan kembali. Tidak henti-hentinya bersyukur dan berdoa selalu agar diberikan kesehatan dan umur panjang agar bisa menikmati Ramadhan berikutnya dan memperbaiki segala amal pahala di dunia.

Walau ramadhan tahun ini masih dalam masa pandemi, tetapi tidak menyurutkan semangat puasa dan ibadah di bulan suci ramadhan ini. 

Ramadhan bagi semua umat muslim merupakan bulan yang penuh berkah dan selalu dinantikan. Sebab dalam setahun hanya sebulan saja ramadhan berlangsung. Semua umat muslim pun berlomba-lomba mencari amal pahala sebanyak-banyaknya. 

Tidak hanya puasa saja yang dinantikan tapi ada juga beberapa momen yang dirindukan selama bulan ramadhan. Aku pun sangat merindukan beberapa momen yang hanya di dapatkan di bulan ramadhan ini dan suka merasa sedih ketika ramadhan sudah berakhir.

Suasana Sahur 

Rasanya dimana-mana hampir ketika saat sahur, selalu ada suasana yang berbeda di rumahnya. Di komplek rumah aku, selalu ada sekelompok anak-anak yang membangunkan sahur setiap jam 02.30 - 03.00 WIB. Mereka membangunkan dengan menabuh drum kecil sambil berteriak "Sahuuuur...Sahuuuur...".

Dulu ketika anak-anak aku masih pada balita, aku suka sebal sih karena suara berisiknya suka bangunin anak-anak. Sehingga aku agak sedikit repot menyiapkan menu sahur. Belum lagi di tambah balita-balita ini pada tidak mau tidur lagi sampai jam 10 pagi. Alhasil aku jadi kurang tidur selama puasa.

Tetapi ternyata hal ini menjadi momen yang sangat aku rindukan di bulan ramadhan ini. Walau sekelompok anak-anak remaja yang membangunkan sahur suka dianggap mengganggu karena berisik, tetapi menurut aku nilai positifnya mereka dengan tulus membangunkan orang-orang untuk sahur. 

Aku juga selalu berdoa agar mereka diberikan amal pahala yang terbaik karena sudah membantu membangunkan warga setempat untuk sahur.


Buka Puasa Bersama

Puasa tidak hanya aku lakukan di bulan ramadhan saja tapi juga terkadang aku rutin melaksanakan puasa sunah Senin Kamis. Tentu ketika berbuka puasa sunah Senin Kamis, rasanya beda ketika buka puasa di bulan ramadhan. Padahal terkadang menu bukanya tidak jauh beda dengan menu buka puasa sunah Senin Kamis yang aku lakukan.

Atmosfer dan eforia ramadhan memang tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi momen yang dirindukan. Apalagi jika buka puasanya bersama keluarga tercinta, mau menunya sederhana atau menunya komplit tetap rasanya akan beda jika berbuka puasa bersama orang tercinta.

Aku pernah merasakan umrah di bulan ramadhan dan ketika suasana buka puasa di madinah maupun mekkah, biasanya 1 jam sebelum buka, pelataran Masjid Nabawi dan juga Masjidil Haram sudah penuh dengan jamaah-jamaah yang menunggu adzan maghrib.

Hidangan sederhana seperti kurma, roti cane, buah pisang, buah apel, yoghurt dan kadang nasi mandhi pun di hidangkan di sepanjang shaft sholat yang sudah dialasi dengan plastik. 

Kalau di Madinah dan Mekkah, semua orang berlomba-lomba bersedekah makanan untuk berbuka puasa, sebab mereka yakin Allah akan mengganjar amal pahala berlipat-lipat ketika memberikan makan kepada orang yang berpuasa.

Rasanya ingin lagi merasakan momen istimewa ini, semoga Allah cukupkan rezeki kita semua agar bisa merasakan momen ramadhan di tanah suci Madinah dan Mekkah


Shalat Tarawih Berjamaah

Tentu kita semua tahu bahwa sholat tarawih hanya bisa dilakukan di bulan suci ramadhan saja. Maka dari itu sholat tarawih menjadi salah satu momen ramadhan yang selalu dirindukan bagi umat Islam termasuk aku tentunya dong.

Semasa SD dulu, setiap ramadhan selalu diberikan buku agenda ramadhan untuk mengetahui apakah murid-murid yang muslim melaksanakan puasa, baca Al Quran dan sholat Tarawih atau tidak. 

Ditambah lagi dibuku agenda ramadhan itu kita para murid diwajibkan menulis rangkuman ceramah ustad di masjid. 

Pelaksanaan sholat tarawih di berbagai tempat pun beragam. Ada yang 11 rokaat dan ada yang 23 rokaat, belum lagi bacaan suratnya yang panjang-panjang. Waktu masih SD, aku paling senang jika ketika sholat tarawih, dapat Imam sholat Tarawih yang bacaan suratnya pendek-pendek, sehingga sholatnya tidak terlalu lama 😀😀. 

Selama pandemi ini, aku dan keluarga kecilku melaksanakan sholat di rumah. Sudah dua kali ramadhan seperti ini. Karena kami mencegah agar tidak terpapar virus Covid-19. Walau di komplek rumah ku, mesjid dan mushola tahun ini sudah mulai di buka untuk umum, tetapi aku dan keluarga tetap melaksanakan sholat tarawih berjamaah di rumah.


Takjil dan Es Buah

Sebenarnya menu takjil untuk berbuka puasa itu terkadang kita konsumsi di hari-hari biasa yang di luar ramadhan. Tapi tetap saja rasanya itu beda jika menyantapnya di bulan suci ramadhan, dimana menu takjil ini menjadi menu santapan awal ketika berbuka puasa.

Ketika bedug maghrib, tidak jarang kita biasanya menyantap yang manis-manis atau yang dingin-dingin dulu, seperti kolak pisang, es kolang-kaling atau es buah. Setelah menu takjil disantap, kita semua lanjut sholat maghrib dulu lalu menyantap menu utamanya. Walau tidak jarang ada beberapa yang menyantap menu utamanya setelah tarawih selesai.

Beragam takjil juga di jual di pinggir-pinggir jalan yang biasanya sepi, ketika ramadhan tiba-tiba ramai. Suasana hiruk pikuk orang berdagang menjadi sebuah seni tersendiri selama bulan ramadhan. Banyak tiba-tiba muncul pedagang 'dadakan' yang memanfaatkan momen ramadhan untuk mencari rezeki dan keberkahan.


Tidak terasa ramadhan sudah memasuki hari ke 12 menuju ke 13, walau dua kali ramadhan yang aku jalani ini adalah puasa ramadhan di masa pandemi, alhamdulillah masih bisa menikmati momen-momen ini tanpa kekurangan apapun.

Bagaimana puasa teman-teman semua? Semoga tetap semangat menjalankannya ya, walau pandemi belum juga berakhir, kita terus kirim doa agar tahun depan pandemi sudah tidak ada lagi. 







Woman Creative Partner













No comments