Perbandingan Iklan Dulu Dan Sekarang - Nostalgia Iklan 90an

1 komentar

 

Perbandingan Iklan Dulu Dan Sekarang - Nostalgia Iklan 90an

 Assalamualaykum,

Tahun 90an, digital belum berkembang seperti sekarang ini.Dulu rata-rata para brand menggunakan media untuk beriklannya lewat media cetak dan elektronik saja, yaitu majalah, koran atau televisi dan radio. Karena itu perbedaan media promosi zanan dulu dan sekarang jelas sudah jauh berkembang. Kalau ingat iklan jadul zaman dulu jadi nostalgia deh.

Artikel kali ini, aku mau bahas mengenai iklan dulu dan sekarang. Tentu sudah banyak perbedaannya ya, mulai dari wordingnya, gambarnya sampai cara penyampaiannya. Tapi tetap iklan di media itu diperlukan di era digital seperti ini.

Nostalgia Iklan Jadul 90an

Dulu aku suka banget sama iklan Napacin yang aku lihat di majalah-majalah. Padahal iklannya itu sederhana saja sih, perempuan yang dadanya dililit oleh tali tambang yang menandakan sedang sesak napas. Waktu tahun 90an iklan ini tuh perlu 1 lembar halaman majalah, karena ada penjelasan detailnya agar para pembaca paham maksudnya kenapa itu dililit tambang dadanya.

Perbandingan Iklan Dulu Dan Sekarang - Nostalgia Iklan 90an
From Google

Iklan terakhir tahun 2000an sih masih sama yang aku lihat di televisi, masih juga dililit tali tambang dan modelnya juga masih perempuan. Penasaran kalau produk obat ini masih ada di zaman sekarang, apakah masih sama konsep sesak napasnya perlu dililit juga dengan tali tambang πŸ˜€.

Terus ada lagi iklan Indomie Goreng. Walau iklannya pertama kali aku lihatnya di media cetak, tetap sih bikin penasaran mau menyantap indomie goreng itu selezat apa sih. Padahal hanya lihat ekspresi dari foto saja lho yang tidak bergerak. Beda dengan iklan sekarang yang ada videonya, kita bisa lihat ekspresi secara real bagaimana reaksi ketika mencium aroma indomie goreng. 

Perbandingan Iklan Dulu Dan Sekarang - Nostalgia Iklan 90an
From Google

Sama satu lagi, dulu tuh yang hits banget di zaman aku SMU adalah iklan sabun LUX yang bintang iklannya kece badai ya. Seperti Tamara Bleszynski, Nadia Hutagalung, Luna Maya sampai Dian Sastro untuk bintang iklan atau brand ambasadornya LUX tahun 2000an.

Perbandingan Iklan Dulu Dan Sekarang - Nostalgia Iklan 90an
From Google

Gara-gara iklan LUX ini, aku tuh kalau mandi maunya pakai LUX daripada sabun mandi lainnya πŸ˜‚. Ya, iklan itu sebegitu memikat para perempuan termasuk aku ya. Seperti berasa mewah, cantik dan paling wangi saja kalau pakai sabun LUX. 

Perbandingan Iklan Dulu Dan Sekarang

Media cetak saat ini sudah mulai menurun peminatnya, karena masyarakat lebih senang browsing. Sebab berita lebih cepat tersampaikan dibanding harus beli dulu media cetaknya. Iklan di era digital ini tidak hanya sekedar iklan saja tapi sudah menjadi ajang kreativitas seni. 

Walau iklan tetap dibutuhkan di zaman sekarang sebagai alat untuk promosi dan branding, tetapi brand tetap perlu menjangkau sosial media sesuai dengan zamannya. Jika dana untuk promosi besar dan ingin mendapatkan high impact, maka tinggal pilih medianya apakah mau di televisi atau advertising di beberapa portal media online.

Para brand sudah memiliki para content creator sendiri yang menciptakan iklan yang menarik, serta kreatif secara visual dan dapat menarik minat para pembeli. Ditambah lagi dengan perkembangan zaman, iklan saja kalau tidak dibarengi dengan branding dan rekomendasi, sebuah brand akan tertinggal jauh penjualannya. 

Karena itu brand perlu menggandeng para content creator dan juga Influencer untuk 'seni iklan' zaman digital saat ini. Konsumen sudah terlihat lebih dekat dengan produsen, seperti tidak ada jarak lagi seperti dulu. Menurut analisa aku pribadi nih, brand sebagai produsen jauh lebih mudah berinteraksi langsung dengan konsumen mereka melalui sosial media dibanding beriklan.

Begitulah perbedaannya, semakin maju teknologi digital, maka semakin mudahnya produsen menjangkau konsumen. Kedekatan secara emosional sangat membantu sekali dalam penjualan, sebab ada trust di dalamnya.

Bagaimana pun, iklan jadul 90an tetap menjadi kenangan yang memorable banget.

 

 

 

 

 


1 komentar

  1. But let’s not neglect that their major goal is to achieve capital. Or, let other app builders that have the adds on their App Store listings exclude categories of ads from their app. Just as the company's makes an attempt to guard youngsters are undermined by it now promoting gambling apps to them, so the agency's declare to be for creative individuals keeps taking a dent. For instance, Apple's famously successful "Shot on iPhone" campaign ripped off the photographers — till criticism, together with from AppleInsider — made it λ‹€ 파벳 우회 μ£Όμ†Œ cease.

    BalasHapus