Kemampuan "People Skill" Yang Harus Dikuasai Pemimpin

No comments

Kemampuan "People Skill" Yang Harus Dikuasai Pemimpin




Assalamualaykum,

Halo semua apa kabar? Insha Allah selalu dalam keadaan sehat wal'afiat semua ya. Di artike kali ini aku mau sharing nih mengenai "People Skill", karena baru-baru ini aku menghadapi beberapa orang yang menurut aku masih kurang ilmu mengenai people skill. Gawatnya lagi, orang ini menyandang predikat Leader di dalam bisnisnya.
Hmm... Aku jadi bertanya-tanya, bagaimana ya perkembangan bisnis internal di jaringannya dan juga attitude dari tim jaringannya? Pertumbuhan bisnis mereka akan seperti apa ya? 

Walau ada leader di dalam suatu bisnis itu memiliki attitude yang kurang baik, tetap kita tidak bisa juga langsung buru-buru menyimpulkan bahwa bisnisnya pasti akan kacau, karena menjalankan bisnis itu tidak hanya semata dilihat dari attitude seseorang saja tapi banyak hal yang bisa menjadikan suatu bisnis itu menjadi besar.
Tetapi perlu diingat bahwa besar dan berkembangnya sebuah perusahaan juga tidak akan long last kalau pemimpinnya tidak baik. Yess..semua memang berawal dari pemimpin atau leadernya.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita musti pahami dulu arti dari kata "People Skill" itu apa. People skill adalah kemampuan dalam berinteraksi dan berkomunikasi antar manusia. Ketika berinteraksi dengan orang lain, artinya kita sudah memiliki people skill ini, tinggal bagaimana people skill yang kita punya ini hasilnya bagus, sehingga silaturahim terjalin dengan baik.

Salah satu dari memahami people skill adalah memperhatikan cara bicara kita agar tidak membuat orang lain tersinggung dan sebaliknya juga ketika kita tersinggung. Kita pun belajar bagaimana cara meresponnya. Memang sih di sekolah kita dulu tidak ada tuh pelajaran mengenai people skill, tetapi secara tidak langsung dan secara tidak kita sadari, ketika kita berhadapan dengan guru, dengan teman,  kita ini sedang belajar yang namanya people skill

Semua itu perlu proses kok, begitu juga dengan aku sendiri. Practice makes you perfect artinya semakin kita bersosialisasi, ya kita jadi paham betul bagaimana berinteraksi dengan baik dan memahami dasar-dasar people skill ini.

Belajar people skill itu ngga seribet belajar arus kas, laba rugi ketika aku sedang mengikuti kelas coaching bisnis kok 😁, kita hanya perlu belajar tiga hal ini yaitu : 
1. Pemahaman Diri
2. Berbicara efektif dan berempati
3. Membangun hubungan kepercayaan, hormat dan interaksi produktif

Ketiga hal ini adalah skill yang perlu kita pelajari dan ternyata dengan memahami diri sendiri itu penting, bahkan menjadi urutan nomor satu. Misalnya aku ambil contoh orang yang memiliki karakter Koleris. Ketika sudah paham dirinya memiliki karakter Koleris, maka cobalah belajar untuk berbicara dengan lebih lembut dan tidak berapi-api. 
Tegas tetap boleh, seperti karakter koleris pada umumnya, tetapi tetap perlu melibatkan rasa empati ketika berbicara. Dengarkan pendapat ornag lain terlebih dahulu baru berbicara dari sudut pandang pribadi, dengan memahami juga bahwa pendapat orang berbeda dan terimalah perbedaan itu.


Lalu bagaimana seorang pemimpin menerapkan people skillnya ketika berinteraksi secara online? 

Ya...kita tahu dong ya, kalau kita semua saat ini hidup di era digital yang hampir semua kegiatan mulai dari transaksi, interaksi bahkan silaturahim pun juga dilakukan via online dan semua serba ter-connected satu sama lain. Apapun itu dibuat menjadi lebih mudah dalam satu genggaman (seperti tagline salah satu brand ya kan). 

Interaksi langsung dengan interaksi via online itu tentu berbeda cara pengaplikasiannya dalam keseharian kita tentunya. Maka dari itu perlu terus update dan upgrade ilmu kita dan bersahabat dengan yang namanya perubahan. Apalagi jika diri kita ini adalah seorang leader, mau di sebuah perusahaan atau di dalam bisnis kita sendiri.

Memang ilmu people skill itu perlu di gali dan di asah. Tidak bisa setelah membaca buku dan artikel aku ini lalu di praktekan, merasa diri kita sudah melakukan ilmu people skill ini. People skill itu perlu dilakukan setiap kali berinteraksi, sehingga bisa menjadi kebiasaan dan terbentuklah adab dalam leadership kita. 
Selama 10 tahun membina bisnis jaringan, aku pun banyak belajar bagaimana berinteraksi dengan baik. Belajar memperbaiki diri, dengan cara mulai tahu yang namanya adab dan tata krama.

Ketika berhadapan dengan orang yang usianya diatas kita tentu beda dengan yang usianya lebih muda daripada kita, tetapi bukan berarti nih, kita juga bisa seenak-enaknya dengan mereka yang usianya lebih muda dari kita. 

Leader yang kompeten adalah leader yang memiliki kemampuan people skill ketika berinteraksi dengan tim jaringannya. Mari kita bedah apa saja people skill yang perlu dikuasai.

1. Fast Respon

Fast respon disini tidak diartikan dalam konteks negatif ya. Maksud negatif adalah ketika ada satu ornag tim yang memberikan laporan bahwa sesama mitranya ada yang bermasalah, lalu buru-buru kita sebagai leader merespon dengan menegur mitra yang bermasalah itu tanpa melakukan yang namanya tabayun. 
Bukan seperti itu yaa...tetapi respon dalam artian ketika ada yang memberikan pendapat, segera beri tanggapan, sehingga tim kita merasa diperhatikan. Mau pendapatnya seakan belum sesuai dengan rencana yang akan dituju, tetapi respon lah dahulu dan berterima kasih atas pendapatnya. Baru setelah itu kita revisi pendapatnya.


2. Memiliki Empati

Salah satu bentuk empati yang kita berikan sebagai leader kepada tim adalah mendengarkan. Makanya kenapa Allah menciptakan kita dua telinga dan satu mulut? Ya salah satunya adalah agar kita ini lebih banyak mendengar daripada berbicara. 
Berbicara lebih ada waktunya yaitu saat memberikan mentoring atau coaching, setelah selesai maka saatnya kita mendengarkan respon dari tim kita. 

3. Memulai Pembicaraan

Hampir nih rata-rata seorang leader yang sudah besar merasa untuk apa menegur duluan dan inginnya di tegur duluan, karena merasa posisinya sudah besar. Ternyata ini adalah salah satu dari ilmu people skill. Sebab ketika kita menegur duluan artinya kita memiliki ilmu rendah hati dan low profile. Posisi mereka tidak akan bisa di atas seperti itu tanpa support dari tim. 


4. Hormat kepada tim

Pengalaman dari yang pernah aku lihat ketika berbisnis jaringan adalah leader yang sukses itu adalah yang hormat kepada timnya. Baik timnya lebih tua atau lebih muda. Ini juga yang namanya adab dan tata krama dalam sebuah silaturahim. Semua orang itu sama hanya ada yang sukses duluan dan ada yang suksesnya belakangan. Karena itu dengan saling hormat menghormati, suatu hubungan akan berjalan lama.


5. Berbicara dengan santun

Tidak jarang nih, banyak orang yang jika berbicara masih kurang memperhatikan sopan santun, tutur kata yang baik. Masih banyak yang berdalih bahwa dialek daerah mereka sudah seperti ini.
Aku punya pengalaman seperti ini, waktu itu tiba-tiba ada seorang pemimpin menelpon aku dan tiba-tiba langsung marah-marah dan berbicara kasar, lalu di akhir pembicaraan, dia tidak mau mengakui bahwa dirinya marah-marah, dalihnya adalah dialeknya sudah seperti itu yang memang terlihat seperti sedang marah. 
Padahal sebelumnya, dirinya bisa berbicara dengan nada yang datar tidak tinggi, tetapi kenapa sekarang berbicara dengan nada tinggi tanpa jelas masalahnya. Inilah yang namanya people skill, merasa sebagai seorang leader dan dirinya pantas-pantas saja berbicara dengan nada suka-sukanya, lalu nanti dalihnya dialeknya atau memang sifatnya seperti ini.


Nah, jika ada seseorang yang bisnisnya begitu-begitu saja padahal produknya bagus, coba cek deh personalnya dari leader tersebut, apakah sudah memiliki people skill ini selain ilmu ya. Ini bukan masalah belum di kasih Allah rezeki, sebab memang pasti rezeki itu datang dari Allah dan rezeki itu bisa banyak hal yang kita terima, tidak melulu soal materi yaitu uang yang banyak. 

Mari lihat orang-orang atau Leader-leader sukses, pasti : Fast Respon, memiliki empati, tidak gengsi memulai sebuah percakapan atau menegur duluan, hormat kepada tim dan berbicara dengan santun. Mereka selain mahir dalam hal membina jaringan, mengembangkan branding dan memiliki sistem managemen bisnis yang baik, tapi juga pasti memiliki ilmu people skill ketika berinteraksi dengan timnya.

Suatu hubungan itu tidak hanya sekedar hubungan bisnis semata yang mendapatkan sebuah keuntungan. Dalam Islam, menjaga silaturahim itu bisa : Menambah Rezeki, Umur panjang, Kesehatan juga kebahagiaan, tentu yang pasti akan menambah keberkahan dari Allah SWT.

Bisnis atau bermitra selesai, bukan berarti silaturahim pun selesai. Sebab, suatu waktu kita akan butuh mereka dalam hidup kita. Begitu juga sebaliknya, mereka akan butuh kita suatu saat nanti.

Jadi If you want to be a sucessfull Entrepreneur and succes to be a Leader, perhatikan lima People skill yang harus dimiliki yang sudah aku jabarkan di atas.


Demikian sharing aku kali ini, semoga bermanfaat. See you on my next blogpost 💖💖










Woman Creative Partner





No comments