Singkirkan Barang Yang Tidak Perlu Di Rumah

No comments

Mengurangi hal yang tidak penting demi kebahagiaan dan pikiran plong



Assalamualaykum,

Pagi ini ketika akan merapikan ruang keluarga yang berantakan karena mainan si bungsu yang berserakan ini, aku baru lihat bahwa box tempat mainan si bungsu sudah over load. Jadi inget, lemari pakaian aku, Pak Suami dan anak-anak juga yang sudah mulai penuh baju-bajunya.

Selama pandemi tentunya aku lebih banyak diam di rumah dan pakaian juga sepatu yang ada di lemari sudah pasti jarang di pakai dan baru sadar ternyata pakaian-pakaian aku masih banyak. Padahal kemarin sudah ada sebagian yang di donasikan, sebab aku sedang mau mencoba hidup minimalis dengan memiliki barang-barang yang tidak berlebihan.

========= BACA JUGA : "5 TIPS Bergaya Hidup Minimalis Ala Rasulullah" =========

Akhirnya pagi ini aku putuskan untuk merapikan mainan anak-anak dulu. Mainan action figure yang sudah protol-protol aku mulai singkirkan. Begitu juga yang sudah jarang di mainkan tetapi masih bagus dan masih layak di donasikan, aku kumpulkan jadi satu. 

Tips nih yang aku lakukan sebelum mulai beres-beres menyingkirkan barang yang tidak perlu di rumah:

1. Buat List 

Tidak hanya mainan anak saja yang bertumpuk dan perlu di pilih mana yang harus di singkirkan, tetapi ada pakaian, sepatu, buku pelajaran dan lain-lain. Agar aku tidak stress sekian banyak yang perlu di rapi kan, apalagi aku kan sudah tidak pakai ART, makanya aku mulai buat list.

Ketika merapikan mainan anak pun aku buat list kategori, mainan yang masih layak tapi jarang di mainkan, mainan yang sudah rusak dan mainan yang masih layak dan masih di mainkan. Begitu juga untuk pakaian dan lain-lain. 


2. Tahan Tidak Beli-Beli

Nah ini penting banget, aku mau menerapkan prinsip, jangan beli-beli dulu sebelum yang ada saat ini dirapikan. Jadi anak-anak tidak beli mainan dulu sebelum mainan yang saat ini disortir dan disingkirkan yang tidak perlu. 

Jika sudah rapi semua maka baru deh anak-anak boleh beli tapi syaratnya adalah beli per dua bulan sekali dan itu tidak boleh mainan yang sama atau mainan yang sudah pernah dibeli.


3. Lakukan Rutin 6 Bulan Sekali

Aku buat target per 6 bulan mulai aku sortir kembali. Tidak hanya mengganti barang yang lama dengan yang baru, tapi aku juga bisa lihat mana yang ternyata selama 6 bulan barang ini tidak pernah dipergunakan sama sekali.

Rela tidak rela ya harus di relakan. Misalnya nih pakaian, terutama pakaian anak-anak. Kalau selama 6 bulan pakaian ini tidak terpakai dan masih layak dipakai maka segera di donasikan. Sekalipun pakaian ini masih bagus, tapi kalau sudah tidak pernah di pakai ya untuk apa di simpan terlalu lama.


Itulah Tips dari aku karena aku sudah lakukan ini. Karena setiap 6 bulan aku suka ngecek, apa ada yang bertambah barang-barang yang ada di rumah aku. Biasanya yang sering bertambah itu adalah my makeup, pakaian anak-anak, pernak pernik dapur dan rumah.

Sejak aku mulai terapkan ketiga tips di atas, aku jadi jarang beli produk fashion dibanding produk makeup. Selama pandemi apalagi nih, selama 6 bulan kemarin aku sama sekali tidak beli yang namanya makeup dan pakaian atau hijab baru. Sebab selain tidak kemana-mana, aku juga sedang proses belajar untuk hidup minimalis.

Tapi yang bertambah malah tanaman dan pernak-pernik dapur 😅, sebab selama pandemi ini aku jadi sering masak, baik sekedar buat cemilan sampai masak makanan untuk sehari-hari (masak ini jadi rutin semenjak tidak ada mba ART yang bantu-bantu).

Silahkan di coba ya teman-teman, semoga bermanfaat. See you on my next blogpost...


                                                      Woman Creative Partner






No comments