Bagaimana Cara Kerja Google Merangking Sebuah Keyword

No comments

 

Google menjadi salah satu mesin pencari favorit yang paling sering digunakan oleh masyarakat di dunia, yang tentunya Indonesia termasuk di dalamnya. Setiap mencari artikel atau sesuatu di Google, pasti kita cukup ketikkan kata kunci atau keywordnya saja, maka akan keluar beberapa referensi informasi dari Google berdasarkan kata kunci yang relevan.

Jika teman-teman melihat ada sebuah link berita yang muncul di halaman pertama dan bagian teratas, artinya di dalam artikel tersebut terdapat satu atau beberapa kata kunci yang paling sering di cari orang.

Tentu teman-teman juga sudah tahu bahwa kata kunci atau keyword dalam sebuah artikel itu merupakan hal yang memiliki peran penting jika ingin di baca oleh mesin pencari, salah satunya adalah Google.

Bagi teman-teman yang sudah memiliki website bisnis sendiri, perlu pahami bahwa nama brand bisnis teman-teman itu belum tentu bisa dijadikan menjadi ‘Kata Kunci’.

Contoh nama brand bisnis yang sedang aku kembangkan saat ini, yaitu produk madu premium AHP Az-Zahra. Nama brand bisnis madu aku ini bukanlah sebuah kata kunci. Maka ketika audiens ketik Az-Zahra, maka akan muncul banyak brand atau produk Az-Zahra dari beberapa segmen bisnis.

Jadi aku perlu mencari kata kunci untuk produk madu premium aku ini. Karena AHP Az-Zahra mengandung 4 komponen hasil Lebah yaitu madu, royal jelly, bee pollen dan propolis, jadi dari ke 4 kandungan ini bisa aku jadikan sebagai kata kunci ketika aku membuat sebuah artikel.

Begitu juga bagi teman-teman yang sudah memiliki brand dan nama brandnya bukan kata kunci, maka silahkan cari kata kunci yang tepat, agar audiens bisa menemukan produk teman-teman di mesin pencari.

 

Bagaimana Menemukan Kata Kunci?

Awal mulai menulis blog, jujur aku belum paham apa itu keyword atau SEO. Tahu-tahu ada beberapa artikel aku yang berada di halaman pertama Google. Tentu semua itu tanpa aku sadari dan dengan keterbatasan ilmu aku mengenai kata kunci, keyword, juga SEO.

Ternyata dengan berada di rangking halaman pertama mesin pencari, membuat traffic di blog aku meningkat dan tentunya membuat aku jadi semangat menulis artikel yang bermanfaat yang dicari banyak orang.

Dengan pengalaman inilah aku jadi mengerti akan kekuatan sebuah kata kunci. Jadi ketika sedang proses mengembangkan bisnis, aku mulai melakukan riset kira-kira kata kunci apa yang tepat dan yang aku butuhkan agar brand aku bisa dikenal khalayak umum.

Tidak hanya saat kita sekolah saja, kalau belajar dengan tekun akan mendapatkan nilai terbaik dan rangking 10 besar terbaik. Menulis sebuah artikel pun juga bisa mendapatkan ranking juga lho di mesin pencari.

Tentu perlu yang namanya melakukan riset kata kunci terlebih dahulu. Kata kuncinya sudah pasti harus yang relevan dengan artikel yang akan kita tulis. Ketika riset kata kunci sudah kita lakukan dengan tepat , maka tulisan kita bisa berada di posisi halaman pertama di mesin pencari.

 

Seberapa Pentingnya Berada Pada Rangking Atas?

Pertanyaan ini sama ketika awal aku menulis blog. Ternyata artikel atau informasi tentang nama brand berada di halaman pertama dan rangking atas itu punya banyak manfaat lho. Berikut ini adalah manfaat website bisnis atau blog kita berada pada posisi ranking atas di mesin pencari termasuk Google:

  • Traffic ke website atau blog menjadi tinggi.
  • Menaikkan branding diri dan juga branding bisnis.
  • Penjualan akan meningkat bagi pebisnis.
  • Meningkatkan otoritas sebuah website atau blog.

Dalam hal meningkatkan otoritas sebuah website di mesin pencari, ternyata ada beberapa caranya yaitu riset dan analisa kata kunci, penempatan kata kunci, terakhir media sharing. Nanti mungkin akan dibahas detailnya ya di artikel blog aku berikutnya.

Melihat manfaat diatas, aku pun menjadi tertarik untuk mencari tahu bagaimana sih cara kerja Google dalam memberikan peringkat di sebuah kata kunci yang tercantum pada sebuah artikel atau konten.

Contoh kecil waktu aku lagi mau cari salah satu lagu dari band gambus Sabyan. Saat itu aku lupa judul lagunya apa. Ketika aku tanya ke adik aku saja, dia bingung yang aku maksud itu apa, sebab yang teringat hanya liriknya yang ada ‘hmm..hmm..”

Lalu aku ketik di Google untuk cari tahu lagu Sabyan yang liriknya ada “hmm..hmm…”, hebatnya Google bisa kasih jawaban atas pertanyaan aku ini dan jawabannya pun muncul, yaitu judul lagunya adalah ‘Deen Assalam’.



Tidak heran Google sering kita sebut ‘Mbah’ Google karena punya data apa saja yang kita butuhkan. Bukan hanya lagu saja, cerita sejarah tahun 1920 saja bisa kita dapatkan dari mesin pencari Google. Tentu semua itu bisa kita dapatkan dari beberapa kata kunci yang relevan.

Cara Kerja Mesin Pencari Google

Dari informasi yang aku dapatkan dari beberapa artikel, ada tahapan bagaimana cara Google bekerja. Aku coba rangkum dan semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

1. Tahapan Proses Index

Dalam proses indexing ini, Google akan memberitahukan kepada kita website yang mengandung kata kunci atau keyword yang relevan yang sedang kita cari di kolom search Google.

Pada tahapan proses indexing ini, di awali dengan pengumpulan informasi-informasi dari website yang ada dan proses ini dinamakan crawling.

Nah pada proses crawling ini menggunakan kode-kode yang bekerja mengunjungi link-link untuk di jelajahi dan kode ini disebut dengan Spider.

Sudah bisa ditebak darimana Google bisa mengumpulkan semua informasi bukan? Iya benar, dari si Spider yang menjelajahi beberapa link. Karena itu tidak heran segala informasi baik itu berupa alamat, url, judul, isi suatu artikel dan sebagainya dikumpulkan oleh Google ke dalam sebuah data base besar.

Pada tahap proses pengumpulan inilah yang disebut indexing. That’s why, ketika teman-teman mencari sesuatu di Google dengan menggunakan kata kunci, Google langsung memberikan informasi-informasi yang teman-teman butuhkan melalui kata kunci yang relevan.

2. Tahapan Proses Algoritma

Sehabis tahap index, selanjutnya adalah tahapan proses algoritma. Dari artikel yang aku sudah baca-baca, yang namanya algoritma itu selalu berubah-ubah setiap waktu, bisa jadi kata kunci yang sudah kita pergunakan pada artikel di website kita dan menduduki posisi terbaik di mesin pencari bisa saja berubah.

Artinya, kita diminta untuk siap dengan segala kondisi perubahan dan tentu mendapatkan kata kunci yang sesuai dengan algoritma Google. Tidak hanya itu, kita perlu membuat artikel yang berkualitas agar bisa tetap tampil di halaman pertama.

Konten atau artikel yang berkualitas inilah menjadi salah satu alasan mengapa Google menyediakan algoritma sedemikian rupa yang cenderung berubah-ubah.

Tidak hanya itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi bagaimana algoritma Google bekerja dalam memberikan peringkat terbaik bagi konten atau artikel yang mengandung kata kunci.

  • Faktor Kata Kunci. Gunanya kata kunci adalah untuk mengidentifikasi sebuah artikel. Oleh sebab itu sangat penting meletakkan kata kunci dengan tepat, sehingga dapat membantu cara kerja algoritma Google dengan baik dan efektif. 

Agar kata kunci yang kita gunakan dapat bekerja dengan optimal, kita bisa mencantumkan kata kunci pada judul artikel, pada paragraph awal artikel dan terakhir cantumkan keywords pada link text.

  • Link. Aku pernah ikut kelas mengenai SEO pada blog, di kelas itu diberitahu bahwa jika ada sebuah website yang mendapatkan referensi dari website lain maka website tersebut akan mendapatkan nilai yang bagus di mata mesin pencari Google.

Bagi para blogger pasti paham bahwa sebuah link itu sering dikaitkan dengan yang namanya PageRank, dimana jika blog kita memiliki PageRank tinggi, sudah pasti bisa mendapatkan kesempatan untuk tampil di halaman awal Google.

Tapi perlu diingat bahwa kata kunci yang tepat tetap menjadi nomor satu untuk bisa mengoptimalkan blog atau website bisnis kita.

Kurang lebih inilah yang aku pahami setelah baca beberapa informasi mengenai proses bagaimana google merangking sebuah keyword. Semangat melakukan riset kata kunci ya teman-teman, aku pun juga masih proses belajar nih.

Semoga artikel aku ini bermanfaat dan see you on my next blog post.

 

 

 







Woman Creative Partner 




(ditulis dalam waktu 8 jam - Tulisan ini merupakan uji penulisan Advanced Saungwriter)

No comments