Featured Slider

Terlihat Kecil Tapi Sangat Menolong, Penolong Tidak Terduga dalam Perjalanan Bisnis

Tidak ada komentar

 

Terlihat Kecil Tapi Sangat Menolong, Penolong Tidak Terduga dalam Perjalanan Bisnis


Menjadi seorang Ibu sekaligus pengusaha memang bukan hal yang mudah. Rasanya seperti menyeimbangkan piring di satu tangan dan menggendong anak di tangan lainnya - selalu ada tantangan baru. Di tengah kesibukkan mengurus rumah tangga, mendampingi anak dan memikirkan strategi bisnis, terkadang kita merasa lelah dan sendiri.

Mulai berbisnis itu seperti roller coaster, kadang di atas, kadang di bawah. Sebagai seorang Ibu yang merintis berbagai usaha, dari minuman kesehatan madu AHP, travel haji umrah BTravel, sampai brand fashion modest House of Aisy, aku tahu betul rasanya. Ada hari-hari di mana semuanya lancar, tapi ada juga saat-saat di mana rasanya buntu dan ingin menyerah. Nah, di momen-momen inilah, aku sering bertemu dengan penolong tidak terduga.

Menghargai Bantuan yang Tidak Terduga

Mungkin bagi sebagian orang, bisnis itu soal angka, strategi atau modal besar. Tapi bagi saya, bisnis itu juga soal manusia. Ada kalanya kita butuh bantuan, dan bantuan itu datang dari orang-orang yang seringkali tidak kita duga. Mereka mungkin bukan investor besar atau mentor terkenal, tapi kehadiran mereka sangat membantu.

Aku ingat, saat awal-awal merintis Azzahra Honey Premium (AHP), aku masih mengemas madu sendiri di rumah. Waktu itu, pesanan sedang banyak-banyaknya. Aku kewalahan, mulai dari menyiapkan botol, menimbang madu, sampai menempelkan label.

Sampai suatu hari, ada kenalan dari networking aku yang kebetulan tinggalnya tidak jauh dari rumah aku menawarkan diri untuk membantu menempelkan label. Aku awalnya ragu, tapi beliau bilang, "Sudah, jangan sungkan. Aku juga senang kalau bisa bantu-bantu."

Bantuan itu kelihatannya sepele ya? Cuma menempel label. Tapi dampaknya luar biasa. beban aku jadi berkurang, pesanan bisa selesai tepat waktu, dan aku merasa tidak sendirian. Ibu itu menjadi penolong tidak terduga yang mengajarkan aku bahwa kebaikan kecil bisa memberikan dampak besar. Ia tidak meminta bayaran, ia hanya ingin membantu. Bantuan tulus seperti ini adalh inspirasi bisnis yang paling nyata.

Dari Kisah Kecil Menjadi Pelajaran Berharga

Pengalaman serupa juga aku temui saat mengembangkan BTravel. Waktu itu, aku dan Pak Suami sedang mengurus visa untuk calon jamaah umrah. Ada satu dokumen yang nyangkut dan sulit sekali diurus. Kami sudah bolak balik ke kantor terkait, tapi selalu mentok. Aku merasa putus asa. 

Lalu, seorang petugas keamanan di sana, yang sering aku sapa, menghampiri. Dia bertanya ada apa. Aku ceritakan masalahnya. Tanpa disangka, ia memberi tahu trik kecil untuk mempercepat prosesnya, sesuatu yang tidak kami ketahui. Dengan petunjuknya, masalah itu akhirnya selesai.

Lagi-lagi, ini bukan bantuan dari orang "penting". Ia hanya seorang petugas keamanan yang ramah. Tapi berkat kebaikan dan pengamatannya, masalah kami selesai. Ini mengajarkan aku bahwa networking tidak hanya dengan pebisnis lain, tapi juga dengan setiap orang yang kita temui. Kita tidak pernah tahu, siapa yang akan menjadi penolong kita di masa depan.

Dalam dunia fashion modest, kisah serupa juga terjadi. Saat aku meluncurkan koleksi pertama untuk fashion show perdana aku, seorang pelanggan setia aku datang dan dengan jujur memberi masukan tentang bahan dan ukuran. Awalnya aku sedikit tersinggung, tapi setelah aku pikirkan, ia melakukannya karena pedulu. Ia bukan hanya pelanggan, tapi juga seorang penolong tidak terduga yang membantu aku meningkatkan kualitas produk.

Kunci Sukses Bukan Hanya Soal Diri Sendiri

Dari pengalaman ini, aku menyadari satu hal sukses dalam bisnis tidak bisa dicapai sendirian. Kita butuh tim, mitra, dan yang tidak kalah penting, penolong-penolong tidak terduga itu. Mereka adalah pelanggan yang jujur, tetangga yang tulus membantu, atau bahkan orang yang kita temui di jalan.

Mengapa mereka mau membantu? Karena kita membangun hubungan yang baik. Kita tidak memandang rendah siapapun, kita bersikap ramah, dan kita menghargai setiap orang. Sikap ini menciptakan lingkungan positif di sekitar kita. Ketika kita membutuhkan, orang-orang ini dengan senang hati akan datang. Ini bukan soal memanfaatkan, tapi soal saling bantu dan menguatkan.

Sebagai seorang Ibu, aku juga mengajarkan hal ini pada anak-anak aku. Bahwa kebaikan kecil bisa berdampak besar. Sama seperti produk madu AHP yang meski kemasannya kecil, tapi manfaatnya luar biasa. Atau perjalanan umrah bersama BTravel yang mungkin terasa singkat, tapi makna spiritualnya seumur hidup.

Jadi, jika saat ini kamu sedang berjuang, jangan merasa sendirian. Buka mata dan hati. Mungkin saja penolong tidak terduga itu sudah ada di dekatmu, siap untuk membantu. Hargai setiap bantuan yang datang, sekecil apapun itu. Karena di situlah letak kekuatan sejati dari bisnis yang humanis, yaitu saling menolong dan berbagi kebaikan.



Pesona Malam Kuala Lumpur di Tapak Urban Street Dining

Tidak ada komentar

 

Pesona Malam Kuala Lumpur di Tapak Urban Street Dining


Assalamualaykum,

Perjalanan bisnis sering kali menuntut fokus dan profesionalisme, namun ngga jarang juga aku sempatkan untuk menikmati hal-hal kecil yang membuat sebuah kota di negara yang aku kunjungi terasa istimewa. Salah satunya saat aku bisnis trip ke Kuala Lumpur.

Kebetulan bisnis fashion aku bekerja sama dengan store di Kuala Lumpur yang menuntut aku untuk beberapa kali bolak balik ke negara ini. Biasanya setelah seharian penuh berinteraksi dengan mitra dan menghadiri pertemuan, malam hari menjadi momen yang aku nantikan untuk bersantai dan menjelajah sisi lain dari ibu kota Malaysia ini.


Pernah suatu waktu, aku pilih hotel untuk menginap selama bisnis trip aku adalah di sekitar Pavilion Kuala Lumpur dan Starhill Gallery. Ngga jauh dari situ ada tempat yang katanya sangat populer di kalangan anak muda dan pecinta kuliner, yaitu Tapak Urban Street Dining
Lokasinya bisa dibilang strategis dan ngga jauh sih dari Menara Kembar Petronas. 

Waktu tiba di lokasi, serasa disambut oleh suasana yang begitu hidup dan dinamis. Kira-kira ada mungkin ya puluhan orang kesini di malam itu, baik turis maupun penduduk lokal, berbaur di area terbuka yang dipenuhi oleh food truck berwarna warni.

Lampu-lampu hias berkelap-kelip, menciptakan suasana yang hangat dan meriah. Aroma sedap dari berbagai jenis makanan dari mau masuk areanya saja sudah ke cium lho. Makanya hal ini yang tadi aku bilang, serasa disambut dan bikin kita jadi ingin segera menjelajahi setiap sudutnya.

Kira-kira cepat dapat makan? Tentu tidak 😀😀.... Padahal perut sudah lapar, tapi tetap saja kaki ini melangkah melihat satu persatu food truck yang ada disana, sambil pilih-pilih mau makan apa dan endingnya jadi bingung sendiri mau nentuin mau makan yang mana.

Makanan disini beragam, mulai dari sate, nasi lemak, kebab, duren, hingga aneka pasta, burger dan makanan western lainnya. Akhirnya aku mutusin untuk coba beberapa hidangan lokal yang paling otentik. Tentu aku pilih nasi lemak dengan ayam gorengnya yang renyah. Rasa sambal yang pedas manis berpadu sempurna dengan gurihnya nasi dan ayam, sebuah kombinasi yang sungguh memanjakan lidah.

Lanjut aku ke food truck sebelahnya dan pesan sate ayam dan sate daging yang disajikan dengan kuah kacang kental. Dagingnya empuk dan bumbu marinasinya meresap sempurna. Kok jauh-jauh ke KL tapi pesannya sate? Eits..., satenya beda guys dari yang di Indo. 

Sambil menikmati hidangan, aku duduk di salah satu meja di dekat panggung live music. Di Tapak Urban Street Dining ada live music yang dibawakan oleh para musisi jalanan, tentunya menambah syahdu suasana. Memang kalau di lihat sih suasananya ngga jauh beda ya dengan suasana di Gading Serpong - Karawaci, yang kebetulan aku tinggal di antara Gading Serpong dan Karawaci.


Yang bikin ngga terlalu beda adalah rata-rata di Tapak Urban selain orang Malay juga cindo-cindo. Tahu dong ya di Gading Serpong - Karawaci juga area cindo-cindo 😁.  Tapi vibesnya tetap sih bagi aku beda saja karena aku bisa merasakan pengalaman sosial yang otentik, dimana kita bisa melihat kehidupan malam di Kuala Lumpur dari sudut pandang yang berbeda.

Saat aku akan meninggalkan lokasi, aku janji kalau pas ke KL lagi, aku mau mampir kesini lagi. Pengalaman ini mengajarkan aku bahwa di tengah kesibukan perjalanan bisnis, penting untuk meluangkan waktu untuk menikmati hal-hal sederhana yang membuat sebuah kota memiliki jiwa.

Tapak Urban Street Dining bukan hanya tempat makan, melainkan sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman kuliner malam yang tidak terlupakan di jantung kota. Sebuah tempat yang aku ingin kembali lagi kesini.




Ini Rahasia Membaca ala Ibu Pebisnis. Bukan Sekadar Hobi, tapi Strategi!

1 komentar

 

Ini Rahasia Membaca ala Ibu Pebisnis. Bukan Sekadar Hobi, tapi Strategi!


Assalamualaykum,

Halo Ibu-ibu atau mommy-mommy semua.... Kali ini aku mau sharing dan membahas mengenai kegemaran Membaca. Membaca itu seperti mengambil nafas bagi aku. Di tengah hiruk pikuk bisnis dan rumah tangga, buku adalah tempat aku 'pulang' untuk mengisi ulang energi dan ide. 

Tapi, membaca buku bisnis atau pengembangan diri itu beda lho dengan membaca Novel. Kita perlu strategi agar ilmunya menempel dan bisa langsung diaplikasikan.

Senjata Rahasia Membaca: Pulpen, Stabilo atau Post-it!

Ke tiga benda ini adalah 'senjata' aku ketika baca buku. Tapi tergantung jenis bukunya dan tujuannya aku baca buku untuk apa. Kalau novel ya cukup dibaca dan dinikmati saja, kalau buku bisnis atau self motivation gitu, pasti salah satu dari ketiga barang ini selalu aku gunakan.

Bahkan terkadang aku pakai juga buku catatan. Kenapa? Karena saat menulis ulang atau merangkum inti sari dari buku yang aku baca, otak kita bekerja lebih keras untuk memproses informasi. Ini bukan sekedar menyalin saja sih bagi aku, tapi juga mencerna. Bahkan kadang ditengah-tengah aku baca buku dan langsung tulis di buku, aku ngga jarang berhenti baca tapi langsung menuliskan actionable insight yang bisa aku terapkan di bisnis.

Kalau untuk buku yang lebih ke inspirasi atau success story, biasanya aku pakai stabilo. Aku suka bedain warnanya, misal kalau warna kuning untuk ide-ide utama, warna biru untuk kutipan atau quotes favorit dan warna pink untuk poin-poin yang sekiranya mau aku bahas dengan suami atau tim aku. Kenapa aku bedain? Ya biar lebih mudah saja menandai poin-poin penting yang ingin aku ulas kembali.

Kalau penggunaan post-it! lebih untuk memudahkan aku menemukan halaman yang ingin saya tandai secara spesifik tanpa harus menulis di buku. Post-it juga berfungsi sebagai reminder untuk kembali ke halaman tersebut nantinya. jadi buku-buku di rumah aku itu rata-rata terlihat di rak berwarna warni 😀, mulai dari warna post-it sampai stabilo. Hal ini bukan cuma coretan biasa, tapi visualisasi dari proses belajar aku.

Pernak-Pernik Kesayangan Pendamping Buku

Aku punya beberapa koleksi pembatas buku yang lucu-lucu. Mulai dari yang girly, aesthetic sampai tokoh kartun hehehe.... Benda-benda ini bukan sekadar penanda halaman, tapi juga mood booster. Setiap kali melihat pembatas buku yang lucu dan gemesin, semangat baca aku terkadang suka muncul lagi. 

Hal ini semacam "penghargaan" untuk buku yang benar-benat mengubah cara pandang atau memberikan dampak besar dalam hidup dan bisnis aku. Terkesan sentimental ngga sih? Tapi gimana ya, hal hal ini lah cara aku menghargai ilmu yang aku dapat dari hobi membaca aku.

Membaca adalah Investasi Diri

Pada akhirnya, cara kita membaca itu sangat personal. Tidak ada yang salah atau benar, yang penting adalah efektifitasnya untuk diri kita. Buatlah proses membaca menjadi menyenangkan dan produktif. Buku bukan sekadar tumpukan kertas tapi jembatan menuju pengetahuan dan peluang baru.

Banyak hal positif yang kita dapat dari gemar membaca buku, Kalau aku, ketika aku baca komik (kaya Conan, Candy-Candy dll) juga Novel, bagi aku positifnya menghilangkan penat karena terhibur. Ketika baca buku motivasi, buku bisnis atau success story, hal positifnya adalah aku jadi tambah wawasan dan semangat diri untuk membangun bisnis dan menjadi manusia yang bermanfaat.

Jadi bagaimana dengan kamu? Apa ritual membaca kamu? Yuk kita saling berbagi tips!



Yuk, Jelajahi Beragam Circle Pertemanan untuk Sudut Pandang yang Lebih Luas

Tidak ada komentar

 

Yuk, Jelajahi Beragam Circle Pertemanan untuk Sudut Pandang yang Lebih Luas


Assalamualaykum,

Sebagai pebisnis dan juga seorang ibu, jangan ditanya ya rasanya bagaimana dalam hal mengatur waktu dan pekerjaan. Rasanya roller coaster banget, adrenalin setiap menit selalu ada saja naik turunnya. Terkadang ada saatnya semangat ini membara, tapi ada saatnya merasa jenuh dan buntu ide.

Terkadang suka merasa terjebak dalam satu lingkaran yang itu-itu saja, baik itu dalam pekerjaan maupun pergaulan. Nah, di sinilah aku menyadari betapa pentingnya memiliki berbagai circle pertemanan yang berbeda. Bukan cuma soal punya banyak teman ya, tapi lebih kepada memperkaya hidup dan sudut pandang kita.

Mengapa Beragam Circle itu Penting?

Dulu ketika masih SMU, bisa dibilang pergaulan aku cukup lumayan luas ya. Bahasa dulunya 'Anak Gaul' 😁. Punya teman ngga cuma dari satu sekolah saja, tapi juga beda sekolah tapi masih seumuran. Waktu itu berasa seru saja ya, karena mungkin kalau ngobrol jadi nyambung. 

Kalau sudah ketemu sama yang lebih tua (kakak kelas) atau yang lebih muda (adik kelas), rasanya kalau ngobrol tuh suka nge-lag ya alias ngga nyambung saja. Tetapi setelah masuk ke dunia kerja, semua berubah. Ternyata kok punya teman dari berbagai circle itu menyenangkan.

Salah satu manfaat terbesar memiliki beragam circle adalah sebagai "pelarian" saat jenuh melanda. Pernah merasa bosan dengan topik obrolan yang itu-itu saja di satu circle? Atau mungkin ada gesekan kecil yang membuat suasana jadi kurang nyaman? 

Nah, saat itulah kita bisa "singgah" dulu di circle lain yang bisa memberikan penyegaran dan pengalihan. Di sana, kita mungkin menemukan tawa lepas, ide-ide baru atau sekedar ketenangan yang kita butuhkan. Ibarat rumah, kita punya banyak ruangan, kalau satu ruangan terasa sesak, kita bisa pindah ke ruangan lain yang lebih lapang.

Memperluas Sudut Pandang dan Wawasan

Sejak syiar baitullah baik itu jadi agen mitra travel haji umrah lain sampai aku punya travel haji umrah sendiri, aku makin banyak kenal orang yang beragam. Baik itu dari ekonomi, budaya, sudut pandang sampai latar pendidikan mereka.

Ternyata kita bisa belajar dari orang yang tidak selalu memiliki pendidikan tinggi atau status soial ekonomi level A+ saja. Kita bisa belajar dari mereka yang level ekonominya di bawah rata-rata. Baik itu ilmu pengetahuan, agama sampai pengalaman hidup.

Dari sini kita akan sadar bahwa dunia itu luas ya dan banyak kebahagiaan yang bisa kita dapatkan. Tidak cuma bahagia tapi juga sudut pandang, wawasan dan empati terhadap sekitar kita. Apalagi untuk aku sebagai pengusaha, bertemu dengan teman-teman dari komunitas bisnis yang berbeda itu sangat membantu dalam hal jalannya bisnis aku.

Ketika aku bertemu dengan teman pengusaha di bidang kuliner yang tadinya ngobrol santai, jadi bisa muncul ide kolaborasi, inspirasi marketing atau bahkan solusi untuk masalah yang ternyata dialami juga oleh pengusaha di bidang lain. Ini membuktikan bahwa beragam perspektif dapat memperkaya cara kita berpikir dan mengambil keputusan.

Kualitas di Atas Kuantitas

Tentu kita tahu ya kalau kualitas itu lebih penting daripada kuantitas. Cukup dengan beberapa orang di setiap circle yang benar-benar bisa diajak ngobrol, saling mendukung dan memberikan energi positif. Pilihlah teman-teman yang bisa menghargai perbedaan, memberi masukan konstruktif dan membuat kita merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Sebagai ibu pebisnis, waktu adalah aset berharga. Maka dari itu, kita perlu bijak dalam memilih siapa yang akan kita ajak berinteraksi. Carilah orang-orang yang bisa menjadi sumber inspirasi, tempat berbagi suka dan duka dan yang paling penting, membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi, mari mulai jelajahi berbagai lingkaran pertemanan kita. Siapa tahu di circle yang baru, kita akan menemukan berlian berupa ide baru, dukungan yang tidak terduga atau sekedar tawa yang membuat  kita lega di tengah hiruk pikuk kehidupan bisnis.




Makna Sejati Kesuksesan. Lebih dari Sekadar Angka di Rekening

Tidak ada komentar

 

Makna Sejati Kesuksesan. Lebih dari Sekadar Angka di Rekening


Aku sering merenung tentang apa sebenarnya arti kesuksesan. Dulu mungkin aku berpikir bahwa sukses itu identik dengan seberapa besar omset perusahaan, berapa banyak aset yang berhasil aku kumpulkan atau seberapa tinggi jabatan yang aku pegang. Namun seiring berjalannya waktu dan berbagai pengalaman yang aku alami, pandangan aku tentang kesuksesan mulai meluas.

Kita ini hidup di dunia yang seringkali mengukur kesuksesan atau keberhasilan dari pencapaian materi. Seolah-olah, semakin banyak nol di belakang angka di rekening bank atau semakin ber-merk pakaian atau mobil yang di kenakan dan digunakan, maka itulah puncak kesuksesan. Padahal, jika kita mau melihat lebih dalam, makna kesuksesan jauh lebih kaya dan multidimensional dari itu.

Bagi aku dan mungkin saja bagi teman-teman yang memiliki bisnis, kesuksesan itu adalah tentang ketahanan. Bayangin deh berapa banyak badai yang sudah kita lewati? Berapa banyak keraguan yang berhasil kita tepis?

Kita bisa sukses bertahan sejauh ini dengan segala jatuh bangun dan bangkitsetelah terjatuh, setiap kali kita menemukan solusi di tengah kebuntuan, itulah manifestasi dari kesuksesan yang sesungguhnya.

Kesuksesan juga hadir dalam dampak baik yang kita berikan. Seperti yang aku rasakan saat tahu, produk minuman kesehatan aku yaitu AHP (Azzahra Honey Premium) bisa membantu banyak orang sembuh dari penyakit yang di deritanya (seperti kolesterol, asam urat sampai stroke). Belum lagi bisnis travel haji umrah aku yang ternyata bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

Hal hal tadi itulah yang ternyata bagi aku sebuah kesuksesan yang melampaui angka-angka, kesuksesan yang beresonansi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan membuat kebahagiaan sejati muncul di hati.

Kemudian ada juga kesuksesan dalam kemudahan urusan. Ini mungkin terdengar sepele, tapi coba deh renungkan. Ketika kita bisa menyelesaikan berbagai kewajiban dengan lancar, baik itu urusan pekerjaan, keluarga atau bahkan hal-hal kecil sehari-hari, itu adalah sebuah bentuk kesuksesan.

Memiliki networking dengan orang-orang penting, beberapa orang dari networking kita mengenal diri kita adalah pribadi yang baik, santun dan solehah, bagi aku pribadi hal ini juga merupakan sebuah definisi sukses juga.

Sukses tentang proses belajar dan bertumbuh. Setiap tantangan yang kita hadapi, setiap kesalahan yang kita buat adalah pelajaran berharga yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Mampu beradaptasi, berinovasi dan terus belajar dari setiap pengalaman adalah kesuksesan yang berkelanjutan.

Jadi yuk mari kita perluas lagi perspektif tentang apa itu sukses. Ini bukan hanya tentang seberapa tinggi pencapaian finansial kita, tetapi juga seberapa besar dampak positif yang kita berikan, seberapa tangguh kita dalam menghadapi badai, seberapa baik kita dalam mengelola hidup dan seberapa banyak kita berkembang sebagai seorang individu. 

Kesuksesan itu adalah sebuah perjalanan yang kaya akan makna dan setiap langkah kecil di dalamnya patut untuk dirayakan.



Ketika Rezeki Berwujud Pekerjaan dan Tanggung Jawab

Tidak ada komentar

 

Ketika Rezeki Berwujud Pekerjaan dan Tanggung Jawab


Sebagai seorang ibu yang memiliki bisnis, aku ini juga memiliki pekerjaan sebagai blogger, content creator, momfluencer, mentor UMKM. Kalau pekerjaan atau profesi di luar bisnis itu di awali dari aku sebagai blogger di tahun 2010. Lalu dari situ semuanya ya berjalan saja, mulai dari ditawari nulis di blog, endorse dari brand sampai sharing bisnis dan kasih mentoring untuk para UMKM.

Aku sering merenung tentang rezeki. Bukan hanya tentang seberapa besar nominal atau seberapa seringnya datang, tetapi lebih ke bagaimana kita menyikapi setiap rezeki yang diterima.

Keadlian Dalam Menerima Rezeki

Dalam dunia kerja sebagai blogger, content creator dan momfluencer, aku beberapa kali mendapatkan tawaran dengan bayaran yang cukup menggiurkan. Namun, ada kalanya KPI (Key Performance Indicator) tidak tercapai. Mungkin karena algoritma yang sedang tidak bersahabat, atau mungkin audiens sedang tidak terlalu aktif. Tentu, sebagai manusia, ada rasa kecewa. Tapi yang paling penting, ada rasa tanggung jawab.

Pernah ada satu agensi brand yang bilang ke aku (setelah aku selesaikan tugas aku), "Sudah tidak apa-apa Mbak. Ini memang di luar kendali kita. Yang penting sudah diusahakan." Nah kalimat seperti itu walau menenangkan dan pihak brand tidak mempermasalahkan, tetap saja di dalam hati, aku merasa harus melakukan sesuatu yang lebih. Rezeki yang datang harus dibalas dengan usaha yang setara, atau bahkan lebih.

Maka dari itu, terkadang tanpa mereka minta, aku share lagi konten atau pekerjaan yang sudah aku buat di platform aku yang lain dan bahkan aku iklan kan. Agar ada audiens baru yang berinteraksi, atau bahkan aku pernah bikin konten baru lagi untuk pendukung (tentu tanpa biaya tambahan). Semua itu aku lakukan bukan untuk pamer ya, tapi sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban untuk diri sendiri.

Membalas Rezeki dengan Kebaikan

Keadilan rezeki ini bukan hanya berlaku dalam hal pekerjaan saja lho. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering sekali mendapatkan kemudahan yang tidak terduga. Misal saja, ketika sedang mencari parkir, kita tahu di weekend pasti parkir mall penuh dan tanpa terduga, baru masuk parkir, kita sudah dapat parkir tanpa perlu muter dan hal lainnya yang tidak pernah kita sangka.

Jadi kemudahan-kemudahan kecil tersebut merupakan bentuk rezeki dan rezeki yang datang dengan kemudahan, menurut aku perlu dibalas dengan mempermudah urusan orang lain. Ini adalah bentuk timbal balik rezeki yang paling indah.

Aku percaya kalau alam semesta memiliki cara sendiri untuk bekerja. Saat kita diberikan kemudahan rezeki, itu adalah sebuah sinyal bahwa kita perlu menjadi manusia yang bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi orang lain. Mulai dari hal kecil yang nantinya akan berdampak besar dan menjadi sebuah kebiasaan.

Intinya, dalam hidup ini, kita harus selalu bersikap adil dan bertanggung jawab atas setiap rezeki yang kita terima. Baik itu pekerjaan, uang, waktu, bahkan kemudahan. Dengan begitu, kita bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan bahagia, karena kita tahu setiap kebaikan yang datang akan selalu dibalas dengan kebaikan pula.



Mengelola Hati di Tengah Badai

Tidak ada komentar

 

Mengelola Hati di Tengah Badai


Assalamualaykum,

Teman-teman, siapa disini yang meyakini akan kalimat quote ini: "Hidup ini bagaikan roda, kadang di atas, kadang pula di bawah." Aku percaya akan kalimat ini dan tentunya menjadi pengingat diri agar tidak sombong atau sedih ketika putaran kita berada di bawah. 

Saat kita berada di posisi "roda di bawah", saat dimana cobaan datang bertubi-tubi, seakan harapan terasa sekalu jauh dan semuanya tidak berjalan sesuai dengan rencana kita, tentunya rasa kecewa, sakit hati dan luka seringkali menghampiri. Lalu bagaimana kita bisa mengelola emosi dan mental kita saat berada di situasi yang sulit ini.

Akui dan Rasakan, Tanpa Menyalahkan

Jangan menekan atau mengabaikan rasa kecewa, sakit atau luka. Akuilah dan izinkan apa yang kita rasakan. Menangislah jika perlu, berteriaklah dalam hati atau tuliskan semua keluh kesah yang sedang kita alami. Sebab hal ini bisa menjadi salah satu proses penyembuhan mental dan batin kita.

Merasakan emosi negatif bukan berarti kita ini "marah" pada Allah yang memberikan segala macam masalah dan memberikan segala macam solusi. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa kita adalah manusia biasa yang memiliki batasan dan butuh waktu untuk memahami permasalahan yang ada.

Jadi, jangan merasa bersalah ketika kita sedang atau habis merasakan yang namanya kesedihan, kekecewaan, sebab hal itu merupakan sebuah respon yang alami. Yang penting bagaimana kita menyikapi rasa tersebut. Apakah akan berlarut-larut dalam emosi kita atau kita mulai bisa memilih untuk menerima dan mencoba memahami?

Berprasangka Baik pada Sang Maha Pencipta

Normal sih kalau ketika masalah datang lalu sekilas terbersit ada kalimat mempertanyakan Allah. Kenapa Allah memberikan begitu banyak masalah ke dalam hidup kita. Setelah itu langsung ya istighfar dan mulai lah berprasangka baik pada Allah. Kita perlu ingat bahwa setiap manusia memiliki takdir masing-masing. Insha Allah akan ada skenario besar yang sedang Allah persiapkan untuk diri kita. Allah tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Coba deh ketika masalah datang, sesudah kita nangis-nangis dan hati mulai tenang, kita bertanya kepada diri kita "apa ya yang bisa aku pelajari dari masalah ini?". Pertanyaan sederhana ini menjadi salah satu untuk mengubah perspektif. Pengelolaan stres dan pikiran positif dimulai dari sini. Setiap kesulitan adalah ujian, sekaligus kesempatan untuk tumbuh. 

Masalah bisa menjadi "rem" agar kita berhenti sejenak, melihat ke dalam diri dan mengvaluasi kembali arah hidup kita.

Mendalami dan Mengais Makna Jangka Panjang

Setelah mengakui rasa sakit dan berusaha berprasangka baik, saatnya mendalami makna di balik semua ini. Coba tanyakan pada diri sendiri:

  • Pelajaran apa yang ingin Allah sampaikan melalui cobaan ini?
  • Kemampuan apa yang bisa aku kembangkan dari situasi ini?
  • Bagaimana aku bisa menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar dan lebih dekat dengan-Nya setelah ini?

Mencari makna jangka panjang bukan berarti melupakan rasa sakit. Sebaliknya, itu adalah cara untuk menyalurkan energi negatif menjadi sesuatu yang konstruktif. Mungkin saja, dari kehancuran ini, akan tumbuh kebun bunga yang lebih indah. Mungkin, di balik setiap kegagalan, tersimpan jalan menuju kesuksesan yang tidak terduga.






Berdiri Teguh di Atas Kaki Sendiri

Tidak ada komentar

 

Berdiri Teguh di Atas Kaki Sendiri


Assalamualaykum,

Sebagai seorang ibu dan pebisnis, ada satu pelajaran berharga yang selalu aku pegang teguh, yaitu berpendirian itu adalah penguat harga diri yang tidak ternilai. Ketika kita hidup bersosialisasi dan memilih jalan kehidupan yang berbeda dari orang lain, omongan dan pandangan orang lain bisa menjadi salah satu potensi menjatuhkan.

Contoh waktu awal-awal aku mulai memutuskan bisnis travel, ada beberapa yang beranggapan bahwa aku dan suami mengambil langkah yang riskan, yang tidak sopan (karena di anggap kami melupakan kebaikan salah satu perusahaan travel tempat kami menjadi mitra sebelumnya), tapi aku pribadi tetap menjalankannya bareng Pak Suami. Kunci utamanya kita perlu yang namanya Percaya Diri dan Keyakinan akan Sukses. Dengan dua hal ini yang juga bagian dari modal kita, maka dengan sendirian pun, Insha Allah kita bisa tetap berjaya dan sukses, bahkan saat dukungan terasa minim.

Aku ingat sekali, waktu awal aku memutuskan untuk mulai syiar Baitullah (dengan keliling Indonesia mengadakan seminar dan sosialisasi), ada banyak sekali yang mengucapkan kalimat-kalimat yang nadanya mempertanyakan. "Yakin bisa bagi waktu urus anak dan syiar?", "Nanti kalau bisnisnya gagal bagaimana?", bahkan ada yang bilang "Untuk apa bisnis, urus itu anak kamu". 

Jujur sih dengar yang begini ini suka kadang hati ciut. Tentu sebagai seorang ibu, tanggung jawab aku terhadap anak-anak adalah wajib. Tapi jauh di lubuk hati, aku tahu jalan yang ingin aku raih. Aku punya visi, masih muda, masih punya semangat dan aku percaya akan kemampuan aku.

Membangun dan Mewujudkan Impian Versi Aku

Bagaimana aku membuktikan kebenaran prinsip ini dalam kehidupan aku sehari-hari?

  • Memperkuat Pondasi Diri. Aku memperbanyak networking, meng-upgrade skill aku, memperbanyak ilmu bisnis. Semakin banyak yang aku pelajari dan semakin terampil, tentu membuat aku semakin kuat rasa percaya diri aku. Pengetahuan dan pengalaman adalah senjata untuk menepis sebuah keraguan, baik dari dalam diri maupun dari luar.
  • Belajar untuk Tidak Terlalu Menggubris Omongan Orang. Pilihan aku ini bukan artinya aku menjadi wanita anti-kritik ya. Kritik yang tentu sifatnya membangun, dengan senang hati akan aku tampung sebagai bahan perbaikan aku. Tapi jika ada komentar yang sudah sifatnya merendahkan, aku memilih untuk tidak membiarkannya mengakar dalam pikiran. Tetap fokus pada tujuan dan mensortir perkataan orang lain, apakah perkataan mereka membuat aku maju atau malah menghambat. Jika menghambat maka aku tinggalkan.
  • Konsisten dan Persisten. Berpendirian bukan hanya soal bicara tapi juga soal tindakan. Aku membuktikan pendirian aku dengan kerja keras, kerja pintar serta dedikasi aku. Melihat hasil nyata dari setiap usaha yang aku lakukan, secara otomatis memadamkan keraguan orang lain dan membuktikan bahwa apa yang aku yakini ini memang jalan yang benar.
  • Bersyukur dan Self Reward. Setiap hasil yang aku dapatkan baik itu ketika menemukan masalah, atau tercapai goals dan planning aku, pokoknya sekecil apapun itu aku bersyukur. Ditambah aku berusaha untuk memberikan self reward untuk diri aku atas pencapaian yang telah aku dapatkan. Karena aku percaya bahwa setiap kita menghargai perjalanan dan hasil yang kita raih, itu akan semakin memperkuat keyakinan diri kita.

Bagi teman-teman yang saat ini sedang berjuang mewujudkan impian teman-teman dan merasakan bagaimana pandangan orang lain yang terkadang memberatkan, ingat ini deh: Percayalah pada diri sendiri, pada intuisi, kenali diri dan potensi diri. Jadi tidak perlu menunggu tepuk tangan dari semua orang untuk memulai atau melanjutkan langkah kamu.

Karena pada akhirnya, kebahagiaan dan kesuksesan sejati itu berasal dari keberanian kita untuk menjadi diri sendiri, berdiri teguh dan membuktikan bahwa kita mampu, bahkan saat kita harus berjuang sendiri. Tulisan aku ini juga sebagai pengingat dan semangat untuk diri aku sendiri. Salam sukses untuk teman-teman semua ya.




Me Time? Bukan Cuma Mimpi! Prioritas Diri untuk Ibu Pebisnis Hebat

Tidak ada komentar

 


Me Time? Bukan Cuma Mimpi! Prioritas Diri untuk Ibu Pebisnis Hebat


Assalamualaykum,

Menjadi seorang Ibu sekaligus pebisnis adalah sebuah perjalanan yang luar biasa, penuh warna dan tidak jarang menantang. Rasanya seperti setiap hari adalah maraton dengan checkpoints yang tidak ada habisnya. Dari menyiapkan sarapan, mengurus anak, meeting dengan klien, sampai merencanakan strategi bisnis, semua berjalan beriringan.

Pernah ngga para mama mama nih merasa lelah, jenuh dan bertanya-tanya, "Kapan ya giliran 'Me Time' aku?" Jika pernah merasa begini dan bertanya kepada diri sendiri seperti ini, yukkk mariii kita berpelukan virtual. Aku juga pernah merasakan hal yang sama dan dari sanalah aku menemukan arti Self-Love yang sesungguhnya, bukan sekedar gaya hidup sesaat, melainkan sebuah fondasi yang kokoh.

Diri Kita, Prioritas Utama

Dulu aku sering merasa bersalah jika harus "mengambil" waktu untuk diri sendiri. Seolah-olah, waktu yang aku gunakan untuk relaksasi atau mengembangkan diri adalah waktu yang seharusnya aku curahkan untuk keluarga atau bisnis. Padahal justru sebaliknya!

Mengapa kita harus memprioritaskan diri? Karena kita istimewa. Iya kamu, aku dan kita semua itu istimewa lho, dengan segala kelebihan serta kekurangan, dengan segala peran yang kita emban, kita adalah pribadi yang unik dan berharga. Setiap noda di di lantai karena air pipis anabul, anak-anak yang kadang crancky, tumpukan laporan di meja, setiap ide bisnis yang muncul di kepala - semua itu adalah bagian dari diri kita. 

Menerima dan merayakan diri kita apa adanya adalah langkah pertama menuju self-love. Sadari bahwa energi dan kebahagiaan kita adalah bahan bakar utama untuk menjalankan segala peran tersebut. Jika tangki kita kosong, bagaimana bisa kita memberi yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita?

Totalitas dalam Setiap Peran

Setelah menyadari pentingnya prioritas diri, aku mula mengubah sudut pandang tentang totalitas. Bukan berarti bekerja 24/7 tanpa henti, melainkan totalitas dalam setiap momen. Ketika aku sedang mendampingi anak belajar, fokus aku 100% pada anak aku. Tidak ada lagi scroll media sosial atau memikirkan pekerjaan. Demikian pula ketika aku sedang merancang strategi bisnis, aku akan menyelam sepenuhnya ke dalamnnya.

Prinsipnya sederhana, berikan yang terbaik pada apa pun yang sedang kita lakukan saat itu. Jika kita seorang ibu rumah tangga, jadilah ibu rumah tangga yang total. Jika kita seorang yang profesional, jadilah profesional yang total. Dengan begitu, setiap aktivitas terasa lebih bermakna dan memuaskan. 

Hasilnya lebih sedikit penyesalan, lebih banyak kepuasan dan tentu saja stress yang jauh berkurang. Ini adalah bentuk self-love yang sangat praktis, menghargai waktu dan energi yang kita miliki dengan memberikannya secara penuh.

Menikmati Proses Belajar Tanpa Henti

Pernah dengar ungkapan "hidup adalah pembelajaran tiada akhir"? Sebagai Ibu pebisnis, kalimat ini sangat relevan. Setiap hari ada saja hal baru yang harus dipelajari. Mulai dari resep masakan baru, cara mendidik anak yang efektif hingga strategi pemasaran digital terbaru. Dulu aku sering merasa terbebani dengan semua "kejarusan" belajar ini. Namun, seiring waktu, aku menyadari bahwa menikmati proses belajar adalah kunci.

Anggaplah setiap tantangan sebagai sebuah puzzle menarik yang menunggu untuk dipecahkan. Ketika kita menghadapi kesulitan, itu bukanlah akhir dunia, melainkan kesempatan untuk tumbuh. Proses belajar ini bukan hanya tentang meningkatkan skill, tetapi juga tentang memahami diri sendiri lebih dalam. 

Apa yang membuat kita bersemangat? Apa yang menjadi kelemahan kita? Dengan mindset ini, setiap kegagalan akan terasa seperti feedback berharga, bukan sebuah hukuman. Dan ini , Sahabat adalah esensi dari self-love yang adaptif dan kuat.

Nyaman yang Berdampak Baik

Terakhir, mari kita bicara tentang kenyamanan. Kadang, kita terbuai dengan zona nyaman yang justru tidak mendukung pertumbuhan. Aku pun begitu. Namun, aku belajar untuk mencari kenyamanan yang berdampak baik. Apa maksudnya?

Ini tentang menemukan kegiatan atau kebiasaan yang membuat kita nyaman, bahagia dan pada saat yang sama, memberikan dampak positif bagi diri kita dan sekitarnya. Misalnya bagi aku, menulis adalah zona nyaman. Dari menulis, aku bisa merefleksikan diri, berbagi pengalaman dan bahkan menghasilkan. Ini nyaman, dan berdampak baik. Mungkin bagi kamu, itu adalah berolahraga, membaca buku atau bahkan sekedar duduk dengan tenang menikmati secangkir teh panas sambil mendengarkan musik favorit.

Kuncinya adalah mendengarkan diri sendiri. Apa yang membuat jiwa kamu tenang, pikiran jernih dan energi kita terisi kembali? Jangan ragu untuk meluangkan waktu untuk hal-hal tersebut. Ingat Self-love itu bukan egois, melainkan investasi. 

Investasi untuk kesehatan mental dan fisik kamu, yang pada akhirnya akan menbuat kamu lebih kuat, lebih bahagia dan lebih siap untuk menjalani segala peran dengan senyum di wajah.

Jadi para ibu diluar sana baik ibu pekerja, ibu rumah tangga, ibu pebisnis hebat, mari kita jadikan self-love sebagai prioritas. Karena kamu pantas mendapatkan semua kebaikan di dunia ini. Apakah ada cerita self-love versi diri kamu? 




Memberi Tanda Kasih Pernikahan yang Menyentuh Hati

Tidak ada komentar

 

Memberi Tanda Kasih Pernikahan yang Menyentuh Hati


Halo teman-teman semua. Apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Post hari ini aku mau tulis mengenai memilih kado. Saya yakin, kita semua pernah deh merasakan bingung saat harus memilih kado untuk pernikahan sahabat atau kerabat tercinta. Rasanya ingin sekali memberikan sesuatu yang spesial, yang tidak sekedar "ada", tapi juga punya makna dan bisa dikenang. 

Jujur saja, aku sendiri sering kali merasa pusing, khawatir kado yang saya beri malah berakhir jadi pajangan di gudang atau sama persis dengan kadi dari orang lain. Kado terbaik bukanlah tentang barang termahal, melainkan tentang waktu, perhatian dan ketulusan yang kita curahkan. Pengalaman pribadi ini yang akhirnya mengubah cara pandang aku dalam memberikan hadiah. 

Ide-Ide Kado Pernikahan Unik dan Tidak Terlupakan

Aku ingin berbagi beberapa ide yang mungkin bisa jadi inspirasi buat teman-teman semua dan inilah beberapa ide kado pernikahan versi aku.

1. Hadiah Berupa Pengalaman, Bukan Barang

Ini adalah ide yang palung sering aku terapkan belakangan ini. Daripada membelikan barang yang mungkin sudah banyak orang berikan, mengapa tidak memberi pengalaman? Pengalaman ini bisa jadi momen-momen indah yang bisa mereka nikmati berdua. Misalnya, kamu bisa memberikan voucher menginap di hotel atau glamping unik yang cocok. Bisa juga voucher makan malam romantis di restoran khusus. 

Nah karena aku punya travel Haji Umroh, Jadi aku suka kasih voucher DP Umroh untuk honeymoon mereka. Hadiah berupa pengalaman akan menciptakan memori baru yang tidak akan lekang oleh waktu.

2. Kado yang Datang di Saat Tidak Terduga

Ini adalah pengalaman favorit aku yang pernah aku lakukan. Aku menunggu satu minggu setelah pesta pernikahan teman. Setelah semua acara selesai, saat pasangan pengantin mulai menjalani rutinitas harian mereka yang baru, baru deh aku kirimkan mereka kado. kado yang aku kirim makanan dan kue yang mereka suka. Kado yanng dikirimkan di waktu yang tidak terduga, saat mereka paling membutuhkannya, akan terasa jauh lebih berharga.

3. Langganan Streaming Service

Biasanya kalau habis menikah itu banyak di gunakan waktunya di rumah berduaan saja kan? Mereka pasti banyak ingin meng-eksplore banyak hal baru berdua, seperti membersihkan rumah, masak dan nonton dirumah. Aku pernah kasih hadiah free voucher TV Kabel Netflix, Disney Channel dan Netflix Gratis untuk 2 bulan ke teman aku yang baru nikah, ternyata senang banget mereka. 

Intinya, dalam memberi kado pernikahan, kita tidak harus terpaku pada barang-barang umum yang ada di pasaran. Kado yang paling berkesan adalah kado yang mencerminkan ketulusan, perhatian dan pemahaman kita terhadap si penerima.

Pikirkan apa yang benar-benar akan membuat mereka senang, nyaman dan merasa dihargai. Fokus pada kualitas daripada kuantitas dan tambahkan sentuhan personal. Dengan begitu, kado yang kamu berikan ngga cuma jadi barang, tapi jadi memori indah yang akan mereka kenang. 

Mari kita bergeser dari sekedar "Memberi barang" menjadi "memberi cerita, pengalaman dan momen yang tidak terlupakan." Selamat mencoba! Aku harap, ide-ide ini bisa membantu kamu memberikan kado yang tidak hanya indah, tapi juga penuh makna. Siap berburu inspirasi kado anti-mainstream selanjutnya? Ada ide lain yang tidak kalah unik? Mari berbagi di kolom komentar!