Showing posts with label Hot Info and Event in Wonderland. Show all posts

Seaventure - Wisata Laut Virtual Bersama Paddle Pop

22 comments
Assalamualaykum,

Jumat pagi ini alhamdulillah cuaca di skitar rumah aku cerah dan sejuk. Hari ini adalah hari terakhir si bungsu yang baru kelas 2 SD ini ujian praktek. Berhubung masih daring, jadi jam 9 pagi tadi alhamdulillah sudah selesai daring untuk pengambilan nilai prakteknya dan sesuai janji, aku akan mengajak si bungsu wisata laut secara virtual sambil makan es krim. Yeaayy....

Walau beberapa tempat wisata sudah membuka tempat mereka secara offline, tetapi, aku masih belum berani mengajak anak-anak untuk jalan-jalan ke tempat wisata. Alhamdulillah banget Jakarta Aquarium & Safari saat ini sedang bekerjasama dengan Paddle Pop untuk pengadaan wisata laut secara virtual.

Jujur aku baru tahu lho ada wisata laut virtual kerjasama Jakarta Aqiarium dengan Paddle Pop, itu juga tahunya ketika aku ikut talkshow World Play Day 2021 bareng Paddle Pop dan Komunitas Emak Blogger (KEB).

Jadi di acara talkshow World Play Day 2021 siang ini, selain ada bincang dengan psikolog anak dan pihak Unilever, kami semua para peserta diajak dulu buat DIY dan wisata laut virtual bareng Paddle Pop. Apa saja keseruan dan manfaat dari talkshow World Play Day 2021 yang aku ikuti hari ini?


Buat DIY Paddle Pop Main Yuk

Aku kebetulan dapat play kit dari Paddle Pop kemarin, play kit ini kita buat bareng-bareng di acara Talkshow World Play Day 2021 siang tadi. Seru banget sih ini, apalagi Play Kit yang aku dapat ini merupakan barang-barang yang bisa kita dapatkan di rumah. Jadi bari para moms bisa banget buat DIY ini di rumah bareng anak-anak.

Play Kit yang aku dapat adalah alat dan bahan untuk membuat Tabung Oksigen Menyelam dan juga Kacamata Selam. Baby D senang banget bisa buat dua alat ini sendiri. Walau tetap ada bantuan dari aku sebagai ibunya. 

Oia DIY kita dibuat bareng dengan Kak Diana Rikasari, blogger dan desainer yang kita tahu Diana Rikasari sering berbagi cara DIY di instagramnya. 


Buat DIY seperti ini bisa bangun bonding antara orangtua dan anak, selain itu juga bisa mengasah kreatifitas anak serta mengusir rasa bosan di rumah saja. Kita tahu kan ya, selama setahun lebih pandemi belum juga usai, maka dari itu perlu banget mengajak anak-anak bermain dan berwisata virtual seperti ini.

Sayangnya aku kemarin ngga sempat foto playkitnya apa saja yang aku dapat, pas acara talkshow di mulai dan sesi buat DIY, saking baby D sudah tidak sabaran buat, akhirnya kami langsung deh buat. Tapi ini beberapa toolsnya ya yang sempat aku dokumentasikan.

  

Seaventure  - Wisata Laut Virtual Bersama Paddle Pop


Sesi kedua setelah selesai membuat Tabung Oksigen Menyelam dan juga Kacamata Selam bersama, maka lanjut ke acara berikutnya yaitu wisata laut secara virtual bareng Paddle Pop. Ternyata seru juga lho, kita diajak menyelam di bawah laut yang ada di Aquarium Jakarta dan pastinya memakai peralatan menyelam yang tadi sudah dibuat.

Bagian ini menarik banget sih ya menurut aku, sebab anak-anak tidak hanya di ajak menyelam tapi juga di berikan edukasi mengenai beberapa hewan di laut. Anak-anak jadi kenal dengan hewan dan biota laut serta keunikannya. Sangat interaktif dan juga dapat mengasah kemampuan sosial dan kemampuan kognitif anak.

 

Bagi teman-teman nih yang ingin mengajak anak atau keponakannya wisata laut secara virtual bersama Jakarta Aquarium dan Paddle Pop, bisa ikutan dengan cara beli 4 Paddle Pop rasa apa saja, lalu kirim struknya ke wa : 0858 1223 1223. Nanti akan dapat kode unik, yang mana kode uniknya di isi ketika teman-teman akan berwisata laut secara virtual di paddlepopmainyuk.com

Benaran ya ini sih keren banget programnya, pokoknya di jamin deh anak-anak akan suka ketika diajak wisata laut, walau virtual ya. Tapi ngga kalah serunya dengan datang langsung. Semoga saja pandemi segera selesai ya jadi bisa ajak anak-anak beneran ke Aquarium Jakarta.

Talkshow World Play Day 2021

Setelah asik membuat DIY dan wisata laut virtual bersama anak-anak, selanjutnya giliran para mama-mamanya nih yang mengikuti acara talkshow World Play Day bersama dengan narasumber hebat. 

Pada talkshow kali ini, membahas seputar pentingnya bermain bersama anak. Yang menjadi narasumber adalah:

  • Ibu Memoria Dwi Prasita - Head of Marketing Ice Cream Unilever Indonesia
  • Ibu Vera Itabiliana Hadiwidjojo S.PSI.Psikolog - Psikolog Anak dan Remaja
  • Dian Rikasari - Perancang Busana dan Penulis
  • Dipandu oleh Mas Kemal

Secara garis besar, pembahasannya adalah mengenai pentingnya mengajak anak bermain. Sebab bermain itu penting banget untuk tumbuh kembang anak. Karena itu dengan adanya Wrold Play Day atau Hari Bermain Sedunia, diharapkan anak-anak di seluruh dunia tidak kehilangan masa-masa bermain dan menjadikan bermain menjadi salah satu sarana tumbuh kembang anak.

Ibu Memoria : "Bermain itu penting sekali untuk tumbuh kembang anak". 

Di talkshow kemarin, Ibu Vera memberikan masukan yang bagus sekali yaitu:

  1. Usahakan mainan yang diberikan kepada anak bervariatif, agar anak bisa lebih kreatif lagi. Tidak hanya anak tapi juga orangtua.
  2. Di masa pandemi ini, gadget menjadi hal yang tidak luput dari kegiatan sehari-hari anak. Agar gadget bisa menjadi manfaat juga bagi pola belajar dan bermain anak, maka sebagai orangtua perlu eksplor permainan atau konten-konten yang edukatif yang bisa di akses melalui gadget.
  3. Sebagai orangtua kita perlu sekali membuat dan meluangkan waktu untuk terlibat bermain besama dan mengetahui apa yang anak-anak kita sukai.


Jadi bagi yang anak-anaknya masih daring dan sehari-hari masih stay at home, yuk coba bermain bersama Paddle Pop. Karena bermain mampu memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi tumbuh kembang anak. 

Momen bermain yang baik dan seru membutuhkan stimulus yang disukai anak dan menginspirasi




 

Woman Creative Partner








 

 

 

 

 

 

 


Kamu Suka Buat Film? Ikuti Kompetisi Sundance Film Festival Asia 2021

No comments

 


Tiba-tiba sore ini kok kangen ingin nonton film di bioskop. Tidak terasa pandemi sudah masuk setahun lebih. Artinya sudah setahun lebih juga (tanpa terasa), aku ini sudah tidak lagi nonton film di bioskop, baik itu nonton film box office atau film festival.

Walau jarang nonton film festival, sebab untuk nonton film festival itu aku harus menunggu jadwal film festival tersebut di selenggarakan. Film festival itu tidak seperti film box office yang rutin hampir setiap bulan itu pasti ada tayang di bioskop. Film festival akan tayang tergantung sesi kapan di selenggarakan.

Sejak SMU aku sudah gemar nonton film festival Internasional dan itu sangat menyenangkan. Jadi inget kalau dulu itu sering banget nontonnya di Erasmus Huis bersama sahabat-sahabat aku. Senang bisa melihat karya-karya produser muda yang sedang belajar membuat film pendek.

Film-film mereka itu layak untuk di apresiasikan dan film karya seniman film muda dari berbagai negara ini juga tidak kalah bagusnya dengan film-film box office kok. Pernah banget ingin jadi volunter artis pemain di film pendek yang dimainkan di film-film festival 😁, untuk mensupport karya-karya para filmmaker baru.

Bicara tentang film festival, sebentar lagi akan ada nih Sundance Film Festival: Asia 2021. Bagi teman-teman yang gemar membuat film pendek, bisa banget nih ikutan. Kok ikutan? Memang Sundance Film Festival Asia 2021 ini apa?


Jadi Sundance Film Festival ini di gagas oleh Sundance Institute. Sebuah lembaga nirlaba khusus menyediakan atau istilahnya sebagai wadah bagi para seniman di bidang film, teater dan media digital untuk berkreasi dan berkembang.

Didirikan di Amerika serikat tahun 1981 oleh Robert Redford, wah sudah 40 tahun yess…

Tahun ini tepatnya bulan September 2021 nanti akan di selenggarakan Sundance Film Festival Asia 2021. Tidak hanya akan menampilkan karya-karya para seniman senior saja, Sundance Film Festival Asia 2021 pun membuka kompetisi film pendek.


Sundance Film Festival Asia 2021 ini adalah persembahan XRM Media dan IDN Media yang disponsori oleh Argo.

Winston Utomo, CEO IDN Media dan Michael Chow, Founder XRM Media

Tahu dong ya IDN Media? IDN Media merupakan media platform yang sudah terkenal di tanah air kita, terutama di kalangan Millenial dan Gen Z.

Sedangkan XRM Media adalah perusahaan hiburan dan teknologi yang didedikasikan untuk mendukung, memproduksi dan mendanai konten multikultural bersama mitra globalnya.

Kebayang kan kompetisi ini didukung dan di support oleh perusahaan yang kompeten di bidangnya. 


Bagi yang memenangkan kompetisi film pendek ini, hasil karyanya akan diputar di Sundance Film Festival Asia 2021 nanti. Tidak hanya akan diputar tapi juga akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar USD 2,000 yang disponsori juga oleh Argo. Keren ngga tuh?? πŸ˜‰

Info tambahan juga nih, bagi karya yang berhasil lolos dan menang, akan mendapatkan kesempatan lagi. Karyanya dinominasikan untuk dapat ditayangkan di Sundance Film Festival 2022 dan mendapatkan penawaran distribusi secara global melalui platform Argo.



Bagi yang memang suka buat film, sayang sekali kalau kesempatan ini dilewatkan. Sebab, kapan lagi memiliki peluang untuk mempromosikan karya film buatan kita ke kancah Internasional. Contoh saja bisa kita lihat salah satu filmmaker Indonesia, Mas Joko Anwar yang juga bisa mengenalkan hasil karya filmnya dengan mengikuti kompetisi Sundance Film Festival. Tahun ini Mas Joko Anwar menjadi salah satu jurinya lho.

Film pendek yang di ikutkan dalam kompetisi ini juga tidak main-main lho seleksinya, karena akan dikurasi oleh para dewan juri yang kompeten di bidangnya.

Para dewan juri yang akan mengkurasi film-film pendek dalam kompetisi ini adalah:

  • Kim Yutani, Director of Programming dari Sundance Film Festival
  • Heidi Zwicker, Senior Programmer, Sundance Film Festival
  • Mike Plante, Senior Short Film Programmer, Sundance Film Festival
  • Susanti Dewi, Head of IDN Pictures
  • Joko Anwar, Filmmaker, alumni dari Sundancer Film Festival
  • Amanda Salazar, Head of Programming and Acquisitions, Argo

Pendaftaran untuk kompetisi ini dibuka sampai 9 Juli 2021 dan yang bisa ikutan tentu Warga Negara Indonesia yang sudah berusia 18 tahun ke atas. Kalau kamu lagi kuliah di luar negeri bidang perfilman juga tetap bisa ikutan kompetisi ini, selama kamu statusnya masih WNI ya genks.


Infonya lagi nih, genre atau temanya tidak di batasi, jadi mau film horror, drama romantis, komesi, apapun itu boleh di ikut sertakan. Ada ketentuan tambahan yaitu proses pengerjaan film harus selesai pada atau setelah 1 Januari 2019 dengan durasi film antara 3 sampai 20 menit.

Kalau kamu mau ikutan, sok atuh tanya-tanya informasi detailnya ke panitia dari Sundance Film Festival Asia 2021 Short Film Competition dengan kunjungi halaman Film Freeway disini: https://filmfreeway.com/SundanceAsia.

Bagi yang ikutan, semangat ya, semoga sukses dan menang, Aku pasti akan nonton film karya teman-teman yang menang nanti di Sundance Film Festival Asia 2021.

Semoga pandemi benar-benar segera berakhir. Kangen nonton di bioskop bersama keluarga. Walau beberapa teater bioskop sudah di buka tapi tetap masih khawatir akan virus yang ada. 






Woman Creative Partner

 

 

 

 

 


Cara Mengelola Keuangan Dengan Bijak

16 comments




Siapa disini yang memiliki resolusi mengelola keuangan agar lebih bijak di tahun 2021 ini? Jika ada yang memiliki resolusi ini, ada baiknya menyimak tips berikut ini.

Di tahun 2021 ini, target aku adalah bisa mengontrol keuangan pribadi dan tentunya keuangan bisnis aku. Bicara keuangan tentunya kita akan bersahabat dengan angka-angka yang kadang suka bikin pusing kepala. 

Tetapi suka atau tidak suka, kita perlu sekali memahami yang namanya keuangan. Dalam hal bisnis pun juga sama, bisnis akan jatuh karena si pemilik tidak bijak dalam mengelola keuangan, mau brandingnya bagus sekalipun, kalau keuangannya sering boncos atau minus, maka tinggal menghitung waktu saja bisnisnya akan tutup.

Sabtu pagi tadi, aku ikut webinar mengenai Bijak Mengelola Keuangan dari Mas Aidil Akbar dan Amar Bank. Kembali jadi ingat tentang resolusi mengelola keuangan 2021 yang sudah aku tulis di buku aku.

Mas Aidil menerangkan bahwa ketika kita mendapatkan penghasilan, baik itu hasil gaji dari kerja kantoran kita atau hasil dari menjalankan bisnis kita, perlu sekali kita atur dengan baik. Jangan semuanya kita habiskan untuk bayar hutang atau gaya hidup yang berlebihan.

Mengatur penghasilan pribadi ternyata ada rumusnya lho, yaitu:

  • 10% untuk Sedekah
  • 20% untuk Tabungan
  • 30% untuk Cicilan atau Hutang
  • 40% untuk Kebutuhan

Kelihatannya sih mudah ya mengatur berdasarkan rumus diatas, yang susah itu adalah komitmen dan konsisten dalam menjalankannya. Apalagi nih bagi yang lihat ada discount di mall atau di supermarket. 

Kalau aku yang ngga kuat itu ketika lihat discount panci sama sayur mayur, sudah deh bawaannya mau borong saja dan mau masak. Setelah beli, baru deh nyesel karena koleksi panci di rumah masih ada dan masih bagus, sayuran banyak malah bingung masaknya kapan sebanyak ini, padahal penghuni rumah cuma 5 orang saja. 

Nah yang seperti ini yang perlu di kontrol. sebab kita perlu sekali bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Tidak hanya itu, kita pun perlu memikirkan masa depan diri dan anak-anak. Masa hidup mau begini-begini saja tanpa ada perubahan.


Lalu bagaimana mengatur keuangan bisnis? 

Kurang lebih sama dengan cara mengatur keuangan pribadi, tetapi menurut Mas Aidil Akbar, yang terpenting adalah bisa memisahkan keuangan bisnis dengan keluarga. Sebab kalau tidak pintar memisahkannya, sudah ketebak hasilnya akan seperti apa bisnis kita.

Jangan sampai nih, keuangan kita minus lalu terpaksa deh mengajukan pinjaman ke bank. Kalau keseharian saja minus, lalu membayar pinjaman kita bagaimana? Mengajukan pinjaman di saat kondisi keuangan minus pun bukan menjadi solusi. 

Beda jika pinjaman tersebut kita kelola lagi untuk bisnis, dimana sebagian dari hasil yang kita dapat dari bisnis, kita keluarkan untuk membayar cicilan pinjaman.

Apalagi saat ini lagi marak yang namanya pinjaman online, duh ini ngeri kalau sampai kita sembarang mengajukan pinjaman online. Pernah ada teman yang mengajukan pinjaman online yang dia lihat di aplikasi, setelah download dan mengajukan, anehnya adalah prosesnya cepat sekali, sehari langsung cair tanpa di cek dulu BI Checking keuangan teman aku ini.

Tetapi ketika jatuh tempo dan telat tiga hari, menagihnya itu tidak hanya ke teman saya tapi semua teman-teman yang ada di media sosial teman aku ini pun di hubungi dan ikutan di ancam. Parah banget kan ya.. Aib teman aku ini di bongkar oleh si pinjaman online ini.

Jika memang terpaksa harus mengajukan pinjaman online, maka perlu perhatikan legalitasnya, terutama harus cek apakah perusahaan pinjaman online ini sudah terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Banyak perusahaan fintech jasa keuangan yang sudah terdaftar OJK dan salah satunya adalah Amar Bank. Tenang...Amar ini bukan nama orang ya 😁, Amar Bank ini beneran nama sebuah perusahaan bank digital di Indonesia.


Mau Tahu Dong Tentang Amar Bank...

Ok, aku akan infokan nih sekilas mengenai Amar Bank. Seperti yang tadi sempat aku kasih tahu bahwa Amar Bank adalah nama sebuah perusahaan bank digital yang berdiri dari tahun 1991 di Surabaya. Awal berdiri namanya adalah PT Anglomas International Bank, lalu berganti nama menjadi PT Bank Amar Indonesia di tahun 2014.

Amar Bank sendiri saat ini lebih fokus memberikan pelayanan pada sektor ritel dan UMKM dan di tahun yang sama ketika berganti nama yaitu di tahun 2014, meluncurkan produk yang menjadi unggulannya Amar Bank yaitu "Tunaiku".


Apalagi nih Tunaiku?

Tunaiku adalah pinjaman fintech atau yang kita kenal dengan pinjaman online yang berbasis digital, yang menawarkan kredit tanpa agunan dengan cara cepat dan nyaman. Dimana Tunaiku ini memberikan solusi finansial bagi masyarakat yang kurang terlayani atau belum dilayani oleh Lembaga Keuangan Formal.

Kamu bisa lihat apa saja keunggulan dari Tunaiku



Jika ingin tahu lebih lanjut bisa langsung menghubungi Amar Bank. Sekali lagi tetap perlu diperhatikan kemampuan keuangan kamu dalam membayar cicilan perbulan dari pinjaman yang akan kamu ajukan. Tetap bijak dalam mengelola keuangan kita yaa..

Semoga bermanfaat dan see you on my next blog post πŸ’–πŸ’–






Woman Creative Partner
















Pentingnya Hubungan Kesehatan Pencernaan dan Otak Untuk Dukung Anak Hebat

1 comment

 “Pentingnya Gut-Brain Axis untuk Menumbuhkan Anak Hebat”

 


Assalamualaykum,

Jumat pagi ini Alhamdulillah cuaca lagi cerah, sudah hampir 2 minggu setiap pagi selalu saja mendung, gerimis bahkan kadang dari subuh saja sudah hujan deras. Hari ini pun hari terakhir anak-anak masuk sekolah, sebab minggu depan sampai awal Januari mereka sudah libur semester. Anak-anak senang, ibunya pun senang karena ibunya bisa agak rileks pagi-pagi kalau mau siapkan sarapan pagi.

Setiap pagi aku tuh terkadang suka bingung mau buat sarapan apa untuk anak-anak dan pak suami. Walau anak-anak sekolahnya masih daring dan pak suami juga selama ini bisnisnya memang dikerjakan dari rumah, artinya untuk sarapan juga tidak perlu yang menu sarapan berat. Walau menu sarapan yang aku buat bukan menu sarapan yang berat, tetap saja aku perlu memperhatikan menu sarapan yang baik untuk mereka.

Aku juga tidak mau anak-anak aku, di masa pertumbuhannya kekurangan gizi serta nutrisi. Jadi perlu sekali memperhatikan asupan makanan mereka. Apalagi nih saluran cerna mereka perlu juga diperhatikan, agar ketika anak-anak sedang belajar, mereka bisa konsentrasi dan menyerap ilmu pelajaran dengan baik dimana pelajaran-pelajaran yang diperolehnya bisa masuk ke otak mereka dengan baik juga.

Pagi ini tidak hanya anak-anak yang daring, aku pun juga ada agenda mengikuti webinar dari Bebelac dengan tema “Pentingnya Gut-Brain Axis untuk Menumbuhkan Anak Hebat”, dimana Bebelac sedang membuat sebuah program yaitu “Bebelac Ajak Orangtua Pahami Pentingnya Hubungan Kesehatan Pencernaan dan Otak Untuk Dukung Anak Hebat.”

Walau tadi aku agak sedikit terlambat mengikuti webinarnya di karenakan internet sedang tidak bersahabat (tumben banget padahal cuaca cerah lho di luar sana), tetapi alhamdulillah aku masih bisa mengikuti inti dari pembahasan yang ada di webinar dengan jelas sampai selesai.

Pada webinar kali ini, menghadirkan 3 narasumber dan mereka adalah wanita-wanita cantik dan hebat yaitu Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes (Ahli Gizi dan Penulis Buku Tentang Gizi), Ye Vian Quah (Head of Bebelac) dan Putri Titian (Mom dan juga Selebriti).

Saat ini kita sudah hidup di masanya era serba digital, yang mana tentu saja kita pun tahu bahwa segala informasi bisa kita dapati dengan mudah melalui media online. Bagi kita generasi Y mau tidak mau harus berusaha beradaptasi menghadapinya, lalu bagaimana dengan anak-anak kita generasi Z? Tentu mereka tidak perlu susah payah beradaptasi seperti kita sebab mereka sudah lahir di masa digital yang memang masanya mereka.

Bagi para Gen Z ini tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri sebab mereka akan di hadapi dengan isu kesehatan, social life serta lifestyle yang mereka hadapi setiap hari. Karena itu sebagai orangtua, kita tidak hanya terpaku kepada persiapan social life serta pondasi agamanya saja untuk anak-anak kita tapi juga perlu banget membekali mereka kesehatan tubuh, kemampuan berpikir, dan hati yang baik agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang hebat dan sehat.

Di Bebelac ternyata ada konsep yang bagus, yaitu konsep happy tummy, happy brain dan happy heart dimana konsep ini dibuat agar anak kita memiliki fungsi pencernaan, otak dan hati yang baik. Menarik banget ini sih konsepnya menurut aku.

Nah, aku jabarkan ya mengenai konsep ini, apa itu maksud dari happy tummy, happy brain dan happy heart. Menurut Ye Vian Quah, anak hebat itu berawal dari happy tummy (memiliki pencernaan yang sehat), happy brain (memiliki kemampuan berpikir yang baik) dan happy heart (hati yang baik). Jadi anak yang memiliki pencernaan yang sehat dan memiliki kemampuan berpikir yang baik, akan membuat anak kita melakukan kebaikan bagi sekitarnya dan itulah istilah dari happy heart tadi.

Aku pun setuju nih, sebab ketika anak-anak kita memiliki tiga unsur tadi yaitu happy tummy, happy brain dan happy heart, Insha Allah social life mereka pun akan bagus, apalagi jika ditambah dengan pondasi agama yang baik, tambah deh mereka bertumbuh menjadi anak yang hebat.

 

Jujur nih aku baru dapat pemahaman baru yaitu seperti adanya hubungan antara saluran cerna dengan otak dari webinar ini. Keterkaitan antara saluran cerna dengan otak dinamakan gut-brain axis. Saluran cerna sangat mempengaruhi otak untuk mengatur emosi salah satunya hormon serotonin yang menghasilkan perasaan senang dan nyaman. Selain itu juga saluran cerna juga mempengaruhi logika dan perilaku seseorang, dimana otak itu memberikan pengaruh terhadap saluran cerna dalam penyerapan nutrisi yang dikonsumsi. Oleh sebab itu dari usia dini yaitu usia anak-anak kita di masa golden age, orangtua perlu sekali yang namanya mendukung happy tummy, happy brain dan happy heart serta kecerdasan intelektual dan emosional anak karena ini sangat krusial.

Menurut Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes, salah satu nutrisi untuk pencernaan sehat yang dpat dikonsumsi anak adalah prebiotic atau makanan bagi bakteri baik. Prebiotik sendiri bisa ditemukan pada sayur, buah atau susu pertumbuhan yang diperkaya dengan prebiotic.

Salah satu nutrisi utama untuk memungkinkan proses gut-brain axis adalah prebiotik yang berperan untuk memberi makan mikrobiota pada saluran cerna seperti bifidobacterial yang menstimulasi pertumbuhan spesies Bifidobacterium dan lactobacillus tertentu, dan mengurangi bakteri patogen. Mikrobiota ini juga bertugas untuk berkomunikasi dengan otak, termasuk meminta otak untuk mengatur emosi dan perilaku anak.

Salah satu susu yang mengandung prebiotic adalah Bebelac. Bebelac merupakan salah satu produk bernutrisi dari Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, mengandung FOS GOS 1:9, Omega 3, Omega 6, vitamin dan mineral yang mendukung pencernaan dan pertumbuhan si Kecil. Prebiotik, seperti FOS:GOS dengan perbandingan 1:9, juga memiliki beberapa manfaat kesehatan lain, di antaranya membantu menjaga daya tahan tubuh dan mengurangi risiko infeksi pada anak.

Dalam webinar ini pun, Putri Titian juga sharing bagaimana ia juga sangat concern terhadap tumbuh kembang anak-anaknya. Dalam proses perkembangan anak-anaknya, tentu menjadi tantangan untuk dirinya dan Putri Titian mulai mencoba menanamkan nilai-nilai kebaikan, perilaku positif, serta growth mindset pada dua buah hatinya sejak usia dini untuk mendukung perkembangan social emosional anak-anaknya.

 

Senang rasanya bisa ikut webinar ini sebab banyak insight mengenai proses tumbuh kembang anak dengan baik. Sebab bagi aku, sebagai orangtua itu perlu sekali terus mengupdate ilmu mengenai seputar gizi, pendidikan, tumbuh kembang anak agar kita bisa menjadi orangtua yang terbaik bagi anak-anak kita.

Pada webinar ini, aku pun jadi bertambah paham mengenai pentingnya Gut-Brain Axis untuk Menumbuhkan Anak Hebat dimana anak-anak ku Insha Allah akan tumbuh menjadi anak hebat. Selain itu juga aku akan mencoba konsep happy tummy, happy brain, dan happy heart untuk proses pertumbuhan anak-anak dan juga tentunya berikan susu Bebelac yang komposisinya sangat baik terutama mengandung prebiotic tadi.

Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih detail dari konsep happy tummy, happy brain, dan happy heart dan kalau mau lihat aktifitas yang dilakukan oleh Bebelac serta seputar informasi mengenai nutrisi anak hebat coba lihat-lihat ke websitenya Bebelac www.bebeclub.co.id. Jangan lupa juga follow akun Instagramnya di @bebeclub .

Anak Hebat lahir dari Ibu Hebat…OK aku mau lanjut kerjakan pekerjaan rumah dulu ya. See you on my next blogpostπŸ’–πŸ’–

 

 

 

                                                         Woman Creative Partner

 

Mewujudkan Pemberitaan Ramah Anak

3 comments

Perlindungan Anak Dalam Pemberitaan



Assalamualaykum,

Tidak biasanya perjalanan ke Bogor di hari kerja hanya memakan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam saja. Biasanya bisa memakan waktu 2,5 jam antara Tangerang - Bogor di hari kerja. Mungkin karena sebagian orang masih bekerja dari rumah sehingga jalanan tidak terlalu padat.

Pagi ini aku hendak menuju ke Bogor untuk mengikuti acara Bimtek Pemantauan Pemberitaan Ramah Anak Bagi SDM Media Eletronik dan Sosial bersama KPPPA  yang berlangsung dua hari di 101 Hotel Suryakencana Bogor. 



Sebagai seorang blogger, influencer, pebisnis dan tentu juga sebagai seorang ibu, pembahasan seputar media sosial yang ramah anak tentu sangat menarik buat aku pribadi. Bagaimana tidak, dunia aku hampir sehari-hari tidak lepas dari yang namanya berinteraksi dengan media sosial, mulai dari ngeblog, handle media sosial untuk bisnis dan belum lagi untuk keperluan kehidupan sosial pribadi aku. 

Sebagai orangtua tentu yang menjadi salah satu kekhawatiran aku saat ini adalah 'Apakah penggunaan media sosial aku selama ini sudah baik dan ramah anak?'. Selain di dalam agama aku yaitu Islam, segala sesuatu yang kita perbuat akan menjadi tanggung jawab kita nanti di akhirat, jadi apakah yang aku lakukan ini sudah bermanfaat baik di dalam dunia nyata juga dunia maya.

Dulu ketika baru awal menikah dan punya anak masih kecil-kecil, aku masih belum terlalu perduli dampak apa yang akan aku dapatkan dari apa yang aku share di media sosial aku. Ke-egoisan aku masih tinggi, dimana ingin sekali eksis di media sosial dan mendapatkan like and comment yang banyak walau entah postingan yang aku post bermanfaat atau tidak.

Setelah anak-anak aku mulai beranjak dewasa dan dunia digital semakin bertambah maju, juga berita-berita di luar sana yang semakin bebas untuk bisa di akses oleh anak-anak baik dari usia batita hingga remaja, baru deh aku berpikir: 'Bagaimana jika anak-anak aku melihat status aku yang tidak patut di contoh lalu mereka meniru atau bahkan malah membuat mereka merasa malu.?'. Sebab anak-anak adalah peniru ulung, mereka akan meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar.

Jejak digital pun juga dengan mudah bisa kita telusuri melalui media sosial. Bahkan berita hoax dan berita yang benar saat ini hampir tidak bisa di bedakan... Ya, semua ini hanya demi konten, uang dan perhatian berlebih dari audience adalah di atas segalanya di banding manfaat yang terkandung di dalam postingan kita.

Karena itu dengan mengikuti Bimtek ini, aku berharap aku bisa mengubah cara aku memposting suatu hal di media sosial terutama sharing tulisan di blog aku. Serta bisa turut serta dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan pemberitaan yang ramah anak dan tentu menjadi lebih paham akan undang-undang yang berlaku di Indonesia mengenai perlindungan anak dalam hal pemberitaan di media sosial.


Ketika tiba di lokasi, tentu kami semua para blogger dan juga beberapa teman dari media, semuanya mengikuti prosedur protokol kesehatan yaitu 3 M (Mencuci tangan dengan disediakan handsanitizer, Memakai Masker dengan disediakan masker juga Face Shield dan Menjaga jarak dimana kami duduknya tidak terlalu berdekatan satu sama lain).


Pembahasan yang di berikan tentu tidak semuanya aku tulis di dalam satu artikel ini, tapi Insha Allah aku akan share pointnya di artikel aku ini 😊 . 

Seperti kita ketahui bahwa melindungi anak-anak sudah ada undang-undangnya yaitu dalam Pasal 1 Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dimana isinya adalah 

"Perlindungan Anak adalah Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi "

Karena itu semua anak-anak perlu sekali kita lindungi sebab anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. 


Melindungi anak dari pemberitaan di media masa juga media sosial sangat perlu di perhatikan dan siapa saja yang perlu memperhatikannya? Ya tentu semua masyarakat tanpa terkecuali orangtua. 


Faktor Yang Mempengaruhi Anak



Ada 3 Faktor yang mempengaruhi anak yaitu :

  • Lingkungan atau Masyarakat yang memberikan pengaruh Psikomotorik yaitu pada Fisik dan Otot
  • Rumah yang memberikan pengaruh Afeksi yaitu pada Sikap dan Perilaku
  • Sekolah yang memberikan pengaruh Kognisi yaitu pada Cara Berpikir

Ketiga faktor ini tentu saling berkesinambungan satu sama lain, dimana misal tanpa ada support dari masyarakat maka tidak akan terjadi psikomotorik pada anak walau di rumah dan di sekolah ada support system yang mendukung. 

Seperti kita ketahui bersama bahwa, zaman semakin canggih terutama di bidang digital. Dimana para milenial semakin cepat beradaptasi dan bertumbuh karena yaitu tadi, informasi dan teknologi dapat dengan cepat mereka dapatkan melalui media-media yang ada terutama media sosial. Beda banget ya dengan zaman kita dulu (kita? Aku kali ehehe...).  

Contoh lah usia anak aku saat ini yang sulung sudah masuk usia 15 tahun dan sudah paham benar dengan yang namanya email, editing video, menggunakan zoom atau google classroom untuk kegiatan belajarnya. Sedangkan usia aku waktu 15 tahun lalu, baru mendapatkan pelajaran pengenalan komputer dan itu masih komputer kotak dengan sistem DOS. Itu saja tuh sudah bangga banget dan saat itu belum ada kenal yang namanya buat email, baru paham buat email ketika aku kuliah dan kerja. 

Bagi kita yang masuk dalam generasi Y, jika tidak beradaptasi dengan dunia digital saat ini maka tentu kita akan punah oleh zaman dan bagaimana kita bisa melindungi anak-anak bangsa dalam hal pemberitaan ramah anak di dunia media sosial jika kitanya sendiri tidak paham. 

Sebab tantangan generasi muda Indonesia di tahun 2020 - 2030 adalah usia produktif yaitu di usia 15 sampai dengan 64 tahun akan mencapai 70% dari total jumlah penduduk. Lalu bagaimana dengan usia yang non produktif? Usia Non Produktif yaitu di bawah usia 14 tahun dan di atas usia 65 tahun hanya 30% dari total jumlah penduduk. Maka dari itu perlu sekali support kita sebagai bagian dari masyarakat dan juga sebagai orangtua.



Perlindungan anak melalui pemberitaan meliputi apa saja sih? 


Tadi aku sudah bahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi anak, lalu sekarang yuuk lanjut dengan pembahasan dari meliputi apa saja sih perlindungan anak melalui media pemberitaan, dimana tentu hal ini sangat mempengaruhi kepada pertumbuhan anak-anak kita
  1. Anak sebagai objek (sumber) pemberitaan

Pasal 64 ayat 2 huruf b, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Membahas mengenai Perlindungan Anak jaminan Negara secara spesifik ditujukan bagi anak yang membutuhkan perlindungan khusus anak. adalah: Penghindaran dari publikasi atas identitasnya.

  1. Anak sebagai subjek  (penerima) pemberitaan

Pasal  Konvensi Hak Anak (KHA), Negara-negara Pihak mengakui fungsi penting yang dilaksanakan oleh media massa, dan menjamin bahwa anak dapat memperoleh informasi dan bahan dari berbagai sumber nasional dan internasional, terutama sumber-sumber yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, spiritual, dan moralnya, serta untuk kesehatan rohani dan jasmaninya.

 

Untuk tujuan ini, Negara-negara Pihak harus:

(a)    mendorong media massa untuk menyebarluaskan informasi dan bahan yang bermanfaat dari segi sosial dan budaya bagi anak dan sesuai dengan semangat Pasal 29;

(b)    mendorong kerja sama internasional dalam pengadaan, pertukaran, dan penyebarluasan informasi dan bahan-bahan seperti tersebut di atas dari berbagai sumber budaya, nasional dan internasional;

(c)     mendorong pengadaan dan penyebarluasan buku-buku anak;

(d)    mendorong media massa untuk secara khusus memperhatikan kebutuhan kebahasaan (linguistik) anak yang termasuk dalam kelompok minoritas atau penduduk asli;

(e)    mendorong pengembangan pedoman yang tepat untuk melindungi anak dari informasi dan bahan-bahan yang membahayakan kesejahteraannya, dengan memperhatikan ketentuan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 13 dan 18

 

Kriteria Pemberitaan Layak Anak 

Akses informasi saat ini bisa di dapatkan dari mana saja terlebih dari media-media sosial yang aplikasinya juga dengan mudah bisa di download dan di akses. “Setiap anak berhak untuk menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima dan mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan” sesuai dengan Pasal 10 UUD No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Lalu apa saja kriteria pemberitaan yang layak untuk anak-anak?

  1. Informasi yang bebas pelanggaran hak anak dan tidak mengandung unsur kekerasan, ancaman, pornografi  dan perjudian yang mudah di tiru anak
  2. Informasi yang tidak mengandung unsur antisosial, provokatif dan mistik yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak
  3. Informasi yang dapat meningkatkan kemampuan anak untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik
  4. Informasi yang dapat mengembangkan kreatifitas dan potensi sesuai dengan tingkat usia dan kematangan anak
  5. Informasi yang mengandung nilai-nilai budaya, budi pekerti dan kearifan lokal
  6. Informasi yang mudah diakses dan dipahami oleh anak sesuai dengan tingkat usia dan kematangan
  7. Informasi yang akurat berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan
  8. Informasi yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana, sopan, santun dan beretika

 

Nah sekarang paham ya kriteria pemberitahuan yang layak untuk anak-anak kita. Ini akan menjadi PR besar bagi kita juga nih sebagai orangtua untuk menyaring berita-berita yang layak untuk di konsumsi oleh anak-anak kita.

Sebenarnya masih banyak pembahasan yang di bahas mengenai seputar pemberitaan ramah anak beserta literasi digital bagi perempuan. Insha Allah akan aku ulas di artikel-artikel aku berikutnya. Sebab pembahasan ini sangat penting sekali untuk kita ketahui dan pahami bersama.

Aku pribadi juga merasa waktu dua hari mengikuti acara Bimtek bersama KPPPA ini masih kurang ya, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin aku tanyakan, tetapi memang kondisi waktu yang terbatas apalagi masih dalam masa pandemi ini. 

Semoga pandemi segera berakhir dan Bimtek bersama KPPPA bisa di selenggarakan lagi, sebab aku merasa banyak insight yang aku dapatkan dari pertemuan ini, seperti jadi lebih berhati-hati dalam memposting apapun, terlebih berita mengenai seputar anak-anak, baik itu foto, video atau cuplikan berita yang ada unsur berita anaknya. 

Aku berharap artikel ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semuanya dan bisa menjadi salah satu acuan untuk memilih berita yang ramah anak. 


Sebelum balik ke Tangerang, tentu tidak lupa aku sempatkan menikmati kuliner di Sentra Kuliner yang ada di sekitar 101 Hotel Suryakencana Bogor, pilihan ku adalah makan Soto Daging ala Bogor. dan tentu dengan protokol kesehatan 3M yang selalu aku jaga.

See you at my next blogpost and Happy Good Day πŸ˜‰πŸ’–πŸ’–







Woman Creative Partner



AQUA Home Service, Solusi Bisnis Ibu Rumah Tangga

13 comments

 Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia bisa maju




"Bu Cilya...Tadi dispensernya sudah sekalian saya ganti ya galon AQUA nya" ujar Pak Arafah.

"Baik Pak, terima kasih ya. Duh..jadi repotin nih. Salam untuk Ibu ya Pak" balas ku.


****


Pak Arafah adalah suami dari Bu Wati salah satu warga yang tinggal di sebelah komplek rumah aku. Pak Arafah saat ini statusnya sudah tidak bekerja di kantoran lagi, yang mana sebelumnya Pak Arafah kerja di salah satu perusahaan PMA di Jakarta. Di karenakan pandemi, Pak Arafah mau tidak mau menjadi salah satu karyawan yang terkena PHK dari kantornya. Alhamdulillah sebelum terjadinya pandemi ini, Bu Wati sudah memiliki usaha warung di rumah sejak setahun lalu. Jadi mereka tidak terlalu berdampak ekonominya saat ini, sebab mereka sudah menyiapkan back up income jauh sebelum pandemi terjadi. Warung Bu Wati selain menjual sembako juga menjual isi ulang galon AQUA.

Kasus Ibu Wati yang mana suaminya mengalami PHK karena imbas dari pandemi ini menjadi salah satu contoh kasus dari sekian banyak kasus di luar sana dari orang-orang yang mengalami PHK juga. Karena itu perlu sekali mencari solusi seperti mencari pemasukan tambahan, agar bisa terus menyambung hidup.

Kebetulan kemarin Selasa, 13 Oktober 2020 aku menghadiri webinar yang diadakan oleh Danone-AQUA yang bertema "Pemberdayaan Perempuan Melalui Usaha Mikro Dalam Mendukung Ekonomi Keluarga", dimana webinar ini bertujuan membekali ibu rumah tangga dengan pengetahuan berbisnis agar mereka dapat ikut membantu ekonomi keluarga di masa pandemi yang penuh tantangan saat ini.



Pada webinar ini pun turut di hadiri oleh Bapak Indra Gunawan selaku Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Guest Star yaitu Tasya Kamila seorang Aktris juga Mompreneur

Selain Bapak Indra Gunawan dan Tasya Kamila, di webinar kemarin juga mengundang salah satu mitra binaan dari AQUA Home Service yaitu Ibu Nani Heryani. Tentunya juga dong hadir perwakilan dari Danone-AQUA yaitu Ibu Retno selaku Emerging Channel Director Danone-AQUA.

Ibu Nani Heryani adalah salah satu mitra binaan dari AQUA Home Service sejak tahun 2010 yang menamakan toko bisnisnya "AHS Widya" di Jakarta. Bu Nani menceritakan bahwa dirinya ingin membantu perekonomian keluarga walau suaminya saat ini masih berkerja sebagai PNS. Sejak bergabung dan ikut program AQUA Home Service, selama 10 tahun berjalan (2010 - 2020), beliau sudah memiliki 3 karyawan dengan 4,000 orderan... Waah keren sekali ya. 


Program AQUA Home Service

"Jadi penasaran tidak sih dengan Program AQUA Home Service itu apa?" 

Program AQUA Home Service (AHS) adalah program yang diinisiasi oleh Danone-AQUA sejak tahun 2008. Tujuannya adalah untuk membantu perekonomian keluarga di Indonesia. Program ini sejalan dengan prioritas Kemen PPPA untuk dapat melibatkan lebih banyak lagi perempuan berwirausaha terutama di sektor mikro, mengingat sebagian besar pelakunya adalah perempuan.

Sampai saat ini, AHS sudah memiliki lebih dari 8,000 anggota yang rata-rata para mitra yang mengikuti program ini adalah perempuan yang mana mayoritas adalah para ibu rumah tangga. Mereka berasal dari berbagai provinsi di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali. 

Program AHS adalah memberdayakan perempuan dengan mengadakan kelas sharing, kelas sesi berbagi dan juga beberapa pelatihan-pelatihan seputar berbisnis. Pengetahuan berbisnis yang diperlukan perempuan agar dapat memulai usaha mikronya sendiri antara lain adalah pengelolaan keuangan, pelayanan konsumen, dan pemasaran.

Harapan dari program AHS ini adalah para mitra dapat langsung praktik sebagai Duta Kebaikan bagi lingkungan dan keluarganya sekaligus mengambil peran sebagai distributor mikro produk AQUA yang dapat membantu perekonomian keluarga.


Menjadi Mitra AQUA Home Service

Bagaimana Berbisnis Dari Rumah Dengan Menjadi AQUA Home Service (AHS)? Alhamdulillahnya Danone-AQUA memberikan kemudahan bagi semua yang ingin menjadi bagian dari AQUA Home Service ini. 

Dengan Rp.5 Juta sudah mendapatkan Paket Galon + Isi Ulang 100 Galon

Mendapatkan Paket Bonus senilai Rp. 1,6 Juta yaitu:

  • Snopblind
  • Ambalan
  • Rompi
  • Flyer A5
  • 10 Unit Galon Kosong
  • 2 Box AQUA ukuran 220 ml
  • 2 Box AQUA ukuran 330 ml


Persyaratan Menjadi Mitra AQUA Home Service

  1. Pemukiman + 500 KK
  2. Bangunan Permanen
  3. Mudah diakses
  4. Memiliki alat komunikasi dan transportasi
  5. Lingkungan Bersih dan Higienis
  6. Berkomitmen secara penuh

Keuntungan menjadi Mitra AQUA Home Service
  1. Tidak Ada Bagi Hasil
  2. Tanpa Biaya Berlangganan
  3. Resiko Kecil
  4. Balik Modal hanya dalam jangka waktu 1 tahun dengan ketentuan target tergantung dari jumlah volume yang terjual per bulan dan jumlah konsumen dan juga aktif di komunitas AQUA Home Service.


Manfaat Menjadi AQUA Home Service
  1. Kesempatan. Para mitra akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bisnis dan mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga.
  2. Kekuatan Merek. AQUA sebagai pionir Air Minum Dalam Kemasan, memudahkan mitra bisnis untuk memasarkan produk kepasa konsumen.
  3. Kredibilitas. Menjadi mitra resmi dalam mendistribusikan AQUA, menjamin kualitas serta keaslian produk melalui pelayanan yang unggul kepada konsumen.
  4. Profesional. Dukungan Profesional tidak hanya kepada mitra bisnis AHS, melainkan juga kepada tim pengirim.
  5. Pertumbuhan. Terus mengembangkan jumlah pelanggan, area distribusi dan jasa kepada pelanggan.

Bagaimana nih teman-teman tertarik kah memiliki bisnis dengan menjadi mitra dari AQUA Home Service? Yuk semangat dan jangan sampai melewatkan kesempatan ini, apalagi di masa pandemi ini. Insha Allah jika di jalani dengan serius dan fokus, bisa menjadi wasilah rezeki yang besar seperti pengalaman Ibu Nani yang sudah di paparkan di atas tadi.

Jika teman-teman tertarik, silahkan bisa langsung menghubungi ke AQUA Live Chat (Official Whatsapp) : 0822 8888 8873. Good luck ya teman-teman and see you on my next blogpost πŸ’–πŸ’–






Woman Creative Partner