Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis

1 komentar

 

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Assalamualaykum,

Kali ini aku mau bahas seputar tonton-an channel YouTube favorit aku. Sebenarnya aku banyak ya subscribe YouTube Channel, mulai dari tema masakan, traveling, Journaling, Modest Fashion sampe YouTube Channel teman-teman sesama Vlogger dan Blogger. Sebagai salah satu Mompreneur dan juga Muslimahpreneur, aku selalu percaya bahwa growth is intentional. 

Growth itu harus diupayakan. Salah satu cara aku upgrade diri adalah dengan rutin menonton podcast dan YouTube channel yang insightful. Di sela-sela jadwal handle jamaah umroh, meeting dan kasih mentoring atau bahkan ngurusin my modest fashion collection, sampai urus stok AHP, aku punya me-time sederhana: watching inspiring YouTube channels sambil minum kopi atau coklat hangat. 

5 channel favoritku yang benar-benar memberi impact.

1. Purwadhika Digital Technology School

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Aku suka banget episode yang menghadirkan Pak Andin Rahmana dan Bu Mandy Purwa Hartono. Insight mereka tentang digital business, marketing & Sales relate dengan perjalanan bisnisku. 

Sebagai owner dari beberapa bisnis, digital marketing is no longer optional. Dari channel ini aku belajar bagaimana pentingnya adaptasi teknologi, personal branding, marketing dan sistem bisnis yang sustainable. Rasanya seperti ikut kelas singkat tapi powerful.

2. Hamimommy & Honeyjubu

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Honestly, ini guilty pleasure tapi juga productive pleasure sih. Channel mereka (ini dua channel berbeda btw), berisi kegiatan beres-beres rumah, masak, daily routine dalam format ASMR yang calming banget.

Kadang setelah seharian meeting atau aktivitas syiar di luar, aku nonton ini untuk recharge energy. Anehnya, habis nonton malah jadi semangat beres-beres rumah, kulkas, food wrap hahaha. It reminds me bahwa being productive doesn't always mean being busy, sometimes it means being present.

3. Creativera

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Ini salah satu channel podcast favoritku untuk belajar seputar branding dan business strategy. Narasumbernya selalu berbobot dan real practitioner. Ternyata di Indonesia banyak juga lho anak muda atau bahkan generasi milenial yang bagus banget ilmunya.

Sebagai muslimahpreneur, aku sadar bahwa branding bukan cuma soal logo atau feed instagram yang setetik. Branding is about value, story dan consistency. Dari sini aku belajar cara positioning bisnis travel haji umroh dan modest fashion aku supaya punya diferensiasi yang  kuat di market.

4. The Balance Theory

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Podcast ini fokus pada self development dan confidence building. YouTube Channel ini dari luar negeri dan tentunya full bahasa Inggris dan ini jadi melatih aku juga pronunciation English aku. Aku merasa sebagai perempuan muslimah, penting banget untuk punya self worth dan clarity in life.

Listening to this podcast membuatku lebih mindful dalam mengambil keputusan bisnis, lebih tenang menghadapi tantangan dan lebih percaya diri saat berbicara di depan tim maupun jamaah.

5. Aziza Francienne

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Aku suka dengan perjalanan Aziza dalam berhijab (ini channel YouTube orang Indo ya btw). Dia suka sharing mengenai aktivitasnya kuliah, bekerja di Inggris serta explore kuliner halal dan tempat-tempat menarik di UK.

Cerita-ceritanya bikin aku tambah kepingin banget tinggal di London - UK. Yang aku pernah sharing di beberapa tulisan blog aku sebelumnya kalau aku dari kecil suka banget sama London - UK. Mulai dari dialek bahasanya yang khas, bangunannya serta culture nya. Apalagi sekarang makin banyak orang Islam di sana. I realize that being global muslimah itu nyata. Kita bisa tetap berhijab, tetap ambitious dan tetap humble.

Manfaat Nonton Podcast untuk Bisnis & Self Development

Aku selalu catat inti dari apa yang aku dapat setelah nonton Youtube channel mereka terutama yang membantu dalam perkembangan bisnis juga diri aku pribadi. Dari lima channel ini, aku merasakan banyak manfaat:

  • Menambah ilmu bisnis, marketing, sales dan strategi branding
  • Memperkaya vocabulary dan cara berbicara profesional
  • Membuka minset baru untuk self growth
  • Menjadi motivasi untuk terus upgrade diri
  • Menumbuhkan semangat berbagi positive vibes

Sebagai blogger, muslimah speaker, muslimah influencer juga pebisnis, aku merasa tanggung jawab untuk share hal-hal baik di media sosial. Because when we share knowledge, we create impact. Dan semoga setiap insight yang aku bagikan ke follower menjadi amal jariyah untukku kelak.

Apakah kamu juga punya YouTube Channel favorit? Yuk sharing nama YouTube Channelnya dan manfaat apa yang kamu dapatin setelah nonton di kolom komen ya...💗



Gaya Hidup Minimalist Lewat Sustainable Modest Fashion

Tidak ada komentar

 

Gaya Hidup Minimalist Lewat Sustainable Modest Fashion


Assalamualaykum,

Siapa yang lemari bajunya numpuk dengan baju baju tapi masih saja bilang ngga punya baju? Hehehe... aku termasuk golongan ini 😁. But one thing for sure, aku belajar satu hal penting: hidup itu tentang balance. Balance antara ambisi dan syukur, antara growth dan simplicity.

Di tengah era ekonomi yang sedang naik turun ini, aku mulai bertanya pada diri sendiri, "Do I really need new clothes every season?" Jawabannya ternyata sederhana yaitu tidak selalu. Aku memilih untuk mencoba minimalist modest fashion lifestyle. Bukan karena tidak mampu membeli yang baru, tapi karena ingin lebih mindful dalam setiap keputusan. Especially soal fashion.

1. Upcycling Fashion: Old But Gold

Gaya Hidup Minimalist Lewat Sustainable Modest Fashion


Salah satu yang aku lakukan adalah
Upcycling Fashion. Ini bukan sekadar memakai baju lama, tapi proses kreatif untuk meningkatkan nilai pakaian lama menjadi sesuatu yang lebih estetik dan fungsional tanpa merusak bahan dasarnya.

Misalnya ada tunik lama yang warnanya masih cantik tapi modelnya terlalu basic. Aku tambahkan bordir kecil di bagian lengan atau mengganti kancingnya dengan yang lebih unik. Sometimes, I even add lace detail supaya terlihat lebih feminine.

Rasanya menyenangkan sekali ketika ada yang bilang, "MasyaAllah, bajunya baru ya?". Padahal itu hasil kreativitas dari lemari sendiri 😉.

Upcycling ini juga mengajarkan bahwa keberkahan itu seringkali tersembunyi dalam apa yang sudah kita miliki.

2. Refashion: Reuse with Style


Selanjutnya, aku mencoba
Refashion. Ini adalah tren fesyen yang fokus pada reuse pakaian lama dengan mengubah desainnya agar lebih modern.

Contohnya gamis lama aku yang modelnya terlalu lebar, aku potong sedikit dan tambahkan belt agar terlihat lebih structured. Atau scarf lama yang ukurannya besar, aku ubah menjadi outer yang chic untuk dipakai ke mall atau ke kantor aku.

In this economic climate, being stylish doesn't mean being wasteful.

Sebagai pebisnis modest fashion, aku justru merasa lebih autentik ketika bisa menunjukkan bahwa elegan itu bukan tentang harga, tapi tentang bagaimana kita membawa diri.

Refashion membuatku lebih kreatif dan lebih sadar bahwa style is not about trends, it's about identity.

3. Rework: Mixing Stories into One Outfit

Yang paling seru adalah Rework. Ini biasanya aku lakukan ketika menemukan dua pakaian lama yang sudah jarang dipakai.

Aku pernah menggabungkan dua kemeja berbeda, satu dengan motif floral, satu polos, lalu dijadikan satu desain baru dengan teknik patchwork sederhana. Hasilnya? Totally unique. Tidak ada yang sama.

Rework itu seperti hidup. Sometimes Allah combine different chapters of our life to create a better story. Begitu juga pakaian. Dua potong kain lama bisa berubah menjadi satu outfit dnegan karakter yang kuat.

Hidup minimalis bukan berarti hidup kekurangan. For me, minimalism is about intentional living. Memilih dengan sadar, membeli dengan bijak dan menggunakan dengan penuh tanggung jawab.

Sebagai muslimahpreneur, aku ingin menunjukkan bahwa sustainable modest fashion itu bukan sekadar tren, tapi bagian dari nilai hidup.

Ekonomi boleh naik turun. tren boleh berubah. Tapi prinsip untuk hidup sederhana, elegan, dan penuh syukur itu ingin terus aku jaga. Karena pada akhirnya, style terbaik adalah ketika hati kita merasa cukup 💕💗




Me Time Ku: Jurnaling & Watching Movies adalah Cara Aku Merasa Lebih Hidup

1 komentar

 


Me Time Ku: Jurnaling & Watching Movies adalah Cara Aku Merasa Lebih Hidup


As a Mom and as a Mompreneur, aku belajar satu hal penting, being productive doesn't mean forgetting yourself. Di balik jadwal padat, meeting, live selling tanpa henti dan target bisnis yang harus dicapai, aku tetap butuh waktu untuk terkoneksi dengan diri sendiri. That's where me time becomes sacred.

Dulu aku berpikir me time itu harus mewah: spa, staycation, atau liburan jauh. Tapi semakin dewasa, aku sadar bahwa me time is about presence. Tentang bagaimana aku benar-benar hadir untuk diriku sendiri. Cara paling sederhana namun bermakna bagiku adalah jurnaling dan menonton film (baik itu di Netflix, Disney Channel atau VIU...I think they should pay me for endorsement 😁 )

Jurnaling: Percakapan Jujur dengan Diri Sendiri

Jurnaling adalah ritual kecil yang selalu aku sempatkan, usually di pagi hari setelah subuh atau malam sebelum tidur. Dengan secangkir minuman kesehatan yang hangat, aku membuka jurnal dan mulai menulis tanpa beban. tidak harus rapi, tidak harus puitis. Just write!

Aku menulis tentang apa yang aku rasakan hari itu, rasa lelah, syukur, harapan, quotes, bahkan ketakutan. As a muslimah, journaling juga menjadi bentuk muhasabah. Aku sering menyelipkan doa, ayat yang menenangkan, atau sekedar kalimat sederhana: "Ya Allah, hari ini aku ingin lebih tenang, damai dan bahagia."

This simple habit helps me reconnect with my soul. Jurnaling membuat aku lebih aware dengan emosi ku, lebih lembut pada diri sendiri, dan lebih jujur tentang apa yang sebenarnya aku butuhkan. In a world that constantly asks us to be strong, journaling allows me to be soft.

Movies Time: Healing with Stories

After a long day, my other favorite me time is watching movies. Kadang Netflix, kadang VIU atau kadang Disney Channel. I Know, it sounds simple, but it works.  Aku biasanya memilih film romantic comedy yang ringan atau drama Korea dengan cerita hangat dan visual yang menenangkan. Ngga jarang juga sih nonton drama Cina atau bahkan juga India ..hahahaha....

Ada sesuatu healing dari melihat kisah cinta sederhana, keluarga dan perjalanan hidup orang lain. Menonton drama Korea sambil rebahan is my version of self-care. It reminds me that life doesn't always have to be rushed. Kadang, aku tertawa sendiri. Kadang, aku menangis pelan. And both are okay.

Me Time sebagai Bentuk Syukur

Buatku, me time bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab, tapi justru cara untuk kembali dengan energi yang lebih utuh. Ketika aku menjaga diriku, aku bisa lebih hadir untuk keluarga, bisnis dan orang-orang yang aku layani.

Sebagai muslimahpreneur, aku percaya bahwa merasa hidup bukan tentang doing more, but about feeling deeper. Dengan jurnaling dan Netflix time, aku belajar mencintai proses, menikmati jeda dan mensyukuri setiap fase kehidupan.

Because at the end of the day, a calm heart is also a success 🤍






4 Circle Pertemanan dalam Hidup ku: Antara Persahabatan, Bisnis dan Jannah Goals

Tidak ada komentar

 

4 Circle Pertemanan dalam Hidup ku: Antara Persahabatan, Bisnis dan Jannah Goals


Assalamualaykum,

Berjalan di fase hidup saat ini, I realize one thing: hidup terasa jauh lebih kaya bukan karena banyaknya pencapaian, tapi karena siapa saja yang berjalan bersama kita. As a muslimahpreneur juggling several business and my role as a blogger, I'm blessed to have empat circle pertemanan yang masing-masing memberi warna berbeda dalam hidupku.

Circle pertama adalah sahabat aku di Junior Middle School friends. Mereka adalah saksi versi diriku yang paling polos, paling jujur dan penuh tawa tanpa beban. Setiap bertemu, rasanya seperti time travel, kembali ke masa di mana masalah hanya soal PR belum selesai. Dari mereka, aku belajar tentang loyalty and unconditional friendship. No matter how far life takes us, hati kami tetap saling terhubung.

Lalu ada circle High School Best Friends, yang tumbuh bersama di masa pencarian jati diri. This circle reminds me of dreams, ambitions, and the courage to start. Kami sering berbagi cerita tentang keluarga, putus cinta zaman sekolah dulu, anak, karier dan perjalanan hidup yang tidak selalu mulus. Di sini aku belajar empati dan respect each other, bahwa setiap orang punya timeline-nya sendiri.

Circle ketiga adalah circle sahabat muslimah. this one feels like a spiritual recharge. Kami saling mengingatkan tentang iman, adab dan tujuan hidup. Obrolan kami sering berujung pada refleksi: sudah sejauh mana kita berjalan menuju Allah? Dari circle ini, aku belajar no judging person, karena setiap hari sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing. Circle aku ini menenangkan, grounding and healing.

Terakhir, circle teman sharing bisnis. This is where growth happens intensely. Diskusi strategi, sharing peluang sampai brainstorming ide sering membuka wawasan baru. Rezeki feels wider when networking is built with sincerity. Dari circle ini, aku belajar bahwa kolaborasi jauh lebih indah daripada kompetisi, dan mindset positif benar-benar menentukan arah bisnis.

Of course, every blessing comes with small challenges. Dukanya, sometimes ada argumen kecil ketika bertemu, tapi never significant enough to break the bond. When schedules get packed, I do feel overloaded. And yes, kadang terlalu banyak insight datang bersamaan, making me pause and choose again: mana yang paling selaras untuk dijalankan, baik untuk kehidupan pribadi maupun bisnis.

Namun manfaat memiliki circle pertemanan jauh lebih besar. Secara prikologis, it helps reduce stress. Ada tempat berbagi, tertawa, kuliner bareng bahkan menangis tanpa dihakimi. Having friends who listen is a form of rezeki that money can't buy.

Seiring bertambahnya usia, aku tidak lagi ingin memiliki terlalu banyak circle. Wisdom teaches me to choose quality over quantity. Pertemanan yang membawa kita lebih dekat pada Allah, lebih bertumbuh dalam bisnis dan lebih damai dalam hidup, itulah yang ingin aku jaga. Because at the end of the day, tujuan kita bukan sekadar sukses di dunia.

Jannah is the goals dan harapan ku circle yang ada hari ini, adalah bagian dari jalan indah menuju-Nya 🤍





My Reading Commitment This Year: Feeding the Mind and the Soul

Tidak ada komentar

 



Assalamualaykum,

Bismillah. Tahun ini aku ingin lebih intentional dengan hidup. Bukan hanya soal business goals, travel schedule, atau launching produk baru, tapi juga tentang what I feed my mind and soul. Sebagai seorang muslimahpreneur yang sehari-harinya juggling antara bisnis travel haji umroh, wisata halal, modest fashion, healthy drink dan menulis blog, membaca adalah one of my quiet luxuries. A small pause in a busy day, yet powerful enough to realign my heart.

This year, I set a simple but meaningful target: 4 buku untuk dibaca secara konsisten. Sounds simple, right? But for me, it's not about quantity, it's about presence.

Yang pertama tentu saja Al-Qur'an. I know, technically it's not a book, tapi a holy scripture that guides my entire life. Tahun 2024 aku bisa khatam 5 kali dalam setahun. Masya Allah, I was so proud of that. Tapi jujur, tahun 2025 menurun drastis, hanya 2 kali khatam. 

Sedih? Iya banget. Karena itulah, tahun ini aku menargetkan minimal 3 kali khatam, dengan doa besar semoga bisa 4 kali atau lebih. Al-Qur'an is not just something to finish, but something to live with. Every Ayah feels like a personal reminder when read with a calm heart.

Buku kedua adalah "Taman Cinta" karya Khalil Gibran. I've loved his works since high school. There's something about his romantic, poetic sentences that feels timeless. Kalimat-kalimatnya sejuk, gentle dan seperti pelukan hangat untuk jiwa yang lelah. When life feels loud, meeting here, deadline there, Gibran reminds me to slow down and feel.

Next is "Why The Rich Are Getting Richer" by Robert T Kiyosaki. This one is more practical, more "business minded". I want to reread and refresh my understanding about business, investing and building income streams. As someone who runs multiple businesses, I believe revisiting fundamental is important. Sometimes we don't need new knowledge, we just need to remember what we already know but forgot to apply.

The fourth book is "Don't Sweet the Small Stuff in Love" by Richard Carlson, Ph.D. and Kristine Carlson. This book gently reminds us not to make small issues a big deal i relationship. As a wife partner, and woman who wears many hats, this book feels like a soft whisper: choose peace, choose understanding.

So how do I stay committed? This is my way:
  1. Read Al-Qur'an after every sholat, minimum 5 ayah. Small but consistent.
  2. Rotate the other three books, so I don't get bored. I pause after an interesting chapter, then move to another book.
  3. Always bring a book in my bag, especially when I know there will be waiting time during trips.
  4. Use cute and meaningful bookmarks. Yess, this matters more than people think.
  5. Journal every morning before work, writing down quotes or insight. It makes me more excited to read and more mindful in journaling.

Bismillah, semoga bisa komitmen. Because reading, for me, is not an escape. It's a return. Back to purpose, faith, and calmer version of myself.






5 Places That Heal My Soul When Burnout Hits

Tidak ada komentar

 

5 Places That Heal My Soul When Burnout Hits


Sebagai seorang muslimahpreneur yang menjalani beberapa bisnis, burnout is not a stranger to me. Add to that my role as a blogger who loves to share daily journey, reflections and behind the scenes of life, sometimes my mind feels too full and my heart needs a pause.

Over time, I realized that healing doesn't it always mean stopping completely. Sometimes, it means changing places. These are the five place that always inspire me, calm me, and gently remind me of who I am and why I started.

1. A Cozy Cafe 

Cafe is my space. Not the noisy one, but a calm corner cafe where the aroma of coffee feels like a warm hug. I usually order a cup of coffee or warm chocolate milk, paired with a small snack, nothing fancy, just comforting.

Di sini, aku bisa membuka laptop dengan tenang. Sometimes I write a blog post, sometimes I reply emails, or simply reorganize my thoughts. The soft background music and gentle clinking of cups somehow slow my racing mind. Cafe moments remind me that productivity doesn't have to feel rushed. It can be soft, mindful and enjoyable.

2. Perpustakaan 📚

There is something magical about libraries. The silence, the smell of books, and the feeling of being surrounded by knowledge instantly calm me down.

Di perpustakaan, aku sering membaca novel luar negeri untuk refreshing dan membantu pembendaharaan kosakata aku dalam berbahasa Inggris. Kadang aku baca buku tentang fashion, branding dan business motivation. Reading helps me escape pressure while still growing. It's like resting, but smarter. Libraries remind me that growth can be quiet and elegant, not always loud or competitive.

3. Mekkah dan Madinah 🕋

This is where my soul truly breathes.

Saat berada di Mekkah dan Madinah, aku tetap seorang businesswoman, but only 20%. The remaining 80% is a servant, a daughter of Allah who comes with stories, worries, gratitude and tears.

Umroh is my deepest therapy. I curhat to Allah about anything, like business decisions, exhaustion, fears, and dreams. The atmosphere teaches me perspective: that no matter how big my workload feels, it is still small compared to the purpose of life. Di sini burnout berubah menjadi tawakal.

4. My Parents' House 🏡

Pulang ke rumah orang tua is like pressing a reset button.

chit chat tipis-tipis dengan Mama, sharing hal-hal kecil yang ternyata berarti. Sometimes laughing with siblings, sometimes just sitting together without talking much. Di rumah ini, aku bukan CEO, bukan founder, bukan blogger. I am simply "anak rumah".

This place reminds me that love doesn't require achievements. Just presence.

5 Pantai 🌊

The beach is where my thoughts dissolve.

Menikmati angin pantai, suara deburan ombak dan langit yang luas make me feel small in a good way. The ocean teaches patience and consistency. Waves come and go, just like a problems.

Di pantai, aku belajar bahwa burnout is not a failure. It's a signal to pause, breathe and realign.

These five places shape my healing journey. They remind me that a muslimahpreneur can be ambitious and soft at the same time. And when burnout comes again (as it always does), I know exactly where to go 🤍.




Rasakan Sensani Gym di Kulitmu

Tidak ada komentar

 

BC Skin by B Clinic - www.cilyainwonderland.id


Kenalan dengan Actigym dari BC Skin by B Clinic, Rahasia Kulit Kencang dan Tubuh Lebih Terbentuk

Sebagai perempuan, apalagi yang sudah sibuk mengurus rumah, anak dan pekerjaan, rasanya menjaga bentuk tubuh ideal seringkali jadi wishlist yang tertunda, ya. Kita tahu pentingnya olahraga dan gaya hidup sehat, tapi jujur saja kadang waktu 24 jam terasa ngga cukup untuk semuanya 😂.

Nah, kabar baiknya... sekarang ada cara cerdas buat bantu kita tetap tampil percaya diri dengan tubuh lebih kencang, tanpa harus meninggalkan rutinitas harian. BC Skin by B Clinic baru saja memperkenalkan Actigym, bahan aktif inovatif yang kini hadir di Indonesia lewat produk Nourishfirm. The first local lotion to nourish and firm made with Actigym Ingredient!💪

Apa itu Actigym?

Actigym adalah bahan aktif yang diambil dari ekstrak plankton laut Bermuda. Uniknya, bahan ini bisa "meniru" efek latihan fisik pada sel kulit dan lemak. Jadi ibaratnya, Actigym membantu sel tubuh kita berolahraga dari dalam memicu metabolisme, meningkatkan pembakaran lemak dan membuat kulit terasa lebih kencang.

Kandungan ini bahkan sudah teruji secara klinis (clinically proven) untuk membantu mengurangi lingkar tubuh dan membentuk kontur tubuh ideal. Bayangkan, sensasi "gym" tapi cukup di oleskan di kulit 😍.

Duo Perawatan Siang dan Malam

Supaya hasilnya maksimal, Nourishfirm hadir dalam dua varian yang bisa menemani kamu sepanjang hari. Apa saja produknya?

BC Skin by B Clinic - www.cilyainwonderland.id


Body Cream Day

Diperkaya Lipomoist Molecular Film yang melembapkan kulit secara mendalam. Actigym bekerja meniru efek latihan fisik, sementara Caffeine membantu proses pemecahan lemak (fat breakdown), dan Menthol memberi sensasi dingin yang menyegarkan. Cocok banget nih buat kamu yang aktif dan ingin kulit tetap segar seharian.

Body Cream Night

Mengandung kombinasi Shape Perfection + IsoSlim Complex yang bekerja saat tubuh beristirahat. Ada juga Capsaicin dan Caffeine dengan efek Thermo-Burn Action yang membantu mempercepat metabolisme kulit, sambil memberi sensasi hangat yang menenangkan sebelum tidur. Perfect untuk me-time malam hari sebelum beristirahat.

Aplikator Pintar 360°. Massage Sekaligus Perawatan

Satu hal yang bikin jatuh cinta adalah inovasi aplikatornya! Nourishfirm dilengkapi aplikator 360° dengan lima bola pijat lembut, jadi ngga cuma praktis tapi juga membantu penyerapan lotion lebih maksimal. Rasanya seperti mini massage di rumah sendiri.

Bukan Lotion Biasa

Nourishfirm bukan sekedar lotion pelembap. Kandungan Actigym di dalamnya membantu:

  • Mengurangi lingkar tubuh
  • Mengencangkan kulit
  • Membentuk kontur tubuh ideal
  • Menunjang hasil latihan fisik

Kini, kita bisa menambahkan Nourishfirm Day & Night ke dalam rutinitas body care harian, sebagai bentuk cinta dan apresiasi diri sendiri. Karena tampil cantik dan percaya diri itu bukan sekedar untuk orang lain, tapi juga sebagai wujud syukur atas tubuh yang Allah titipkan pada kita.

Untuk info lebih lanjut, kamu bisa intip di Instagram @bclinic.official dan @bcskin.official ya

B Clinic sendiri dikenal sebagai klinik kecantikan dengan teknologi modern, aman dan hasil nyata. Melalui inovasi seperti Actigym ini, B Clinic ingin terus menjadi sahabat perempuan Indonesia dalam setiap perjalanan merawat diri, agar kita selalu tampil sehat, bahagia dan bersinar dari dalam.





Ini Rahasia Membaca ala Ibu Pebisnis. Bukan Sekadar Hobi, tapi Strategi!

2 komentar

 

Ini Rahasia Membaca ala Ibu Pebisnis. Bukan Sekadar Hobi, tapi Strategi!


Assalamualaykum,

Halo Ibu-ibu atau mommy-mommy semua.... Kali ini aku mau sharing dan membahas mengenai kegemaran Membaca. Membaca itu seperti mengambil nafas bagi aku. Di tengah hiruk pikuk bisnis dan rumah tangga, buku adalah tempat aku 'pulang' untuk mengisi ulang energi dan ide. 

Tapi, membaca buku bisnis atau pengembangan diri itu beda lho dengan membaca Novel. Kita perlu strategi agar ilmunya menempel dan bisa langsung diaplikasikan.

Senjata Rahasia Membaca: Pulpen, Stabilo atau Post-it!

Ke tiga benda ini adalah 'senjata' aku ketika baca buku. Tapi tergantung jenis bukunya dan tujuannya aku baca buku untuk apa. Kalau novel ya cukup dibaca dan dinikmati saja, kalau buku bisnis atau self motivation gitu, pasti salah satu dari ketiga barang ini selalu aku gunakan.

Bahkan terkadang aku pakai juga buku catatan. Kenapa? Karena saat menulis ulang atau merangkum inti sari dari buku yang aku baca, otak kita bekerja lebih keras untuk memproses informasi. Ini bukan sekedar menyalin saja sih bagi aku, tapi juga mencerna. Bahkan kadang ditengah-tengah aku baca buku dan langsung tulis di buku, aku ngga jarang berhenti baca tapi langsung menuliskan actionable insight yang bisa aku terapkan di bisnis.

Kalau untuk buku yang lebih ke inspirasi atau success story, biasanya aku pakai stabilo. Aku suka bedain warnanya, misal kalau warna kuning untuk ide-ide utama, warna biru untuk kutipan atau quotes favorit dan warna pink untuk poin-poin yang sekiranya mau aku bahas dengan suami atau tim aku. Kenapa aku bedain? Ya biar lebih mudah saja menandai poin-poin penting yang ingin aku ulas kembali.

Kalau penggunaan post-it! lebih untuk memudahkan aku menemukan halaman yang ingin saya tandai secara spesifik tanpa harus menulis di buku. Post-it juga berfungsi sebagai reminder untuk kembali ke halaman tersebut nantinya. jadi buku-buku di rumah aku itu rata-rata terlihat di rak berwarna warni 😀, mulai dari warna post-it sampai stabilo. Hal ini bukan cuma coretan biasa, tapi visualisasi dari proses belajar aku.

Pernak-Pernik Kesayangan Pendamping Buku

Aku punya beberapa koleksi pembatas buku yang lucu-lucu. Mulai dari yang girly, aesthetic sampai tokoh kartun hehehe.... Benda-benda ini bukan sekadar penanda halaman, tapi juga mood booster. Setiap kali melihat pembatas buku yang lucu dan gemesin, semangat baca aku terkadang suka muncul lagi. 

Hal ini semacam "penghargaan" untuk buku yang benar-benat mengubah cara pandang atau memberikan dampak besar dalam hidup dan bisnis aku. Terkesan sentimental ngga sih? Tapi gimana ya, hal hal ini lah cara aku menghargai ilmu yang aku dapat dari hobi membaca aku.

Membaca adalah Investasi Diri

Pada akhirnya, cara kita membaca itu sangat personal. Tidak ada yang salah atau benar, yang penting adalah efektifitasnya untuk diri kita. Buatlah proses membaca menjadi menyenangkan dan produktif. Buku bukan sekadar tumpukan kertas tapi jembatan menuju pengetahuan dan peluang baru.

Banyak hal positif yang kita dapat dari gemar membaca buku, Kalau aku, ketika aku baca komik (kaya Conan, Candy-Candy dll) juga Novel, bagi aku positifnya menghilangkan penat karena terhibur. Ketika baca buku motivasi, buku bisnis atau success story, hal positifnya adalah aku jadi tambah wawasan dan semangat diri untuk membangun bisnis dan menjadi manusia yang bermanfaat.

Jadi bagaimana dengan kamu? Apa ritual membaca kamu? Yuk kita saling berbagi tips!



Yuk, Jelajahi Beragam Circle Pertemanan untuk Sudut Pandang yang Lebih Luas

1 komentar

 

Yuk, Jelajahi Beragam Circle Pertemanan untuk Sudut Pandang yang Lebih Luas


Assalamualaykum,

Sebagai pebisnis dan juga seorang ibu, jangan ditanya ya rasanya bagaimana dalam hal mengatur waktu dan pekerjaan. Rasanya roller coaster banget, adrenalin setiap menit selalu ada saja naik turunnya. Terkadang ada saatnya semangat ini membara, tapi ada saatnya merasa jenuh dan buntu ide.

Terkadang suka merasa terjebak dalam satu lingkaran yang itu-itu saja, baik itu dalam pekerjaan maupun pergaulan. Nah, di sinilah aku menyadari betapa pentingnya memiliki berbagai circle pertemanan yang berbeda. Bukan cuma soal punya banyak teman ya, tapi lebih kepada memperkaya hidup dan sudut pandang kita.

Mengapa Beragam Circle itu Penting?

Dulu ketika masih SMU, bisa dibilang pergaulan aku cukup lumayan luas ya. Bahasa dulunya 'Anak Gaul' 😁. Punya teman ngga cuma dari satu sekolah saja, tapi juga beda sekolah tapi masih seumuran. Waktu itu berasa seru saja ya, karena mungkin kalau ngobrol jadi nyambung. 

Kalau sudah ketemu sama yang lebih tua (kakak kelas) atau yang lebih muda (adik kelas), rasanya kalau ngobrol tuh suka nge-lag ya alias ngga nyambung saja. Tetapi setelah masuk ke dunia kerja, semua berubah. Ternyata kok punya teman dari berbagai circle itu menyenangkan.

Salah satu manfaat terbesar memiliki beragam circle adalah sebagai "pelarian" saat jenuh melanda. Pernah merasa bosan dengan topik obrolan yang itu-itu saja di satu circle? Atau mungkin ada gesekan kecil yang membuat suasana jadi kurang nyaman? 

Nah, saat itulah kita bisa "singgah" dulu di circle lain yang bisa memberikan penyegaran dan pengalihan. Di sana, kita mungkin menemukan tawa lepas, ide-ide baru atau sekedar ketenangan yang kita butuhkan. Ibarat rumah, kita punya banyak ruangan, kalau satu ruangan terasa sesak, kita bisa pindah ke ruangan lain yang lebih lapang.

Memperluas Sudut Pandang dan Wawasan

Sejak syiar baitullah baik itu jadi agen mitra travel haji umrah lain sampai aku punya travel haji umrah sendiri, aku makin banyak kenal orang yang beragam. Baik itu dari ekonomi, budaya, sudut pandang sampai latar pendidikan mereka.

Ternyata kita bisa belajar dari orang yang tidak selalu memiliki pendidikan tinggi atau status soial ekonomi level A+ saja. Kita bisa belajar dari mereka yang level ekonominya di bawah rata-rata. Baik itu ilmu pengetahuan, agama sampai pengalaman hidup.

Dari sini kita akan sadar bahwa dunia itu luas ya dan banyak kebahagiaan yang bisa kita dapatkan. Tidak cuma bahagia tapi juga sudut pandang, wawasan dan empati terhadap sekitar kita. Apalagi untuk aku sebagai pengusaha, bertemu dengan teman-teman dari komunitas bisnis yang berbeda itu sangat membantu dalam hal jalannya bisnis aku.

Ketika aku bertemu dengan teman pengusaha di bidang kuliner yang tadinya ngobrol santai, jadi bisa muncul ide kolaborasi, inspirasi marketing atau bahkan solusi untuk masalah yang ternyata dialami juga oleh pengusaha di bidang lain. Ini membuktikan bahwa beragam perspektif dapat memperkaya cara kita berpikir dan mengambil keputusan.

Kualitas di Atas Kuantitas

Tentu kita tahu ya kalau kualitas itu lebih penting daripada kuantitas. Cukup dengan beberapa orang di setiap circle yang benar-benar bisa diajak ngobrol, saling mendukung dan memberikan energi positif. Pilihlah teman-teman yang bisa menghargai perbedaan, memberi masukan konstruktif dan membuat kita merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Sebagai ibu pebisnis, waktu adalah aset berharga. Maka dari itu, kita perlu bijak dalam memilih siapa yang akan kita ajak berinteraksi. Carilah orang-orang yang bisa menjadi sumber inspirasi, tempat berbagi suka dan duka dan yang paling penting, membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi, mari mulai jelajahi berbagai lingkaran pertemanan kita. Siapa tahu di circle yang baru, kita akan menemukan berlian berupa ide baru, dukungan yang tidak terduga atau sekedar tawa yang membuat  kita lega di tengah hiruk pikuk kehidupan bisnis.




Ketika Rezeki Berwujud Pekerjaan dan Tanggung Jawab

4 komentar

 

Ketika Rezeki Berwujud Pekerjaan dan Tanggung Jawab


Sebagai seorang ibu yang memiliki bisnis, aku ini juga memiliki pekerjaan sebagai blogger, content creator, momfluencer, mentor UMKM. Kalau pekerjaan atau profesi di luar bisnis itu di awali dari aku sebagai blogger di tahun 2010. Lalu dari situ semuanya ya berjalan saja, mulai dari ditawari nulis di blog, endorse dari brand sampai sharing bisnis dan kasih mentoring untuk para UMKM.

Aku sering merenung tentang rezeki. Bukan hanya tentang seberapa besar nominal atau seberapa seringnya datang, tetapi lebih ke bagaimana kita menyikapi setiap rezeki yang diterima.

Keadlian Dalam Menerima Rezeki

Dalam dunia kerja sebagai blogger, content creator dan momfluencer, aku beberapa kali mendapatkan tawaran dengan bayaran yang cukup menggiurkan. Namun, ada kalanya KPI (Key Performance Indicator) tidak tercapai. Mungkin karena algoritma yang sedang tidak bersahabat, atau mungkin audiens sedang tidak terlalu aktif. Tentu, sebagai manusia, ada rasa kecewa. Tapi yang paling penting, ada rasa tanggung jawab.

Pernah ada satu agensi brand yang bilang ke aku (setelah aku selesaikan tugas aku), "Sudah tidak apa-apa Mbak. Ini memang di luar kendali kita. Yang penting sudah diusahakan." Nah kalimat seperti itu walau menenangkan dan pihak brand tidak mempermasalahkan, tetap saja di dalam hati, aku merasa harus melakukan sesuatu yang lebih. Rezeki yang datang harus dibalas dengan usaha yang setara, atau bahkan lebih.

Maka dari itu, terkadang tanpa mereka minta, aku share lagi konten atau pekerjaan yang sudah aku buat di platform aku yang lain dan bahkan aku iklan kan. Agar ada audiens baru yang berinteraksi, atau bahkan aku pernah bikin konten baru lagi untuk pendukung (tentu tanpa biaya tambahan). Semua itu aku lakukan bukan untuk pamer ya, tapi sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban untuk diri sendiri.

Membalas Rezeki dengan Kebaikan

Keadilan rezeki ini bukan hanya berlaku dalam hal pekerjaan saja lho. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering sekali mendapatkan kemudahan yang tidak terduga. Misal saja, ketika sedang mencari parkir, kita tahu di weekend pasti parkir mall penuh dan tanpa terduga, baru masuk parkir, kita sudah dapat parkir tanpa perlu muter dan hal lainnya yang tidak pernah kita sangka.

Jadi kemudahan-kemudahan kecil tersebut merupakan bentuk rezeki dan rezeki yang datang dengan kemudahan, menurut aku perlu dibalas dengan mempermudah urusan orang lain. Ini adalah bentuk timbal balik rezeki yang paling indah.

Aku percaya kalau alam semesta memiliki cara sendiri untuk bekerja. Saat kita diberikan kemudahan rezeki, itu adalah sebuah sinyal bahwa kita perlu menjadi manusia yang bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi orang lain. Mulai dari hal kecil yang nantinya akan berdampak besar dan menjadi sebuah kebiasaan.

Intinya, dalam hidup ini, kita harus selalu bersikap adil dan bertanggung jawab atas setiap rezeki yang kita terima. Baik itu pekerjaan, uang, waktu, bahkan kemudahan. Dengan begitu, kita bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan bahagia, karena kita tahu setiap kebaikan yang datang akan selalu dibalas dengan kebaikan pula.



Me Time? Bukan Cuma Mimpi! Prioritas Diri untuk Ibu Pebisnis Hebat

Tidak ada komentar

 


Me Time? Bukan Cuma Mimpi! Prioritas Diri untuk Ibu Pebisnis Hebat


Assalamualaykum,

Menjadi seorang Ibu sekaligus pebisnis adalah sebuah perjalanan yang luar biasa, penuh warna dan tidak jarang menantang. Rasanya seperti setiap hari adalah maraton dengan checkpoints yang tidak ada habisnya. Dari menyiapkan sarapan, mengurus anak, meeting dengan klien, sampai merencanakan strategi bisnis, semua berjalan beriringan.

Pernah ngga para mama mama nih merasa lelah, jenuh dan bertanya-tanya, "Kapan ya giliran 'Me Time' aku?" Jika pernah merasa begini dan bertanya kepada diri sendiri seperti ini, yukkk mariii kita berpelukan virtual. Aku juga pernah merasakan hal yang sama dan dari sanalah aku menemukan arti Self-Love yang sesungguhnya, bukan sekedar gaya hidup sesaat, melainkan sebuah fondasi yang kokoh.

Diri Kita, Prioritas Utama

Dulu aku sering merasa bersalah jika harus "mengambil" waktu untuk diri sendiri. Seolah-olah, waktu yang aku gunakan untuk relaksasi atau mengembangkan diri adalah waktu yang seharusnya aku curahkan untuk keluarga atau bisnis. Padahal justru sebaliknya!

Mengapa kita harus memprioritaskan diri? Karena kita istimewa. Iya kamu, aku dan kita semua itu istimewa lho, dengan segala kelebihan serta kekurangan, dengan segala peran yang kita emban, kita adalah pribadi yang unik dan berharga. Setiap noda di di lantai karena air pipis anabul, anak-anak yang kadang crancky, tumpukan laporan di meja, setiap ide bisnis yang muncul di kepala - semua itu adalah bagian dari diri kita. 

Menerima dan merayakan diri kita apa adanya adalah langkah pertama menuju self-love. Sadari bahwa energi dan kebahagiaan kita adalah bahan bakar utama untuk menjalankan segala peran tersebut. Jika tangki kita kosong, bagaimana bisa kita memberi yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita?

Totalitas dalam Setiap Peran

Setelah menyadari pentingnya prioritas diri, aku mula mengubah sudut pandang tentang totalitas. Bukan berarti bekerja 24/7 tanpa henti, melainkan totalitas dalam setiap momen. Ketika aku sedang mendampingi anak belajar, fokus aku 100% pada anak aku. Tidak ada lagi scroll media sosial atau memikirkan pekerjaan. Demikian pula ketika aku sedang merancang strategi bisnis, aku akan menyelam sepenuhnya ke dalamnnya.

Prinsipnya sederhana, berikan yang terbaik pada apa pun yang sedang kita lakukan saat itu. Jika kita seorang ibu rumah tangga, jadilah ibu rumah tangga yang total. Jika kita seorang yang profesional, jadilah profesional yang total. Dengan begitu, setiap aktivitas terasa lebih bermakna dan memuaskan. 

Hasilnya lebih sedikit penyesalan, lebih banyak kepuasan dan tentu saja stress yang jauh berkurang. Ini adalah bentuk self-love yang sangat praktis, menghargai waktu dan energi yang kita miliki dengan memberikannya secara penuh.

Menikmati Proses Belajar Tanpa Henti

Pernah dengar ungkapan "hidup adalah pembelajaran tiada akhir"? Sebagai Ibu pebisnis, kalimat ini sangat relevan. Setiap hari ada saja hal baru yang harus dipelajari. Mulai dari resep masakan baru, cara mendidik anak yang efektif hingga strategi pemasaran digital terbaru. Dulu aku sering merasa terbebani dengan semua "kejarusan" belajar ini. Namun, seiring waktu, aku menyadari bahwa menikmati proses belajar adalah kunci.

Anggaplah setiap tantangan sebagai sebuah puzzle menarik yang menunggu untuk dipecahkan. Ketika kita menghadapi kesulitan, itu bukanlah akhir dunia, melainkan kesempatan untuk tumbuh. Proses belajar ini bukan hanya tentang meningkatkan skill, tetapi juga tentang memahami diri sendiri lebih dalam. 

Apa yang membuat kita bersemangat? Apa yang menjadi kelemahan kita? Dengan mindset ini, setiap kegagalan akan terasa seperti feedback berharga, bukan sebuah hukuman. Dan ini , Sahabat adalah esensi dari self-love yang adaptif dan kuat.

Nyaman yang Berdampak Baik

Terakhir, mari kita bicara tentang kenyamanan. Kadang, kita terbuai dengan zona nyaman yang justru tidak mendukung pertumbuhan. Aku pun begitu. Namun, aku belajar untuk mencari kenyamanan yang berdampak baik. Apa maksudnya?

Ini tentang menemukan kegiatan atau kebiasaan yang membuat kita nyaman, bahagia dan pada saat yang sama, memberikan dampak positif bagi diri kita dan sekitarnya. Misalnya bagi aku, menulis adalah zona nyaman. Dari menulis, aku bisa merefleksikan diri, berbagi pengalaman dan bahkan menghasilkan. Ini nyaman, dan berdampak baik. Mungkin bagi kamu, itu adalah berolahraga, membaca buku atau bahkan sekedar duduk dengan tenang menikmati secangkir teh panas sambil mendengarkan musik favorit.

Kuncinya adalah mendengarkan diri sendiri. Apa yang membuat jiwa kamu tenang, pikiran jernih dan energi kita terisi kembali? Jangan ragu untuk meluangkan waktu untuk hal-hal tersebut. Ingat Self-love itu bukan egois, melainkan investasi. 

Investasi untuk kesehatan mental dan fisik kamu, yang pada akhirnya akan menbuat kamu lebih kuat, lebih bahagia dan lebih siap untuk menjalani segala peran dengan senyum di wajah.

Jadi para ibu diluar sana baik ibu pekerja, ibu rumah tangga, ibu pebisnis hebat, mari kita jadikan self-love sebagai prioritas. Karena kamu pantas mendapatkan semua kebaikan di dunia ini. Apakah ada cerita self-love versi diri kamu? 




Memberi Tanda Kasih Pernikahan yang Menyentuh Hati

Tidak ada komentar

 

Memberi Tanda Kasih Pernikahan yang Menyentuh Hati


Halo teman-teman semua. Apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Post hari ini aku mau tulis mengenai memilih kado. Saya yakin, kita semua pernah deh merasakan bingung saat harus memilih kado untuk pernikahan sahabat atau kerabat tercinta. Rasanya ingin sekali memberikan sesuatu yang spesial, yang tidak sekedar "ada", tapi juga punya makna dan bisa dikenang. 

Jujur saja, aku sendiri sering kali merasa pusing, khawatir kado yang saya beri malah berakhir jadi pajangan di gudang atau sama persis dengan kadi dari orang lain. Kado terbaik bukanlah tentang barang termahal, melainkan tentang waktu, perhatian dan ketulusan yang kita curahkan. Pengalaman pribadi ini yang akhirnya mengubah cara pandang aku dalam memberikan hadiah. 

Ide-Ide Kado Pernikahan Unik dan Tidak Terlupakan

Aku ingin berbagi beberapa ide yang mungkin bisa jadi inspirasi buat teman-teman semua dan inilah beberapa ide kado pernikahan versi aku.

1. Hadiah Berupa Pengalaman, Bukan Barang

Ini adalah ide yang palung sering aku terapkan belakangan ini. Daripada membelikan barang yang mungkin sudah banyak orang berikan, mengapa tidak memberi pengalaman? Pengalaman ini bisa jadi momen-momen indah yang bisa mereka nikmati berdua. Misalnya, kamu bisa memberikan voucher menginap di hotel atau glamping unik yang cocok. Bisa juga voucher makan malam romantis di restoran khusus. 

Nah karena aku punya travel Haji Umroh, Jadi aku suka kasih voucher DP Umroh untuk honeymoon mereka. Hadiah berupa pengalaman akan menciptakan memori baru yang tidak akan lekang oleh waktu.

2. Kado yang Datang di Saat Tidak Terduga

Ini adalah pengalaman favorit aku yang pernah aku lakukan. Aku menunggu satu minggu setelah pesta pernikahan teman. Setelah semua acara selesai, saat pasangan pengantin mulai menjalani rutinitas harian mereka yang baru, baru deh aku kirimkan mereka kado. kado yang aku kirim makanan dan kue yang mereka suka. Kado yanng dikirimkan di waktu yang tidak terduga, saat mereka paling membutuhkannya, akan terasa jauh lebih berharga.

3. Langganan Streaming Service

Biasanya kalau habis menikah itu banyak di gunakan waktunya di rumah berduaan saja kan? Mereka pasti banyak ingin meng-eksplore banyak hal baru berdua, seperti membersihkan rumah, masak dan nonton dirumah. Aku pernah kasih hadiah free voucher TV Kabel Netflix, Disney Channel dan Netflix Gratis untuk 2 bulan ke teman aku yang baru nikah, ternyata senang banget mereka. 

Intinya, dalam memberi kado pernikahan, kita tidak harus terpaku pada barang-barang umum yang ada di pasaran. Kado yang paling berkesan adalah kado yang mencerminkan ketulusan, perhatian dan pemahaman kita terhadap si penerima.

Pikirkan apa yang benar-benar akan membuat mereka senang, nyaman dan merasa dihargai. Fokus pada kualitas daripada kuantitas dan tambahkan sentuhan personal. Dengan begitu, kado yang kamu berikan ngga cuma jadi barang, tapi jadi memori indah yang akan mereka kenang. 

Mari kita bergeser dari sekedar "Memberi barang" menjadi "memberi cerita, pengalaman dan momen yang tidak terlupakan." Selamat mencoba! Aku harap, ide-ide ini bisa membantu kamu memberikan kado yang tidak hanya indah, tapi juga penuh makna. Siap berburu inspirasi kado anti-mainstream selanjutnya? Ada ide lain yang tidak kalah unik? Mari berbagi di kolom komentar!



Kita Layak Bersinar Tanpa Merasa Kecil Hati

Tidak ada komentar

 

Kita Layak Bersinar Tanpa Merasa Kecil Hati


Halo teman-teman semua! Jujur saja, siapa di antara kita yang tidak pernah merasa "kecil" ketika melihat kesuksesan, kekayaan, atau hal-hal luar biasa yang dimiliki orang lain? Saya yakin, kita semua pernah mengalaminya di tengah gemerlapnya kelebihan orang lain.

Itu wajar kok, fitrah manusia memang cenderung membandingkan. Kita boleh, bahkan sah-sah saja, mengakui kehebatan dan keunggulan yang ada pada orang lain. Mengagumi pencapaian mereka bisa menjadi inspitasi, bahkan motivasi bagi kita untuk terus berkembang. Namun, ada satu hal penting yang harus kita garis bawahi yaitu jangan pernah izinkan perasaan itu membuat kita merasa kecil atau tidak berharga ketika kita tidak memiliki kelebihan yang sama dengan mereka.

Melihat Diri dengan Kejujuran yang Menenangkan

Kunci untuk tidak terjebak dalam perangkap perbandingan ini adalah dengan melihat diri kita secara jujur. Iya dong secara jujur, tapi bukan berarti melihat kekurangan terus, malah justru fokus pada kekuatan. Aku selalu meyakinkan ke diri sendiri bahwa pasti ada hal yang tidak dimiliki orang lain, yang justru menjadi nilai besar aku. Nilai inilah yang membuat aku tetap bisa merasa sejajar dengan siapapun, di lingkungan mana pun aku berada.

Ini bukan tentang kesombongan lho. Ini tentang penerimaan diri dan kepercayaan diri yang sehat. Setiap dari kita adalah individu yang unik, dengan jejak kaki dan sidik jari kehidupan yang berbeda-beda. Jadi kenapa kita harus merasa kurang hanya karena cetakan kita tidak sama dengan cetakan orang lain?

Coba deh, sekarang kita luangkan waktu sejenak. Tarik napas dalam-dalam dan mari kita renungkan. Apa saja sih yang paling ikonik dari diri kita? Apa yang membuat kita unik? Mungkin itu adalah senyum tulus yang selalu kita berikan, kemampuan kita mendengarkan dengan sepenuh hati, semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan atau mungkin cara kita memasak nasi goreng yang selalu berhasil bikin kangen. Apapun itu, akui!

Jejak Ikonikku dan Dampaknya

Sebagai seorang Ibu Pebisnis, aku belajar banyak dari perjalanan ini. Kalau boleh aku jujur dan sedikit berbagi, ada beberapa hal yang menurut aku paling ikonik dari diri aku dan aku bisa melihat bagaimana hal itu berdampak pada lingkungan sekitar.

  • Empati yang kuat. Aku sering kali bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, bahkan sebelum mereka mengatakannya. Ini membantu aku dalam hal membangun koneksi yang mendalam dengan tim aku, klien, jamaah dan juga anak-anak aku. Dampaknya? Hubungan yang lebih harmonis, komunikasi yang lebih efektif dan lingkungan kerja yang terasa seperti keluarga. Mereka merasa didengarkan dan dimengerti.
  • Semangat Pantang Menyerah dengan Senyuman. Tantangan dalam berbisnis dan mengurus rumah tangga itu ibarat ombak yang datang silih berganti. Ada kalanya aku ingin menyerah, tapi entah kenapa, selalu ada dorongan untuk terus maju dan biasanya aku menjalaninya dengan senyuman, bahkan saat hati lelah. Ini menular. Tim aku sering bilang, "Bu, kalau lihat Ibu saja sudah semangat lagi." Senyuman dan ketangguhan ini memberi mereka kekuatan untuk tidak mudah menyerah juga.
  • Kemampuan Menjembatani Berbagai Sudut Pandang. Dalam bisnis, seringkali ada perbedaan pendapat. Sebagai seorang ibu, aku terbiasa menjadi penengah antara anak-anak. Kemampuan ini terbawa ke dunia bisnis, dimana aku bisa membantu menyatukan ide-ide yang berbeda, menemukan titik temu dan menciptakan solusi yang bisa diterima semua pihak. Dampaknya keputusan-keputusan bisnis bisa diambil dengan lebih bijak dan minim konflik

Temukan Ikonikmu, Pancarkan Cahayamu

Mungkin kami berpikir: : "Ah itu kan Mba Cilya, aku belum tentu punya hal ikonik seperti itu." Jangan Salah! Setiap orang memilikinya. Mungkin kamu adalah orang yang selalu bisa diandalkan, pemberi saran yang bijak, atau seseorang yang selalu membawa keceriaan. Ingat, kehebatan tidak selalu tentang hal-hal besar yang kasat mata. Seringkali, justru hal-hal kecil dan "sederhana" inilah yang membentuk pribadi kita yang luar biasa.

Ketika kit amengakui dan merayakan hal-hal ikonik dalam diri kita, dampaknya akan sangat positif. Kita tidak hanya merasa lebih percaya diri dan bahagia, tetapi kita juga bisa memancarkan energi positif ini ke sekitar. Kita bisa menginspirasi orang lain, membangun hubungan yang lebih baik dan menciptkana dampak yang berarti.

Jadi mulailah hari ini. Lihatlah diri kita dengan mata yang penuh penghargaan. Fokus pada apa yang kit amiliki, bukan pada apa yang tidak kita miliki. Yakinlah, kita memiliki nilai besar yang tidak dimiliki orang lain dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kita sejajar dengan siapa pun. Apa yang paling ikonik dari diri kita dan bagaimana kita akan membiarkannya bersinar hari ini?




Menjaga Kewarasan di Tengah Badai Informasi

1 komentar

 

Menjaga Kewarasan di Tengah Badai Informasi


Sebagai seorang Ibu sekaligus memiliki bisnis, aku tahu betul bagaimana rasanya terjebak dalam pusaran informasi yang tidak ada habisnya. Sehari-hari kita disuguhi berita dari berbagai penjuru, mulai dari hiruk pikuk politik, konflik global yang memilukan, hingga bencana alam yang menguras emosi.

Di satu sisi, kita ingin tetap up-to-date dan berkontribusi, misalnya dengan berdonasi untuk korban bencana atau perang. Namun di sisi lain, paparan yang berlebihan juga negatif bisa sangat menguras mental, bahkan sampai membuat kita merasa cemas dan lelah. Kalau teman-teman begitu ngga sih? Nah ini cara aku agar aku bisa menyaring informasi tanpa harus menutup mata sepenuhnya.

Batasi Diri: Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas

Dulu, aku sering merasa FOMO (Fear of Missing Out) lho jika tidak mengikuti setiap headline berita. Akibatnya, pikiran aku selalu penuh dengan kekhawatiran yang tidak perlu. Belajar dari pengalaman, aku mulai deh sadar akan pentingnya membatasi waktu dan sumber informasi. 

Tidak perlu setiap saat membuka aplikasi media atau scroll media sosial. Jadi coba deh kita buat waktu khusus untuk membaca berita hanya 15-30 menit di pagi hari. Pilih sumber berita yang terpercaya dan netral. Hindari sumber yang sensasional atau provokatif, karena itu hanya akan menambah beban mental kita. Ingat lebih baik sedikit tapi berkualitas, daripada banyak tapi bikin kepala pusing.

Pilah Informasi: Mana yang Penting, Mana yang Bisa Dilewatkan

Ngga semua ya informasi yang ada itu jadi perhatian penuh dari kita. Ada berita yang memang penting untuk diketahui, seperti informasi tentang informasi tentang bencana alam yang membutuhkan bantuan atau kebijakan baru yang berdampak langsung pada bisnis dan keluarga. Namun, ada juga informasi yang sifatnya lebih banyak drama dan komedi publik yang sebenarnya tidak perlu terlalu kita masukkan ke hati.

Kuncinya adalah memilah dengan bijak. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah informasi ini benar-benar relevan untuk saya saat ini? Apakah saya bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya?". Jika jawabannya tidak, mungkin lebih baik dilewati saja. Fokuskan energi kita pada hal-hal yang bisa kita kontrol dan pengaruhi.

Jaga Jarak Bukan Berarti Tidak Peduli

Menjaga jarak dari informasi yang mengganggu bukan berarti kita tidak peduli. Justru sebaliknya, ini adalah cara kita melindungi diri agar tetap bisa berfungsi optimal dan memberikan dampak positif. Kalau mental kita sudah terkuras habis oleh berita negatif, bagaimana kita bisa fokus pada pekerjaan, merawat keluarga atau bahkan membantu orang lain?

Aku suka melakukan yang namanya "detoks digital" sesekali. Seperti matikan notifikasi, ngga scroll media sosial selama beberapa jam dan pernah bahkan seharian. Waktu yang ada aku gunain baca buku (terutama novel biar sedikit menghibur hehehe), olahraga atau ngobrol ke cafe dan kadang nonton film di bioskop.

Kontribusi Positif: Salurkan Kepedulian

Ketika ada berita tentang penderitaan atau ketidakadilan, wajar saja sih kalau kita merasa ingin berbuat sesuatu. Daripada hanya merasa sedih dan terbebani, kita bisa menyalurkannya dalam Aksi Nyata. Ikut berdonasi, mencari orang yang bisa membantu korban (misal ada berita kehilangan dan lain-lain).

Melindungi mental dari distraksi informasi memang sebuah tantangan, apalagi di era digital seperti sekarang. Namun, dengan menerapkan batasan, memilah informasi, menjaga jarak dan menyalurkan kepedulian secara positif, kita bisa tetap waras dan produktif. Ingat ya, kesehatan mental kita ini adalah aset paling berharga, jadi jaga baik-baik ya!



Mengapresiasi Diri: Mencintai Diri dari ujung Rambut hingga Kaki

2 komentar

 

Mengapresiasi Diri: Mencintai Diri dari ujung Rambut hingga Kaki


Assalamualaykum,

Dalam era digital yang apa-apa serba cepat ini, kita tuh sering kali terjebak dalam rutinitas yang menuntut dan lupa untuk menghargai diri sendiri. Padahal, mencintai diri sendiri adalah pondasi untuk menjalani hidup yang lebuh bahagia dan produktif.

Kalau misalnya ada yang bilang apa-apa healing, apa-apa healing, ya ngga ada salahnya juga sih. Healing itu kan banyak macam, ngga harus traveling wujud healingnya. Bisa jadi mengunjungi orangtua, ngupi cantik sama besties, ke spa untuk perawatan dan sebagainya. Itu adalah salah satu cara untuk menunjukkan apresiasi terhadap diri sendiri.

Mengapa Penting Mengapresiasi Diri?

Apa sih untungnya mengapresiasikan diri? Banyak banget sih ya dan ini berikut inin adalah alasannya.

  • Mensyukuri pemberian dari sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Bersyukur dikasih kesibukan, bersyukur badan masih dikasih sehat, makanya perlu dirawat dengan baik, jiwa raga di bikin bahagia.
  • Meningkatkan rasa percaya diri. Ketika kita merasa baik dengan diri sendiri, secara otomatis rasa percaya diri kita akan meningkat.
  • Menjaga kesehatan mental. Mengapresiasi diri dapat mengurangi stres, kecemasan dan depresi.
  • Memperkuat hubungan dengan orang lain. Ketika kita mencintai diri sendiri, kita akan lebih mudah untuk mencintai dan menerima orang lain.
  • Meningkatkan produktivitas. Seseorang yang merasa bahagia dan puas dengan dirinya akan lebih produktif dalam bekerja maupun beraktivitas lainnya.

Cara Mengapresiasi Diri dari Ujung Rambut hingga Kaki

Tidak perlu juga berpikir, untuk mengapresiasi diri itu harus ada uang dulu, harus besar effortnya dan lain-lain. Kalau pola pikirnya seperti itu, kita ngga akan bisa mengapresiasi diri dengan baik. Kita bisa lho lakukan 3 cara ini untuk mengapresiasi diri.

  • Perawatan Tubuh. Seperti tadi yang aku tulis di atas, bisa pergi ke Spa, belanja, nonton ke bioskop sendirian, pergi ke gym atau melakukan olahraga yang disukai secara teratur untu menjaga kesehatan tubuh juga pikiran. Bahkan mandi air panas juga bisa dimasukkan ke dalam kategori perawatan tubuh. 
  • Perawatan Mental. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menambah lebih intens ibadah kita juga bisa menjadi salah satu perawatan mental kita. Menulis jurnal, bertemu dengan orang-orang baru atau belajar hal baru bisa menjadi salah satu kesehatan mental dan juga bikin kita tetap waras 😊.
  • Perawatan Emosi. Dengan menerima kekurangan kita, menjadikan kekurangan menjadi sebuah kekuatan adalah bagian penting dari mencintai diri sendiri. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, jika memang alam semesta belum mendukung maka jangan kita memaksa hingga stres sendiri. Selalu afirmasi positif setiap hari, bisa menjadi salah satu perawatan emosi dalam diri kita.

Mengapresiasi diri adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan komitmen dan kesehatan. Dengan melakukan perawatan diri secara rutin baik fisik maupun mental, kita akan merasa lebih bahagia, sehat dan percaya diri. 

Ingat selalu ya teman-teman, diri kita ini berharga dan layak untuk dicintai. Hal ini juga menjadi self reminder untuk aku yang juga terkadang suka merasa down, tidak percaya diri sampai suka lupa mengapresiasi diri. Fighting!