Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Ini Rahasia Membaca ala Ibu Pebisnis. Bukan Sekadar Hobi, tapi Strategi!

1 komentar

 

Ini Rahasia Membaca ala Ibu Pebisnis. Bukan Sekadar Hobi, tapi Strategi!


Assalamualaykum,

Halo Ibu-ibu atau mommy-mommy semua.... Kali ini aku mau sharing dan membahas mengenai kegemaran Membaca. Membaca itu seperti mengambil nafas bagi aku. Di tengah hiruk pikuk bisnis dan rumah tangga, buku adalah tempat aku 'pulang' untuk mengisi ulang energi dan ide. 

Tapi, membaca buku bisnis atau pengembangan diri itu beda lho dengan membaca Novel. Kita perlu strategi agar ilmunya menempel dan bisa langsung diaplikasikan.

Senjata Rahasia Membaca: Pulpen, Stabilo atau Post-it!

Ke tiga benda ini adalah 'senjata' aku ketika baca buku. Tapi tergantung jenis bukunya dan tujuannya aku baca buku untuk apa. Kalau novel ya cukup dibaca dan dinikmati saja, kalau buku bisnis atau self motivation gitu, pasti salah satu dari ketiga barang ini selalu aku gunakan.

Bahkan terkadang aku pakai juga buku catatan. Kenapa? Karena saat menulis ulang atau merangkum inti sari dari buku yang aku baca, otak kita bekerja lebih keras untuk memproses informasi. Ini bukan sekedar menyalin saja sih bagi aku, tapi juga mencerna. Bahkan kadang ditengah-tengah aku baca buku dan langsung tulis di buku, aku ngga jarang berhenti baca tapi langsung menuliskan actionable insight yang bisa aku terapkan di bisnis.

Kalau untuk buku yang lebih ke inspirasi atau success story, biasanya aku pakai stabilo. Aku suka bedain warnanya, misal kalau warna kuning untuk ide-ide utama, warna biru untuk kutipan atau quotes favorit dan warna pink untuk poin-poin yang sekiranya mau aku bahas dengan suami atau tim aku. Kenapa aku bedain? Ya biar lebih mudah saja menandai poin-poin penting yang ingin aku ulas kembali.

Kalau penggunaan post-it! lebih untuk memudahkan aku menemukan halaman yang ingin saya tandai secara spesifik tanpa harus menulis di buku. Post-it juga berfungsi sebagai reminder untuk kembali ke halaman tersebut nantinya. jadi buku-buku di rumah aku itu rata-rata terlihat di rak berwarna warni 😀, mulai dari warna post-it sampai stabilo. Hal ini bukan cuma coretan biasa, tapi visualisasi dari proses belajar aku.

Pernak-Pernik Kesayangan Pendamping Buku

Aku punya beberapa koleksi pembatas buku yang lucu-lucu. Mulai dari yang girly, aesthetic sampai tokoh kartun hehehe.... Benda-benda ini bukan sekadar penanda halaman, tapi juga mood booster. Setiap kali melihat pembatas buku yang lucu dan gemesin, semangat baca aku terkadang suka muncul lagi. 

Hal ini semacam "penghargaan" untuk buku yang benar-benat mengubah cara pandang atau memberikan dampak besar dalam hidup dan bisnis aku. Terkesan sentimental ngga sih? Tapi gimana ya, hal hal ini lah cara aku menghargai ilmu yang aku dapat dari hobi membaca aku.

Membaca adalah Investasi Diri

Pada akhirnya, cara kita membaca itu sangat personal. Tidak ada yang salah atau benar, yang penting adalah efektifitasnya untuk diri kita. Buatlah proses membaca menjadi menyenangkan dan produktif. Buku bukan sekadar tumpukan kertas tapi jembatan menuju pengetahuan dan peluang baru.

Banyak hal positif yang kita dapat dari gemar membaca buku, Kalau aku, ketika aku baca komik (kaya Conan, Candy-Candy dll) juga Novel, bagi aku positifnya menghilangkan penat karena terhibur. Ketika baca buku motivasi, buku bisnis atau success story, hal positifnya adalah aku jadi tambah wawasan dan semangat diri untuk membangun bisnis dan menjadi manusia yang bermanfaat.

Jadi bagaimana dengan kamu? Apa ritual membaca kamu? Yuk kita saling berbagi tips!



Yuk, Jelajahi Beragam Circle Pertemanan untuk Sudut Pandang yang Lebih Luas

Tidak ada komentar

 

Yuk, Jelajahi Beragam Circle Pertemanan untuk Sudut Pandang yang Lebih Luas


Assalamualaykum,

Sebagai pebisnis dan juga seorang ibu, jangan ditanya ya rasanya bagaimana dalam hal mengatur waktu dan pekerjaan. Rasanya roller coaster banget, adrenalin setiap menit selalu ada saja naik turunnya. Terkadang ada saatnya semangat ini membara, tapi ada saatnya merasa jenuh dan buntu ide.

Terkadang suka merasa terjebak dalam satu lingkaran yang itu-itu saja, baik itu dalam pekerjaan maupun pergaulan. Nah, di sinilah aku menyadari betapa pentingnya memiliki berbagai circle pertemanan yang berbeda. Bukan cuma soal punya banyak teman ya, tapi lebih kepada memperkaya hidup dan sudut pandang kita.

Mengapa Beragam Circle itu Penting?

Dulu ketika masih SMU, bisa dibilang pergaulan aku cukup lumayan luas ya. Bahasa dulunya 'Anak Gaul' 😁. Punya teman ngga cuma dari satu sekolah saja, tapi juga beda sekolah tapi masih seumuran. Waktu itu berasa seru saja ya, karena mungkin kalau ngobrol jadi nyambung. 

Kalau sudah ketemu sama yang lebih tua (kakak kelas) atau yang lebih muda (adik kelas), rasanya kalau ngobrol tuh suka nge-lag ya alias ngga nyambung saja. Tetapi setelah masuk ke dunia kerja, semua berubah. Ternyata kok punya teman dari berbagai circle itu menyenangkan.

Salah satu manfaat terbesar memiliki beragam circle adalah sebagai "pelarian" saat jenuh melanda. Pernah merasa bosan dengan topik obrolan yang itu-itu saja di satu circle? Atau mungkin ada gesekan kecil yang membuat suasana jadi kurang nyaman? 

Nah, saat itulah kita bisa "singgah" dulu di circle lain yang bisa memberikan penyegaran dan pengalihan. Di sana, kita mungkin menemukan tawa lepas, ide-ide baru atau sekedar ketenangan yang kita butuhkan. Ibarat rumah, kita punya banyak ruangan, kalau satu ruangan terasa sesak, kita bisa pindah ke ruangan lain yang lebih lapang.

Memperluas Sudut Pandang dan Wawasan

Sejak syiar baitullah baik itu jadi agen mitra travel haji umrah lain sampai aku punya travel haji umrah sendiri, aku makin banyak kenal orang yang beragam. Baik itu dari ekonomi, budaya, sudut pandang sampai latar pendidikan mereka.

Ternyata kita bisa belajar dari orang yang tidak selalu memiliki pendidikan tinggi atau status soial ekonomi level A+ saja. Kita bisa belajar dari mereka yang level ekonominya di bawah rata-rata. Baik itu ilmu pengetahuan, agama sampai pengalaman hidup.

Dari sini kita akan sadar bahwa dunia itu luas ya dan banyak kebahagiaan yang bisa kita dapatkan. Tidak cuma bahagia tapi juga sudut pandang, wawasan dan empati terhadap sekitar kita. Apalagi untuk aku sebagai pengusaha, bertemu dengan teman-teman dari komunitas bisnis yang berbeda itu sangat membantu dalam hal jalannya bisnis aku.

Ketika aku bertemu dengan teman pengusaha di bidang kuliner yang tadinya ngobrol santai, jadi bisa muncul ide kolaborasi, inspirasi marketing atau bahkan solusi untuk masalah yang ternyata dialami juga oleh pengusaha di bidang lain. Ini membuktikan bahwa beragam perspektif dapat memperkaya cara kita berpikir dan mengambil keputusan.

Kualitas di Atas Kuantitas

Tentu kita tahu ya kalau kualitas itu lebih penting daripada kuantitas. Cukup dengan beberapa orang di setiap circle yang benar-benar bisa diajak ngobrol, saling mendukung dan memberikan energi positif. Pilihlah teman-teman yang bisa menghargai perbedaan, memberi masukan konstruktif dan membuat kita merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Sebagai ibu pebisnis, waktu adalah aset berharga. Maka dari itu, kita perlu bijak dalam memilih siapa yang akan kita ajak berinteraksi. Carilah orang-orang yang bisa menjadi sumber inspirasi, tempat berbagi suka dan duka dan yang paling penting, membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi, mari mulai jelajahi berbagai lingkaran pertemanan kita. Siapa tahu di circle yang baru, kita akan menemukan berlian berupa ide baru, dukungan yang tidak terduga atau sekedar tawa yang membuat  kita lega di tengah hiruk pikuk kehidupan bisnis.




Ketika Rezeki Berwujud Pekerjaan dan Tanggung Jawab

Tidak ada komentar

 

Ketika Rezeki Berwujud Pekerjaan dan Tanggung Jawab


Sebagai seorang ibu yang memiliki bisnis, aku ini juga memiliki pekerjaan sebagai blogger, content creator, momfluencer, mentor UMKM. Kalau pekerjaan atau profesi di luar bisnis itu di awali dari aku sebagai blogger di tahun 2010. Lalu dari situ semuanya ya berjalan saja, mulai dari ditawari nulis di blog, endorse dari brand sampai sharing bisnis dan kasih mentoring untuk para UMKM.

Aku sering merenung tentang rezeki. Bukan hanya tentang seberapa besar nominal atau seberapa seringnya datang, tetapi lebih ke bagaimana kita menyikapi setiap rezeki yang diterima.

Keadlian Dalam Menerima Rezeki

Dalam dunia kerja sebagai blogger, content creator dan momfluencer, aku beberapa kali mendapatkan tawaran dengan bayaran yang cukup menggiurkan. Namun, ada kalanya KPI (Key Performance Indicator) tidak tercapai. Mungkin karena algoritma yang sedang tidak bersahabat, atau mungkin audiens sedang tidak terlalu aktif. Tentu, sebagai manusia, ada rasa kecewa. Tapi yang paling penting, ada rasa tanggung jawab.

Pernah ada satu agensi brand yang bilang ke aku (setelah aku selesaikan tugas aku), "Sudah tidak apa-apa Mbak. Ini memang di luar kendali kita. Yang penting sudah diusahakan." Nah kalimat seperti itu walau menenangkan dan pihak brand tidak mempermasalahkan, tetap saja di dalam hati, aku merasa harus melakukan sesuatu yang lebih. Rezeki yang datang harus dibalas dengan usaha yang setara, atau bahkan lebih.

Maka dari itu, terkadang tanpa mereka minta, aku share lagi konten atau pekerjaan yang sudah aku buat di platform aku yang lain dan bahkan aku iklan kan. Agar ada audiens baru yang berinteraksi, atau bahkan aku pernah bikin konten baru lagi untuk pendukung (tentu tanpa biaya tambahan). Semua itu aku lakukan bukan untuk pamer ya, tapi sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban untuk diri sendiri.

Membalas Rezeki dengan Kebaikan

Keadilan rezeki ini bukan hanya berlaku dalam hal pekerjaan saja lho. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering sekali mendapatkan kemudahan yang tidak terduga. Misal saja, ketika sedang mencari parkir, kita tahu di weekend pasti parkir mall penuh dan tanpa terduga, baru masuk parkir, kita sudah dapat parkir tanpa perlu muter dan hal lainnya yang tidak pernah kita sangka.

Jadi kemudahan-kemudahan kecil tersebut merupakan bentuk rezeki dan rezeki yang datang dengan kemudahan, menurut aku perlu dibalas dengan mempermudah urusan orang lain. Ini adalah bentuk timbal balik rezeki yang paling indah.

Aku percaya kalau alam semesta memiliki cara sendiri untuk bekerja. Saat kita diberikan kemudahan rezeki, itu adalah sebuah sinyal bahwa kita perlu menjadi manusia yang bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi orang lain. Mulai dari hal kecil yang nantinya akan berdampak besar dan menjadi sebuah kebiasaan.

Intinya, dalam hidup ini, kita harus selalu bersikap adil dan bertanggung jawab atas setiap rezeki yang kita terima. Baik itu pekerjaan, uang, waktu, bahkan kemudahan. Dengan begitu, kita bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan bahagia, karena kita tahu setiap kebaikan yang datang akan selalu dibalas dengan kebaikan pula.



Me Time? Bukan Cuma Mimpi! Prioritas Diri untuk Ibu Pebisnis Hebat

Tidak ada komentar

 


Me Time? Bukan Cuma Mimpi! Prioritas Diri untuk Ibu Pebisnis Hebat


Assalamualaykum,

Menjadi seorang Ibu sekaligus pebisnis adalah sebuah perjalanan yang luar biasa, penuh warna dan tidak jarang menantang. Rasanya seperti setiap hari adalah maraton dengan checkpoints yang tidak ada habisnya. Dari menyiapkan sarapan, mengurus anak, meeting dengan klien, sampai merencanakan strategi bisnis, semua berjalan beriringan.

Pernah ngga para mama mama nih merasa lelah, jenuh dan bertanya-tanya, "Kapan ya giliran 'Me Time' aku?" Jika pernah merasa begini dan bertanya kepada diri sendiri seperti ini, yukkk mariii kita berpelukan virtual. Aku juga pernah merasakan hal yang sama dan dari sanalah aku menemukan arti Self-Love yang sesungguhnya, bukan sekedar gaya hidup sesaat, melainkan sebuah fondasi yang kokoh.

Diri Kita, Prioritas Utama

Dulu aku sering merasa bersalah jika harus "mengambil" waktu untuk diri sendiri. Seolah-olah, waktu yang aku gunakan untuk relaksasi atau mengembangkan diri adalah waktu yang seharusnya aku curahkan untuk keluarga atau bisnis. Padahal justru sebaliknya!

Mengapa kita harus memprioritaskan diri? Karena kita istimewa. Iya kamu, aku dan kita semua itu istimewa lho, dengan segala kelebihan serta kekurangan, dengan segala peran yang kita emban, kita adalah pribadi yang unik dan berharga. Setiap noda di di lantai karena air pipis anabul, anak-anak yang kadang crancky, tumpukan laporan di meja, setiap ide bisnis yang muncul di kepala - semua itu adalah bagian dari diri kita. 

Menerima dan merayakan diri kita apa adanya adalah langkah pertama menuju self-love. Sadari bahwa energi dan kebahagiaan kita adalah bahan bakar utama untuk menjalankan segala peran tersebut. Jika tangki kita kosong, bagaimana bisa kita memberi yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita?

Totalitas dalam Setiap Peran

Setelah menyadari pentingnya prioritas diri, aku mula mengubah sudut pandang tentang totalitas. Bukan berarti bekerja 24/7 tanpa henti, melainkan totalitas dalam setiap momen. Ketika aku sedang mendampingi anak belajar, fokus aku 100% pada anak aku. Tidak ada lagi scroll media sosial atau memikirkan pekerjaan. Demikian pula ketika aku sedang merancang strategi bisnis, aku akan menyelam sepenuhnya ke dalamnnya.

Prinsipnya sederhana, berikan yang terbaik pada apa pun yang sedang kita lakukan saat itu. Jika kita seorang ibu rumah tangga, jadilah ibu rumah tangga yang total. Jika kita seorang yang profesional, jadilah profesional yang total. Dengan begitu, setiap aktivitas terasa lebih bermakna dan memuaskan. 

Hasilnya lebih sedikit penyesalan, lebih banyak kepuasan dan tentu saja stress yang jauh berkurang. Ini adalah bentuk self-love yang sangat praktis, menghargai waktu dan energi yang kita miliki dengan memberikannya secara penuh.

Menikmati Proses Belajar Tanpa Henti

Pernah dengar ungkapan "hidup adalah pembelajaran tiada akhir"? Sebagai Ibu pebisnis, kalimat ini sangat relevan. Setiap hari ada saja hal baru yang harus dipelajari. Mulai dari resep masakan baru, cara mendidik anak yang efektif hingga strategi pemasaran digital terbaru. Dulu aku sering merasa terbebani dengan semua "kejarusan" belajar ini. Namun, seiring waktu, aku menyadari bahwa menikmati proses belajar adalah kunci.

Anggaplah setiap tantangan sebagai sebuah puzzle menarik yang menunggu untuk dipecahkan. Ketika kita menghadapi kesulitan, itu bukanlah akhir dunia, melainkan kesempatan untuk tumbuh. Proses belajar ini bukan hanya tentang meningkatkan skill, tetapi juga tentang memahami diri sendiri lebih dalam. 

Apa yang membuat kita bersemangat? Apa yang menjadi kelemahan kita? Dengan mindset ini, setiap kegagalan akan terasa seperti feedback berharga, bukan sebuah hukuman. Dan ini , Sahabat adalah esensi dari self-love yang adaptif dan kuat.

Nyaman yang Berdampak Baik

Terakhir, mari kita bicara tentang kenyamanan. Kadang, kita terbuai dengan zona nyaman yang justru tidak mendukung pertumbuhan. Aku pun begitu. Namun, aku belajar untuk mencari kenyamanan yang berdampak baik. Apa maksudnya?

Ini tentang menemukan kegiatan atau kebiasaan yang membuat kita nyaman, bahagia dan pada saat yang sama, memberikan dampak positif bagi diri kita dan sekitarnya. Misalnya bagi aku, menulis adalah zona nyaman. Dari menulis, aku bisa merefleksikan diri, berbagi pengalaman dan bahkan menghasilkan. Ini nyaman, dan berdampak baik. Mungkin bagi kamu, itu adalah berolahraga, membaca buku atau bahkan sekedar duduk dengan tenang menikmati secangkir teh panas sambil mendengarkan musik favorit.

Kuncinya adalah mendengarkan diri sendiri. Apa yang membuat jiwa kamu tenang, pikiran jernih dan energi kita terisi kembali? Jangan ragu untuk meluangkan waktu untuk hal-hal tersebut. Ingat Self-love itu bukan egois, melainkan investasi. 

Investasi untuk kesehatan mental dan fisik kamu, yang pada akhirnya akan menbuat kamu lebih kuat, lebih bahagia dan lebih siap untuk menjalani segala peran dengan senyum di wajah.

Jadi para ibu diluar sana baik ibu pekerja, ibu rumah tangga, ibu pebisnis hebat, mari kita jadikan self-love sebagai prioritas. Karena kamu pantas mendapatkan semua kebaikan di dunia ini. Apakah ada cerita self-love versi diri kamu? 




Memberi Tanda Kasih Pernikahan yang Menyentuh Hati

Tidak ada komentar

 

Memberi Tanda Kasih Pernikahan yang Menyentuh Hati


Halo teman-teman semua. Apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Post hari ini aku mau tulis mengenai memilih kado. Saya yakin, kita semua pernah deh merasakan bingung saat harus memilih kado untuk pernikahan sahabat atau kerabat tercinta. Rasanya ingin sekali memberikan sesuatu yang spesial, yang tidak sekedar "ada", tapi juga punya makna dan bisa dikenang. 

Jujur saja, aku sendiri sering kali merasa pusing, khawatir kado yang saya beri malah berakhir jadi pajangan di gudang atau sama persis dengan kadi dari orang lain. Kado terbaik bukanlah tentang barang termahal, melainkan tentang waktu, perhatian dan ketulusan yang kita curahkan. Pengalaman pribadi ini yang akhirnya mengubah cara pandang aku dalam memberikan hadiah. 

Ide-Ide Kado Pernikahan Unik dan Tidak Terlupakan

Aku ingin berbagi beberapa ide yang mungkin bisa jadi inspirasi buat teman-teman semua dan inilah beberapa ide kado pernikahan versi aku.

1. Hadiah Berupa Pengalaman, Bukan Barang

Ini adalah ide yang palung sering aku terapkan belakangan ini. Daripada membelikan barang yang mungkin sudah banyak orang berikan, mengapa tidak memberi pengalaman? Pengalaman ini bisa jadi momen-momen indah yang bisa mereka nikmati berdua. Misalnya, kamu bisa memberikan voucher menginap di hotel atau glamping unik yang cocok. Bisa juga voucher makan malam romantis di restoran khusus. 

Nah karena aku punya travel Haji Umroh, Jadi aku suka kasih voucher DP Umroh untuk honeymoon mereka. Hadiah berupa pengalaman akan menciptakan memori baru yang tidak akan lekang oleh waktu.

2. Kado yang Datang di Saat Tidak Terduga

Ini adalah pengalaman favorit aku yang pernah aku lakukan. Aku menunggu satu minggu setelah pesta pernikahan teman. Setelah semua acara selesai, saat pasangan pengantin mulai menjalani rutinitas harian mereka yang baru, baru deh aku kirimkan mereka kado. kado yang aku kirim makanan dan kue yang mereka suka. Kado yanng dikirimkan di waktu yang tidak terduga, saat mereka paling membutuhkannya, akan terasa jauh lebih berharga.

3. Langganan Streaming Service

Biasanya kalau habis menikah itu banyak di gunakan waktunya di rumah berduaan saja kan? Mereka pasti banyak ingin meng-eksplore banyak hal baru berdua, seperti membersihkan rumah, masak dan nonton dirumah. Aku pernah kasih hadiah free voucher TV Kabel Netflix, Disney Channel dan Netflix Gratis untuk 2 bulan ke teman aku yang baru nikah, ternyata senang banget mereka. 

Intinya, dalam memberi kado pernikahan, kita tidak harus terpaku pada barang-barang umum yang ada di pasaran. Kado yang paling berkesan adalah kado yang mencerminkan ketulusan, perhatian dan pemahaman kita terhadap si penerima.

Pikirkan apa yang benar-benar akan membuat mereka senang, nyaman dan merasa dihargai. Fokus pada kualitas daripada kuantitas dan tambahkan sentuhan personal. Dengan begitu, kado yang kamu berikan ngga cuma jadi barang, tapi jadi memori indah yang akan mereka kenang. 

Mari kita bergeser dari sekedar "Memberi barang" menjadi "memberi cerita, pengalaman dan momen yang tidak terlupakan." Selamat mencoba! Aku harap, ide-ide ini bisa membantu kamu memberikan kado yang tidak hanya indah, tapi juga penuh makna. Siap berburu inspirasi kado anti-mainstream selanjutnya? Ada ide lain yang tidak kalah unik? Mari berbagi di kolom komentar!



Kita Layak Bersinar Tanpa Merasa Kecil Hati

Tidak ada komentar

 

Kita Layak Bersinar Tanpa Merasa Kecil Hati


Halo teman-teman semua! Jujur saja, siapa di antara kita yang tidak pernah merasa "kecil" ketika melihat kesuksesan, kekayaan, atau hal-hal luar biasa yang dimiliki orang lain? Saya yakin, kita semua pernah mengalaminya di tengah gemerlapnya kelebihan orang lain.

Itu wajar kok, fitrah manusia memang cenderung membandingkan. Kita boleh, bahkan sah-sah saja, mengakui kehebatan dan keunggulan yang ada pada orang lain. Mengagumi pencapaian mereka bisa menjadi inspitasi, bahkan motivasi bagi kita untuk terus berkembang. Namun, ada satu hal penting yang harus kita garis bawahi yaitu jangan pernah izinkan perasaan itu membuat kita merasa kecil atau tidak berharga ketika kita tidak memiliki kelebihan yang sama dengan mereka.

Melihat Diri dengan Kejujuran yang Menenangkan

Kunci untuk tidak terjebak dalam perangkap perbandingan ini adalah dengan melihat diri kita secara jujur. Iya dong secara jujur, tapi bukan berarti melihat kekurangan terus, malah justru fokus pada kekuatan. Aku selalu meyakinkan ke diri sendiri bahwa pasti ada hal yang tidak dimiliki orang lain, yang justru menjadi nilai besar aku. Nilai inilah yang membuat aku tetap bisa merasa sejajar dengan siapapun, di lingkungan mana pun aku berada.

Ini bukan tentang kesombongan lho. Ini tentang penerimaan diri dan kepercayaan diri yang sehat. Setiap dari kita adalah individu yang unik, dengan jejak kaki dan sidik jari kehidupan yang berbeda-beda. Jadi kenapa kita harus merasa kurang hanya karena cetakan kita tidak sama dengan cetakan orang lain?

Coba deh, sekarang kita luangkan waktu sejenak. Tarik napas dalam-dalam dan mari kita renungkan. Apa saja sih yang paling ikonik dari diri kita? Apa yang membuat kita unik? Mungkin itu adalah senyum tulus yang selalu kita berikan, kemampuan kita mendengarkan dengan sepenuh hati, semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan atau mungkin cara kita memasak nasi goreng yang selalu berhasil bikin kangen. Apapun itu, akui!

Jejak Ikonikku dan Dampaknya

Sebagai seorang Ibu Pebisnis, aku belajar banyak dari perjalanan ini. Kalau boleh aku jujur dan sedikit berbagi, ada beberapa hal yang menurut aku paling ikonik dari diri aku dan aku bisa melihat bagaimana hal itu berdampak pada lingkungan sekitar.

  • Empati yang kuat. Aku sering kali bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, bahkan sebelum mereka mengatakannya. Ini membantu aku dalam hal membangun koneksi yang mendalam dengan tim aku, klien, jamaah dan juga anak-anak aku. Dampaknya? Hubungan yang lebih harmonis, komunikasi yang lebih efektif dan lingkungan kerja yang terasa seperti keluarga. Mereka merasa didengarkan dan dimengerti.
  • Semangat Pantang Menyerah dengan Senyuman. Tantangan dalam berbisnis dan mengurus rumah tangga itu ibarat ombak yang datang silih berganti. Ada kalanya aku ingin menyerah, tapi entah kenapa, selalu ada dorongan untuk terus maju dan biasanya aku menjalaninya dengan senyuman, bahkan saat hati lelah. Ini menular. Tim aku sering bilang, "Bu, kalau lihat Ibu saja sudah semangat lagi." Senyuman dan ketangguhan ini memberi mereka kekuatan untuk tidak mudah menyerah juga.
  • Kemampuan Menjembatani Berbagai Sudut Pandang. Dalam bisnis, seringkali ada perbedaan pendapat. Sebagai seorang ibu, aku terbiasa menjadi penengah antara anak-anak. Kemampuan ini terbawa ke dunia bisnis, dimana aku bisa membantu menyatukan ide-ide yang berbeda, menemukan titik temu dan menciptakan solusi yang bisa diterima semua pihak. Dampaknya keputusan-keputusan bisnis bisa diambil dengan lebih bijak dan minim konflik

Temukan Ikonikmu, Pancarkan Cahayamu

Mungkin kami berpikir: : "Ah itu kan Mba Cilya, aku belum tentu punya hal ikonik seperti itu." Jangan Salah! Setiap orang memilikinya. Mungkin kamu adalah orang yang selalu bisa diandalkan, pemberi saran yang bijak, atau seseorang yang selalu membawa keceriaan. Ingat, kehebatan tidak selalu tentang hal-hal besar yang kasat mata. Seringkali, justru hal-hal kecil dan "sederhana" inilah yang membentuk pribadi kita yang luar biasa.

Ketika kit amengakui dan merayakan hal-hal ikonik dalam diri kita, dampaknya akan sangat positif. Kita tidak hanya merasa lebih percaya diri dan bahagia, tetapi kita juga bisa memancarkan energi positif ini ke sekitar. Kita bisa menginspirasi orang lain, membangun hubungan yang lebih baik dan menciptkana dampak yang berarti.

Jadi mulailah hari ini. Lihatlah diri kita dengan mata yang penuh penghargaan. Fokus pada apa yang kit amiliki, bukan pada apa yang tidak kita miliki. Yakinlah, kita memiliki nilai besar yang tidak dimiliki orang lain dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kita sejajar dengan siapa pun. Apa yang paling ikonik dari diri kita dan bagaimana kita akan membiarkannya bersinar hari ini?




Menjaga Kewarasan di Tengah Badai Informasi

Tidak ada komentar

 

Menjaga Kewarasan di Tengah Badai Informasi


Sebagai seorang Ibu sekaligus memiliki bisnis, aku tahu betul bagaimana rasanya terjebak dalam pusaran informasi yang tidak ada habisnya. Sehari-hari kita disuguhi berita dari berbagai penjuru, mulai dari hiruk pikuk politik, konflik global yang memilukan, hingga bencana alam yang menguras emosi.

Di satu sisi, kita ingin tetap up-to-date dan berkontribusi, misalnya dengan berdonasi untuk korban bencana atau perang. Namun di sisi lain, paparan yang berlebihan juga negatif bisa sangat menguras mental, bahkan sampai membuat kita merasa cemas dan lelah. Kalau teman-teman begitu ngga sih? Nah ini cara aku agar aku bisa menyaring informasi tanpa harus menutup mata sepenuhnya.

Batasi Diri: Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas

Dulu, aku sering merasa FOMO (Fear of Missing Out) lho jika tidak mengikuti setiap headline berita. Akibatnya, pikiran aku selalu penuh dengan kekhawatiran yang tidak perlu. Belajar dari pengalaman, aku mulai deh sadar akan pentingnya membatasi waktu dan sumber informasi. 

Tidak perlu setiap saat membuka aplikasi media atau scroll media sosial. Jadi coba deh kita buat waktu khusus untuk membaca berita hanya 15-30 menit di pagi hari. Pilih sumber berita yang terpercaya dan netral. Hindari sumber yang sensasional atau provokatif, karena itu hanya akan menambah beban mental kita. Ingat lebih baik sedikit tapi berkualitas, daripada banyak tapi bikin kepala pusing.

Pilah Informasi: Mana yang Penting, Mana yang Bisa Dilewatkan

Ngga semua ya informasi yang ada itu jadi perhatian penuh dari kita. Ada berita yang memang penting untuk diketahui, seperti informasi tentang informasi tentang bencana alam yang membutuhkan bantuan atau kebijakan baru yang berdampak langsung pada bisnis dan keluarga. Namun, ada juga informasi yang sifatnya lebih banyak drama dan komedi publik yang sebenarnya tidak perlu terlalu kita masukkan ke hati.

Kuncinya adalah memilah dengan bijak. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah informasi ini benar-benar relevan untuk saya saat ini? Apakah saya bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya?". Jika jawabannya tidak, mungkin lebih baik dilewati saja. Fokuskan energi kita pada hal-hal yang bisa kita kontrol dan pengaruhi.

Jaga Jarak Bukan Berarti Tidak Peduli

Menjaga jarak dari informasi yang mengganggu bukan berarti kita tidak peduli. Justru sebaliknya, ini adalah cara kita melindungi diri agar tetap bisa berfungsi optimal dan memberikan dampak positif. Kalau mental kita sudah terkuras habis oleh berita negatif, bagaimana kita bisa fokus pada pekerjaan, merawat keluarga atau bahkan membantu orang lain?

Aku suka melakukan yang namanya "detoks digital" sesekali. Seperti matikan notifikasi, ngga scroll media sosial selama beberapa jam dan pernah bahkan seharian. Waktu yang ada aku gunain baca buku (terutama novel biar sedikit menghibur hehehe), olahraga atau ngobrol ke cafe dan kadang nonton film di bioskop.

Kontribusi Positif: Salurkan Kepedulian

Ketika ada berita tentang penderitaan atau ketidakadilan, wajar saja sih kalau kita merasa ingin berbuat sesuatu. Daripada hanya merasa sedih dan terbebani, kita bisa menyalurkannya dalam Aksi Nyata. Ikut berdonasi, mencari orang yang bisa membantu korban (misal ada berita kehilangan dan lain-lain).

Melindungi mental dari distraksi informasi memang sebuah tantangan, apalagi di era digital seperti sekarang. Namun, dengan menerapkan batasan, memilah informasi, menjaga jarak dan menyalurkan kepedulian secara positif, kita bisa tetap waras dan produktif. Ingat ya, kesehatan mental kita ini adalah aset paling berharga, jadi jaga baik-baik ya!



Mengapresiasi Diri: Mencintai Diri dari ujung Rambut hingga Kaki

Tidak ada komentar

 

Mengapresiasi Diri: Mencintai Diri dari ujung Rambut hingga Kaki


Assalamualaykum,

Dalam era digital yang apa-apa serba cepat ini, kita tuh sering kali terjebak dalam rutinitas yang menuntut dan lupa untuk menghargai diri sendiri. Padahal, mencintai diri sendiri adalah pondasi untuk menjalani hidup yang lebuh bahagia dan produktif.

Kalau misalnya ada yang bilang apa-apa healing, apa-apa healing, ya ngga ada salahnya juga sih. Healing itu kan banyak macam, ngga harus traveling wujud healingnya. Bisa jadi mengunjungi orangtua, ngupi cantik sama besties, ke spa untuk perawatan dan sebagainya. Itu adalah salah satu cara untuk menunjukkan apresiasi terhadap diri sendiri.

Mengapa Penting Mengapresiasi Diri?

Apa sih untungnya mengapresiasikan diri? Banyak banget sih ya dan ini berikut inin adalah alasannya.

  • Mensyukuri pemberian dari sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Bersyukur dikasih kesibukan, bersyukur badan masih dikasih sehat, makanya perlu dirawat dengan baik, jiwa raga di bikin bahagia.
  • Meningkatkan rasa percaya diri. Ketika kita merasa baik dengan diri sendiri, secara otomatis rasa percaya diri kita akan meningkat.
  • Menjaga kesehatan mental. Mengapresiasi diri dapat mengurangi stres, kecemasan dan depresi.
  • Memperkuat hubungan dengan orang lain. Ketika kita mencintai diri sendiri, kita akan lebih mudah untuk mencintai dan menerima orang lain.
  • Meningkatkan produktivitas. Seseorang yang merasa bahagia dan puas dengan dirinya akan lebih produktif dalam bekerja maupun beraktivitas lainnya.

Cara Mengapresiasi Diri dari Ujung Rambut hingga Kaki

Tidak perlu juga berpikir, untuk mengapresiasi diri itu harus ada uang dulu, harus besar effortnya dan lain-lain. Kalau pola pikirnya seperti itu, kita ngga akan bisa mengapresiasi diri dengan baik. Kita bisa lho lakukan 3 cara ini untuk mengapresiasi diri.

  • Perawatan Tubuh. Seperti tadi yang aku tulis di atas, bisa pergi ke Spa, belanja, nonton ke bioskop sendirian, pergi ke gym atau melakukan olahraga yang disukai secara teratur untu menjaga kesehatan tubuh juga pikiran. Bahkan mandi air panas juga bisa dimasukkan ke dalam kategori perawatan tubuh. 
  • Perawatan Mental. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menambah lebih intens ibadah kita juga bisa menjadi salah satu perawatan mental kita. Menulis jurnal, bertemu dengan orang-orang baru atau belajar hal baru bisa menjadi salah satu kesehatan mental dan juga bikin kita tetap waras 😊.
  • Perawatan Emosi. Dengan menerima kekurangan kita, menjadikan kekurangan menjadi sebuah kekuatan adalah bagian penting dari mencintai diri sendiri. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, jika memang alam semesta belum mendukung maka jangan kita memaksa hingga stres sendiri. Selalu afirmasi positif setiap hari, bisa menjadi salah satu perawatan emosi dalam diri kita.

Mengapresiasi diri adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan komitmen dan kesehatan. Dengan melakukan perawatan diri secara rutin baik fisik maupun mental, kita akan merasa lebih bahagia, sehat dan percaya diri. 

Ingat selalu ya teman-teman, diri kita ini berharga dan layak untuk dicintai. Hal ini juga menjadi self reminder untuk aku yang juga terkadang suka merasa down, tidak percaya diri sampai suka lupa mengapresiasi diri. Fighting!



Hadirkan Sensasi Liburan di Rumah: Tips Membuat Suasana Tempat Wisata Favorit

1 komentar


Hadirkan Sensasi Liburan di Rumah: Tips Membuat Suasana Tempat Wisata Favorit

 

Assalamualaykum,

Akhir tahun biasanya dimanfaatkan untuk liburan bersama keluarga atau teman-teman. Inginnya sih liburan ya tapi terkadang dananya kurang atau ada hal-hal yang kita prioritaskan terlebih dahulu dana nya. Tapi siapa bilang harus jauh-jauh ke tempat wisata untuk merasakan liburan yang menyenangkan?

Dengan sedikit kreatifitas dan perencanaan, kita tuh bisa lho menghadirkan suasana tempat wisata favoritmu langsung di rumah. Tidak hanya menghemat biaya, tapi juga memberikan pengalaman yang tidak kalah seru.

Tips Membuat Suasana Tempat Wisata Favorit

1. Pilih Tema Wisata Favorit

Langkah pertama adalah menentukan tema wisata yang ingin kamu hadirkan di rumah. Apakah itu suasana pantai yang santai, suadana pegunungan yang sejuk atau suasana kota yang ramai? Dengan menentukan tema, kita akan lebih mudah memilih dekorasi dan aktivitas yang sesuai.

2. Dekorasi Rumah

  • Warna. Gunakan warna-warna yang identik dengan tema wisata pilihanmu. Misalnya, warna biru muda, pasir dan putih untuk suasana pantai atau hijau dan coklat untuk suasana pegunungan.
  • Lampu. Cahaya lilin atau lampu hias dengan warna hangat bisa menciptakan suasana yang lebih intim dan romantis, seperti di sebuah resort.
  • Aksesoris. Tambahkan Aksesoris seperti kerang, bintang laut atau tanaman hijau untuk memperkuat tema.

3. Suara dan Aroma

Agar tambah berasa liburannya di rumah, kita bisa pasang musik yang sesuai dengan suasana yang ingin kita ciptakan. Misalnya suara ombak untuk suasana pantai atau suara burung untuk suasana pegunungan. Ditambah lagi aroma-aroma yang mendukung dengan pakai difuser atau lilin aromaterapi.

4. Aktifitas menarik

Kita bisa nonton film di rumah, atau membuat makanan khas daerah atau negara tersebut.

5. Buat Sudut Khusus

  • Sudut Membaca. Siapkan buku-buku tentang tempat wisata atau novel dengan latar belakang tempat tersebut.
  • Sudut Meditasi. Buat suasana yang tenang dengan menggunakan matras yoga, bantal dan lilin aromaterapi.

Intinya jika ingin mewujudkan suasana tempat wisata di rumah, libatkan keluarga untuk berpartisipasi dan jangan lupa abadikan momen-momen berharga dengan berfoto atau membuat video. Dengan sedikit kreatifitas dan perencanaan, ternyata kita bisa mengubah rumah kita menjadi tempat wisata yang menyenangkan dan tidak terlupakan. Selamat mencoba!



Memaknai Hidup dengan Segala Keterbatasannya: Menemukan Kekuatan di Dalam Diri

1 komentar

 

Memaknai Hidup dengan Segala Keterbatasannya: Menemukan Kekuatan di Dalam Diri


Assalamualaykum,

Sejak Papa aku meninggal, aku tuh merasa seperti ada separuh sumber rezeki dan sumber doa aku yang hilang. Mungkin bisa jadi selama ini almarhum Papa selalu mendoakan aku sehingga rezeki aku lancar jaya. Kalau ditanya masih suka sedih? Jawabannya iya, aku masih saja suka nangis tiba-tiba atau menjelang mau tidur. Tapi aku harus move on dan terus memaknai hidup dan menajdi manusia yang bermanfaat. 

Memang setiap individu memiliki kisah hidup yang unik, dengan lika-liku dan tantangan yang berbeda-beda. Keterbatasan fisik, mental atau sosial seringkali menjadi bagian dari perjalanan hidup manusia. Namun, keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Justru, di dalam keterbatasan inilah kita dapat menemukan kekuatan, makna dan potensi yang tidak terbatas.

Memahami Keterbatasan

Aku tuh suka sedih ya kalau baca atau dengar berita seseorang meninggal karena bunuh diri. Mungkin masalah mereka berat, tapi aku masih super yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak ada solusi. Semua pasti ada solusinya!

Memang tidak ada manusia yang sempurna, karena sempurna hanya milik Allah SWT. Keterbatasan seringkali dipandang sebagai hal yang negatif dan membatasi. Namun, jika kita mengubah perspektif, keterbatasan justru dapat menjadi pendorong untuk berinovasi dan menemukan cara-cara baru untuk mencapai tujuan. 

Keterbatasan juga dapat menjadi pengingat akan kerentanan manusia dan mendorong kita untuk lebih menghargai hidup.

Menemukan Makna di Tengah Keterbatasan

Bagi aku ini cara menemukan makna di tengah keterbatasan.

  • Menerima Diri. Langkah awal untuk memaknai hidup dengan keterbatasan adalah dengan menerima diri sendiri apa adanya. Dengan menerima keterbatasan, kita dapat membebaskan diri dari beban untuk menjadi sempurna.
  • Menemukan Tujuan Hidup. Setiap individu memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda. Dengan menemukan tujuan hidup yang bermakna, kita dapat menemukan motivasi untuk terus bergerak maju meski dihadapkan pada berbagai tantangan.
  • Membangun Hubungan yang Positif. Hubungan dengan orang-orang terdekat sangat penting untuk memberikan dukungan dan semangat. Dengan berbagi cerita dan pengalaman, kita dapat merasa lebih terhubung dan tidak sendirian.
  • Berkontribusi pada Sesama. Melalui kontribusi pada sesama, kita dapat memberikan makna pada hidup dan merasakan kepuasan batin yang mendalam

Keterbatasan adalah bagian dari kehidupan manusia. Namun, dengan sikap yang positif dan semangat yang tinggi, kita dapat mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Dengan menemukan makna dalam hidup dan berkontribusi pada sesama, kita dapat hidup lebih bahagia dan bermanfaat. 


Mempersiapkan Bekal Amal Jariyah: Investasi Terbaik untuk Akhirat

Tidak ada komentar

 

Mempersiapkan Bekal Amal Jariyah: Investasi Terbaik untuk Akhirat


Assalamualaykum,
Happy Day teman-teman semua. Mau nulis seputar kegundahan hati aku dan sedikit self reminder untuk diri aku. Awal Oktober 2024 kemarin tepatnya di tanggal 6 Oktober, Papa tercinta, tersayang aku akhirnya menembuskan napasnya yang terakhir. Sedih nya tuh sampai sekarang (jujur masih suka nangis malam-malam atau pas sholat). Ada hal janji yang masih banyak belum bisa aku tepati untuk Papa aku.

Papa aku selama 3 bulan terkena sakit komplikasi, ya paru, ya ginjal dan lari kemana-mana yang dimulai dari sakit diabetesnya. Tapi aku bahagia bisa menemani almarhum Papa aku di saat berobatnya. Uang, waktu yang aku korbankan untuk merawat beliau tidak bisa mengembalikan beliau untuk hidup di antara kami lagi, jadi aku tidak akan mengeluh sama sekali, malah ya itu tadi yang aku bilang, aku bahagia. Doa ku semoga amal pahala almarhum papa aku cukup bahkan lebih karena ada amal jariyah yang almarhum perbuat di dunia, untuk di akhirat nanti.

Mengapa Amal Jariyah Penting?

Dalam hiruk pikuk kehidupan dunia, seringkali kita terlena dengan urusan duniawi. Namun sebagai seorang muslim, kita tuh di wajibkan untuk senantiasa memikirkan kehidupan akhirat. Salah satu cara yang paling efektif untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian adalah dengan memperbanyak amal jariyah.

Amal jariyah adalah amal saleh yang pahalanya terus mengalir meskipun kita atau si manusianya sudah meninggal dunia. 

Seperti hadits Rasulullah SAW, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak sholeh." (Hadist Riwayat Muslim).

Tentunya dari hadits ini, kita dapat memahami bahwa amal jariyah merupakan investasi terbaik untuk kehidupan akhirat. Pahala yang terus mengalir akan menjadi bekal yang sangat berharga di alam kubur dan di hari kiamat.

Makanya aku berharap almarhum Papa aku punya amal jariyah yang kami anak-anak nya tidak tahu. Aamiin Ya Rob.... Aku juga berusaha untuk menjadi anak yang solehah agar doa aku bisa tercatat sebagai pengurang dosa almarhum Papa.

Jenis-jenis Amal Jariyah

Aku juga mau sedikit berbagi beberapa catatan dari kajian yang aku ikuti seputar pembahasan mengenai amal jariyah. Ternyata amal jariyah itu memiliki banyak bentuk dan tidak terbatas pada harta saja lho. Ini contoh yang bisa di sebut amal jariyah yang Insha Allah bisa kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

  • Sedekah. Dengan memberikan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk uang, makanan, pakaian atau lainnya itu bisa masuk dalam amal jariyah kita karena yang kita berikan bermanfaat.
  • Menyebarkan ilmu. Jika kita memiliki ilmu, kenapa ngga kita berbagi ilmu kita kepada orang lain? Sebab berbagi ilmu juga masuk kategori amal jariyah kita.
  • Berdoa untuk orang lain. Tentu ya doanya yang baik-baik. Doa yang baik, Insha Allah akan balik lagi kepada kita. Doakan orang yang sedang sakit, kesulitan atau bahkan yang telah meninggal sekalipun. Tentu hal ini mudah untuk kita lakukan.
  • Membangun Masjid, Sekolah atau Rumah Sakit. Memang jika rezeki kita berlebih, tidak ada salahnya kita membangun fasilitas umum ini. Masya Allah, ini sih impian aku dan mungkin impian teman-teman semua ya bisa bangun masjid.

Ketika kita mau memulai membuat atau membangun amal-amal jariyah kita, kita harus niatkan karena Allah SWT. Lakukan dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan selain dari-Nya. Konsistensi juga perlu untuk melakukan amal jariyah kita secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil.

Imtinya amal jariyah adalah investasi terbaik untuk kehidupan akhirat. Dengan memperbanyak amal jariyah, Insha Allah kita telah mempersiapkan bekal yang sangat berharga untuk menghadapi hari kiamat. Mari kita mulai beramal jariyah sejak dini dan menjadikan amal jariyah sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari.




The Art of Listening: Kunci Komunikasi Efektif dan Hubungan yang Kuat

2 komentar

 

The Art of Listening: Kunci Komunikasi Efektif dan Hubungan yang Kuat

Assalamualaykum,

Di era modern yang serba cepat ini, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kunci utama dalam meraih kesuksesan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Komunikasi yang efektif itu tidak selalu tentang berbicara dengan baik saja lho, tapi juga tentang seni mendengarkan atau the art of listening.

Mendengarkan secara aktif bukan hanya sekedar diam saat orang lain sedang berbicara, tetapi juga tentang memahami apa yang mereka sampaikan, baik secara verbal maupun non-verbal. Tentunya hal ini membutuhkan yang namanya perhatian, fokus dan empati agar kita dapat benar-benar memahami pesan yang ingin disampaikan.

Mengapa Seni Mendengarkan itu Penting?

Ada banyak alasan mengapa seni mendengarkan sangat penting dalam hidup kita. Sekarang bayangkan deh, teman-teman sedang curhat atau bercerita kepada seseorang lalu orang tersebut ada di depan kamu, alih-alih mendengarkan tapi sambil mengerjakan sesuatu yang ketika kamu tanya kepadanya, jawabannya pun malah tidak nyambung. Pasti tidak mau kan di perlakukan seperti itu?

Jadi berikut ini adalah alasan mengapa seni mendengarkan itu sangat penting kita miliki dan lakukan.

  1. Meningkatkan Empati. Ketika kita mendengarkan dengan penuh empati, kita tuh jadi lebih memahami perasaan orang lain dan melihat dunia dari sudut pandang mereka. Tentunya hal ini dapat melatih kita menjadi lebih peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain, sehingga terjadi hubungan yang positif dan suportif.
  2. Membangun Hubungan yang Kuat. Dengan kita mendengarkan dengan penuh perhatian, tentunya akan menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada orang lain. Hasilnya hubungan kita dengan pasangan, keluarga, teman maupun kolega terjadi sebuah kepercayaan dan keintiman dalam sebuah hubungan, sehingga mereka akan merasa lebih nyaman untuk berbagi dan terbuka dengan kita.
  3. Meningkatkan Pemahaman. Dengan mendengarkan dengan seksama, kita akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan akurat. Kita juga akan lebih dapat memahami sudut pandang orang lain dengan lebih baik dan tentunya akan membantu kita dari sebuah konflik atau kesalahpahaman.
  4. Meningkatkan Kemampuan Belajar. Proses belajar dan pengembangan diri akan kita dapatkan ketika kita mendengarkan dengan fokus dan menyerap informasi dengan lebih baik.
  5. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi. Mendengarkan dengan baik adalah dasar dari komunikasi yang efektif, belajar bagaimana merespon dengan tepat dan relevan, sehingga percakapan menjadi lebih bermakna juga produktif.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan?

Ini ada tips bagaimana teman-teman dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan:

  • Berikan perhatian penuh. Jauhkan ponsel, komputer atau hal-hal lainnya yang dapat menggangu fokus teman-teman saat mendengarkan.
  • Tunjukkan empati. Coba untuk lebih memahami perasaan orang lain dan tunjukkan bahwa kita tuh peduli dengan apa yang mereka alami.
  • Ajukan pertanyaan. Jika di rasa tidak paham apa yang di maksud lawan bicara yang sedang berbicara kepada kita, maka jangan sungkan untuk mengajukan pertanyaan. Hal ini menunjukkan kita tertarik dan ingin tahu lebh dalam.
  • Bersikap terbuka. Hindari menyela atau melontarkan sebuah penilaian. Dengarkan dengan pikiran terbuka dan cobalah untuk memahami sudut pandang mereka.
  • Ulang kembali apa yang kita dengar. Hal ini tentunya membantu kita bahwa kita memahami dengan benar apa yang telah di katakan dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk mengoreksi jika ada kesalahpahaman.

Seni mendengarkan adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan dengan latihan. Semakin sering kita berlatih, maka Insha Allah akan semakin baik kemampuan kita untuk mendengarkan dengan efektif.

Dengan menguasai seni mendengarkan atau the art of listening, maka kita dapat meningkatkan kualitas komunikasi kita kepada orang lain, membangun hubungan yang lebih kuat dan mencapai kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan kita.

Ingat ya, seni mendengarkan bukan hanya tentang apa yang kita dengar, tetapi juga tentang bagaimana kita merespon dan menunjukkan rasa empati. Nah yuk sharing the art of listening versi teman-teman, sebab kan kebanyakan nih hanya peduli sama the art of speaking saja. Mau ya tulis di kolom komentar.




Suasana Cafe dan Memory yang Terukir

3 komentar

 

Suasana Cafe dan Memory yang Terukir


Assalamualaykum,

Siapa yang suka ke cafe? Baik itu sekedar nongkrong, meeting atau kerja. Bagi aku, cafe adalah lebih dari sekedar tempat untuk menikmati secangkir kopi atau hidangan yang unik dan lezat saja. Aku juga menikmati suasana di cafe-cafe yang aku kunjungi. 

Di balik tembok, mejanya, pengunjung yang silih berganti tentunya menyimpan banyak cerita dan kenangan yang tidak ternilai harganya. Setiap cafe pasti memiliki atmosfernya sendiri yang mampu membawa kita kembali ke momen-momen spesial dalam hidup.

Aroma yang Memicu Kenangan

Waktu aku masuk ke cafe Olala, aroma bakerynya tercium enak yang bikin pasti ingin memesan beberapa cemilan bakery di dalamnya. Beda ketika aku masuk ke cafe Sta***ck (sebelum aku melakukan boikot hehe). Ketika masuk, pasti aroma harum kopi-kopinya sangat kental tercium. Bau khas cafe memang kadang membawa aku kembali ke masa muda dulu, saat lagi di dekati oleh cowo di sekolah aku atau juga sekedar haha hihi dan berbagi cerita bareng sahabat-sahabat aku sampai berjam-jam

Cahaya dan Dekorasi yang Berbicara

Aku lebih suka cafe yang tidak terlalu banyak pencahayaan lampu, tapi kalau pencahayaan alami dengan jendela-jendela besar, membuat suasanya jadi warm. Belum lagi kalau dekorasinya yang mendukung, bikin aku makin senang berlama-lama disini.

Suara dan Musik yang Menghibur

Aku pernah ketika lagi sedih terus aku pergi ke cafe sendiri dengan bawa buku juga iPad aku. Untuk sekedar menghibur diri sambil mendengar suara gemericik air, blender, mesin kopi, alunan musik yang menenangkan, suara canda tawa serta obrolan dari pengunjung. Semua hal yang aku dengar di cafe ini menjadi soundtrack bagi kenangan aku.

Lebih dari Sekadar Tempat Makan

Bagi aku cafe itu tidak hanya sekedar sebuah tempat untuk mengisi perut saja, tapi juga untuk mengisi jiwa. Di cafe, aku bisa menemukan ketenangan di tengah hiruk pikuk kehidupan. Aku dapat bertukar pikiran, ide dan inspirasi dengan orang lain dan yang terpenting, aku dapat menciptakan kenangan indah yang akan terukir dalam hati selamanya.

Memory di Suasana Cafe

Setiap orang tentunya memiliki memori spesial ketika mereka berkunjung ke cafe. Bagi aku pribadi, cafe menjadi tempat favorit karena suasananya yang tenang dan nyaman. Di sana aku bisa menghabiskan waktu bersama sahabat, kolega, mengerjakan kerjaan, meeting, bersantai, nulis blog atau bahkan sekedar baca buku. Pokoknya setiap melangkah ke dalam, kenangan indah selalu ada.

Kalau teman-teman, apakah punya memory ketika di cafe?




Healthy Boundaries: Jaga Kesehatan Mental dan Emosi

1 komentar

 

Healthy  Boundaries: Jaga Kesehatan Mental dan Emosi


Assalamualaykum,

Tulisan hari ini aku mau bahas mengenai Healthy Boundaries untuk diri kita sendiri. Penah ngga sih teman-teman merasa dimanfaatkan oleh orang sekitar? Atau merasa tertekan lalu lelah menghadapi semua masalah hidup ini? Kalau pernah mengalaminya, mungkin ini adalah indikasi diri kita belum memiliki Healthy Boundaries.

Healthy Boundaries itu adalah batasan sehat. Batasan yang diri kita ciptakan untuk melindungi diri sendiri baik secara mental maupun emosional. Tentunya dengan batasan ini, akan memberikan diri kita rasa aman, dihormati dan tidak terbebani oleh orang lain.

Cara Menciptakan Healthy Boundaries

Mungkin teman-teman ada beberapa yang tanya apa sih manfaat dari kita menciptakan Healthy Boundaries? Tentu banyak ya seperti kepercayaan diri kita jadi meningkat, dapat menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres, menjaga serta memiliki waktu dan energi untuk diri sendiri, terakhir kita bisa menjalin sebuah hubungan yang lebih sehat juga saling menghargai dengan orang lain. 

Lalu bagaimana caranya menciptakan sebuah Healthy Boundaries?

  • Kenali Diri Sendiri. Kita perlu tahu mengenai perasaan diri kita, kira-kira apa sih yang memuat diri kita menjadi atau merasa tidak nyaman dan ingat bahwa batasan itu bisa berbeda untuk setiap orang dalam hidup kita.
  • Berani Menolak dan Bilang Tidak. Ini kadang aku banget sih, suka ngga enakan dan ujungnya malah bikin diri ngga nyaman. Padahal kalau mau tercipta Healthy Boundaries untuk diri kita, maka kita harus bisa mengatakan "Tidak" pada hal-hal sebuah permintaan yang tidak sesuai dengan batasan kita dan ingat, jangan pernah merasa bersalah setelah menolak, #selfreminder juga untuk diri aku nih.
  • Hargai Batasan Orang Lain. Kalau mau di hargai, maka kita juga wajib banget menghargai orang lain, terutama masalah batasan hidup mereka. Jika mereka menolak permintaan kita karena mereka merasa permintaan kita melewati batasan hidupnya, ya kita harus hargai.
  • Komunikasikan Batasan Kita dengan Jelas. Orang lain tidak akan bisa tahu mana batasan kita, maka beritahu dan komunikasikan secara jelas. Tapi sampaikan dengan tenang dan tidak dengan emosi.

Memang semua ini tidak mudah ya untuk kita praktekkan. Apalagi bagian belajar untuk menolak karena kita suka ngga enakan. Pastinya perlu latihan dan ketegasan, sebab jika sudah kita lakukan, maka kita akan merasa lebih baik dan juga hubungan kita dengan orang sekitar kita akan lebih sehat.

Yang pasti, jika kita sudah menerapkan dan menciptakan Healthy Boundaries, hidup kita akan jauh lebih bahagia dan sehat tentunya.






Small Celebration Untuk Bisnis B Travel Aku

Tidak ada komentar


Small Celebration Untuk Bisnis B Travel Aku


Assalamualaykum,

Kamis pagi tadi alhamdulillahnya aku dan pak suami baru melaksanakan syukuran kecil-kecilan. Memang renovasi lantai 2 belum selesai, tapi lantai 1 sudah bisa kami pergunakan untuk mengadakan syukuran bersama keluarga inti kami.

Senang rasanya bisa sampai di step ini, yang memang masih jauh dari target kami (aku dan pak suami) tapi paling tidak target kecil kami sudah tercapai dan tinggal menyusun kembali strategi bisnis ke depannya agar bisa memenuhi apa yang sudah kami impikan dan cita-cita kan.

Small Celebration B Travel Ku: Merayakan Kemenangan Kecil Menuju Kebahagiaan yang Lebih Besar

Sedikit cerita lagi mengenai bisnis travel haji dan umrah aku yaitu Baitullah Cahaya Lillah Travel yang sudah re-branding menjadi B Travel. Bisnis yang aku dan pak suami bangun berdua di awal tahun 2020, dimana ketika awal baru mau berjalan dan mengurus surat-surat legalitas, qadarullah pandemi melanda dan akhirnya tertunda lah pengurusan izin kami hingga 3 tahun lamanya.

Syukur alhamdulillah November 2023 kemarin, izin PPIU kami sudah keluar dan mulai perlahan satu persatu kami benahi dan susun. Untuk memberangkatkan jamaahnya sendiri sih kami sudah lakukan dari September 2022 yang saat itu kami masih bekerjasama dengan travel lain untuk izin PPIU nya.

Awal memang harapan kami, kami bisa menyewaa ruko untuk kantor travel kami di ruko yang bagus dan super eksklusif, tapi sekali lagi ya kami perlu melalui step awal seperti ini. Sampailah kami di hari ini kami bisa syukuran di kantor baru yang doanya tentu bisa menjadikan bisnis kami sukses, berkah, berlimpah dan menjaga selalu amanah serta syariah bisnisnya. 

Dari yang awal hanya kami berdua yang menjalankan, sekarang sudah bergabung kakak serta adik kami dalam menjalankan bisnis B Travel Haji dan Umrah ini. Tentunya tidak luput dari doa orangtua aku dan pak suami.

Kemarin-kemarin sempat terjebak dalam siklus kerja serta ekspektasi yang tidak ada kata hentinya sampai kami hampir lupa menikmati momen-momen proses bisnis kami. Syukuran pagi tadi pun sebagai bentuk Small Celebration atau perayaan kemenangan kecil aku dan pak suami, menuju kebahagiaan yang lebih besar.

Mengapa Small Celebration B Travel Penting?

Syukuran memang di Indonesia adalah bentuk dari kita bersyukur atas sesuatu hal yang kita dapatkan dan juga ada doa-doa didalamnya.


Bagi diri aku pribadi, Small Celebration untuk Bisnis B Travel aku ini penting karena hal tersebut memiliki manfaat kebahagiaan dan kesehatan mental, antara lain:

  • Meningkatkan rasa percaya diri jika di tanya oleh calon jamaah kami, seperti dimana kantornya? Apakah sudah ada izin PPIU dan sebagainya.
  • Membantu aku fokus pada hal-hal positif. Dengan adanya office yang baru, aku jadi bertambah positif banget bisa membawa keberkahan dan terjadi pendaftaraan umrah maupun haji.
  • Meningkatkan motivasi aku untuk bisa mencapai cita-cita dan harapan aku untuk sukses dan umrah mengumrahkan orang yang benar-benar mau umrah.
  • Membuat Aku lebih bahagia. Iya dong bahagia, karena sudah berhasil mencapai step ini.
  • Membantu aku jadi lebih menghargai diri sendiri. Walau di tengah gempuran beberapa orang yang meremehkan kami apakah kami berhasil menjalankan bisnis ini. Biar orang lain tidak menghargai aku, asal bukan aku yang tidak menghargai diri aku sendiri.

Smal Celebration tidak harus dilakukan di tempat yang mahal, kegiatan yang memakan waktu lama, yang penting adalah kita mau meluangkan waktu untuk menghargai diri sendiri. Bagi aku tentunya aku berhak bahagia dan dengan melakukan small celebration.

Small Celebration adalah tentang menhargai diri sendiri dan enjoy your Life Journey.







Ini Lho Cara Mengatasi Prokrastinasi

3 komentar

 

Ini Lho Cara Mengatasi Prokrastinasi


Assalamualaykum,

Pernah ngga sih teman-teman merasakan yang namanya Prokrastinasi? Aku tuh pernah suka begini, yang biasanya timbul pas lagi padatnya pekerjaan. Duh sebenarnya sih ngga boleh ya dan aku juga ngga sering-sering banget kaya begini. 

Menunda-nunda pekerjaan malah bikin kita jadi stress lho sebenarnya. Pekerjaan jadi tambah menumpuk dan pas mau kita kerjakan, hasilnya nanti jadi tidak maksimal karena mau buru-buru selesai. 

Cara Mengatasi Prokrastinasi: Melawan Godaan Kesenangan Demi Prioritas.

Siapa sih yang ngga mau santai, baik itu di weekday maupun weekend. Godaan santai atau melakukan hal yang menyenangkan daripada menyelesaikan tugas penting pasti suka ada. Tapi bagaimana mungkin ya kan santai terus tanpa kerja. Apalagi duit kita masih belum banyak ya kan? Banyak pun juga tetap kita perlu kerja.

Menunda suatu pekerjaan bukanlah solusi, malah mungkin (bukan mungkin lagi sih ya), kebiasaan ini akan menjadi kebiasaan dan dampak negatif, seperti stress, rasa bersalah dan kecemasan.

Aku mau share nih tips untuk mengatasi Prokrastinasi.

  1. Buatlah Daftar Prioritas. Bisa di buku jurnal atau agenda yang biasa kita pakai. Susun terlebih dahulu mana yang paling penting sampai yang paling mudah di kerjakan. Kalau sudah di susun seperti ini akan membuat kita jadi bisa menyelesaikan hal yang mendesak terlbih dahulu dan kita pun tidak kewalahan dalam mengerjakan.
  2. Kenali Diri dan Pemicunya. Seperti yang aku alami, ketika aku menunda suatu pekerjaan, aku sudah tahu kenapa aku bisa begini, karena pekerjaan aku lagi padat banget yang bikin aku lelah dan bosan. Nah hal ini perlu di cari solusinya dan setelah ketemu solusinya baru langsung gas keun lagi kerja dan menyelesaikan hal-hal segera agar tidak lagi menunda-nunda.
  3. Atur Waktu dan Jadwal. Ketika kita sudah menulis daftar prioritas pekerjaan, selanjutnya kita perlu mengatur waktu untuk mengerjakannya. Atur jadwal yang realistis dan sesuai dengan keadaan dan kondisi diri kita. Jangan sampai kita tidak ada jam istirahat juga ya.
  4. Cari Solusi Pekerjaan Besar Menjadi Kecil. Kalau tugas besar bikin kita jadi males mengerjakan, maka cari solusinya bagaimana agar tidak bikin malas. Bisa juga dengan cara mencicil dan di ataur waktu pengerjaannya.
  5. Hilangkan Gangguan dan Bersabar. Cara terakhir ketika akan mengerjakan pekerjaan adalah hindari hal-hal yang mengganggu, misalnya matikan notifikasi handphone, jangan dengerin radio, close dulu sosial media agar tidak scroll - scroll hehe. Kalau sudah kerjakan dengan sabar, jangan terburu-buru. Jangan berharap sim salabim pekerjaan kita akan selesai tepat waktu.

Memang mengatasi prokrastinasi bukanlah hal yang mudah, tapi mengatasinya bukan berarti tidak mungkin. Buat strategi yang tepat, lakukan dengan konsisten juga komitmen, Insha Allah bisa teratasi dengan baik. 

Tenang, teman-teman ngga sendiri kok, di luar sana juga banyak yang sedang berusaha juga untuk melawan yang namanya prokrastinasi.... Semangat



Pentingnya Memahami Dunia Politik

2 komentar

 

Pentingnya Memahami Dunia Politik


Assalamualaykum,

Tahun ini adalah tahunnya kita memilih Presiden RI untuk periode terbaru. Setiap 5 tahun sekali kita mendapatkan hak pilih siapakah kira-kira calon pemimpin bangsa ini, mulai dari Presiden sampai jajaran kabinetnya. Aku pribadi bukan pemaham golput, sebab bagi aku apapun pilihan kita, suara kita, merupakan penentu nasib bangsa kita.

Aku sendiri termasuk orang yang ngga suka dengan politik, karena pusing sih berada di sekitar orang-orang yang berpolitik. Padahal di kehidupan kita sehari-hari pun juga sekeliling kita secara tidak kita sadari ada saja yang berpolitik, dengan versi sederhana dan bukan berpolitik di parlemen. Tapi ya, sebenarnya perlu tidak sih kita memahami dunia politik? 

Pentingnya Memahami Dunia Politik

Jujur aku nonton debat saja tuh awal-awalnya doang sih, pas bagian mereka (Capres dan Cawapres) memberikan visi dan misi. Kalau sudah bagian debat, sudah deh kadang suka males saja. Mungkin karena aku orang yang malas berdebat ya.

Tapi sebagai ibu yang juga punya bisnis, aku merasa kita tuh perlu juga lho paham mengenai politik. Ngga harus sampai khatam sih, tapi paling tidak tahu lah berita-berita seputar politik beserta istilah-istilah di dalam dunia politik.

Seperti yang tadi aku sudah tulis di atas, bahwa sebenarnya di lingkungan sekitar kita juga banyak yang berpolitik, karena politik itu juga merupakan bagian penting dari kehidupan kita sebagai manusia. Politik itu menentukan bagaimana sumber daya didistribusikan dan masyarakat diatur.

Alasan Mengapa Perlu Memahami Dunia Politik

Perlu atau tidaknya memahami politik, kembali lagi ke masing-masing individu sih ya menurut aku. Tidak ada kewajiban juga kita sebagai masyarakat paham dunia politik. Yang penting kita ini perlu taat akan hukum dan undang-undang yang berlaku. 

Kalau ada yang bilang, ah percuma undang-undang dibuat, tetap saja ada aparat yang tidak berlaku adil, atau beberapa masyarakat yang tidak mematuhi undang-undang. Ya sudah lah biar saja mereka begitu, asal jangan kita. Tetap beradab dan beretika.

Lalu apa alasan kita perlu memahami dunia politik?

Untuk melindungi hak-hak kita. Ketika undang-undang dibuat oleh pemerintah, tugas kita dalah selalin mematuhi peraturan undang-undang yang ada dan kita bisa melindungi hak-hak kita. Makanya perlu paham politik agar tidak mudah di bodohi.

Untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Ketika kita ingin aktif di setiap kegiatan di lingkungan kita, kita perlu memiliki pengetahuan yang luas. Politik sendiri memiliki pengaruh yang luas ke segala aspek, yaitu pendidikan, kesehatan, bisnis, sumber daya, pariwisata, lingkungan dan ekonomi. Oleh karena itulah perluas ilmu kita juga di segala aspek. Makanya perlu paham politik juga.

Untuk dapat memiilih pemimpin bangsa yang tepat. Kita perlu paham apa saja prestasi, history dari latar belakang personal calon pemimpin negara. Kalau sampai salah, tentu negara kita jadi tidak aman dan sudah pasti akan berdampak ke dalam kehidupan kita. Jadi pilih lah pemimpin bangsa yang tepat dengan memahami politik dengan baik.

Bagaimana Cara Memahami Dunia Politik?

  • Mulai ikut atau berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seperti kampanye, demonstrasi mungkin kalau mau.
  • Baca artikel berita mengenai seputar artikel politik
  • Mengikuti setiap ada diskusi politik, bagi di forum online maupun offline. Sebab tidak hanya pengetahuan saja tapi juga dapat pembendaharaan kalimat.

Jadi guys, dengan kita memahami politik, Insha Allah kita bisa menjadi warga negara yang lebih baik dan membuat negara serta dunia kita menjadi tempat yang terbaik..



Become a Useful Human Being

1 komentar

 

Become a Useful Human Being


Assalamualaykum,

As long as you are alive, have you ever asked yourself, why does Allah give us advantages? Why does Allah give life and trials according to our abilities? Why does ISlam teach us how we must have a healthy and clean lifestyle?

Allah never commands us as humans to do harm or do bad things. But Allah commands us to be people who are devout, have faith and be useful to others. That is the reason why Allah gives us advantages, so that we can uses them to help and assist others.

The prophet said in a Hadith which means, "The best people are those who are most beneficial to others (Hadith History of ath-Thabrani).

Why Should We Be Helpful to Others?

We are social creatures who cannot live alone. No Matter how independent our lives are, we still need the help of other people. Allah gives human a sense of empathy, so that humans can carry out social action by helping others. So that means, humans are social creatures who need help and provide help.

The destiny of humans as social creatures is also closely related to Islamic teachings which gratly emphasize the attitude of helping each other. Allah says in surah Al-Maidah : 2, "And help you in goodness and piety. And do not help in committing sins and violations. And fear Allah, verily Allah's punishment is very severe."

---

("Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwa lah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah sangat berat.").

By making ourselves useful to others and this is also a commandment of the Islamic religion, we will get Allah's help if we practice it, namely becoming human beings who are useful to others.

"Whoever frees a believer from a worldly difficulty, Allah will free him from a difficulty on the Day of Resurrection. Whoever makes things easy for people who are in trouble, Allah will make things easy in this world and the hereafter. Whoever covers the disgrace of a Muslim, Allah will cover his disgrace in this world and the hereafter. Allah will always help His servant as long as the servant helps his Muslim brother." (HR Muslim).

("Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim." (Hr Muslim)).

Of course you've heard this sentence: praying without effort is a lie and effort without prayer is arrogant, right? So what is explained in the hadith is an explanation and answer to this sentence.

Allah will indeed help His servants when His servants pray for help. However, Allah wants to know the extent of His servant's effort to help and solve his own problems. One of the blessing of Allah help is by helping other people.

It is important for us to remember that whatever we do will always come back to us. If we commit a crime, then one day we will get retribution, sooner or later. On the other hand, if we do good things towards others, then one day we will receive kindness from other people as intermediaries for Allah help.

What Should We Do to Be Useful to Others?

Everyone can provide benefits to others. Providing benefits to other people doesn't have to wait for you to be rich, intelligent, influential, famous and smart. Whit what we are, we can provide benefits to others. What we need to make our presence useful to others is intention and we know what to do to make it useful.

Please you guys remember, to be able to provide benefits to others, it doesn't mean you have to spend large amounts of money. Just a strong and determination to make yourself useful for others.

It is important for us to instill in our hearts that whatever we do and provide as proof that we are beneficial to others, we should never expect a reply or praise from others. 

If the people we help repay all the help we have given with the help we have give, Allah is able to give more than that in return. Just remember the words of Allah in Surah Al-Qashas : 84, "Whoever comes with (brings) goodness, he will receive (a reward) that is better than his goodness."

---

"Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu."- (Al Qashas, ayat 84)

Also pay attention to Allah's promise in Surah Al-An'am : 160, "Whoever deeds will be rewarded ten times his deeds."

--

"Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya." (Al-An'am, ayat 160).

If Allah has promised something like this, do we still expect a reply from our fellow creatures? Allah is sufficient as the best Giver or rewards because Allah is the Most Rich.