Showing posts with label Sharing Business. Show all posts

Kemampuan "People Skill" Yang Harus Dikuasai Pemimpin

No comments

Kemampuan "People Skill" Yang Harus Dikuasai Pemimpin




Assalamualaykum,

Apa kabar good people semua? Insha Allah selalu dalam keadaan sehat wal'afiat semua ya. Kali ini aku mau sharing nih mengenai "People Skill", karena baru-baru ini aku menghadapi beberapa orang yang menurut aku masih kurang ilmu mengenai people skill. Gawatnya lagi, orang ini menyandang predikat Leader di dalam bisnisnya.
hmm... Aku jadi bertanya-tanya, bagaimana ya perkembangan bisnis internal di jaringannya dan juga attitude dari tim jaringannya? Pertumbuhan bisnis mereka akan seperti apa ya? 

Seperti kita ketahui bahwa saat ini, kita hidup sudah di zamannya online yang semua serba ter-connected satu sama lain via online. Jadi semuanya jadi lebih mudah berinteraksi seakan tidak ada jarak yang menghalangi kita untuk saling berinteraksi atau silaturahim satu sama lain. 

Sebelum membahas lebih lanjut, kita musti pahami dulu arti dari kata "People Skill" itu apa. People skill adalah kemampuan dalam berinteraksi dan berkomunikasi antar manusia. 

Menurut Portland Business Journal, people skill itu mencakup tiga hal, seperti:
1. Pemahaman Diri
2. Berbicara efektif dan berempati
3. Membangun hubungan kepercayaan, hormat dan interaksi produktif

Dalam dunia online ya pasti adalah membangun interaksi yang baik dengan teman-teman yang ada di media sosial kita. Kalau interaksi offlinenya ya dengan tetangga sekitar atau orang-orang yang kita temui di tempat umum.


Pengalaman aku dalam membangun Bisnis jaringan selama kurang lebih 10 tahun, aku sering banget bertemu dan menghadapi leader yang masih kurang sekali dalam hal People Skill nya.  Mereka rata-rata masih mementingkan closing semata.
Bagi mereka, target grup bisnisnya tercapai dan para timnya pada closing dan punya masukan untuk kehidupan sehari-hari. 
Leader yang seperti ini rata-rata tidak terlalu memikirkan tim mereka yang keluar masuk grupnya. Karena yaitu tadi, leader seperti ini hanya memikirkan "Closing" semata saja tanpa memikirkan sebuah hubungan silaturahim jangka panjang yang lebih dari sekedar hubungan bermitra atau berbisnis.

Gawatnya lagi, mereka tahu kalau people skill mereka kurang, tapi tidak mau upgrade ilmu People Skill mereka karena menganggap mereka masih dapat closingan, masih dapat rezeki dari Allah.

Jika bertemu yang seperti ini, tidak heran jika kenapa bisnisnya ya begitu-begitu saja. Bisnisnya sih berjalan, tapi tidak berkembang dan tidak akan maju. Orang-orang dalam timnya ya itu-itu saja, tidak bertambah. 

Kalau hal closing sekali lagi itu ada ranah campur tangan Allah juga ya..


Yang aku maksud adalah lebih kepada berkembangnya jaringan bisnisnya, jika leader tersebut People Skill nya tidak di asah dan di jaga ya jangan harap bisnisnya akan berjalan dan bertahan lama.

Contoh simple saja adalah me-reply WA, kadang cuma di baca saja (kaya lagi baca koran 😁), selain itu ketika di dalam WAG, jika people skill nya baik maka pasti akan semangat memberikan kalimat interest nya di dalam WAG (seperti memberikan icon atau kalimat Terima kasih, Mantab dll).

Kalau sekedar seperti ini saja tidak mau, bagaimana mau membina jaringannya dan bagaimana mau sharing ilmunya kepada orang lain.

Hal simple seperti ini bisa kita cek dalam bisnisnya. Berjalan dahsyat atau biasa saja?

Lihat orang-orang atau Leader-leader sukses, pasti : Fast Respon, Semangat, Rajin sharing, sering memberikan solusi, dan menjaga hubungan silaturahimnya.

Karena suatu hubungan itu tidak hanya sekedar hubungan bisnis semata yang mendapatkan sebuah keuntungan.

Dalam Islam, menjaga silaturahim itu bisa : Menambah Rezeki, Umur panjang, Kesehatan juga kebahagiaan, tentu yang pasti akan menambah keberkahan dari Allah SWT.

Bisnis atau bermitra selesai, bukan berarti silaturahim pun selesai. Sebab, suatu waktu kita akan butuh mereka dalam hidup kita. Begitu juga sebaliknya, mereka akan butuh kita suatu saat nanti.

Jadi If you want to be a sucessfull Entrepreneur and succes to be a Leader, perhatikan People skill diri kita yaitu : 
1. Fast Respon
2. Memiliki empati dan tidak menegur di tempat umum
3. Rajin bersilaturahim dengan mau memulai menyapa
4. Hormat kepada tim
5. Berbicara dengan santun


Demikian sharing aku kali ini, semoga bermanfaat. See you on my next blogpost 💖💖



Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

Adaptasi ke New Normal, Apa saja yang harus dijalankan?

17 comments

Adaptasi ke New Normal, Apa saja yang harus dijalankan?





Assalamualaykum,

Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat semua ya. Gimana masa karantinanya di masa pandemi dua bulan ini? Tidak terasa ya dua bulan sudah kita melewati masa berdiam diri atau stay at home di masa pandemi ini, bahkan moment lebaran Idul Fitri saja kita rayakan hanya di rumah saja dan silaturahim via virtual ke Orangtua dan saudara kita. 

Selama libur lebaran kemarin, banyak sekali berita bertebaran di media elektronik perihal liputan ramainya orang-orang berbelanja di beberapa mal dan pusat perbelanjaan seperti di Tanah Abang. Seakan mereka semua lupa akan adanya virus Covid-19 ini. 

Mungkin bagi mereka COVID-19 itu seperti flu biasa yang tinggal minum obat flu lalu sembuh. Mungkin mereka semua titisan manusia super yang mana tubuh mereka sudah kebal akan virus, terlebih lagi virus Covid-19.

Selesai lebaran, babak baru dalam hidup pun dimulai dan fase kehidupan baru ini disebut dengan "New Normal". Sebagian masyarakat dunia mungkin tidak terlaalu asing dengan New Normal ini, lalu sebagian lagi mungkin masih bingung akan maksud dari kehidupan di era New Normal itu apa sih dan bahkan sebagian masyarakat dunia sisanya ada juga yang masa bodo dengan yang namanya New Normal.

Topik New Normal ini sangat menarik untuk di bahas, karena kehidupan New Normal di masa kita hidup saat ini merupakan sejarah dalam hidup kita. Iya... Kita beruntung menjadi bagian dari sejarah terbentuknya kehidupan New Normal ini. 

Beruntung atau Menyedihkan?

Tergantung dari sudut pandang mana kita memandang dan berpijak. Sedih di awal masa pandemi ini tentu sedih, tidak ada yang tidak sedih. Kita seakan di paksa untuk menjalankan kehidupan yang tidak normal, kita tidak bebas keluar rumah, tidak bisa traveling dulu keliling dunia, tidak bisa menunaikan ibadah Umrah beberapa bulan ini dan bahkan tidak bisa melaksanakan ibadah Haji. 

Ditambah lagi mungkin kondisi finansial kita menurun. pekerja kantoran kena PHK, pebisnis menurun omsetnya bahkan menutup usahanya. Iya... Miris memang, miris di awal masa pandemi ini. Tapi kalau kita segera bangkit, tidak terpuruk dengan keadaan, cepat beradaptasi dan cepat 'Move On' berpikir mencari solusi, Insha Allah akan menjadi sebuah hal positif atau bahkan menjadi cikal bakal peluang baru dalam hidup kita

Bagi yang mengambil kejadian saat ini dari sudut pandang positif, mereka mungkin merasa beruntung. Yang tadinya karyawan sebuah perusahaan, lalu kena PHK dan mau tidak mau berpikir kreatif yang seakan di 'paksa' untuk hijrah menjadi pengusaha. Bagi yang berbisnis dan baru memiliki satu bisnis, mau tidak mau melakukan pivot dalam bisnisnya dan bahkan bisnis barunya menjadi sebuah peluang bisnis dengan omset yang bagus di masa pandemi ini.

Jadi, semua ini tergantung diri kita, mau pilih si manusia yang Beruntung atau manusia yang Menyedihkan?

Jika kita memilih menjadi manusia yang beruntung di masa pandemi ini, mari kita bahas bagaimana caranya bisa beradaptasi secara cepat dan bahkan di era New Normal ini kita bisa mendapatkan kehidupan yang Bahagia, Finansial stabil bahkan naik, dan tubuh tetap dalam keadaan sehat serta stay Waras and No Depresi.

Lalu apa TIPS untuk beradaptasi dengan era New Normal? Berikut adalah TIPS ala Cilya

1. Tambahkan Ke-Iman-an dengan Ibadah yang RAJIN
Dengan adanya COVID-19 ini, bisa jadi ini adalah pertanda dari Allah SWT bahwa kita diminta untuk meningkatkan ibadah kita. Yang tadinya jarang sholat, karena di rumah kita berkumpul bersama keluarga, jadinya kita bisa sholat berjamaah. Yang tadinya jarang baca Al Qur'an, sekarang jadi makin rajin one day one juz nya. 
Karena itu, jangan sampai Iman kita melemah. Salah satu langkah awal kita bisa menerima dan bersahabat dengan keadaan adalah dengan pertebal keimanan dan tingkatkan kualitas Iman kita dengan ibadah yang rajin.
Jika Iman kita meningkat maka Insha Allah pikiran kita akan tetap stabil dan imun tubuh kita meningkat.

2. Healthy Living (Body and Mind)
Di masa era New Normal, kita juga sudah mulai harus beradaptasi dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh juga kesehatan pikiran.
Hidup Sehat itu WAJIB! Tapi hidup sehat itu tidak hanya tubuh kita saja yang kita jaga kesehatannya tapi kita juga perlu menjaga kesehatan pikiran kita. Pola pikir kita musti di latih berpikir positif selalu, sebab jika di masa pandemi ini pikiran kita tidak sehat, maka akan mempengaruhi imunitas tubuh kita. 
Karena itu, Yess banget menjaga kesehatan pikiran dan raga itu wajib banget. Dengan hidup sehat artinya kita menjaga pemberian dari Allah SWT dan tandanya kita sudah bersyukur.

3.  Bersyukur
Salah satu kunci beradaptasi kita berhasil adalah dengan BERSYUKUR. Mensyukuri setiap apa yang terjadi, apa yang kita dapat dan apa yang kita miliki. 
Dengan bersyukur, kita akan selalu merasa hidup kita bahagia walau kondisi ekonomi finansial sedang menurun, tetapi kita masih di kasih sama Allah kesehatan, keluarga yang support dan kebahagiaan.

4. Hidup Minimalis
Era New Normal ini, bukan lagi zamannya hidup berfoya-foya, belanja tanpa batas. Sudah saatnya pola hidup kita di ubah menjadi hidup minimalis yaitu hidup sederhana, tidak berlebihan tetapi tetap ada ikhtiar dalam hidup kita.

5. Investasi
Simpan uang mu di tabungan lalu mulailah berpikir untuk melakukan sebuah investasi. Investasi agama kita (dengan amal dan sedekah), juga investasi untuk kemajuan finansial kita dimana Insha Allah investasi ini bisa kita wariskan hingga tujuh turunan.

Dengan memasuki era New Normal, bukan berarti kita bisa sesuka hati bersikap atau menyepelekan yang namanya Corona Virus. Ingat, Corona Virus saat ini masih belum ada vaksinnya dan masalah ODP atau kematian pun masih belum usai. Jadi tetaplah hidup sesuai dengan protololer yang ada di dalam lingkungan kita.

Pasrah bukan berarti kita tidak perduli. Ayo sama-sama kita #LawanCorona dengan mematuhi protokoler yang ada. Sekali lagi. Stay Save, Stay Healthy and Stay Together. 

See you on my next blogpost ya....






Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

TIPS Jalankan Bisnis di Rumah Tanpa ART

9 comments

Tips Jalankan Bisnis di Rumah Tanpa ART






Assalamualaykum,


Kemarin selepas memberikan sharing ilmu di group team para Reseller aktif aku, ada salah satu reseller aku yang bilang kalau dia sedang khawatir mengenai management waktu menjelang lebaran nanti. Management waktu antara mengurus bisnis dan mengurus rumah tangga. Khawatir semua jadwal jadi berantakan di karenakan si Mba ART nya akan pulang kampung.


Bagi para mom, masalah ART tidak balik sehabis lebaran sepertinya adalah an endless story. Sepertinya lebih stress ART tidak balik daripada kehilangan satu botol minum tupparware di sekolah anak-anak 😅😅.


Aku pribadi, untuk masalah ART tidak balik dan tidak ada ART di rumah bukanlah hal yang baru. Aku sudah kenyang mengalami hal seperti ini, apalagi dulu anak sulung dan anak aku yang nomor dua masih kecil-kecil. Lelahnya jangan di tanya rasanya, pokoknya nano-nano lah, mulai dari cenat cenut kepala sampai badan ini rasanya remuk. Di tambah lagi, kita sebagai seorang ibu di wajibkan sehat alias tidak boleh sakit karena kita juga berfungsi sebagai ‘dokter jaga’ di rumah… Benar kan?


Lalu bagaimana bisa menjalankan sebuah bisnis dari rumah sementara ART saja tidak ada. Jangankan jalankan bisnis, untuk ‘Me Time’ saja sulit.


Nah… Mungkin bisa coba tips ala aku berikut ini, agar kita tetap bisa mengerjakan bisnis dari rumah, tetap bisa belajar dan upgrade diri dengan mendapatkan ilmu baru dan tentu bisa ‘Me Time’ tanpa khawatir kerjaan rumah dan urusan anak-anak dan suami terbengkalai.



1. To Do List


Selalu punya To do list dan jadwal kegiatan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur sampai dengan malam hari. Tulis semua kegiatan kita, mulai dari jadwal kegiatan sekolah anak-anak, jadwal cuci baju, setrika, belanja, masak, Posting di media social, sampai jadwal sharing bisnis dengan tim reseller.


Ok berikut ini jadwal aku sehari-hari yang mungkin bisa menjadi acuan teman-teman, tinggal di sesuaikan saja dengan kondisi masing-masing.


  • 03.00              : Tahajud
  • 04.30 – 06.30  : Subuh – Cuci Baju - Sambil buat sarapan (karena cuci baju pakai mesin cuci jadi tinggal masukin saja ke mesin cuci) – Sapu – ngepel. Dengan Sapu dan Pel rumah, buat aku ini juga sebagai olahraga kecil
  • 06.30 – 07.30  : Drop anak-anak ke sekolah
  • 07.30 – 08.30  : Sarapan + Dhuha
  • 09.00 – 10.00  : Posting, Cek email, reply email atau WA
  • 10.00 – 12.00  : Masak dan jemur pakaian (Jika tidak ada ART). Jika ada ART jam segini aku maksimalkan untuk mengurus bisnis
  • 12.00 – 13.00  : Dzuhur – Lunch – Pick up si bungsu
  • 13.00 – 14.00  : Temani si bungsu lunch sambil urus kerjaan bisnis
  • 14.00 – 15.30  : Take a nap with si bungsu (aku suka biasakan untuk menyempatkan tidur siang)
  • 15.30 – 16.00  : Ashar – Jemput anak aku yang nomor satu dan nomor dua dari sekolah
  • 16.00 – 18.00  : Urus kerjaan bisnis  
  • 18.00 – 19.00  : Maghrib – Siapkan makan malam – Makan malam
  • 19.00 – 20.00  : Isya – Siapkan bumbu untuk masak – sambil bantu anak kerjakan homework
  • 20.00 – 21.00  : Setrika pakaian sambil ‘Me Time’ dengerin lagu atau ipod
  • 21.00 – 22.00  : Siapin bahan materi untuk posting dan sharing bisnis besok atau nulis blog
  • 22.00              : Waktunya tidur

Kenyataannya memang kadang sering tidak sesuai waktu. Tidak jarang selalu ada saja interupsi, tetapi paling tidak dari semua jadwal aku ini hampir 70% nya sesuai schedule.

======= BACA JUGA: TIPS Sukses Bekerja di Rumah =======





2. Team Work


Libatkan dan beri tanggung jawab kepada anak-anak juga Pak Suami dalam hal pengurusan pekerjaan rumah. Hal sederhananya adalah habis makan cuci piring sendiri, pakaian kotor taruh di mesin cuci setiap pagi, rapihkan tempat tidur setiap bangun tidur dan sapu-pel jika perlu kamarnya masing-masing. Dengan melibatkan mereka dalam pengerjaan rumah yang sederhana, bisa mengurangi beban pekerjaan kita.




3. Persiapkan bahan makanan dan masakan


Biasanya aku siapkan ini di malam hari sebelum tidur. Aku sudah punya jadwal menu masakan selama seminggu dan bumbu-bumbu sudah aku siapkan di malam hari (potong bawang, sayuran dll). Jadi ke-esokan harinya sudah tinggal cemplung-cemplung saja tanpa perlu wasting time potongin sayuran dan bawang nya.

 Kadang aku pun tidak jarang pesan makanan online atau jasa catering. Walau tidak setiap hari biar tetap irit, tapi hal tersebut sangat membantu kita juga. Waktu untuk masaknya bisa kita gunakan untuk mengerjakan yang lain.




4. Bersahabat dengan Teknologi


Di era yang sudah serba digital ini, kita sebenarnya sudah sangat terbantu sekali dalam mengerjakan segala sesuatu. Sudah hampir setahun ini, untuk belanja sayur dan keperluanan bulanan, biasanya aku order via online. Pergi ke pasar itu jika keperluan dapur tidak tersedia di aplikasi online yang biasa aku beli. Sekarang sudah banyak lho aplikasi online di handphone kamu, jadi tidak perlu lagi repot meluangkan waktu ke pasar.


Jika tubuh sudah berasa lelah, aku biasanya pesan jasa Go Clean untuk membersihkan rumah atau sekedar setrika baju. Aku juga memanfaatkan jasa laundry untuk mencuci Bedcover, karpet dan beberapa pakaian yang membutuhkan effort besar untuk mencucinya.

Jadi semua ini bisa kita lakukan dengan memanfaatkan gadget kita. Sambil order belanjaan, kita bisa sekalian deh posting dagangan, reply orderan, dan bina reseller kita hanya via handphone saja.




5. Menikmati proses tanpa ART


Selelahnya diri kita, kita perlu tetap menikmati proses hidup ini tanpa ART. Menerima keadaan dengan bahagia. Jika pekerjaan rumah tidak sesuai jadwal jangan stress, biarkan cucian dan setrikaan sekali-kali menumpuk dan rumah masih saja terlihat berantakan.


Sekarang ini ketika anak-anak sudah besar, tentu tingkat kerepotan aku pun tidak terlalu repot seperti ketika mereka masih pada kecil-kecil. Semua bisa kok kita lakukan selama di situ ada kemauan. Fokus pada solusi bukan kepada masalahnya.  

Semoga tips ala aku ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Ketika awal dulu mau mulai bisnis, anak-anak aku masih balita dan belum mulai saja sudah mules duluan karena kebanyakan khawatir memikirkan bakalan keteteran. Tetapi setelah di jalankan selama hampir 13 tahun, aku pun bisa menjalankannya.



Tetap semangat menjalankan bisnisnya ya teman-teman semua. See you on my next blog post…












 Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife




 Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo



Kosongkan Gelas Kita Sebelum Mendapatkan Ilmu

9 comments

Kosongkan Gelas Ilmu Untuk Dapatkan Ilmu Baru




"Ibarat gelas, jika bertemu dengan orang lain, kosongkan dulu gelasmu" - Bob Sadino. 


Assalamualaykum,

Jika kita ingin tumbuh dan berkembang, kita butuh yang namanya belajar dan terus mengupdate diri kita dengan mencari sebuah ilmu. Dalam proses belajar dan mencari ilmu tentu kita perlu yang namanya merendahkan diri kita. Walau kita sudah pintar, sudah memiliki skill, tetap kita perlu yang namanya ilmu. 

Dalam proses belajar ini, perlu yang namanya mengkosongkan 'Gelas' ilmu yang ada di dalam diri kita. Karena jika penuh, maka akan sulit kita menerima 'air' yang baru. 

Proses belajar itu tidak selalu duduk di ruangan kelas, dengarkan penjelasan dari guru atau dosen kita. Tidak juga duduk diam di perpustakaan sambil membaca beberapa buku pelajaran. Proses belajar mencari ilmu itu didapatkan darimana saja. Bisa dari pengalaman, bisa juga dari kejadian sehari-hari. 

Apa yang perlu kita lakukan ketika kita sedang melakukan sebuah proses belajar? Kita perlu merendahkan diri kita, sehingga apa yang kita dapatkan bisa tercerna dengan baik, ilmu kita semakin bertambah dari sudut pandang yang berbeda. Serius menyimak apa yang sedang disampaikan, jika kita serius atau fokus maka ilmu yang kita dapat tidak akan kita sepelekan lalu lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

Ada satu hal juga yang perlu dipahami dalam sebuah proses belajar, yaitu kita tetap perlu memilih ilmu yang sesuai dengan kapasitas serta kebutuhan kita, agar kita bisa fokus menjalankan ilmu yang kita dapat ini untuk apa dan manfaat nya apa. 
Jika kita suka dengan dunia blogging, ya belajar ilmu cara menulis yang baik, cara membuat konten yang baik, internet marketing, ilmu mengenai seputar sosial media. Fokus kepada pembelajaran ini, jadi kita fokus dengan apa tujuan kita mencari ilmu.

Lalu setelah itu, belajar dengan ahli nya. Tanya lah dan dapatkan ilmu nya lalu kembangkan lah agar kita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Bukan belajar dari yang bukan ahli di bidang nya. Misalnya kita belajar ngeblog dari seorang koki masak hotel. Yang kita dapat pasti racikan bumbu masak nasi goreng ala hotel, tapi tidak akan dapatkan cara menulis masakan ala hotel. Ini berbeda sekali. Karena itu penting juga kita memilah milah siapa mentor atau guru kita. Jangan sampai salah berguru dan mencari ilmu.

Semoga bermanfaat sharing aku ini ya. Have a good day 



Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife

  





Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo