Manfaat Decluttering Dalam Islam

Tidak ada komentar

 

Manfaat Decluttering Dalam Islam


Assalamualaykum,

Hari Sabtu kemarin, aku dan adik-adik aku kumpul di rumah kedua orangtua kami. Selain kumpul melepas rindu, kami juga sekalian merapikan rumah orangtua kami yang sepertinya sudah agak sesak dengan tumpukan barang-barang yang sudah lama. Jadi istilahnya tuh kemarin aku dan adik-adik melakukan misi decluttering rumah orangtua kami.

Rumah yang dulunya kami tempati, tentunya banyak sekali cerita di dalamnya. Walau masih berdiri kokoh, belum ada hal-hal significant yang harus diganti (seperti genteng, dinding, tiang-tiang dan lain-lain). Hanya perlu di rapi kan saja, di cat agar terlihat fresh, barang-barang yang lama perlu dibuang. Supaya Mama dan Papa aku di usia nya yang lanjut tetap mendapatkan suasana rumah yang sehat. 

Apa Itu Decluttering?

Bagi yang belum familiar dengan kalimat decluttering, sini aku kasih tahu artinya. Decluttering itu kata dasarnya adalah Clutter yang artinya kekacauan, keributan atau kekusutan. Jadi decluttering adalah proses dimana kita membuang barang-barang yang sudah tidak kita butuhkan dan hanya menyimpan barang yang kita butuhkan.

Sebenarnya decluttering ini tergolong ke kategori hidup minimalis sih ya. Jadi di rumah atau sekitar kita (seperti tempat atau ruang kerja, halaman, memori di handphone atau laptop) benar-benar hanya barang atau file yang kita butuhkan. Sehingga kita pun tidak sesak, baik pikiran dan juga mata kita.

Manfaat Decluttering Dalam Islam

Ternyata decluttering ini bentuk dari melatih kesehatan mental kita. Beneran lho, ketika kita menumpukkan barang-barang yang sebenarnya sudah tidak kita pakai lagi itu membuat kita jadi manusia yang tidak bisa mengelola hidup kita.

Kita jadi tidak rapi, rumah kita berantakan, meja kerja tidak beraturan susunannya dan impactnya ke kehidupan sosial serta pekerjaan kita. Bikin stres, tidak semangat dan tidak memiliki inovasi serta pikiran yang fresh. Makanya kesehatan mental kita akan terganggu, beda hal jika kita bisa mengelola lingkungan sekitar kita dengan rapi, baik dan terorganized, pasti mental kita jauh dari kata stres.

That's why, proses decluttering itu perlu kita lakukan secara rutin dan berkala, agar kita mendapatkan ruang yang menyenangkan dan sehat. 

Jadi tahu ya manfaat dari kita melakukan decluttering secara berkala dan konsisten. Intinya jangan terlalu sayang dengan benda atau barang. Apalagi jika barang-barang yang ada itu sudah tidak kita pakai lagi, bahkan ada yang sudah rusak tapi masih kita simpan dengan alih 'sayang kalau di buang'.

Sebab di dalam Islam, setiap barang yang kita punya tuh akan di hisab dan kita musti mempertanggung jawabkannya nanti. Sesungguhnya Allah tidak menyukai bagi kalian tiga perkara... (diantaranya) idho'atul maal (menyia-nyiakan harta)." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada Hari Kiamat sampai ia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya, ke mana menghabiskannya, tentang ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya, dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya, untuk apa digunakannya." (H.R. At-Tirmidzi

Maka dari itu, yuk deh kita mulai belajar untuk 'tega' membuang barang-barang yang sudah tidak kita pakai lagi di rumah, agar diri kita berkurang beban di hari perhitungan di akhirat nanti. Dengan melakukan decluttering barang, artinya kita sudah bertumbuh menjadi manusia yang teratur dan hidup minimalis, walau dompet kita maksimalis hehe...







Three Ways Business Owner Can Deal With Rejection In Business

Tidak ada komentar

 





Assalamualaykum,

Hi everyone, I wrote this article in english again ya. I wrote this in English so I can practice my English. If there is something wrong in my writing, you guys can give me the information to revise it, so that I can fix and improve it.

OK, today I want to discuss about how we can deal with rejection in business from business owner point of view. I think no one likes being rejected, do you guys agree with that? Almost people wants to be accepted and sometimes we need to be appreciated.

Three Ways Business Owner Can Deal With Rejection In Business

Every business owner must face rejection. In business, we usually get rejection from business partners, clients and even customers. Our job as business owner is how to respond to the rejection with wisely.

Rejection doesn't mean we've failed, nor does it mean our idea isn't good or successful. Sometimes rejection is a lack of agreement in an idea. Turn rejection into a process, where we learn to increase the value of our skills and knowledge.

Here are 3 ways to deal with rejection in business:

1. Learning From Rejection

There are many lessons we learn from rejection. When we receive a rejection, it doesn't mean we agree that our idea is not good. Learn from every rejection we receive, find out the reason for being rejected and try to fix it.

2. Focus On Growth

In my personal opinion, every incident must have wisdom in it, so does rejection. When we got a rejection, just quickly focus on growth. What can we do differently? What strategy can we implement next? What can we improve? 

Make rejection a stepping stone towards personal progress, you guys not just only reduce the chances of being rejected again, but also improve yourself and your inner ideas

3. Change Your Target Market

When you guys are rejected, immediately do some analyze, why are we rejected? Is this rejection really because our product is not good or because it does not suit the customer's needs?

If it doesn't suit the customer's needs, then look for a solution to suit our customer's needs, or look for the right target market. But if it is because our product is not good, then improve the quality.

Providing a space to collect rejection, of course it can help us learn to get rid of the sadness of rejection and of course will give us more opportunities for success. So.. always keep fighting guys....





Cemilan Sehatku Saat Lembur

Tidak ada komentar

 

Cemilan Sehatku Saat Lembur


Assalamualaykum,

Ada kah yang samaan dengan aku, ketika lembur pasti perut laper. Kalau sudah laper pasti jadi ngga bisa konsen kerjanya. Mau makan berat tapi sudah larut malam dan khawatir berat badan bertambah atau nanti malah jadi kena sakit. Cung sini tos kita...

Kadang dilema juga ya kalau ngga di isi perutnya, malah juga khawatir masuk angin, sama saja buntutnya jadi sakit. Karena itu, mau tidak mau aku biasanya harus makan. Terkadang suka delivery fast food, tapi kok ya pagi-paginya tuh malah rasanya perut lapar banget. Aneh ngga sih, seharusnya kan ngga ya.

Aku akhirnya mikir sih, kalau begini terus, bagaimana mau sehat. Lembur karena beberapa kerjaan bisnis aku kan penting ya, bela-belain lembur agar dapat cuan dan cepat-cepat bebas finansial, tapi kalau ujung-ujungnya kita sakit ya untuk apa kita memperbanyak uang 😁.

Oleh karena itu, aku mulai mengatur pola kerja aku (semaksimal mungkin mengurangi lembur). Kalau pun harus lembur, aku akan buat atau cari cemilan yang sehat. 

Cemilan Sehatku Saat Lembur 

Cemilan bagi aku bisa meningkatkan produktivitas diri aku dan juga yang pasti jadi konsentrasi mengerjakan pekerjaan ku. Aku pun selalu menyiapkan beberapa jenis cemilan dan makanan-makanan ini di rumah dan mungkin bisa jadi bahan referensi teman-teman semua yang juga suka lembur. 

Yoghurt

Kulkas di rumah pasti selalu ada yoghurt. Mulai dari rasa strawberry, banana, raspberry sampai manggo. Soalnya ngga cuma aku yang suka, tapi anak-anak dan pak suami juga suka banget. Sebenarnya yoghurt ngga hanya sebagai cemilan malam sih, kami cemil yoghurt itu ngga pernah lihat jam hehehe. Tapi terkadang, yoghurt menjadi pilihan cemilan aku di kala lembur.

Buah-buahan

Buah favorit aku itu pisang, anggur, pepaya, mangga, kiwi dan kelengkeng. Aku belum cek sih apakah buah-buah ini aman untuk di konsumsi malam hari saat lembur. Tapi aku selalu cemil beberapa buah-buah tersebut dibanding buah lain ketika lembur. Cemil buah itu bikin aku segar saja dan aku suka karena baru makan sedikit saja sudah bikin kenyang. Jadi bagi aku sih Insha Allah ngga bikin gendut ya atau berat badan kita bertambah.

Oatmeal

Biasanya oatmeal juga menjadi salah satu menu sarapan aku. Tapi terkadang alternatif terakhir pilihan cemilan sehat aku di kala lembur ya oatmeal. Jadi yakin deh ngga akan bikin timbangan badanku naik 😁.

Kalau teman-teman, cemilan sehatnya apa nih pas lagi lembur? Sharing yuk ....





Recap of My Business in 2023

Tidak ada komentar

 


Recap of My Business in 2023


Assalamualaykum,

Welcome 2024, I hope that 2024 will bring happiness, blessing and success to my business. Of course every year, I always have new hopes and new goals. All this hopes were made, so that my family and I would have a better life than before. 

Although sometimes there are also years that are even worse than the previous year. But I am still grateful for everything, because I am still given health and a long life.

Recap of My Business in 2023

After pandemic, wich caused my travel to decline sharply or in words it was suspended with no income from 2021 to mid-2022. 

I tried to get up again, reorganize the business strategy well, carrying out more branding and promotions, of course with limited financial conditions. It's actually my mental condition that I also raise, so that I don't keep going down.

OK, I started recapping my business trip in 2023 yesterday.

In 2021, my husband and I decided to make our own Hajj and Umrah Travel. Namely Baitullah Cahaya Lillah (BCL). After almost 10 years of collaboration with other people, BCL Travel was finally founded.

Qadarullah the pandemic hit and in October 2022, we finally departed the first 85 jamaah or pilgrims. Masya Allah tabarakallah. At first, I really didn't believe that we could also flying Umroh pilgrims with our own travel flag.

In 2023, even though we won't fly umroh pilgrims every month, thanks to Allah, BCL Travel can fly pilgrims in the month of Ramadhan 2023. Next after Ramadhan, My BCL Travel can fly the Furoda Hajj pilgrims 😍.

After the Hajj period is over, starting from September to December 2023, we will be able to send Umroh pilgrims every month.

In fact, at the end of last November 2023, the Regent of the South Buru - North Maluku area (Ibu Bupati Buru Selatan - Maluku Utara), on the recomendation of the local Ministry of Religion in South Buru (Kemenag Buru Selatan), went on Umroh with her staff with BCL Travel. An honor for me and my BCL Travel.

Still in November, thanks to Allah, the legal permit of Baitullah Cahaya Lillah Travel has been issued by the Indonesia Ministry of Religion office. So we are officially legal as a travel agent for Umroh and Hajj travel agents in Indonesia, without needing to collaborate with other travelers to use their permits again.

My travel business journey is still long and there are still many tasks that need to be done to develop my travel business.

Therefore, I always ask and pray to Allah SWT to ensure that the BCL Travel business continues to run smoothly, remain trustworthy and can become Top Ten Hajj and Umroh travel with the largest, best quality and sending the most pilgrims in Indonesia Country. Aamiin YRA.

I think that's the story of my business recap in 2023. I also pray that all my friend's businesses in 2024 will also develop, scale up and be successful.

Sorry if the writing in my article in English is still not good. I'm trying to write another article in english...






Mengembangkan Bisnis Agar Menjadi Sukses

Tidak ada komentar

 

Mengembangkan Bisnis Agar Menjadi Sukses

Assalamualaykum,

Ngga terasa ya waktu berjalan begitu cepat. Tahu-tahu mau tahun 2024 saja dan masih ada hal-hal yang perlu di kerjakan sebelum akhir tahun. Salah satunya adalah pengembangan bisnis aku yang sedang di rintis lagi. Ada kah teman-teman yang juga sedang merintis bisnis di tahun 2023 ini?

Setelah kita semua mengalami masa pandemi yang hampir 3 tahun lamanya, tentu bukan hal yang mudah ya bangun lagi bisnis baru atau mungkin mengembangkan bisnis yang sempat agak mati suri selama pandemi kemarin. 

Melatih Pola Pikir Agar Sukses

Untuk menjadi pengusaha atau entrepreneur, hal yang perlu di ubah di awal adalah mindset atau pola pikir kita dulu. Mindset untuk berkembang dan yakin akan sukses. Modal utama berbisnis ya pola pikir ini, harus berani mematahkan kalimat-kalimat sumbang atau pikiran-pikiran negatif.

Kalimat "Takut Gagal" itu biasanya yang sering di dengar. Padahal tidak ada yang salah atau tidak ada yang perlu di takutkan dari ke gagalan lho. Justru dengan gagal, kita jadi bisa banyak mendapatkan pelajaran. Kalau misal ternyata kita gagal, ya bangkit lagi, agar bisnis kita bisa berkembang dan kita bisa menjadi orang yang sukses dalam menjalankan bisnis.

Apa yang perlu di lakukan dalam melatih pola pikir kita agar bisa menjadi orang yang sukses? 

  • Hargai Diri Sendiri. Salah satunya adalah bersyukur atas semua yang sudah kita dapatkan, termasuk ke gagalan. Sebab dari kegagalan ini lah diri kita jadi bisa naik kelas. 
  • Berkumpul Dengan Sesama Pebisnis. Tentu kita semua tahu ya, lingkungan itu mempengaruhi. Kalau teman-teman berada di lingkungan 'pegawai' tentu akan terus selamanya takut untuk memulai usaha dan sudah merasa di zona nyaman yang setiap bulan selalu mendapatkan gaji. Jadi pindah segera kuadran lingkungannya.
  • Yakini Insting Diri. Terkadang diri kita ini paham akan kondisi dan kemampuan diri serta yakin akan langkah kita. Dengan insting, kita jadi belajar untuk memutuskan suatu hal, baik keputusan besar atau kecil.

Mengembangkan Bisnis Agar Menjadi Sukses

Belajar dari pandemi kemarin, semua bisnis sebenarnya bisa banget di kembangkan dalam kondisi apapun. Jadi perlu kreatifitas masing-masing, walau memang tetap ya pandemi kemarin segala penjualan tentu terbatas ruang geraknya dibanding masa normal.

Lalu bagaimana cara pengembangan agar bisnis bisa berjalan dengan sukses?

1. Manfaatkan Privilege dan Networking

Aku pernah bahas mengenai privilege dan kita bisa lho ciptakan privilege kita sendiri. Kalau teman-teman sudah punya privilege atau networking, bisa langsung di manfaatkan untuk pengembangan bisnis teman-teman. Misal untuk modal pengembangan (iklan, branding, dll) tidak perlu lagi pusing karena sudah tajir melintir maka sok atuh action saja.

2. Tingkatkan Kualitas Produk dan SDM

Semua pebisnis pasti ya wajib yakin kalau produk atau jasa yang kita tawarkan ke konsumen adalah yang terbaik. Tapi terbaik saja tidak cukup, kita harus terus selalu meningkatkan dan menjaga kualitas produk kita. Selain itu juga jangan lupa kualitas SDM kita, mulai dari customer service sampai jasa pengiriman dan admin.

3. Analisis Pasar

Terus selalu melakukan analisis pasar. Kalau di awal kita bangun bisnis tentu kita melakukan analisis pasar dahulu baru action. Nah setelah bisnis berjalan, kita pun perlu lho terus melakukan analisis pasar untuk pengembangan produk kita ke depannya. Terutama analisis pasar dari kompetitor kita, agar bisnis kita terus berkembang seperti kompetitor kita yang berkembang.

4. Evaluasi Perjalanan Bisnis

Ini sih wajib banget di lakukan ya. Gunanya evaluasi bisnis adalah mengukur seberapa besar pendapatan dan pengeluaran yang di lakukan oleh perusahaan kita. Apakah minus atau malah terjadi peningkatan yang tajam. Lalu kita juga jadi tahu, strategi bisnis yang kita lakukan kemarin itu berhasil atau tidak, perlu di ubah atau kita coba lagi jalankan.

5. Variasi Produk

Variasi produk adalah bagian dari inovasi juga. Supaya konsumen tidak merasa bosan dengan produk kita yang itu-itu saja. Tentu hal ini menjadi salah satu darah segar juga nih bagi loyal customer kita, apalagi jika bisnis teman-teman memakai sistem agen dan reseler

Dari semua sharing ini, tentu perlu di kondisikan dengan bisnis yang sedang teman-teman jalankan. Yang terpenting lagi adalah di bantu dengan jalur langit, yaitu ibadahnya teman-teman kepada Allah SWT. Tetap semangat semua entrepreneur 😍



Efektifkah Boikot Produk Israel?

Tidak ada komentar

 

Efektifkah Boikot Produk Israel?


Assalamualaykum,

Masalah antara Israel - Palestina sampai detik ini belum juga terselesaikan. Sudah banyak sekali korban-korban jiwa dari peperangan internal antara Israel dan Palestina. Mulai dari anak bayi hingga lansia. Sedih ya baca atau melihat berita-berita di televisi juga sosial media mengenai konflik di Gaza baru-baru ini.

Tentu banyak pro dan kontra dan dunia berasa berada di dua kubu, yaitu pro Palestine dan Pro Israel. Aku pribadi tentu membela Palestina dan tidak mendukung yang namanya perang. Tetapi jika perang melawan kebenaran tentu hal itu perlu di dukung, apalagi sampai membawa agama Islam di dalam konflik tersebut.

Fatwa MUI Mengenai Boikot Produk Israel

Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023, yang mana isinya adalah mengenai Hukum Dukungan terhadap Palestina. Di dalam Fatwa tersebut, tertuang bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel dan hukumnya wajib.

Ketentuan hukum yang tertuang dalam Fatwa MUI tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib.
  2. Dukungan sebagaimana disebutkan pada point (1) di atas, termasuk dengan mendistribusikan zakat, infaq dan sedekah untuk kepentingan perjuangan rakyat Palestina.
  3. Pada dasarnya dana zakat harus didistribusikan kepada mustahik yang berada di sekitar muzakki. Dalam hal keadaan darurat atau kebutuhan yang mendesak dana zakat boleh didistribusikan ke mustahik yang berada di tempat yang lebih jauh, seperti untuk perjuangan Palestina.
  4. Mendukung agresi Israel terhadap Palestina atau pihak yang mendukung Israel, baik langsung maupun tidak langsung hukumnya haram.

Efektifkah Boikot Produk Israel

Kalau dibilang efektif, menurut aku sih cukup efektif ya. Beberapa resto yang di boikot terlihat sepi dan juga dari berita yang beredar di sosial media pendapatan berkurang. Kalau aku pribadi juga sejak Fatwa MUI dikeluarkan, langsung stop beli produk makanan yang terafiliasi dengan Israel.
Dua produk brand yang sering aku beli seperti McDonald dan Starbuck. Bisa yuukk... bisa...hehe. Demi saudara-saudara kita di Palestina.
Sebenarnya dampaknya apa sih?
  • Pendapatan Perusahaan Menurun. Dengan adanya boikot, otomatis pembelian dari konsumen mulai di stop dan pastinya berkurang. Dampaknya sudah jelas, pendapatan perusahaan menurun
  • Timbulnya PHK. Ketika pendapatan menurun, tetapi pengeluaran tetap stabil, tentu akan membuat perusahaan tidak bisa terus-terusan nombokin biaya pengeluaran. Hal itu tentu bisa menimbulkan PHK kepada karyawan mereka.
  • Memajukan Produk UKM. Saatnya produk UKM Indonesia bangkit. Banyak kok produk UKM Indonesia yang bagus-bagus dari kualitas, packaging serta rasa juga harga. Jadi saatnya produk lokal kita maju dan bahkan jadi Go Internasional.
Bagi teman-teman semua, masalah mau ikut boikot atau tidak itu urusan masing-masing. Tapi bagi kita yang muslim, ketika MUI sudah mengeluarkan Fatwa, maka kita wajib mematuhinya.
Demi saudara-saudara kita di Palestina, mari yuk sama-sama kita bantu doa dan bentuk support kita dari jauh adalah boikot semua produk-produk yang terafiliasi dengan Israel. Jangan khawatir dengan saudara muslim kita yang terimbas PHK, sebab Insha Allah rezeki dari Allah akan selalu ada untuk mereka.





https://www.beautynesia.id/life/4-dampak-memboikot-produk-israel-bagi-masyarakat-indonesia-banyak-untung-atau-ruginya/b-283539


https://www.hukumonline.com/klinik/a/boikot-produk-israel-di-indonesia-lt6553337a60fb6




Bagaimana pandanganmu tentang genosida yang dilakukan Israel kepada palestina? (Tema ini bisa diganti tema bebas jika tidak bersedia mengangkat isu ini)


Tgl 27 Des 2023

Cara Berbakti Kepada Orangtua Yang Telah Tiada

1 komentar

 

Cara Berbakti Kepada Orangtua Yang Telah Tiada


Assalamualaykum,

Dua hari lalu tepatnya di tanggal 22 Desember, kita merayakan hari Ibu. Yang masih memiliki ibu, alhamdulillah masih bisa merasakan kasih sayang dari seseorang yang surganya ada di dalam diri beliau. Aku yang juga sudah menjadi seorang ibu, merasakan bagaimana rasa bahagianya ketika anak-anak memberikan kasih sayang mereka kepada aku, ibunya mereka.

Entah bagaimana bisa membalas jasa, kasih sayang Mama aku yang ikhlas melahirkan, merawat, mengajarkan aku hingga menjadi wanita yang Insha Allah membanggakan beliau. Suka sedih sih ya kalau bahas orangtua, sebab rasanya aku masih belum bisa membalas apa-apa.

Cara Berbakti Kepada Orangtua Yang Telah Tiada

Dalam sholatku, aku berdoa selalu agar kedua orangtua aku diberikan umur yang panjang, karena ada satu niat mulia aku yang belum terwujud, yaitu memberangkatkan kedua orangtua aku berhaji. Aku pun minta berangkat hajinya bersama aku, sehingga aku bisa menemani kedua orangtua aku. Walau aku sendiri sudah berhaji.

Bagi aku, ketika bersama Mama dan Papaku, yang berharga itu adalah momennya dan momen itulah yang tidak boleh aku sia-siakan. Suatu saat kita akan mengenang momen-momen kebersamaan dengan orangtua kita, saat mereka sudah tidak ada. 

Kemarin aku sempat lihat kajian dari salah satu ustazah mengenai cara kita sebagai seorang anak berbakti kepada orangtua yang telah tiada. 

Dari kajian tersebut, ada hal yang membuat aku semakin terpacu untuk memperbanyak amal pahala aku, perbanyak doa sama Allah untuk kedua orangtua aku selama mereka masih hidup.

Aku memang ngga bisa minta dilahirkan dari orangtua yang seperti aku inginkan. Yang bisa aku lakukan adalah bersyukur di lahirkan ke dunia ini dari seorang Mama yang sabar, pejuang dan menyayangi kami anak-anaknya 

Ok back to kajian yang mau aku share, di dalam kajian tersebut, beliau sampaikan bahwa ada beberapa hal yang bisa kita lakukan berbakti kepada kedua orangtua kita ketika mereka sudah tidak ada.

Selalu Mendoakan Kedua Orangtua

Masya Allah, kebayang ngga sih, di alam sana, kedua orangtua kita mendengar suara kita dimana suara kita itu adalah suara doa-doa untuk mereka dan doa kita satu persatu mengikis dosa-dosa mereka. Jika ini terjadi alangkah bahagianya hidup serta kedua orangtua kita disana

Terus Meminta Ampunan Untuk Kedua Orangtua Kepada Allah

Semua manusia pasti memiliki dosa, amal serta pahala selama hidup di dunia. Agar kita kelak sama-sama dapat berkumpul di surga terindah Allah, maka kita perlu terus meminta ampunan kepada Allah untuk kedua orangtua kita. 

Memenuhi Nazar Kedua Orangtua

Jika semasa hidup kedua orangtua kita memiliki sebuah nazar yang belum tersampaikan, maka kita perlu memenuhi nazar tersebut, agar kedua orangtua kita tidak memiliki dosa.

Tetap Menjalin Silaturahim Kepada Keluarga Orangtua 

Walau kedua orangtua kita sudah tidak ada lagi, bukan berarti silaturahim terputus dengan Om, Tante, Pakde atau Bude dari keluarga kedua orangtua kita. Dengan begini, kita menjadi tali perpanjang silaturahim antara almarhum kedua orangtua kita dengan saudara-saudara kedua orangtua. Tapi ingat ya, bukan berarti untuk memperpanjang silaturahim, boleh pinjam dulu seratus hehehe...

Bersedekah

Doa sudah, memenuhi nazar kedua orangtua sudah, menjalin silaturahim kepada saudara-saudara dari kedua orangtua kita pun sudah, maka selanjutnya sedekah. 

Masya Allah, sedekah atau beramal tidak hanya sekedar bentuk bakti kita kepada orangtua, tapi juga bisa menambah amal pahala kita. Apalagi sedekah itu sudah pasti hukumnya adalah Allah ganti berkali-kali lipat rezeki untuk kita.

Aku nulis sendiri, aku merenung sendiri dan jadi sedih sendiri. Kebayang nanti kedua orangtua kita akan bahagia mendapatkan anaknya berbakti kepada mereka dan apa yang mereka ajarkan kepada kita mendapatkan hasil yang bermanfaat tidak hanya untuk diri kita sebagai anaknya, tapi juga bagi amal pahala mereka kelak.

Selagi mereka masih hidup, aku akan tetap melakukan hal-hal diatas tadi. Karena bagi aku, dengan berbakti kepada orangtua baik ketika mereka masih hidup atau pun sudah tidak ada, merupakan jalan termudah untuk aku bisa masuk surga.






Perlukah Memiliki Privilege Dalam Membangun Bisnis?

Tidak ada komentar


erlukah Memiliki Privilege Dalam Membangun Bisnis?


Assalamualaykum,

Beberapa waktu lalu aku berkesempatan melakukan bisnis trip ke salah satu negara Asia. Paling senang sih trip atau traveling begini sambil berbisnis. Jadi puas saja sih aku tuh, karena walau aku ini juga spent money untuk bisnis trip ini, aku pun tetap bisa came money hehehe.

Nah, di dalam bisnis trip aku ini, ada beberapa juga peserta yang ikut dari berbagai daerah di Indonesia. Total ada sekitar 25 orang deh dari 15 brand UMKM di Indonesia. Saat itu kami melakukan bisnis trip kurang lebih 5hari.

Senang banget sih kumpul begini, karena selain bertambahnya networking, aku juga dapat banyak insight positif dalam pengembangan bisnis. Kesempatan ini lah yang aku sebut sebagai privilege aku. Ngga semua orang memiliki kesempatan seperti ini lho. Artinya aku beruntung kan.

Memahami Privilege

Banyak orang mendefinisikan atau mengartikan privilege itu berbeda-beda. Tetapi privilege yang aku maksud disini adalah sebuah hak istimewa yang diri kita miliki, dimana hak istimewa ini tidak semua orang memilikinya. Biasanya privilege ini dapat membantu diri kita menjadi lebih mudah dalam melakukan sesuatu.

Banyak hal yang bisa dibilang privilege, tapi rata-rata orang-orang mempredikatkan sebuah privilege dari hal-hal seperti kaya dari lahir, keturunan darah biru dan anggota keluarga dari pejabat. Sehingga yang tidak kaya dari lahir, yang bukan keturunan kerajaan, bukan anak pejabat dan sebagainya merasa tidak memiliki privilege.

Memang momok tersebut tidak lah salah, tapi kalau masih berpacu pada hal tersebut, ruang lingkup kita jadi sempit. Iya ngga sih?

Aku jadi inget kurang lebih pas aku masih kuliah. Saat itu aku sama teman-teman kuliah aku sedang menikmati jalan-jalan di malam hari di sekitar jalan Sudirman. Tentunya di Sudirman itu kan banyak ya gedung-gedung perkantoran, hotel dan apartemen. 

Nah ada suatu momen, aku mengucapkan sebuah kalimat yang kurang lebih seperti ini ketika melewati salah satu apartemen mewah di Sudirman "Ya ampun bagus banget ini hotel dan apartemennya, pengen ah punya satu disini nanti..."

Memang saat itu kami masih anak kuliahan semester satu yang masih cupu, tapi aku yang sudah merasa memiliki visi untuk maju dan impian ingin punya deh apartemen mewah kaya gitu suatu saat yang mungkin kisarannya saat itu harganya sudah 1M kali ya.

Lalu salah satu teman aku jawab "Duh mimpi elo ketinggian. Itu yang bisa beli ya anak orang kaya, yang duitnya ngga berseri, kita mah ngga mungkin..."

Saat itu aku sebal sih sama jawaban teman aku yang kok cetek banget sih pikirannya dan pake bawa-bawa kalimat 'Kita', seakan aku harus memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya, bahwa 'kita ini bukan orang yang mampu lho untuk bisa beli apartemen itu...".

Memang aku bukan lahir dari keluarga yang kaya, tajir melintir, tapi aku juga bukan dari keluarga yang miskin. Kebetulan memang keluarga mama aku masih keturunan mangkunegara, tapi kan keturunan keberapanya 😂. Bukan berarti juga aku ini tidak berhak memiliki impian untuk bisa dapat privilege beli apartemen atau rumah yang harganya 1 M ke atas ya kan.

Nah dari hal ini saja, kita bisa lihat ya, hampir rata-rata orang tuh mindsetnya tidak akan bisa maju kalau diri kita tidak punya privilege seperti keturunan anak orang kaya tajir melintir.  Kalau pun memang kita bukan keturunan dari keluarga yang tidak kaya, maka jadilah kamu kaya agar keturunan kamu jadi keturunan anak orang kaya dan ciptakanlah privilege kita sendiri.

Apakah Privilege Dapat Memperlancar Kesuksesan dan Perkembangan Bisnis?

Tidak di pungkiri ya, yang namanya punya sebuah privilege, tentu kita jadi mudah menjalankan sebuah bisnis. Seperti waktu aku bisnis trip kemarin, dapat networking, dapat kontak para calon-calon buyer yang meiliki potensi, kesempatan ini menjadi sebuah privilege bagi aku.

Apalagi misal teman-teman yang memang dari lahir sudah memiliki kekayaan turun temurun, maka hal tersebut bisa di jadikan sebuah privilege dalam menjalankan bisnis. Sebab untuk memulai usaha kan perlu modal dan bisa mengajukan pinjaman modal ke orangtua yang kebetulan memiliki rezeki lebih.

Belum lagi orangtua kita pasti memiliki banyak networking dan minta dibantu bagaimana bisa mempromosikan bisnis yang sedang teman-teman jalani. Tentunya hal ini memudahkan kelancaran bisnis teman-teman di awal sehingga tidak perlu effort promosi.

Lalu pertanyaan berikutnya adalah perlukah memiliki privilege dalam membangun bisnis? Memang tidak di pungkiri ya dengan adanya privilege, bisnis kita bisa terbantu. Tapi perlu juga kita pahami bahwa tidak selalu apa yang kita miliki bisa menjadi privilege dalam membangun bisnis kita. 

Belum tentu juga orang yang kita pikir mereka memiliki privilege seharusnya bisa sukses malah mereka tidak sukses, sebab mereka tidak memanfaatkan privilege tersebut untuk bisnis mereka atau bahkan tidak tahu bagaimana memaksimalkan potensi diri juga.

Kita bisa lihat siapa saja anak-anak yang memiliki orangtua yang kaya tapi tidak jalan bisnisnya. Kita juga sudah lihat ada beberapa tokoh pengusaha sukses yang berjuang dari nol tanpa terlahir dari keluarga yang kaya, minim pengalaman (yang katanya modal tersebut adalah sebuah privilege) tapi bisa sukses menjalankan bisnisnya mereka berkat kegigihan mereka dalam menciptakan privilege sendiri. 

Jadi bagi teman-teman yang saat ini sedang merintis dan membangun bisnis tapi merasa bukan berasal dari keluarga yang kaya, pengalaman yang minim, jangan berkecil hati. Kita tuh bisa ciptakan privilege kita sendiri. Semangat selalu dan sukses untuk bisnisnya teman-teman semua.



Mengatasi FOPO Dalam Diri

Tidak ada komentar

 

Mengatasi FOPO Dalam Diri


Assalamualaikum,

Teman-teman yang mungkin aktif di sosial media, pernah ngga suatu waktu mengalami sebuah momen ketika mau posting sesuatu, tapi ragu posting karena pernah baca komen di kolom komen salah satu postingan teman-teman yang tidak enak.

Dari pas baca komen tersebut, teman-teman jadi suka kepikiran dan agak khawatir mau posting sesuatu tapi nanti dikomentari oleh netizen, akhirnya tidak jadi posting. Padahal bisa jadi postingan kita tuh sebenarnya bermanfaat bagi beberapa orang. Nah kalau pernah mengalaminya, artinya kita tuh sedang mengalami yang namanya FOPO.

Apa Itu FOPO?

Belum banyak memang yang tahu apa itu FOPO. FOPO itu singkatan dari Fear of Other People's Opinion.  Yaitu orang-orang yang terlalu banyak mikirin opini orang. Melakukan hal ini di omongin, mau ngga melakukan juga di omongin.

Sebenarnya FOPO ini sudah terjadi dari dulu ya dan itu dikarenakan salah satunya adalah budaya juga sih di beberapa lingkungan kita. Tidak ada yang salah dengan budaya kita, yang salah adalah bagaimana kita menyikapinya. 

Budaya yang tumbuh di lingkungan kita saat ini rata-rata masih mengajarkan memiliki pemikiran yang  harus sama dan jika beda sedikit dibilangnya aneh. Jadi tetaplah berbuat hal yang wajar, yang beradab dan beretika tapi tetap speak up atau melakukan suatu hal yang kita anggap baik juga bermanfaat.

Biasanya orang yang FOPO itu buntutnya jadi terlihat bukan diri sendiri, takut berekspresi dan maunya terlihat ideal di mata orang lain, agar kita selalu bisa diterima oleh orang lain. Intinya diri kita jadi tidak bisa berkembang karena sibuk saja mikirin opini orang lain.

Kebiasaan FOPO ini tidak hanya di dunia nyata saja, di dalam dunia maya, per-sosial media-an pun kita juga sering jumpai. Khawatir atau takut posting sesuatu, padahal melakukan sesuatu yang kita tahu hal tersebut adalah positif itu boleh lho dan setiap yang kita kerjakan sebenarnya tidak melanggar etik, budaya atau menyinggung orang-orang yang berteman di sosial media kita.

Tips Mengatasi FOPO Seperti Apa?

Sesekali muncup sifat FOPO ini dalam diri yang akibat dari baper tiba-tiba, menurut aku sih masih wajar saja. Kita kan manusia yang terkadang punya rasa sedih, bahagia, takut, berani dan sebagainya dan FOPO itu muncul sesekali juga tidak apa-apa, mungkin kita bisa sedikit merenung tujuan kita melakukan posting atau berbuat suatu hal ini itu apa dan sebagainya. 

Asal jangan terlalu lama FOPO nya, nanti malah diri kita jadi tidak berkembang. Kan kita sendiri yang akhirnya rugi. Waktu beberapa bulan lalu, aku pernah kolaborasi bikin workshop bersama salah satu rekan aku yang juga berkecimpung di dunia psikologi yang mana tema workshop kami adalah mengenai "Bangun branding diri kita dan juga mental bagi pengusaha".

Salah satu materi yang kami berikan adalah mengenai FOPO ini. Mulai dari timbulnya FOPO kenapa, sampai tips mengatasinya. Nah ini tips mengatasi FOPO yang pernah aku sharing dan semoga membantu buat teman-teman semuanya.

1. STOP Judgement

Stop menilai orang lain dan itu dimulai dari diri kita sendiri dulu. Secara ngga sadar, diri kita tuh suka menilai orang lain juga, suka komentar akan apa yang orang lain lakukan. walau komentar kita masih di dalam hati ya tidak brutal kita komen di status postingan orang lain.

Nah itu yang perlu kita benahi terlebih dahulu. Akibat dari kita suka komentar tentang orang lain yang tidak sepemikiran dengan kita, akhirnya kita jadi suka kepikiran juga, kalau kita posting sesuatu, apakah nanti akan ada yang komen ngga bagus ya, seperti kita komentarin orang lain. So...STOP Judgement ok ....

2. No Body's Perfect

Tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT saja. Jadi jangan takut berbuat salah. Terkadang salah itu bisa jadi sebuah pelajaran yang berharga, agar kita tahu apa saja yang perlu di perbaiki. 

Dengan seperti ini pun, kita jadi bisa juga memaafkan kesalahan orang lain. Misalnya postingan seseorang typo, atau kurang kece editing videonya atau fotonya kurang aesthetic dan sebagainya. Kita perlu belajar memaklumi sebab, kita pun juga pasti tidak sempurna.

3. No Body's Care

Sebenarnya orang-orang yang suka kasih komentar itu, mereka tuh ngga peduli kita mau seperti apa, ngga peduli dengan isi postingan kita. Mereka komentar ya karena memang mereka tuh punya sifat yang tidak baik saja dalam dirinya. 

Tidak banyak juga orang yang punya waktu untuk berkomentar kok. Kebanyakan sekedar scrolling dan swipe up saja. Bahkan hanya sekedar mengecek saja kita masih eksis tidak, masih hidup tidak dan sebagainya tanpa ada waktu untuk berkomentar.

Maka dari itu , yuk teman-teman, kita jangan sampai FOPO yang berkepanjangan. Jika tiba-tiba muncul, langsung saja deh pikiran hal-hal yang postif dan yakin saja dengan apa yang kita lakukan ini adalah hal yang postifi, masih batas wajar dan bermanfaat bagi banyak orang... 






Yuk Canangkan Zero Tolerance Untuk KDRT!

Tidak ada komentar

 

Yuk Canangkan Zero Tolerance Untuk KDRT!


Assalamualaykum,

Good morning,

Artikel pagi ini, aku lagi mau nulis dan bahas yang agak sedikit berat. Yaitu mengenai topik Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sudah pengen banget nulis ini, tapi waktunya lagi ngga ada dan rasanya hati ini kok ya makin ingin sekali membahas.

Pasti teman-teman juga ya beberapa bulan belakangan ini makin sering membaca berita seputar KDRT yang terjadi antara suami ke istri. Malah mirisnya ada yang sampai di bun-bun istrinya, Astaghfirulahal'adzim.

Aku suka sedih dan gregetan banget setiap kali baca. Mau ngga baca, tapi kok rasanya aku ini ngga bisa untuk tidak baca. Ingin juga rasanya merangkul para wanita korban KDRT untuk bisa move on, berkarya dan membantu mereka bangkit dari keterpurukan.

Apa Yang Menjadi Penyebab Terjadinya KDRT

Golongan KDRT tidak hanya sekedar kekerasan fisik saja tapi kekerasan verbal, emosional, seksual serta finansial juga termasuk golongan KDRT. 

Dalam sebuah hubungan rumah tangga itu tentu menggabungkan 2 karakter insan manusia dalam sebuah hubungan halal yang dilakukan dalam waktu yang cukup lama, bisa dibilang seumur hidup. Jadi bagus atau jeleknya pasangan, beda atau samanya pendapat, semuanya tentu bisa berjalan dengan baik jika ada komunikasi, asas demokrasi, menghargai, kasih sayang satu sama lain yang dilandasi dengan keimanan dan taqwa. 

Itu dulu yang perlu di pahami. Jadi tidak hanya sekedar demi mendapatkan sex halal saja. Sebab kita ini jika Allah izinkan dan beri kita amanah keturunan, kita wajib menjaga amanah dari Allah tersebut dan perlu melahirkan keturunan yang soleh dan solehah.

Lalu apa saja sih biasanya yang menjadi penyebab terjadinya KDRT?

1. Rasa Memiliki Hak Kekuasaan Dalam Rumah Tangga

Memang benar, suami adalah imam di keluarga dan memiliki kewajiban untuk menjaga istri mereka. Di Dalam Al Quran surat An-Nisa ayat 34:

"Kaum laki-laki itu adalah pelindung bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudia jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Jadi memukul seorang istri itu memang di perbolehkan, tetapi jika si istri dalam keadaan tidak sholat, berzina atau tercela. Walau di perbolehkan, tetap saja tidak boleh menggunakan cara tersebut dengan menyalah gunakannya untuk hal-hal yang mengatas namakan suami adalah penguasa di rumah dan bisa semena-mena.

Dalam sebuah hadis lain, Rasulullah SAW pun bersabda: "Hanya orang mulia yang memuliakan perempuan dan hanya orang tercela yang merendahkan mereka."

2. Cemburu atau Iri

Rasa cemburu atau iri yang berlebihan, serta menjadi sangat posesif juga menjadi salah satu pemicu terjadinya KDRT. Misal iri karena sang istri mendapatkan karir yang bagus, gaji yang besar dan sebagainya.

3.  Kecanduan

Terjerat obat-obat terlarang atau alkohol juga bisa menjadi pemicu KDRT. Sebab orang yang kecanduan, emosi akan menjadi tidak stabil dan itulah yang terkadang menimbulkan kekerasan kepada istri. Walau terkadang yang dilakukan tanpa sadar, tetap saja yang namanya melakukan kekerasan kepada istri itu tidak dapat diterima.

4. Faktor Ekonomi

Ini yang terkadang sering menjadi isu utama dalam sebuah KDRT. Keadaan ekonomi atau keuangan rumah tangga yang tidak stabil, yang terkadang memicu pertengkaran kedua belah pihak, baik istri juga suami. 

5. Gangguan Mental

Jika pasangan memiliki penyakit mental seperti skizofrenia atau gangguan bipolar, mereka akan sulit mengelola emosi marah dalam dirinya, ujung-ujungnya terjadilah kekerasan.

Beberapa Alasan Korban KDRT Enggan Melaporkan

Ngeri memang ya dari beberapa kasus KDRT yang ada belakangan ini, sampai-sampai membuat beberapa korban KDRT yang ada rata-rata ujung-ujungnya meninggoy. 

Ya kalau tidak di bun-bun yang bundir. Banyak faktor yang terkadang masih menjadi momok 'KDRT itu AIB' jadi jangan di ceritakan. Padahal fatal sekali akibatnya jika tetap dibiarkan begitu saja.

Alasan apa sih yang membuat korban terkadang tidak mau melaporkan perbuatan pasangannya (suami)?

1. Anggapan di perbolehkan di dalam agama. 

Seperti yang sudah aku jelaskan di atas tadi, banyak banget para laki-laki yang memanfaatkan ketentuan yang ada di dalam Al Qur'an dan menjadikan mereka semakin merasa berkuasa dan hal wajar jika memukul istri mereka. 

Dengan pemikiran yang seperti ini yang semakin membuat kaum suami membenarkan segala apapun bentuk kesalahan istri untuk di pukul, dibentak dan sebagainya. Hal ini lah yang menjadikan korban (istri) juga jadi memaklumi bahwa hal tersebut wajar dan membiarkan para suami melakukan KDRT baik fisik maupun verbal kepada dirinya.

2. Berharap akan berubah.

Tidak akan ada yang berubah jika para istri bertindak (jika di rasa sudah terlalu kelewatan dan membahayakan dirinya). Rata-rata korban merasa ketika sehabis bertengkar, suaminya mukul ada berkata kasar, lalu nanti juga akan manis kembali dan beranggapan bahwa "nanti juga akan berubah kok pelan-pelan"....

Jika sekali melakukan kekerasan verbal dan di kasih kesempatan melakukan kekerasan fisik, maka selanjutnya akan menjadi kebiasaan dan hal itu tidak akan bisa berubah.

3. Adanya Ketergantuang Ekonomi. 

Istri yang tidak bekerja, akan menjadi ketergantungan secara ekonomi. Oleh karena itu, walau tidak bekerja, tetaplah upgrade diri kita wahai para perempuan disana. Berusahalah mandiri secara ekonomi dan perluas wawasan serta networking yang mana akan membuat diri kita menjadi percaya diri dan tidak bisa terus-terusan di rendahkan.

Manut dan taat kepada suami itu wajib, tapi bahagia secara mental dan financial pun tidak kalah pentingnya dalam hidup kita. Allah menciptakan kita untuk menjadi manusia yang berguna, maka paling tidak bergunalah kepada diri sendiri, cintailah diri kita sendiri juga.

4. Berpisah atau Mengadukan tindakan pasangan adalah AIB

Pemikiran seperti ini adalah bagian dari adat yang tertanam dari ajaran orangtua kita dahulu. Tidak ada pembenaran jika seorang suami melakukan kekerasan, sekalipun dalam adat budaya orang timur yang mana istri itu harus manut dengan suami. 

5. Alasan Anak.

Tidak mau berpisah karena alasan anak adalah terkadang menjadi alasan utama, korban KDRT tidak mau berpisah dari suaminya. Padahal jika sang istri yang menjadi korban KDRT tetap bertahan, justru tidak baik bagi perkembangan anak-anak di masa depan kehidupan mereka. 

Anak-anak bisa mengalami trauma berkepanjangan atau menjadi sebuah pemakluman bahwa : Suami itu boleh memukul istrinya kapan saja, boleh membentak, mencaci maki istrinya apapun kesalahan yang dibuat. 

Jadi tetaplah menjaga kewarasan anak dengan stop mata rantai KDRT, jangan sampai mereka pun menjadi korban ke egoisan pikiran kita.

Dengan semakin maraknya KDRT di lingkungan kita, kita perlu mencanangkan yang namanya Zero Tolerance, dimana kita tidak akan memberikan toleransi mau sekecil apapun itu bentuk kekerasan terhadap perempuan. Mau itu di lingkungan rumah tangga, masyarakat juga negara.