Showing posts with label Sharing Business. Show all posts

Mengapa Kolaborasi Bisnis Dapat Membantu Mengembangkan Usaha?

11 comments

Manfaat Kolaborasi Di Dalam Bisnis



Assalamualaykum,

Beberapa bulan ini, hampir semua tulisan aku selalu ada hubungannya dengan pandemi. Pandemi memang masih menjadi pembahasan yang belum tahu kapan endingnya. Awal prediksinya hanya berlangsung tiga bulan saja, tetapi kenyataannya sudah menginjak bulan ke sembilan, pandemi di Indonesia belum juga reda dan bahkan korban yang terpapar Covid-19 semakin meningkat.

Apa kabar dengan bisnis yang sedang teman-teman rintis? Semua bisnis saat ini tentu sedang berjuang keras untuk bertahan dan terus berjalan. Tidak sedikit juga yang memutuskan untuk menutup bisnisnya di karenakan banyak hal dan tentu lagi-lagi faktor penyebabnya adalah karena pandemi ini.

Bagi yang bisnisnya masih struggle sampai saat ini, semoga terus tetap semangat menjalankannya ya. Insha Allah akan selalu ada jalan bagi teman-teman yang masih terus bertahan menjalankan bisnisnya.

Ada satu kita nih agar bisnis kita bisa bertahan yaitu melakukan kolaborasi bisnis dengan bisnis lain. Saat pandemi ini, kolaborasi bisnis kita dengan bisnis pihak lain, dinilai sangat efektif untuk mengembangkan bisnis kita. Mengapa kolaborasi bisnis dapat membantu mengembangkan usaha kita? Berikut manfaat dari kolaborasi di dalam bisnis kita.


1. Memperkecil Resiko Bisnis Collapse

Dengan adanya kolaborasi, kita bisa memperkecil kemungkinan resiko bisnis kita akan collapse atau tutup dikarenakan banyak faktor menguntungkan dari adanya kolaborasi ini. Terutama dari segi pergerakan keuangan di internal bisnis kita. 

Yang tadinya sumber investasi dana hanya dari kita atau dari 2 partner, bisa berkembang menjadi beberapa investor yang menginvestasikan dananya untuk berjalannya roda bisnis kita.


2. Marketing dan Promosi Berjalan Lancar

Masalah dari roda bisnis tidak berjalan bisa dari banyak hal, seperti tadi dari sisi keuangan. Selain itu ada juga dari sisi marketing atau promosi. Divisi Marketing dan Promosi di dalam bisnis kita bisa terus berjalan tanpa ada kendala lagi dengan adanya kolaborasi, karena energi untuk membuat sistem marketing juga promosi menjadi lebih banyak dengan adanya tim yang banyak.


3. Mendapatkan Ide atau Inspirasi Baru

Biasanya nih, ketika punya masalah dan masalahnya kita pikirkan sendiri, cari jalan keluarnya sendiri, maka proses mendapatkan hasil dari penyelesaian masalah akan lambat. Sebab ide yang ada hanya bersumber dari satu orang saja yaitu dari diri kita saja.

Tetapi jika kita berkolaborasi, kita akan tambah mendapatkan ide baru, inspirasi baru, insight baru untuk berjalannya bisnis kita ke depan. Ide baru tersebut tentu bisa kita dapatkan ketika kita sharing bersama dengan partner kolaborasi kita. 

Partner kolaborasi kita pun akan terbantu juga dengan ide dari diri kita untuk mengembangkan bisnis hasil kolaborasi ini ke depannya. harapannya tentunya bisnis kita berkembang dan sukses.


4. Membantu Memperluas Jaringan.

Kolaborasi tidak hanya bisa memberikan kita partner baru dengan tentunya akan ada ide pengembangan baru di dalam sistem bisnis kita. Tetapi dengan adanya kolaborasi tentu bisa menambah wawasan dan memperluas jaringan kita.

Misalnya nih, kita jualan Madu dan peternak madu yang kita kenal hanya 3 peternak lebah saja, tetapi dengan adanya kolaborasi, bisa jadi partner bisnis kita punya koneksi beberapa peternak lebah di luar peternak lebah yang kita dapatkan. Artinya, jaringan kita tentu bertambah, list koneksi kita bertambah.

Penting banget lho sebagai pebisnis itu memiliki sumber supplier lebih dari satu. Ya tentunya agar kita tidak tergantung hanya dari satu pintu saja. Ketika supplier kita tutup, apakah bisnis kita juga harus tutup? Tentu tidak dong ya... Maka dari itu kolaborasi itu memiliki manfaat yang bagus bagi networking kita.


5.  Jauh Menjadi Lebih Optimis 

Sudah pasti banget dong ya menjadi lebih optimis. Kolaborasi itu ibaratnya ketika kita sedang di ujung jurang dan kita langsung berdoa kepada Allah SWT lalu Allah mengijabah doa kita dengan menjatuhkan pohon besar untuk menyambungkan ujung bukit yang sedang kita tapaki menuju ujung  bukit satunya, sehingga kita bisa terus melanjutkan perjalanan kita. 

Kolaborasi membantu bisnis kita untuk tetap berjalan, sehingga diri kita kembali lagi bersemangat dan optimis akan meraih kesuksesan. Sukses berjamaah itu lebih menyenangkan dibanding sukses sendirian. Sebab, bahagia berjamaah itu efek pahalanya lebih besar dibanding bahagia sendiri.


Jadi, mulai yuk gengs pikirkan bagaimana cara mengembangkan bisnis teman-teman saat ini yang sedang turun, agar tidak terus meluncur turun. Segera coba lakukan susun rencana untuk melakukan kolaborasi. Menemukan partner bisnis untuk kolaborasi memang tidak mudah, karena perlu menyatukan dua visi misi yang berbeda menjadi satu visi dan misi. Sebab bisnis yang akan dijalankan tentunya ingin bertahan lama dan berkelanjutan seterusnya.

Selamat berkolaborasi dan sukses untuk bisnisnya.



Woman Creative Partner








Investasi Ilmu Di Masa Pandemi

No comments

Selama Di Rumah Aja, Investasi Ilmu Untuk Masa Depan



Assalamualaykum,

Pandemi ini entah sampai kapan akan berakhir, sama dengan pernyataan "Entah kapan vaksin covid-19 akan ditemukan". Kita semua saat ini sedang proses adaptasi hidup dalam masa era new normal yang bukan merupakan kehidupan normal seperti sebelumnya.

Saat pandemi ini, perlu sekali kita memanfaatkan waktu dengan baik. Walau 80% waktu kita saat ini masih di rumah saja, bukan berarti kita tidak bisa berkreasi, tidak bisa mendapatkan ilmu baru dan juga bukan berarti kita tidak bisa berkembang. Semua bisa selama kita pun bisa mengatur dan melihat peluang yang ada dengan baik.

Yakin pandemi ini akan berakhir, walau mungkin masih dua atau tiga tahun lagi. Tetapi ketika masa pandemi ini sudah usai, kita pun sudah siap dengan diri kita yang baru. Diri kita sudah di upgrade, ilmu kita sudah di upgrade bahkan keimanan kita pun sudah di upgrade.

Kalau aku pribadi, investasi yang aku lakukan di masa pandemi ini adalah investasi dalam hal ilmu di luar investasi Emas Logam Mulia ya ehehe (maklum emak-emak yess...). 


Maksudnya investasi ilmu itu seperti apa?

Aku mulai belajar memperdalam dunia branding dan juga bisnis aku. Walau sudah terjun ke dunia bisnis kurang lebih 8 tahun, tapi tetap ilmu bisnis itu up to date seiring dengan yang namanya zaman. Apalagi sekarang ini dunia digital terus tambah maju pesat. Kalau kita tidak meng-upgrade ilmu kita, maka kita akan punah di telan bumi.


Contohnya seperti apa yang di maksud zaman berubah?

Delapan tahun lalu, bisnis konvensional itu masih 70% sd 80% mendominasi pasar. Bisa lihat ruko-ruko, toko-toko di tanah abang misalnya makin banyak. Artinya penjualan secara konvensional itu masih besar tingkat kegiatannya dan masih banyak konsumen yang lebih menyukai bertransaksi langsung di tempat.

Bisnis online belum semarak sekarang, dulu itu para konsumen masih banyak yang khawatir di tipu karena belum ada sebuah wadah yang membantu menjaga keamanan dari transaksi pembelian. Khawatir ketika sudah melakukan transaksi secara online, ehh penjualnya kabur, dan si konsumen masih sulit meminta pertanggung jawaban kepada si penjual.

Beda dengan zaman sekarang, para konsumen merasa terbantu dengan adanya marketplace-marketplace yang ada di Indonesia saat ini. Begitu juga dari sisi penjual juga akan merasa aman berjualan, tanpa khawatir pelanggannya kabur tidak membayar. Walau kemungkinan penipuan masih tetap ada, tetapi jumlahnya masih bisa di minimalisir.

Melihat pertumbuhan perekonomian serta dunia digital yang semakin melaju pesat ini, sudah pasti dong ya jawabannya kita perlu sekali meng-upgrade ilmu kita. Jangan sampai hari gini kita masih gaptek dengan dunia digital. 


Back to Investasi Ilmu, seperti yang sudah aku tulis di atas, bahwa aku kemarin belajar khusus mengenai Personal Branding. Aku pikir selama ini aku sudah membranding diri aku dan bisnis aku dengan baik, ternyata masih ada yang kurang dan bahkan personal branding itu tidak hanya sekedar share di media sosial tentang aktivitas kita dan juga bisnis kita saja lho, tapi lebih dari itu.

Aku berharap dari ilmu memperdalam Personal Branding dan juga Bagaimana mengembangkan bisnis dengan baik yang aku pelajari ini, bisa membuat bisnis aku sukses. Jadi ketika pandemi berakhir, aku dan tim aku sudah bisa langsung gaspol rem blong fokus jalankan bisnis karena pondasi ilmunya sudah siap dan matang.

Kadang di satu sisi, aku bersyukur ya sama Allah di kasih masa pandemi ini. Hal positifnya salah satunya ya aku jadi bisa punya banyak waktu luang untuk belajar dan upgrade diri. Sebab, waktu luang aku lebih banyak di lakukan via online selama pandemi ini, jadi tidak terlalu sering keluar rumah, seperti ketemu macet yang berjam-jam, tidak menunggu orang yang ngaret berjam-jam. Makanya banyak waktu banget yang terpakai dengan baik selama masa pandemi ini.

Bagaimana dengan teman-teman? Apa investasi ilmu yang sudah teman-teman lakukan selama masa pandemi ini? Apakah skill memotret, skill bisnis, skill makeup artist atau apa? Sharing dong di kolom komentar... 😉



Woman Creative Partner

Skill Yang Bisa Dipelajari Otodidak Dan Menghasilkan Uang

18 comments

 Skill Yang Bisa Dipelajari Otodidak Dan Menghasilkan Uang



Assalamualaykum,

Kemarin baru selesai belajar cara editing video memakai aplikasi Kinmaster. Sebenarnya sih aku sudah bisa edit video pakai Kinmaster walau belum mahir banget, itu juga belajar otodidak dengan lihat tutorialnya di youtube.

Tapi kemarin kebetulan ada kelas belajar membuat video untuk youtube dengan belajar editingnya pakai aplikasi Kinmaster. Biaya kelasnya juga terjangkau banget masih di bawah 200 ribu, akhirnya kemarin coba deh belajar lagi. 

Maklum ya mama-mama yang punya banyak kesibukan, edit video yang ribet-ribet tuh kayanya tidak ada waktu, apalagi kalau aplikasinya buat bingung, tambah stress deh 😁. Karena itu aku suka cari tutorial sesuatu yang tidak buat ribet.

Selama pandemi ini, apalagi kemarin ketika masa PSBB selama hampir 3 bulan berjalan sesuai anjuran dari pemerintah, aku banyak melakukan beberapa hal baru. Mulai dari ikut beberapa kelas pelatihan, baik yang berbayar sampai yang gratisan. Tetapi tentu kelas-kelas yang sesuai dengan bidang dan pasion aku. Supaya ilmunya bermanfaat dan ketika di praktekkan tidak merasa terpaksa.

Sebenarnya banyak lho ilmu-ilmu yang bisa kita dapatkan sendiri tanpa ikutan kelas-kelas. Tapi ini kalau mau dapat ilmu basic saja ya, tapi kalau mau dapat ilmu yang lebih advance lagi ya harus mau mengeluarkan biaya ekstra agar hasilnya juga maksimal.

Beberapa contoh skill yang bisa dipelajari secara otodidak dan menghasilkan uang adalah

1. Memasak

Saat dirumah saja, tentu banyak orang-orang yang jadi enggan untuk keluar rumah dan lebih sering belanja via online. Terutama memesan makanan melalui jasa pesan antar makanan atau minuman. Melihat kondisi seperti ini, kita bisa memanfaatkannya dengan membuat bisnis makanan atau bisnis cemilan buatan sendiri.

Tidak hanya makanan, bisnis minuman pun juga bisa. Kita buat dan meracik sendiri minuman yang akan kita jual. Misal buat kopi kekinian atau jamu herbal yang mana bahan-bahannya pun mudah di dapat serta cara membuatnya juga bisa kita dapatkan dari youtube.


2. Membuat Kerajinan Tangan

Bagi kamu yang suka dengan kerajinan tangan, bisa lho coba membuat kerajinan tangan sendiri, salah satunya membuat boneka atau hiasan dari bahan flanel. Karena tidak perlu mesin jahit, kamu bisa jahitnya dengan tangan saja.

Tutorialnya bisa didapat di youtube atau buku-buku kerajinan tangan yang banyak dijual di toko-toko buku. Bahan-bahannya juga mudah di dapat ditambah pengerjaannya pun tidak terlalu sulit dibanding menjahit pakaian.


3. Menulis

Saat ini menjadi penulis itu juga bisa menghasilkan. Lihat saja para blogger dan content writer, dari hobby mereka menulis blog atau membuat caption tulisan menarik di media sosial mereka, lalu ada beberapa brand yang melirik dan mau diajak untuk kerjasama.

Menulis itu sangat mudah, yang penting mulai saja dulu membuat tulisan. Untuk  teknik menulis dan sebagainya, kita bisa belajar dengan cara rajin membaca tulisan-tulisan artikel yang ada di beberapa kanal berita online atau blog. Dari situ jadi bisa paham sedikit demi sedikit tulisan yang menarik seperti apa.


4. Membuat Desain Canva

Canva saat ini sedang diminati oleh para kaum ibu-ibu milenial di masa pandemi ini. Jika teman-teman sudah memiliki bisnis, desain dari Canva bisa membantu sekali lho untuk mensupport bahan promosi bisnisnya teman-teman. Untuk teknik belajarnya bisa belajar Canva sendiri dengan melihat tutorialnya di youtube. 

Canva itu sangat mudah digunakan dan fitur-fiturnya juga tidak terlalu ribet. Oia jika hasil desain teman-teman bagus, bisa juga lho tawarkan ke beberapa online shop untuk dibuatkan desain feed mereka agar penjualan mereka bisa tinggi.


5. Membuat Aksesoris

Suka koleksi aksesoris? Coba mulai membuat sendiri aksesoris di rumah. Buku tutorial membuat aksesoris cantik juga bisa didapat di beberapa toko buku. Jadi inget dulu aku pun memulai bisnis dengan buat aksesoris snediri lalu aku jual online.

Waktu itu aku buat aksesoris kalung, gelang dan anting dari batu-batu dan dari perak. Dari sini aku kembangkan buat aksesoris ikat rambut dan bandana untuk anak-anak bayi. Cara-caranya aku dapatkan dari buku-buku. 10 tahun lalu Youtube belum banyak tutorial cara membuat aksesoris, jadi aku cari di toko buku dan itu juga kebanyakan buku-buku luar yang harganya lumayan. Tapi sekarang jangan khawatir, tutorial bisa di dapat via online dan juga buku-buku tutorial aksesoris sudah banyak beredar.


Ini adalah lima skill yang bisa dilakukan secara otodidak dan bisa menghasilkan uang tambahan bagi teman-teman semua. Semoga di masa pandemi ini, walau ruang gerak kita terbatas dan tidak bisa bebas beraktifitas tetapi kreatifitas kita tetap terus jalan.



Woman Creative Partner




Merdeka Mengekspresikan Diri Dalam Berbisnis

No comments




Assalamualaykum, 

Semangat Pagi dan semangat menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 tahun!!

Yess...besok kita akan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 tahun. Kita bisa hidup merdeka seperti saat ini di karenakan perjuangan dari para pahlawan kita dalam memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan baik itu di masa penjajahan Belanda juga masa penjajahan Jepang.

Bersyukur kita tidak hidup dalam masa peperangan. Pernah tidak sih ngebayangin, kalau saat ini kita masih hidup di masa penjajahan? Duh...ngebayanginnya saja ngeri ya. Kalau terjadi, mungkin saat ini kita tidak akan bebas menikmati media sosial, menikmati traveling, menikmati wisata kuliner dan tidak bisa memiliki bisnis dan menjadi orang yang sukses.

Walau saat ini kita hidup di masa sudah merdeka, perlu banget kita tetap menjaga rasa nasionalisme dan menjaga kerukunan serta menjaga Republik Indonesia tercinta ini dari para penjajah. Penjajah di masa sekarang ini bukanlah dari negara lain yang ingin merebut negara Indonesia, tapi penjajah di masa sekarang ini datang dari bangsa kita sendiri yaitu para Koruptor. 

Kali ini aku tidak akan membahas tentang Koruptor tetapi aku akan membahas tentang makna Merdeka Mengekspresikan diri dalam Berbisnis. Karena dengan berbisnis, Insha Allah kita akan terjauhkan dari yang namanya Korupsi.

Merdeka dalam berbisnis sejatinya merupakan wujud kemandirian ekonomi. Dengan mandiri secara ekonomi atau finansial dari hasil bisnis kita, maka kemungkinan bisa membantu meminimalisir yang namanya korupsi. 

Merdeka dalam Berbisnis antara lain:
1. Merdeka Dalam Berkonten di Media Sosial Bisnis

Membuat Konten di Media Sosial dengan sharing banyak hal yang bermanfaat, merupakan salah satu bentuk dari Merdeka dalam berekspresi. Cakupan dalam membuat konten di media sosial bisnis antara lain membuat copywriting pada caption dan infografisnya. 
Saat ini, kita di bebaskan sharing apa saja di media sosial selama sharing tersebut tidak mengandung SARA, ujaran kebencian dan juga tidak menjelekkan suatu agama.
Kebayang tidak sih jika masih seperti zaman orde lama yang semuanya serba di atur dan di larang? Mungkin kita tidak akan bisa menikmati informasi dari beberapa platform yang ada, tidak bisa bebas berjualan di marketplace dan juga tidak bisa sembarang sharing informasi di media sosial.

Jadi manfaatkan kebebasan berkespresi di dunia digital ini dan tetap tuangkan ide berbisnis, dan ide berjualan yang tetap dalam konteks dan jalur positif juga jujur.


2. Merdeka Dalam Berinovasi Memasarkan Produk di Media Sosial Bisnis.

Saat ini, dunia online dapat kita akui sangat mempengaruhi dampak positif dalam penjualan produk atau jasa bisnis kita. Dulu sebelum digital secanggih sekarang, ketika dalam memasarkan produk atau jasa itu masih dengan sistem konvensional yaitu 'jaga warung' dan kalau warung atau toko kita kedapatan customer yang loyal, kita berharap customer itu melakukan pemasaran dari mulut ke mulut lewat testimoninya.

Cara konvensional dalam memasarkan juga salah duanya adalah menyebar brosur ke lingkungan sekitar juga pasang iklan di surat kabar. Tentu kedua pilihan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Jika kita tidak memiliki budget besar untuk iklan dan pembuatan brosur, ya pilihannya adalah menunggu sampai mendapatkan seorang loyal customer yang bercerita dan menyebar dari mulut ke mulut.

Nah di dunia digital saat ini, memasarkan produk atau jasa bisnis kita bisa dengan mudah, hemat dan cepat. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan dunia digital ini secara maksimal. Karena itulah di dunia serba digital dan online ini, kita mendapatkan rasa Merdeka dalam berinovasi memasarkan produk atau jasa bisnis kita. Tanpa harus bersusah payah seperti berjualan di era konvensional dulu.


3. Merdeka Dalam Berkolaborasi

Dulu kita mungkin masih khawatir kalau mau berkolaborasi dan berpartner dengan orang lain. Ditambah juga kita tidak tahu prediksi ke depannya bagaimana jika berkolaborasi dengan orang lain walau masih memiliki visi yang sama dalam bidang bisnis kita.

Tapi di zaman sekarang, kita tidak perlu lagi khawatir. Kita bisa berkolaborasi dengan siapa saja tanpa perlu ada rasa khawatir. Kita bisa melihat profil partner yang mau kita ajak kolaborasi lewat track record aktivitas dan jumlah responnya di media sosial selama ini. 
Begitu juga kita bisa dapat prediksi real ke depannya jika kita melakukan sebuah kolaborasi, hasilnya akan bagaimana.


Ketiga hal ini adalah bentuk dari Merdeka mengekspresikan diri dalam berbisnis. Jika kita fokus pada ketiga hal ini, fokus pada tujuan dan hasil, maka pikiran untuk 'korupsi' tidak akan terjadi. Sebab kita terlalu sibuk untuk berpikir inovasi, berpikir untuk berbagi dan memberikan manfaat serta berpikir untuk menaikkan omset bisnis kita dengan hal dan jalur positif.

Dirgahayu Indonesia ku, semoga Indonesia semakin tambah Jaya, Tambah Maju dan Tambah di penuhi oleh orang-orang yang kreatif, positif, berahlak mulia dan mencetak manusia yang soleh juga solehah. Aamiin YRA




                                 Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife






Ilmu Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Seorang Fashion Stylist

18 comments

Ilmu Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Fashion Stylist






Assalamualaykum,

Hai fashion lover, apa kabar?
Aku mau update artikel seputar Fashion lagi nih. Kali ini aku mau bahas mengenai profesi Fashion Stylist. Bagi yang suka memadu padankan pakaian, baik itu untuk ootd sendiri atau untuk ide sharing di media sosial, artinya kamu punya bakat di dunia fashion sebagai seorang fashion stylist.

Walau menjadi seorang Fashion Stylist kelihatannya cuma mix and match pakaian saja from head to toe, tapi tetap lho untuk menjadi seorang fashion stylist itu perlu ilmu agar kita bisa terus up to date dengan tren fashion yang setiap zaman berubah-ubah. Jadi tidak hanya sekedar fashion saja.

Menjadi seorang Fashion Stylist juga bisa menghasilkan pundi-pundi rezeki dan memiliki jenjang karir yang menjanjikan di dunia fashion. Jadi jika passion teman-teman di bidang fashion, tidak ada salahnya juga untuk fokus dan menekuni profesi sebagai seorang fashion stylist.

Kira-kira ilmu apa sih yang dibutuhkan untuk menjadi seorang fashion stylist?

1. Pelajari Karakter

Karakter setiap orang itu berbeda, ada yang kalem, ceria, ambisius dan masih ada beberapa karakter lainnya. Sebagai fashion stylist perlu paham karakter setiap individu. Pribadi yang kalem, biasanya untuk pemilihan warna pakaian itu adalah cenderung warna pastel. Pribadi yang ceria, tentu cocok di padu padankan dengan pakaian yang colorful. Sedangkan untuk pribadi yang ambisius biasanya pilihan yang cocok adalah pakaian yang berwarna gelap untuk menonjolkan pribadi dan karakternya yang kuat.

Jadi kenapa perlu pelajari karakter seseorang, agar ketika orang tersebut mengikuti saran berpakaian dari kita, mereka akan terlihat stunning dan karakter mereka terpancar kuat. Karena itulah seorang fashion stylist perlu paham karakter setiap individu.


2. Basic Warna 



Warna menjadi salah satu unsur atau elemen yang sangat dominan serta aspek yang paling relatif di dalam desain serta kehidupan. Jadi warna bisa menciptakan sebuah keindahan dan bisa juga menjadi salah satu cara mengekspresikan pengaruh warna yang kuat.

Ada 4 warna yang perlu di ketahui yaitu:

  • Warna Sekunder adalah warna yang dihasilkan dari campuran warna dasar seperti hijau, ungu, jingga, orange dan lainnya
  • Warna Primary adalah warna-warna dasar seperti biru, merah, kuning dan lainnya
  • Warna Tertiary adalah warna yang dihasilkan dari campuran antara primer dengan sekunder, seperti warna brown
  • Warna Netral merupakan warna yang dihasilkan dari ketiga jenis warna tersebut yaitu warna hitam

3. Trending Stylist

Menjadi Fashion Stylist perlu banget dong update berita terkini seputar fashion baik fashion lokal maupun mancanegara. Misalnya fashion hijab yang lagi terkini saat ini modelnya seperti apa, pemilihan warna yang dipilih oleh beberapa desainer apa saja di tahun ini, lalu desainer A dan B mengeluarkan koleksi terbaru apa.

Jadi tidak hanya sekedar bisa mix and match jenis pakaian saja tapi juga perlu update berita terkini seputar fashion. Beritanya bisa kita dapatkan dari beberapa media atau ikut ke perhelatan acara seputar fashion, baik itu seminar atau talkshow fashion dan bisa juga menghadiri acara fashion show.


4. Basic Items



Foto dari pinterest

Sebagai Fashion Stylish, kita dituntut juga untuk kreatif. Bisa memadu padankan pakaian dan aksesoris yang ada. Misal kita perlu pashmina untuk sebagai aksesoris pakaian, tetapi pashminanya tidak ada, coba kita akali dengan scarf. 
Selain itu kita musti tahu basic items yang wajib dimiliki, seperti aksesoris, pakaian berbahan denim, flat shoes, tote bag atau basic items lainnya. Sehingga kita bisa kreasikan koleksi yang ada hanya berdasarkan dari basic items yang ada.


5. Paham Fashion per Musim



Yes, ini juga penting banget. Di Indonesia sendiri kita hanya punya dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, tetapi di beberapa negara ada yang memiliki empat musim yaitu musim panas (summer), musim gugur (autum), musim dingin (winter) dan musim semi (spring). 

Tentu pakaian yang digunakan dari ke empat musim ini pasti berbeda-beda. Tidak mungkin kan pakai short pants di saat musim dingin? Seorang fashion stylist tentu musti paham dan tahu detail pakaian, aksesoris dan sepatu apa yang di perlukan di setiap musim. 
Jangan sampai salah kostum ya ladies....


Ke lima ilmu ini adalah sebagian dari ilmu dasar yang perlu di pelajari oleh para calon fashion stylist. Masih banyak tentunya ilmu-ilmu yang lebih mendalam lagi untuk bisa menjadi seorang fashion stylist profesional. 

Jadi memiliki ilmu itu penting, tidak hanya sekedar skill saja. Ilmu yang kita dapatkan akan berguna hingga akhir hayat selama tetap kita asah, tetap kita pelajari jangan di anggurkan saja ilmu kita. 

Ok, semoga sharing fashion kali ini bermanfaat. See you on my next blogpost ya teman-teman




Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

Belajar Seperti Gelas Kosong

No comments

Kosongkan Gelasmu Untuk Mendapatkan Ilmu Baru




Assalamualaykum,

Welcome back  semua. Semoga semua dalam keadaan sehat wal'afiat, Aamiin YRA. 
Beberapa waktu lalu aku sempat lagi merasa lelah dan penat. Kalau sedang merasa penat dan agak menurun semangat aku, aku selalu baca buku  motivasi atau buku mengenai kisah para tokoh pebisnis yang sukses menjalankan bisnisnya. Kisah mereka dalam membangun bisnis dan menghadapi jatuh bangunnya bisnis.

Kadang kita perlu belajar dari orang lain, bukan hanya dari orang-orang yang sukses saja tapi juga dari orang-orang yang sedang membangun bisnisnya. Kenapa kita perlu belajar dari orang lain? Agar kita memiliki rasa syukur, rasa rendah hati dan semangat hidup.

Berkaca dari orang-orang yang sudah sukses, mereka ini rata-rata masih terus belajar lho. Padahal bisnis mereka sudah sukses. Lalu masa kita yang masih taraf menuju sukses bisnisnya kok ngga mau belajar, ngga mau update ilmu. 


Hal sederhana bentuk dari rendah hati mau belajar adalah ketika kita bertemu dengan orang lain di dalam sebuah pertemuan informal. Biasanya orang yang sukses selalu lebih sering mendengarkan daripada berbicara tentang dirinya saja... "Kemarin saya dapat penghargaan ini...", "Saya ini tuh orangnya paling tinggi jabatannya di kantor..." dan masih banyak lagi kalimat "aku dan aku yang paling hebat" dan yang "paling tahu"

Ketika kita lebih banyak mendengar, di situ kita sama saja sedang proses belajar mendapatkan sebuah ilmu baru. Kita juga jadi bisa belajar People Skill, belajar menghadapai orang lain dengan berbagai karakter yang berbeda-beda, belajar dealing with people dan masih banyak lagi yang kita bisa pelajari.

Tetapi semua ilmu-ilmu tersebut tidak bisa kita tampung jika "gelas" ilmu kita penuh. kita perlu mengkosongkan dulu "gelas" kita agar bisa menampung ilmu yang baru. 

Lalu apakah isi di dalam gelas kosong tersebut kita buang begitu saja? Tidak kita buang begitu saja, karena itu kita perlu lakukan yang namanya "Sharing ilmu" kepada orang lain agar ilmu kita terus bertambah.

Jadi bukan ganti dengan gelas baru dan biarkan gelas penuh yang ada tetap terjaga penuhnya lalu kita diamkan dan kita tabung. 
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”
Biarkan kita sedekah kan air (ilmu) yang ada pada gelas kita untuk orang lain, jangan khawatir gelas kita akan kosong, karena Insha Allah, Allah akan terus mengisi gelas kita. Sebab tidak ada sedekah yang percuma, pasti semuanya bermanfaat. 

Yuk kita menjadi manusia yang bermanfaat dan belajar dari gelas kosong yang selalu memberikan air di dalamnya keluar dan masuk tanpa pamrih. Sukses untuk teman-teman semua and see you on my next blogpost



Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

"The Power of Kepepet" Cara Ampuh Merintis Sebuah Bisnis

4 comments

"The Power of Kepepet" Cara Ampuh Merintis Sebuah Bisnis




Assalamualaykum,

Welcome back to my blog Good People...
Judul sharing aku kali ini, mungkin teman-teman sudah ada yang pernah baca salah satu buku dari Mas Jaya Setiabudi yang berjudul The Power of Kepepet.

Kepepet di sini adalah mengarahkan kepada hijrahnya kita menjadi seorang pebisnis, bukan di tujukan kepada orang yang malas-malasan lalu baru mengerjakan suatu hal di kala sudah mepet waktu (kaya pelajar yang mengerjakan sistem SKS- Sistem Kebut Semalam) 😃.

Selama masa pandemi seperti ini, beberapa bisnis collapse, tanpa terkecuali perusahaan-perusahaan besar pun ikutan menurun pemasukannya. Bagaimana tidak, masyarakat semua di minta untuk melakukan yang namanya lockdown ata stay at home sementara. Dunia jual beli sempat tidak seaktif masa normal. 

Para pelaku bisnis yaitu pedagang pada umumnya yang melakukan penjualan dengan sistem konvensional, harus mulai terbiasa beradaptasi dengan dunia online dan itu semua tentu butuh yang namanya proses. 

Masa pandemi kemarin selama tiga menuju empat bulan tentu amat sangat berdampak, maka banyak juga beberapa perusahaan yang mem-PHK-kan karyawannya. 

Kita lihat baru-baru ini berita di beberapa media, sekelas perusahaan GOJEK saja juga mengumumkan bahwa mem-PHK-kan beberapa karyawannya. Beberapa teman aku pun juga ada yang suaminya kena PHK. Sedih bukan? Tapi itulah hidup dan itulah perjalanan sebuah bisnis. Tidak selamanya berada di atas, pasti ada yang namanya jatuh bangun bisnis.

Bagi yang terkena PHK, sedih, bingung itu pasti akan dialami tetapi jangan terlalu lama meratapi nasib, segera bergerak cari solusi atau jalan keluar. Manfaatkan dana yang ada dan waktu untuk berbisnis.

Bisnis itu tidak harus selalu menunggu modal terkumpul, fasilitas lengkap, kuncinya adalah bekerja dengan kekuatan. Jika ada yang belum memiliki pengalaman berbisnis, teman-teman bisa mencari pelatihan yang gratis lalu setelah dapat ilmunya langsung di praktekkan. 

Sebab, ilmu akan berguna jika kita segera mempraktekkan dan jangan menunggu nanti dan nanti. Karena Ilmu itu berkembang dan berubah seiring dengan berkembangnya zaman.

Jika modal yang di miliki belum besar, teman-teman juga bisa memulai dengan dengan menjadi reseller. Menjadi reseller pun juga musti selektif. Pilih yang ada mentoring di dalamnya, sharing ilmu di dalam masa mentoring.
Bisa juga teman-teman memulai bisnis dengan passionnya teman-teman, misal teman-teman senang masak, coba membuat masakan rumahan lalu tawarkan ke tetangga atau daftarkan di Gofood atau Grabfood

Jadi kepepet itu kadang bisa menjadi cara ampuh merintis sebuah bisnis. Sebab kadang dengan kepepet kita diminta untuk mencari solusi dengan cepat agar bisa 'hidup'. 
Teman-teman punya pengalaman 'kepepet' dan menghasilkan? Sharing dong di kolom komentar.






Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo

Kemampuan "People Skill" Yang Harus Dikuasai Pemimpin

No comments

Kemampuan "People Skill" Yang Harus Dikuasai Pemimpin




Assalamualaykum,

Halo semua apa kabar? Insha Allah selalu dalam keadaan sehat wal'afiat semua ya. Di artike kali ini aku mau sharing nih mengenai "People Skill", karena baru-baru ini aku menghadapi beberapa orang yang menurut aku masih kurang ilmu mengenai people skill. Gawatnya lagi, orang ini menyandang predikat Leader di dalam bisnisnya.
Hmm... Aku jadi bertanya-tanya, bagaimana ya perkembangan bisnis internal di jaringannya dan juga attitude dari tim jaringannya? Pertumbuhan bisnis mereka akan seperti apa ya? 

Walau ada leader di dalam suatu bisnis itu memiliki attitude yang kurang baik, tetap kita tidak bisa juga langsung buru-buru menyimpulkan bahwa bisnisnya pasti akan kacau, karena menjalankan bisnis itu tidak hanya semata dilihat dari attitude seseorang saja tapi banyak hal yang bisa menjadikan suatu bisnis itu menjadi besar.
Tetapi perlu diingat bahwa besar dan berkembangnya sebuah perusahaan juga tidak akan long last kalau pemimpinnya tidak baik. Yess..semua memang berawal dari pemimpin atau leadernya.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita musti pahami dulu arti dari kata "People Skill" itu apa. People skill adalah kemampuan dalam berinteraksi dan berkomunikasi antar manusia. Ketika berinteraksi dengan orang lain, artinya kita sudah memiliki people skill ini, tinggal bagaimana people skill yang kita punya ini hasilnya bagus, sehingga silaturahim terjalin dengan baik.

Salah satu dari memahami people skill adalah memperhatikan cara bicara kita agar tidak membuat orang lain tersinggung dan sebaliknya juga ketika kita tersinggung. Kita pun belajar bagaimana cara meresponnya. Memang sih di sekolah kita dulu tidak ada tuh pelajaran mengenai people skill, tetapi secara tidak langsung dan secara tidak kita sadari, ketika kita berhadapan dengan guru, dengan teman,  kita ini sedang belajar yang namanya people skill

Semua itu perlu proses kok, begitu juga dengan aku sendiri. Practice makes you perfect artinya semakin kita bersosialisasi, ya kita jadi paham betul bagaimana berinteraksi dengan baik dan memahami dasar-dasar people skill ini.

Belajar people skill itu ngga seribet belajar arus kas, laba rugi ketika aku sedang mengikuti kelas coaching bisnis kok 😁, kita hanya perlu belajar tiga hal ini yaitu : 
1. Pemahaman Diri
2. Berbicara efektif dan berempati
3. Membangun hubungan kepercayaan, hormat dan interaksi produktif

Ketiga hal ini adalah skill yang perlu kita pelajari dan ternyata dengan memahami diri sendiri itu penting, bahkan menjadi urutan nomor satu. Misalnya aku ambil contoh orang yang memiliki karakter Koleris. Ketika sudah paham dirinya memiliki karakter Koleris, maka cobalah belajar untuk berbicara dengan lebih lembut dan tidak berapi-api. 
Tegas tetap boleh, seperti karakter koleris pada umumnya, tetapi tetap perlu melibatkan rasa empati ketika berbicara. Dengarkan pendapat ornag lain terlebih dahulu baru berbicara dari sudut pandang pribadi, dengan memahami juga bahwa pendapat orang berbeda dan terimalah perbedaan itu.


Lalu bagaimana seorang pemimpin menerapkan people skillnya ketika berinteraksi secara online? 

Ya...kita tahu dong ya, kalau kita semua saat ini hidup di era digital yang hampir semua kegiatan mulai dari transaksi, interaksi bahkan silaturahim pun juga dilakukan via online dan semua serba ter-connected satu sama lain. Apapun itu dibuat menjadi lebih mudah dalam satu genggaman (seperti tagline salah satu brand ya kan). 

Interaksi langsung dengan interaksi via online itu tentu berbeda cara pengaplikasiannya dalam keseharian kita tentunya. Maka dari itu perlu terus update dan upgrade ilmu kita dan bersahabat dengan yang namanya perubahan. Apalagi jika diri kita ini adalah seorang leader, mau di sebuah perusahaan atau di dalam bisnis kita sendiri.

Memang ilmu people skill itu perlu di gali dan di asah. Tidak bisa setelah membaca buku dan artikel aku ini lalu di praktekan, merasa diri kita sudah melakukan ilmu people skill ini. People skill itu perlu dilakukan setiap kali berinteraksi, sehingga bisa menjadi kebiasaan dan terbentuklah adab dalam leadership kita. 
Selama 10 tahun membina bisnis jaringan, aku pun banyak belajar bagaimana berinteraksi dengan baik. Belajar memperbaiki diri, dengan cara mulai tahu yang namanya adab dan tata krama.

Ketika berhadapan dengan orang yang usianya diatas kita tentu beda dengan yang usianya lebih muda daripada kita, tetapi bukan berarti nih, kita juga bisa seenak-enaknya dengan mereka yang usianya lebih muda dari kita. 

Leader yang kompeten adalah leader yang memiliki kemampuan people skill ketika berinteraksi dengan tim jaringannya. Mari kita bedah apa saja people skill yang perlu dikuasai.

1. Fast Respon

Fast respon disini tidak diartikan dalam konteks negatif ya. Maksud negatif adalah ketika ada satu ornag tim yang memberikan laporan bahwa sesama mitranya ada yang bermasalah, lalu buru-buru kita sebagai leader merespon dengan menegur mitra yang bermasalah itu tanpa melakukan yang namanya tabayun. 
Bukan seperti itu yaa...tetapi respon dalam artian ketika ada yang memberikan pendapat, segera beri tanggapan, sehingga tim kita merasa diperhatikan. Mau pendapatnya seakan belum sesuai dengan rencana yang akan dituju, tetapi respon lah dahulu dan berterima kasih atas pendapatnya. Baru setelah itu kita revisi pendapatnya.


2. Memiliki Empati

Salah satu bentuk empati yang kita berikan sebagai leader kepada tim adalah mendengarkan. Makanya kenapa Allah menciptakan kita dua telinga dan satu mulut? Ya salah satunya adalah agar kita ini lebih banyak mendengar daripada berbicara. 
Berbicara lebih ada waktunya yaitu saat memberikan mentoring atau coaching, setelah selesai maka saatnya kita mendengarkan respon dari tim kita. 

3. Memulai Pembicaraan

Hampir nih rata-rata seorang leader yang sudah besar merasa untuk apa menegur duluan dan inginnya di tegur duluan, karena merasa posisinya sudah besar. Ternyata ini adalah salah satu dari ilmu people skill. Sebab ketika kita menegur duluan artinya kita memiliki ilmu rendah hati dan low profile. Posisi mereka tidak akan bisa di atas seperti itu tanpa support dari tim. 


4. Hormat kepada tim

Pengalaman dari yang pernah aku lihat ketika berbisnis jaringan adalah leader yang sukses itu adalah yang hormat kepada timnya. Baik timnya lebih tua atau lebih muda. Ini juga yang namanya adab dan tata krama dalam sebuah silaturahim. Semua orang itu sama hanya ada yang sukses duluan dan ada yang suksesnya belakangan. Karena itu dengan saling hormat menghormati, suatu hubungan akan berjalan lama.


5. Berbicara dengan santun

Tidak jarang nih, banyak orang yang jika berbicara masih kurang memperhatikan sopan santun, tutur kata yang baik. Masih banyak yang berdalih bahwa dialek daerah mereka sudah seperti ini.
Aku punya pengalaman seperti ini, waktu itu tiba-tiba ada seorang pemimpin menelpon aku dan tiba-tiba langsung marah-marah dan berbicara kasar, lalu di akhir pembicaraan, dia tidak mau mengakui bahwa dirinya marah-marah, dalihnya adalah dialeknya sudah seperti itu yang memang terlihat seperti sedang marah. 
Padahal sebelumnya, dirinya bisa berbicara dengan nada yang datar tidak tinggi, tetapi kenapa sekarang berbicara dengan nada tinggi tanpa jelas masalahnya. Inilah yang namanya people skill, merasa sebagai seorang leader dan dirinya pantas-pantas saja berbicara dengan nada suka-sukanya, lalu nanti dalihnya dialeknya atau memang sifatnya seperti ini.


Nah, jika ada seseorang yang bisnisnya begitu-begitu saja padahal produknya bagus, coba cek deh personalnya dari leader tersebut, apakah sudah memiliki people skill ini selain ilmu ya. Ini bukan masalah belum di kasih Allah rezeki, sebab memang pasti rezeki itu datang dari Allah dan rezeki itu bisa banyak hal yang kita terima, tidak melulu soal materi yaitu uang yang banyak. 

Mari lihat orang-orang atau Leader-leader sukses, pasti : Fast Respon, memiliki empati, tidak gengsi memulai sebuah percakapan atau menegur duluan, hormat kepada tim dan berbicara dengan santun. Mereka selain mahir dalam hal membina jaringan, mengembangkan branding dan memiliki sistem managemen bisnis yang baik, tapi juga pasti memiliki ilmu people skill ketika berinteraksi dengan timnya.

Suatu hubungan itu tidak hanya sekedar hubungan bisnis semata yang mendapatkan sebuah keuntungan. Dalam Islam, menjaga silaturahim itu bisa : Menambah Rezeki, Umur panjang, Kesehatan juga kebahagiaan, tentu yang pasti akan menambah keberkahan dari Allah SWT.

Bisnis atau bermitra selesai, bukan berarti silaturahim pun selesai. Sebab, suatu waktu kita akan butuh mereka dalam hidup kita. Begitu juga sebaliknya, mereka akan butuh kita suatu saat nanti.

Jadi If you want to be a sucessfull Entrepreneur and succes to be a Leader, perhatikan lima People skill yang harus dimiliki yang sudah aku jabarkan di atas.


Demikian sharing aku kali ini, semoga bermanfaat. See you on my next blogpost 💖💖










Woman Creative Partner





Adaptasi ke New Normal, Apa saja yang harus dijalankan?

17 comments

Adaptasi ke New Normal, Apa saja yang harus dijalankan?





Assalamualaykum,

Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat semua ya. Gimana masa karantinanya di masa pandemi dua bulan ini? Tidak terasa ya dua bulan sudah kita melewati masa berdiam diri atau stay at home di masa pandemi ini, bahkan moment lebaran Idul Fitri saja kita rayakan hanya di rumah saja dan silaturahim via virtual ke Orangtua dan saudara kita. 

Selama libur lebaran kemarin, banyak sekali berita bertebaran di media elektronik perihal liputan ramainya orang-orang berbelanja di beberapa mal dan pusat perbelanjaan seperti di Tanah Abang. Seakan mereka semua lupa akan adanya virus Covid-19 ini. 

Mungkin bagi mereka COVID-19 itu seperti flu biasa yang tinggal minum obat flu lalu sembuh. Mungkin mereka semua titisan manusia super yang mana tubuh mereka sudah kebal akan virus, terlebih lagi virus Covid-19.

Selesai lebaran, babak baru dalam hidup pun dimulai dan fase kehidupan baru ini disebut dengan "New Normal". Sebagian masyarakat dunia mungkin tidak terlaalu asing dengan New Normal ini, lalu sebagian lagi mungkin masih bingung akan maksud dari kehidupan di era New Normal itu apa sih dan bahkan sebagian masyarakat dunia sisanya ada juga yang masa bodo dengan yang namanya New Normal.

Topik New Normal ini sangat menarik untuk di bahas, karena kehidupan New Normal di masa kita hidup saat ini merupakan sejarah dalam hidup kita. Iya... Kita beruntung menjadi bagian dari sejarah terbentuknya kehidupan New Normal ini. 

Beruntung atau Menyedihkan?

Tergantung dari sudut pandang mana kita memandang dan berpijak. Sedih di awal masa pandemi ini tentu sedih, tidak ada yang tidak sedih. Kita seakan di paksa untuk menjalankan kehidupan yang tidak normal, kita tidak bebas keluar rumah, tidak bisa traveling dulu keliling dunia, tidak bisa menunaikan ibadah Umrah beberapa bulan ini dan bahkan tidak bisa melaksanakan ibadah Haji. 

Ditambah lagi mungkin kondisi finansial kita menurun. pekerja kantoran kena PHK, pebisnis menurun omsetnya bahkan menutup usahanya. Iya... Miris memang, miris di awal masa pandemi ini. Tapi kalau kita segera bangkit, tidak terpuruk dengan keadaan, cepat beradaptasi dan cepat 'Move On' berpikir mencari solusi, Insha Allah akan menjadi sebuah hal positif atau bahkan menjadi cikal bakal peluang baru dalam hidup kita

Bagi yang mengambil kejadian saat ini dari sudut pandang positif, mereka mungkin merasa beruntung. Yang tadinya karyawan sebuah perusahaan, lalu kena PHK dan mau tidak mau berpikir kreatif yang seakan di 'paksa' untuk hijrah menjadi pengusaha. Bagi yang berbisnis dan baru memiliki satu bisnis, mau tidak mau melakukan pivot dalam bisnisnya dan bahkan bisnis barunya menjadi sebuah peluang bisnis dengan omset yang bagus di masa pandemi ini.

Jadi, semua ini tergantung diri kita, mau pilih si manusia yang Beruntung atau manusia yang Menyedihkan?

Jika kita memilih menjadi manusia yang beruntung di masa pandemi ini, mari kita bahas bagaimana caranya bisa beradaptasi secara cepat dan bahkan di era New Normal ini kita bisa mendapatkan kehidupan yang Bahagia, Finansial stabil bahkan naik, dan tubuh tetap dalam keadaan sehat serta stay Waras and No Depresi.

Lalu apa TIPS untuk beradaptasi dengan era New Normal? Berikut adalah TIPS ala Cilya

1. Tambahkan Ke-Iman-an dengan Ibadah yang RAJIN
Dengan adanya COVID-19 ini, bisa jadi ini adalah pertanda dari Allah SWT bahwa kita diminta untuk meningkatkan ibadah kita. Yang tadinya jarang sholat, karena di rumah kita berkumpul bersama keluarga, jadinya kita bisa sholat berjamaah. Yang tadinya jarang baca Al Qur'an, sekarang jadi makin rajin one day one juz nya. 
Karena itu, jangan sampai Iman kita melemah. Salah satu langkah awal kita bisa menerima dan bersahabat dengan keadaan adalah dengan pertebal keimanan dan tingkatkan kualitas Iman kita dengan ibadah yang rajin.
Jika Iman kita meningkat maka Insha Allah pikiran kita akan tetap stabil dan imun tubuh kita meningkat.

2. Healthy Living (Body and Mind)
Di masa era New Normal, kita juga sudah mulai harus beradaptasi dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh juga kesehatan pikiran.
Hidup Sehat itu WAJIB! Tapi hidup sehat itu tidak hanya tubuh kita saja yang kita jaga kesehatannya tapi kita juga perlu menjaga kesehatan pikiran kita. Pola pikir kita musti di latih berpikir positif selalu, sebab jika di masa pandemi ini pikiran kita tidak sehat, maka akan mempengaruhi imunitas tubuh kita. 
Karena itu, Yess banget menjaga kesehatan pikiran dan raga itu wajib banget. Dengan hidup sehat artinya kita menjaga pemberian dari Allah SWT dan tandanya kita sudah bersyukur.

3.  Bersyukur
Salah satu kunci beradaptasi kita berhasil adalah dengan BERSYUKUR. Mensyukuri setiap apa yang terjadi, apa yang kita dapat dan apa yang kita miliki. 
Dengan bersyukur, kita akan selalu merasa hidup kita bahagia walau kondisi ekonomi finansial sedang menurun, tetapi kita masih di kasih sama Allah kesehatan, keluarga yang support dan kebahagiaan.

4. Hidup Minimalis
Era New Normal ini, bukan lagi zamannya hidup berfoya-foya, belanja tanpa batas. Sudah saatnya pola hidup kita di ubah menjadi hidup minimalis yaitu hidup sederhana, tidak berlebihan tetapi tetap ada ikhtiar dalam hidup kita.

5. Investasi
Simpan uang mu di tabungan lalu mulailah berpikir untuk melakukan sebuah investasi. Investasi agama kita (dengan amal dan sedekah), juga investasi untuk kemajuan finansial kita dimana Insha Allah investasi ini bisa kita wariskan hingga tujuh turunan.

Dengan memasuki era New Normal, bukan berarti kita bisa sesuka hati bersikap atau menyepelekan yang namanya Corona Virus. Ingat, Corona Virus saat ini masih belum ada vaksinnya dan masalah ODP atau kematian pun masih belum usai. Jadi tetaplah hidup sesuai dengan protololer yang ada di dalam lingkungan kita.

Pasrah bukan berarti kita tidak perduli. Ayo sama-sama kita #LawanCorona dengan mematuhi protokoler yang ada. Sekali lagi. Stay Save, Stay Healthy and Stay Together. 

See you on my next blogpost ya....






Mompreneur, Blogger, Happy Mom & Happy Wife



Fashion, fashion hijab, Fashionable, Fashion blogger, Fashion daily, Fashion hijabers, Fashion icon, Fashion indonesia, Fashion magazine, Fashion news, Fashion ootd, Fashion show, Fashion style, Fashion vlogger, Fashion vlogger indonesia, Fashion blog, Fashion blogger indonesia, Fashion blogger hijab, Beauty healthy, Beauty inside, Beauty influencer, Beauty journal, Beauty enthusiast, Beauty blogger, Beauty, Beauty blogger indonesia, Beauty blogger hijab, Beauty blogger indo