5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis

1 komentar

 

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Assalamualaykum,

Kali ini aku mau bahas seputar tonton-an channel YouTube favorit aku. Sebenarnya aku banyak ya subscribe YouTube Channel, mulai dari tema masakan, traveling, Journaling, Modest Fashion sampe YouTube Channel teman-teman sesama Vlogger dan Blogger. Sebagai salah satu Mompreneur dan juga Muslimahpreneur, aku selalu percaya bahwa growth is intentional. 

Growth itu harus diupayakan. Salah satu cara aku upgrade diri adalah dengan rutin menonton podcast dan YouTube channel yang insightful. Di sela-sela jadwal handle jamaah umroh, meeting dan kasih mentoring atau bahkan ngurusin my modest fashion collection, sampai urus stok AHP, aku punya me-time sederhana: watching inspiring YouTube channels sambil minum kopi atau coklat hangat. 

5 channel favoritku yang benar-benar memberi impact.

1. Purwadhika Digital Technology School

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Aku suka banget episode yang menghadirkan Pak Andin Rahmana dan Bu Mandy Purwa Hartono. Insight mereka tentang digital business, marketing & Sales relate dengan perjalanan bisnisku. 

Sebagai owner dari beberapa bisnis, digital marketing is no longer optional. Dari channel ini aku belajar bagaimana pentingnya adaptasi teknologi, personal branding, marketing dan sistem bisnis yang sustainable. Rasanya seperti ikut kelas singkat tapi powerful.

2. Hamimommy & Honeyjubu

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Honestly, ini guilty pleasure tapi juga productive pleasure sih. Channel mereka (ini dua channel berbeda btw), berisi kegiatan beres-beres rumah, masak, daily routine dalam format ASMR yang calming banget.

Kadang setelah seharian meeting atau aktivitas syiar di luar, aku nonton ini untuk recharge energy. Anehnya, habis nonton malah jadi semangat beres-beres rumah, kulkas, food wrap hahaha. It reminds me bahwa being productive doesn't always mean being busy, sometimes it means being present.

3. Creativera

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Ini salah satu channel podcast favoritku untuk belajar seputar branding dan business strategy. Narasumbernya selalu berbobot dan real practitioner. Ternyata di Indonesia banyak juga lho anak muda atau bahkan generasi milenial yang bagus banget ilmunya.

Sebagai muslimahpreneur, aku sadar bahwa branding bukan cuma soal logo atau feed instagram yang setetik. Branding is about value, story dan consistency. Dari sini aku belajar cara positioning bisnis travel haji umroh dan modest fashion aku supaya punya diferensiasi yang  kuat di market.

4. The Balance Theory

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Podcast ini fokus pada self development dan confidence building. YouTube Channel ini dari luar negeri dan tentunya full bahasa Inggris dan ini jadi melatih aku juga pronunciation English aku. Aku merasa sebagai perempuan muslimah, penting banget untuk punya self worth dan clarity in life.

Listening to this podcast membuatku lebih mindful dalam mengambil keputusan bisnis, lebih tenang menghadapi tantangan dan lebih percaya diri saat berbicara di depan tim maupun jamaah.

5. Aziza Francienne

5 Youtube Channel Favoritku untuk Self Development dan Bisnis


Aku suka dengan perjalanan Aziza dalam berhijab (ini channel YouTube orang Indo ya btw). Dia suka sharing mengenai aktivitasnya kuliah, bekerja di Inggris serta explore kuliner halal dan tempat-tempat menarik di UK.

Cerita-ceritanya bikin aku tambah kepingin banget tinggal di London - UK. Yang aku pernah sharing di beberapa tulisan blog aku sebelumnya kalau aku dari kecil suka banget sama London - UK. Mulai dari dialek bahasanya yang khas, bangunannya serta culture nya. Apalagi sekarang makin banyak orang Islam di sana. I realize that being global muslimah itu nyata. Kita bisa tetap berhijab, tetap ambitious dan tetap humble.

Manfaat Nonton Podcast untuk Bisnis & Self Development

Aku selalu catat inti dari apa yang aku dapat setelah nonton Youtube channel mereka terutama yang membantu dalam perkembangan bisnis juga diri aku pribadi. Dari lima channel ini, aku merasakan banyak manfaat:

  • Menambah ilmu bisnis, marketing, sales dan strategi branding
  • Memperkaya vocabulary dan cara berbicara profesional
  • Membuka minset baru untuk self growth
  • Menjadi motivasi untuk terus upgrade diri
  • Menumbuhkan semangat berbagi positive vibes

Sebagai blogger, muslimah speaker, muslimah influencer juga pebisnis, aku merasa tanggung jawab untuk share hal-hal baik di media sosial. Because when we share knowledge, we create impact. Dan semoga setiap insight yang aku bagikan ke follower menjadi amal jariyah untukku kelak.

Apakah kamu juga punya YouTube Channel favorit? Yuk sharing nama YouTube Channelnya dan manfaat apa yang kamu dapatin setelah nonton di kolom komen ya...💗



Gaya Hidup Minimalist Lewat Sustainable Modest Fashion

Tidak ada komentar

 

Gaya Hidup Minimalist Lewat Sustainable Modest Fashion


Assalamualaykum,

Siapa yang lemari bajunya numpuk dengan baju baju tapi masih saja bilang ngga punya baju? Hehehe... aku termasuk golongan ini 😁. But one thing for sure, aku belajar satu hal penting: hidup itu tentang balance. Balance antara ambisi dan syukur, antara growth dan simplicity.

Di tengah era ekonomi yang sedang naik turun ini, aku mulai bertanya pada diri sendiri, "Do I really need new clothes every season?" Jawabannya ternyata sederhana yaitu tidak selalu. Aku memilih untuk mencoba minimalist modest fashion lifestyle. Bukan karena tidak mampu membeli yang baru, tapi karena ingin lebih mindful dalam setiap keputusan. Especially soal fashion.

1. Upcycling Fashion: Old But Gold

Gaya Hidup Minimalist Lewat Sustainable Modest Fashion


Salah satu yang aku lakukan adalah
Upcycling Fashion. Ini bukan sekadar memakai baju lama, tapi proses kreatif untuk meningkatkan nilai pakaian lama menjadi sesuatu yang lebih estetik dan fungsional tanpa merusak bahan dasarnya.

Misalnya ada tunik lama yang warnanya masih cantik tapi modelnya terlalu basic. Aku tambahkan bordir kecil di bagian lengan atau mengganti kancingnya dengan yang lebih unik. Sometimes, I even add lace detail supaya terlihat lebih feminine.

Rasanya menyenangkan sekali ketika ada yang bilang, "MasyaAllah, bajunya baru ya?". Padahal itu hasil kreativitas dari lemari sendiri 😉.

Upcycling ini juga mengajarkan bahwa keberkahan itu seringkali tersembunyi dalam apa yang sudah kita miliki.

2. Refashion: Reuse with Style


Selanjutnya, aku mencoba
Refashion. Ini adalah tren fesyen yang fokus pada reuse pakaian lama dengan mengubah desainnya agar lebih modern.

Contohnya gamis lama aku yang modelnya terlalu lebar, aku potong sedikit dan tambahkan belt agar terlihat lebih structured. Atau scarf lama yang ukurannya besar, aku ubah menjadi outer yang chic untuk dipakai ke mall atau ke kantor aku.

In this economic climate, being stylish doesn't mean being wasteful.

Sebagai pebisnis modest fashion, aku justru merasa lebih autentik ketika bisa menunjukkan bahwa elegan itu bukan tentang harga, tapi tentang bagaimana kita membawa diri.

Refashion membuatku lebih kreatif dan lebih sadar bahwa style is not about trends, it's about identity.

3. Rework: Mixing Stories into One Outfit

Yang paling seru adalah Rework. Ini biasanya aku lakukan ketika menemukan dua pakaian lama yang sudah jarang dipakai.

Aku pernah menggabungkan dua kemeja berbeda, satu dengan motif floral, satu polos, lalu dijadikan satu desain baru dengan teknik patchwork sederhana. Hasilnya? Totally unique. Tidak ada yang sama.

Rework itu seperti hidup. Sometimes Allah combine different chapters of our life to create a better story. Begitu juga pakaian. Dua potong kain lama bisa berubah menjadi satu outfit dnegan karakter yang kuat.

Hidup minimalis bukan berarti hidup kekurangan. For me, minimalism is about intentional living. Memilih dengan sadar, membeli dengan bijak dan menggunakan dengan penuh tanggung jawab.

Sebagai muslimahpreneur, aku ingin menunjukkan bahwa sustainable modest fashion itu bukan sekadar tren, tapi bagian dari nilai hidup.

Ekonomi boleh naik turun. tren boleh berubah. Tapi prinsip untuk hidup sederhana, elegan, dan penuh syukur itu ingin terus aku jaga. Karena pada akhirnya, style terbaik adalah ketika hati kita merasa cukup 💕💗




Me Time Ku: Jurnaling & Watching Movies adalah Cara Aku Merasa Lebih Hidup

1 komentar

 


Me Time Ku: Jurnaling & Watching Movies adalah Cara Aku Merasa Lebih Hidup


As a Mom and as a Mompreneur, aku belajar satu hal penting, being productive doesn't mean forgetting yourself. Di balik jadwal padat, meeting, live selling tanpa henti dan target bisnis yang harus dicapai, aku tetap butuh waktu untuk terkoneksi dengan diri sendiri. That's where me time becomes sacred.

Dulu aku berpikir me time itu harus mewah: spa, staycation, atau liburan jauh. Tapi semakin dewasa, aku sadar bahwa me time is about presence. Tentang bagaimana aku benar-benar hadir untuk diriku sendiri. Cara paling sederhana namun bermakna bagiku adalah jurnaling dan menonton film (baik itu di Netflix, Disney Channel atau VIU...I think they should pay me for endorsement 😁 )

Jurnaling: Percakapan Jujur dengan Diri Sendiri

Jurnaling adalah ritual kecil yang selalu aku sempatkan, usually di pagi hari setelah subuh atau malam sebelum tidur. Dengan secangkir minuman kesehatan yang hangat, aku membuka jurnal dan mulai menulis tanpa beban. tidak harus rapi, tidak harus puitis. Just write!

Aku menulis tentang apa yang aku rasakan hari itu, rasa lelah, syukur, harapan, quotes, bahkan ketakutan. As a muslimah, journaling juga menjadi bentuk muhasabah. Aku sering menyelipkan doa, ayat yang menenangkan, atau sekedar kalimat sederhana: "Ya Allah, hari ini aku ingin lebih tenang, damai dan bahagia."

This simple habit helps me reconnect with my soul. Jurnaling membuat aku lebih aware dengan emosi ku, lebih lembut pada diri sendiri, dan lebih jujur tentang apa yang sebenarnya aku butuhkan. In a world that constantly asks us to be strong, journaling allows me to be soft.

Movies Time: Healing with Stories

After a long day, my other favorite me time is watching movies. Kadang Netflix, kadang VIU atau kadang Disney Channel. I Know, it sounds simple, but it works.  Aku biasanya memilih film romantic comedy yang ringan atau drama Korea dengan cerita hangat dan visual yang menenangkan. Ngga jarang juga sih nonton drama Cina atau bahkan juga India ..hahahaha....

Ada sesuatu healing dari melihat kisah cinta sederhana, keluarga dan perjalanan hidup orang lain. Menonton drama Korea sambil rebahan is my version of self-care. It reminds me that life doesn't always have to be rushed. Kadang, aku tertawa sendiri. Kadang, aku menangis pelan. And both are okay.

Me Time sebagai Bentuk Syukur

Buatku, me time bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab, tapi justru cara untuk kembali dengan energi yang lebih utuh. Ketika aku menjaga diriku, aku bisa lebih hadir untuk keluarga, bisnis dan orang-orang yang aku layani.

Sebagai muslimahpreneur, aku percaya bahwa merasa hidup bukan tentang doing more, but about feeling deeper. Dengan jurnaling dan Netflix time, aku belajar mencintai proses, menikmati jeda dan mensyukuri setiap fase kehidupan.

Because at the end of the day, a calm heart is also a success 🤍






4 Circle Pertemanan dalam Hidup ku: Antara Persahabatan, Bisnis dan Jannah Goals

Tidak ada komentar

 

4 Circle Pertemanan dalam Hidup ku: Antara Persahabatan, Bisnis dan Jannah Goals


Assalamualaykum,

Berjalan di fase hidup saat ini, I realize one thing: hidup terasa jauh lebih kaya bukan karena banyaknya pencapaian, tapi karena siapa saja yang berjalan bersama kita. As a muslimahpreneur juggling several business and my role as a blogger, I'm blessed to have empat circle pertemanan yang masing-masing memberi warna berbeda dalam hidupku.

Circle pertama adalah sahabat aku di Junior Middle School friends. Mereka adalah saksi versi diriku yang paling polos, paling jujur dan penuh tawa tanpa beban. Setiap bertemu, rasanya seperti time travel, kembali ke masa di mana masalah hanya soal PR belum selesai. Dari mereka, aku belajar tentang loyalty and unconditional friendship. No matter how far life takes us, hati kami tetap saling terhubung.

Lalu ada circle High School Best Friends, yang tumbuh bersama di masa pencarian jati diri. This circle reminds me of dreams, ambitions, and the courage to start. Kami sering berbagi cerita tentang keluarga, putus cinta zaman sekolah dulu, anak, karier dan perjalanan hidup yang tidak selalu mulus. Di sini aku belajar empati dan respect each other, bahwa setiap orang punya timeline-nya sendiri.

Circle ketiga adalah circle sahabat muslimah. this one feels like a spiritual recharge. Kami saling mengingatkan tentang iman, adab dan tujuan hidup. Obrolan kami sering berujung pada refleksi: sudah sejauh mana kita berjalan menuju Allah? Dari circle ini, aku belajar no judging person, karena setiap hari sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing. Circle aku ini menenangkan, grounding and healing.

Terakhir, circle teman sharing bisnis. This is where growth happens intensely. Diskusi strategi, sharing peluang sampai brainstorming ide sering membuka wawasan baru. Rezeki feels wider when networking is built with sincerity. Dari circle ini, aku belajar bahwa kolaborasi jauh lebih indah daripada kompetisi, dan mindset positif benar-benar menentukan arah bisnis.

Of course, every blessing comes with small challenges. Dukanya, sometimes ada argumen kecil ketika bertemu, tapi never significant enough to break the bond. When schedules get packed, I do feel overloaded. And yes, kadang terlalu banyak insight datang bersamaan, making me pause and choose again: mana yang paling selaras untuk dijalankan, baik untuk kehidupan pribadi maupun bisnis.

Namun manfaat memiliki circle pertemanan jauh lebih besar. Secara prikologis, it helps reduce stress. Ada tempat berbagi, tertawa, kuliner bareng bahkan menangis tanpa dihakimi. Having friends who listen is a form of rezeki that money can't buy.

Seiring bertambahnya usia, aku tidak lagi ingin memiliki terlalu banyak circle. Wisdom teaches me to choose quality over quantity. Pertemanan yang membawa kita lebih dekat pada Allah, lebih bertumbuh dalam bisnis dan lebih damai dalam hidup, itulah yang ingin aku jaga. Because at the end of the day, tujuan kita bukan sekadar sukses di dunia.

Jannah is the goals dan harapan ku circle yang ada hari ini, adalah bagian dari jalan indah menuju-Nya 🤍





My Reading Commitment This Year: Feeding the Mind and the Soul

Tidak ada komentar

 



Assalamualaykum,

Bismillah. Tahun ini aku ingin lebih intentional dengan hidup. Bukan hanya soal business goals, travel schedule, atau launching produk baru, tapi juga tentang what I feed my mind and soul. Sebagai seorang muslimahpreneur yang sehari-harinya juggling antara bisnis travel haji umroh, wisata halal, modest fashion, healthy drink dan menulis blog, membaca adalah one of my quiet luxuries. A small pause in a busy day, yet powerful enough to realign my heart.

This year, I set a simple but meaningful target: 4 buku untuk dibaca secara konsisten. Sounds simple, right? But for me, it's not about quantity, it's about presence.

Yang pertama tentu saja Al-Qur'an. I know, technically it's not a book, tapi a holy scripture that guides my entire life. Tahun 2024 aku bisa khatam 5 kali dalam setahun. Masya Allah, I was so proud of that. Tapi jujur, tahun 2025 menurun drastis, hanya 2 kali khatam. 

Sedih? Iya banget. Karena itulah, tahun ini aku menargetkan minimal 3 kali khatam, dengan doa besar semoga bisa 4 kali atau lebih. Al-Qur'an is not just something to finish, but something to live with. Every Ayah feels like a personal reminder when read with a calm heart.

Buku kedua adalah "Taman Cinta" karya Khalil Gibran. I've loved his works since high school. There's something about his romantic, poetic sentences that feels timeless. Kalimat-kalimatnya sejuk, gentle dan seperti pelukan hangat untuk jiwa yang lelah. When life feels loud, meeting here, deadline there, Gibran reminds me to slow down and feel.

Next is "Why The Rich Are Getting Richer" by Robert T Kiyosaki. This one is more practical, more "business minded". I want to reread and refresh my understanding about business, investing and building income streams. As someone who runs multiple businesses, I believe revisiting fundamental is important. Sometimes we don't need new knowledge, we just need to remember what we already know but forgot to apply.

The fourth book is "Don't Sweet the Small Stuff in Love" by Richard Carlson, Ph.D. and Kristine Carlson. This book gently reminds us not to make small issues a big deal i relationship. As a wife partner, and woman who wears many hats, this book feels like a soft whisper: choose peace, choose understanding.

So how do I stay committed? This is my way:
  1. Read Al-Qur'an after every sholat, minimum 5 ayah. Small but consistent.
  2. Rotate the other three books, so I don't get bored. I pause after an interesting chapter, then move to another book.
  3. Always bring a book in my bag, especially when I know there will be waiting time during trips.
  4. Use cute and meaningful bookmarks. Yess, this matters more than people think.
  5. Journal every morning before work, writing down quotes or insight. It makes me more excited to read and more mindful in journaling.

Bismillah, semoga bisa komitmen. Because reading, for me, is not an escape. It's a return. Back to purpose, faith, and calmer version of myself.






5 Places That Heal My Soul When Burnout Hits

Tidak ada komentar

 

5 Places That Heal My Soul When Burnout Hits


Sebagai seorang muslimahpreneur yang menjalani beberapa bisnis, burnout is not a stranger to me. Add to that my role as a blogger who loves to share daily journey, reflections and behind the scenes of life, sometimes my mind feels too full and my heart needs a pause.

Over time, I realized that healing doesn't it always mean stopping completely. Sometimes, it means changing places. These are the five place that always inspire me, calm me, and gently remind me of who I am and why I started.

1. A Cozy Cafe 

Cafe is my space. Not the noisy one, but a calm corner cafe where the aroma of coffee feels like a warm hug. I usually order a cup of coffee or warm chocolate milk, paired with a small snack, nothing fancy, just comforting.

Di sini, aku bisa membuka laptop dengan tenang. Sometimes I write a blog post, sometimes I reply emails, or simply reorganize my thoughts. The soft background music and gentle clinking of cups somehow slow my racing mind. Cafe moments remind me that productivity doesn't have to feel rushed. It can be soft, mindful and enjoyable.

2. Perpustakaan 📚

There is something magical about libraries. The silence, the smell of books, and the feeling of being surrounded by knowledge instantly calm me down.

Di perpustakaan, aku sering membaca novel luar negeri untuk refreshing dan membantu pembendaharaan kosakata aku dalam berbahasa Inggris. Kadang aku baca buku tentang fashion, branding dan business motivation. Reading helps me escape pressure while still growing. It's like resting, but smarter. Libraries remind me that growth can be quiet and elegant, not always loud or competitive.

3. Mekkah dan Madinah 🕋

This is where my soul truly breathes.

Saat berada di Mekkah dan Madinah, aku tetap seorang businesswoman, but only 20%. The remaining 80% is a servant, a daughter of Allah who comes with stories, worries, gratitude and tears.

Umroh is my deepest therapy. I curhat to Allah about anything, like business decisions, exhaustion, fears, and dreams. The atmosphere teaches me perspective: that no matter how big my workload feels, it is still small compared to the purpose of life. Di sini burnout berubah menjadi tawakal.

4. My Parents' House 🏡

Pulang ke rumah orang tua is like pressing a reset button.

chit chat tipis-tipis dengan Mama, sharing hal-hal kecil yang ternyata berarti. Sometimes laughing with siblings, sometimes just sitting together without talking much. Di rumah ini, aku bukan CEO, bukan founder, bukan blogger. I am simply "anak rumah".

This place reminds me that love doesn't require achievements. Just presence.

5 Pantai 🌊

The beach is where my thoughts dissolve.

Menikmati angin pantai, suara deburan ombak dan langit yang luas make me feel small in a good way. The ocean teaches patience and consistency. Waves come and go, just like a problems.

Di pantai, aku belajar bahwa burnout is not a failure. It's a signal to pause, breathe and realign.

These five places shape my healing journey. They remind me that a muslimahpreneur can be ambitious and soft at the same time. And when burnout comes again (as it always does), I know exactly where to go 🤍.




Rasakan Sensani Gym di Kulitmu

Tidak ada komentar

 

BC Skin by B Clinic - www.cilyainwonderland.id


Kenalan dengan Actigym dari BC Skin by B Clinic, Rahasia Kulit Kencang dan Tubuh Lebih Terbentuk

Sebagai perempuan, apalagi yang sudah sibuk mengurus rumah, anak dan pekerjaan, rasanya menjaga bentuk tubuh ideal seringkali jadi wishlist yang tertunda, ya. Kita tahu pentingnya olahraga dan gaya hidup sehat, tapi jujur saja kadang waktu 24 jam terasa ngga cukup untuk semuanya 😂.

Nah, kabar baiknya... sekarang ada cara cerdas buat bantu kita tetap tampil percaya diri dengan tubuh lebih kencang, tanpa harus meninggalkan rutinitas harian. BC Skin by B Clinic baru saja memperkenalkan Actigym, bahan aktif inovatif yang kini hadir di Indonesia lewat produk Nourishfirm. The first local lotion to nourish and firm made with Actigym Ingredient!💪

Apa itu Actigym?

Actigym adalah bahan aktif yang diambil dari ekstrak plankton laut Bermuda. Uniknya, bahan ini bisa "meniru" efek latihan fisik pada sel kulit dan lemak. Jadi ibaratnya, Actigym membantu sel tubuh kita berolahraga dari dalam memicu metabolisme, meningkatkan pembakaran lemak dan membuat kulit terasa lebih kencang.

Kandungan ini bahkan sudah teruji secara klinis (clinically proven) untuk membantu mengurangi lingkar tubuh dan membentuk kontur tubuh ideal. Bayangkan, sensasi "gym" tapi cukup di oleskan di kulit 😍.

Duo Perawatan Siang dan Malam

Supaya hasilnya maksimal, Nourishfirm hadir dalam dua varian yang bisa menemani kamu sepanjang hari. Apa saja produknya?

BC Skin by B Clinic - www.cilyainwonderland.id


Body Cream Day

Diperkaya Lipomoist Molecular Film yang melembapkan kulit secara mendalam. Actigym bekerja meniru efek latihan fisik, sementara Caffeine membantu proses pemecahan lemak (fat breakdown), dan Menthol memberi sensasi dingin yang menyegarkan. Cocok banget nih buat kamu yang aktif dan ingin kulit tetap segar seharian.

Body Cream Night

Mengandung kombinasi Shape Perfection + IsoSlim Complex yang bekerja saat tubuh beristirahat. Ada juga Capsaicin dan Caffeine dengan efek Thermo-Burn Action yang membantu mempercepat metabolisme kulit, sambil memberi sensasi hangat yang menenangkan sebelum tidur. Perfect untuk me-time malam hari sebelum beristirahat.

Aplikator Pintar 360°. Massage Sekaligus Perawatan

Satu hal yang bikin jatuh cinta adalah inovasi aplikatornya! Nourishfirm dilengkapi aplikator 360° dengan lima bola pijat lembut, jadi ngga cuma praktis tapi juga membantu penyerapan lotion lebih maksimal. Rasanya seperti mini massage di rumah sendiri.

Bukan Lotion Biasa

Nourishfirm bukan sekedar lotion pelembap. Kandungan Actigym di dalamnya membantu:

  • Mengurangi lingkar tubuh
  • Mengencangkan kulit
  • Membentuk kontur tubuh ideal
  • Menunjang hasil latihan fisik

Kini, kita bisa menambahkan Nourishfirm Day & Night ke dalam rutinitas body care harian, sebagai bentuk cinta dan apresiasi diri sendiri. Karena tampil cantik dan percaya diri itu bukan sekedar untuk orang lain, tapi juga sebagai wujud syukur atas tubuh yang Allah titipkan pada kita.

Untuk info lebih lanjut, kamu bisa intip di Instagram @bclinic.official dan @bcskin.official ya

B Clinic sendiri dikenal sebagai klinik kecantikan dengan teknologi modern, aman dan hasil nyata. Melalui inovasi seperti Actigym ini, B Clinic ingin terus menjadi sahabat perempuan Indonesia dalam setiap perjalanan merawat diri, agar kita selalu tampil sehat, bahagia dan bersinar dari dalam.





Terlihat Kecil Tapi Sangat Menolong, Penolong Tidak Terduga dalam Perjalanan Bisnis

1 komentar

 

Terlihat Kecil Tapi Sangat Menolong, Penolong Tidak Terduga dalam Perjalanan Bisnis


Menjadi seorang Ibu sekaligus pengusaha memang bukan hal yang mudah. Rasanya seperti menyeimbangkan piring di satu tangan dan menggendong anak di tangan lainnya - selalu ada tantangan baru. Di tengah kesibukkan mengurus rumah tangga, mendampingi anak dan memikirkan strategi bisnis, terkadang kita merasa lelah dan sendiri.

Mulai berbisnis itu seperti roller coaster, kadang di atas, kadang di bawah. Sebagai seorang Ibu yang merintis berbagai usaha, dari minuman kesehatan madu AHP, travel haji umrah BTravel, sampai brand fashion modest House of Aisy, aku tahu betul rasanya. Ada hari-hari di mana semuanya lancar, tapi ada juga saat-saat di mana rasanya buntu dan ingin menyerah. Nah, di momen-momen inilah, aku sering bertemu dengan penolong tidak terduga.

Menghargai Bantuan yang Tidak Terduga

Mungkin bagi sebagian orang, bisnis itu soal angka, strategi atau modal besar. Tapi bagi saya, bisnis itu juga soal manusia. Ada kalanya kita butuh bantuan, dan bantuan itu datang dari orang-orang yang seringkali tidak kita duga. Mereka mungkin bukan investor besar atau mentor terkenal, tapi kehadiran mereka sangat membantu.

Aku ingat, saat awal-awal merintis Azzahra Honey Premium (AHP), aku masih mengemas madu sendiri di rumah. Waktu itu, pesanan sedang banyak-banyaknya. Aku kewalahan, mulai dari menyiapkan botol, menimbang madu, sampai menempelkan label.

Sampai suatu hari, ada kenalan dari networking aku yang kebetulan tinggalnya tidak jauh dari rumah aku menawarkan diri untuk membantu menempelkan label. Aku awalnya ragu, tapi beliau bilang, "Sudah, jangan sungkan. Aku juga senang kalau bisa bantu-bantu."

Bantuan itu kelihatannya sepele ya? Cuma menempel label. Tapi dampaknya luar biasa. beban aku jadi berkurang, pesanan bisa selesai tepat waktu, dan aku merasa tidak sendirian. Ibu itu menjadi penolong tidak terduga yang mengajarkan aku bahwa kebaikan kecil bisa memberikan dampak besar. Ia tidak meminta bayaran, ia hanya ingin membantu. Bantuan tulus seperti ini adalh inspirasi bisnis yang paling nyata.

Dari Kisah Kecil Menjadi Pelajaran Berharga

Pengalaman serupa juga aku temui saat mengembangkan BTravel. Waktu itu, aku dan Pak Suami sedang mengurus visa untuk calon jamaah umrah. Ada satu dokumen yang nyangkut dan sulit sekali diurus. Kami sudah bolak balik ke kantor terkait, tapi selalu mentok. Aku merasa putus asa. 

Lalu, seorang petugas keamanan di sana, yang sering aku sapa, menghampiri. Dia bertanya ada apa. Aku ceritakan masalahnya. Tanpa disangka, ia memberi tahu trik kecil untuk mempercepat prosesnya, sesuatu yang tidak kami ketahui. Dengan petunjuknya, masalah itu akhirnya selesai.

Lagi-lagi, ini bukan bantuan dari orang "penting". Ia hanya seorang petugas keamanan yang ramah. Tapi berkat kebaikan dan pengamatannya, masalah kami selesai. Ini mengajarkan aku bahwa networking tidak hanya dengan pebisnis lain, tapi juga dengan setiap orang yang kita temui. Kita tidak pernah tahu, siapa yang akan menjadi penolong kita di masa depan.

Dalam dunia fashion modest, kisah serupa juga terjadi. Saat aku meluncurkan koleksi pertama untuk fashion show perdana aku, seorang pelanggan setia aku datang dan dengan jujur memberi masukan tentang bahan dan ukuran. Awalnya aku sedikit tersinggung, tapi setelah aku pikirkan, ia melakukannya karena pedulu. Ia bukan hanya pelanggan, tapi juga seorang penolong tidak terduga yang membantu aku meningkatkan kualitas produk.

Kunci Sukses Bukan Hanya Soal Diri Sendiri

Dari pengalaman ini, aku menyadari satu hal sukses dalam bisnis tidak bisa dicapai sendirian. Kita butuh tim, mitra, dan yang tidak kalah penting, penolong-penolong tidak terduga itu. Mereka adalah pelanggan yang jujur, tetangga yang tulus membantu, atau bahkan orang yang kita temui di jalan.

Mengapa mereka mau membantu? Karena kita membangun hubungan yang baik. Kita tidak memandang rendah siapapun, kita bersikap ramah, dan kita menghargai setiap orang. Sikap ini menciptakan lingkungan positif di sekitar kita. Ketika kita membutuhkan, orang-orang ini dengan senang hati akan datang. Ini bukan soal memanfaatkan, tapi soal saling bantu dan menguatkan.

Sebagai seorang Ibu, aku juga mengajarkan hal ini pada anak-anak aku. Bahwa kebaikan kecil bisa berdampak besar. Sama seperti produk madu AHP yang meski kemasannya kecil, tapi manfaatnya luar biasa. Atau perjalanan umrah bersama BTravel yang mungkin terasa singkat, tapi makna spiritualnya seumur hidup.

Jadi, jika saat ini kamu sedang berjuang, jangan merasa sendirian. Buka mata dan hati. Mungkin saja penolong tidak terduga itu sudah ada di dekatmu, siap untuk membantu. Hargai setiap bantuan yang datang, sekecil apapun itu. Karena di situlah letak kekuatan sejati dari bisnis yang humanis, yaitu saling menolong dan berbagi kebaikan.



Pesona Malam Kuala Lumpur di Tapak Urban Street Dining

5 komentar

 

Pesona Malam Kuala Lumpur di Tapak Urban Street Dining


Assalamualaykum,

Perjalanan bisnis sering kali menuntut fokus dan profesionalisme, namun ngga jarang juga aku sempatkan untuk menikmati hal-hal kecil yang membuat sebuah kota di negara yang aku kunjungi terasa istimewa. Salah satunya saat aku bisnis trip ke Kuala Lumpur.

Kebetulan bisnis fashion aku bekerja sama dengan store di Kuala Lumpur yang menuntut aku untuk beberapa kali bolak balik ke negara ini. Biasanya setelah seharian penuh berinteraksi dengan mitra dan menghadiri pertemuan, malam hari menjadi momen yang aku nantikan untuk bersantai dan menjelajah sisi lain dari ibu kota Malaysia ini.


Pernah suatu waktu, aku pilih hotel untuk menginap selama bisnis trip aku adalah di sekitar Pavilion Kuala Lumpur dan Starhill Gallery. Ngga jauh dari situ ada tempat yang katanya sangat populer di kalangan anak muda dan pecinta kuliner, yaitu Tapak Urban Street Dining
Lokasinya bisa dibilang strategis dan ngga jauh sih dari Menara Kembar Petronas. 

Waktu tiba di lokasi, serasa disambut oleh suasana yang begitu hidup dan dinamis. Kira-kira ada mungkin ya puluhan orang kesini di malam itu, baik turis maupun penduduk lokal, berbaur di area terbuka yang dipenuhi oleh food truck berwarna warni.

Lampu-lampu hias berkelap-kelip, menciptakan suasana yang hangat dan meriah. Aroma sedap dari berbagai jenis makanan dari mau masuk areanya saja sudah ke cium lho. Makanya hal ini yang tadi aku bilang, serasa disambut dan bikin kita jadi ingin segera menjelajahi setiap sudutnya.

Kira-kira cepat dapat makan? Tentu tidak 😀😀.... Padahal perut sudah lapar, tapi tetap saja kaki ini melangkah melihat satu persatu food truck yang ada disana, sambil pilih-pilih mau makan apa dan endingnya jadi bingung sendiri mau nentuin mau makan yang mana.

Makanan disini beragam, mulai dari sate, nasi lemak, kebab, duren, hingga aneka pasta, burger dan makanan western lainnya. Akhirnya aku mutusin untuk coba beberapa hidangan lokal yang paling otentik. Tentu aku pilih nasi lemak dengan ayam gorengnya yang renyah. Rasa sambal yang pedas manis berpadu sempurna dengan gurihnya nasi dan ayam, sebuah kombinasi yang sungguh memanjakan lidah.

Lanjut aku ke food truck sebelahnya dan pesan sate ayam dan sate daging yang disajikan dengan kuah kacang kental. Dagingnya empuk dan bumbu marinasinya meresap sempurna. Kok jauh-jauh ke KL tapi pesannya sate? Eits..., satenya beda guys dari yang di Indo. 

Sambil menikmati hidangan, aku duduk di salah satu meja di dekat panggung live music. Di Tapak Urban Street Dining ada live music yang dibawakan oleh para musisi jalanan, tentunya menambah syahdu suasana. Memang kalau di lihat sih suasananya ngga jauh beda ya dengan suasana di Gading Serpong - Karawaci, yang kebetulan aku tinggal di antara Gading Serpong dan Karawaci.


Yang bikin ngga terlalu beda adalah rata-rata di Tapak Urban selain orang Malay juga cindo-cindo. Tahu dong ya di Gading Serpong - Karawaci juga area cindo-cindo 😁.  Tapi vibesnya tetap sih bagi aku beda saja karena aku bisa merasakan pengalaman sosial yang otentik, dimana kita bisa melihat kehidupan malam di Kuala Lumpur dari sudut pandang yang berbeda.

Saat aku akan meninggalkan lokasi, aku janji kalau pas ke KL lagi, aku mau mampir kesini lagi. Pengalaman ini mengajarkan aku bahwa di tengah kesibukan perjalanan bisnis, penting untuk meluangkan waktu untuk menikmati hal-hal sederhana yang membuat sebuah kota memiliki jiwa.

Tapak Urban Street Dining bukan hanya tempat makan, melainkan sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman kuliner malam yang tidak terlupakan di jantung kota. Sebuah tempat yang aku ingin kembali lagi kesini.




Ini Rahasia Membaca ala Ibu Pebisnis. Bukan Sekadar Hobi, tapi Strategi!

2 komentar

 

Ini Rahasia Membaca ala Ibu Pebisnis. Bukan Sekadar Hobi, tapi Strategi!


Assalamualaykum,

Halo Ibu-ibu atau mommy-mommy semua.... Kali ini aku mau sharing dan membahas mengenai kegemaran Membaca. Membaca itu seperti mengambil nafas bagi aku. Di tengah hiruk pikuk bisnis dan rumah tangga, buku adalah tempat aku 'pulang' untuk mengisi ulang energi dan ide. 

Tapi, membaca buku bisnis atau pengembangan diri itu beda lho dengan membaca Novel. Kita perlu strategi agar ilmunya menempel dan bisa langsung diaplikasikan.

Senjata Rahasia Membaca: Pulpen, Stabilo atau Post-it!

Ke tiga benda ini adalah 'senjata' aku ketika baca buku. Tapi tergantung jenis bukunya dan tujuannya aku baca buku untuk apa. Kalau novel ya cukup dibaca dan dinikmati saja, kalau buku bisnis atau self motivation gitu, pasti salah satu dari ketiga barang ini selalu aku gunakan.

Bahkan terkadang aku pakai juga buku catatan. Kenapa? Karena saat menulis ulang atau merangkum inti sari dari buku yang aku baca, otak kita bekerja lebih keras untuk memproses informasi. Ini bukan sekedar menyalin saja sih bagi aku, tapi juga mencerna. Bahkan kadang ditengah-tengah aku baca buku dan langsung tulis di buku, aku ngga jarang berhenti baca tapi langsung menuliskan actionable insight yang bisa aku terapkan di bisnis.

Kalau untuk buku yang lebih ke inspirasi atau success story, biasanya aku pakai stabilo. Aku suka bedain warnanya, misal kalau warna kuning untuk ide-ide utama, warna biru untuk kutipan atau quotes favorit dan warna pink untuk poin-poin yang sekiranya mau aku bahas dengan suami atau tim aku. Kenapa aku bedain? Ya biar lebih mudah saja menandai poin-poin penting yang ingin aku ulas kembali.

Kalau penggunaan post-it! lebih untuk memudahkan aku menemukan halaman yang ingin saya tandai secara spesifik tanpa harus menulis di buku. Post-it juga berfungsi sebagai reminder untuk kembali ke halaman tersebut nantinya. jadi buku-buku di rumah aku itu rata-rata terlihat di rak berwarna warni 😀, mulai dari warna post-it sampai stabilo. Hal ini bukan cuma coretan biasa, tapi visualisasi dari proses belajar aku.

Pernak-Pernik Kesayangan Pendamping Buku

Aku punya beberapa koleksi pembatas buku yang lucu-lucu. Mulai dari yang girly, aesthetic sampai tokoh kartun hehehe.... Benda-benda ini bukan sekadar penanda halaman, tapi juga mood booster. Setiap kali melihat pembatas buku yang lucu dan gemesin, semangat baca aku terkadang suka muncul lagi. 

Hal ini semacam "penghargaan" untuk buku yang benar-benat mengubah cara pandang atau memberikan dampak besar dalam hidup dan bisnis aku. Terkesan sentimental ngga sih? Tapi gimana ya, hal hal ini lah cara aku menghargai ilmu yang aku dapat dari hobi membaca aku.

Membaca adalah Investasi Diri

Pada akhirnya, cara kita membaca itu sangat personal. Tidak ada yang salah atau benar, yang penting adalah efektifitasnya untuk diri kita. Buatlah proses membaca menjadi menyenangkan dan produktif. Buku bukan sekadar tumpukan kertas tapi jembatan menuju pengetahuan dan peluang baru.

Banyak hal positif yang kita dapat dari gemar membaca buku, Kalau aku, ketika aku baca komik (kaya Conan, Candy-Candy dll) juga Novel, bagi aku positifnya menghilangkan penat karena terhibur. Ketika baca buku motivasi, buku bisnis atau success story, hal positifnya adalah aku jadi tambah wawasan dan semangat diri untuk membangun bisnis dan menjadi manusia yang bermanfaat.

Jadi bagaimana dengan kamu? Apa ritual membaca kamu? Yuk kita saling berbagi tips!



Yuk, Jelajahi Beragam Circle Pertemanan untuk Sudut Pandang yang Lebih Luas

1 komentar

 

Yuk, Jelajahi Beragam Circle Pertemanan untuk Sudut Pandang yang Lebih Luas


Assalamualaykum,

Sebagai pebisnis dan juga seorang ibu, jangan ditanya ya rasanya bagaimana dalam hal mengatur waktu dan pekerjaan. Rasanya roller coaster banget, adrenalin setiap menit selalu ada saja naik turunnya. Terkadang ada saatnya semangat ini membara, tapi ada saatnya merasa jenuh dan buntu ide.

Terkadang suka merasa terjebak dalam satu lingkaran yang itu-itu saja, baik itu dalam pekerjaan maupun pergaulan. Nah, di sinilah aku menyadari betapa pentingnya memiliki berbagai circle pertemanan yang berbeda. Bukan cuma soal punya banyak teman ya, tapi lebih kepada memperkaya hidup dan sudut pandang kita.

Mengapa Beragam Circle itu Penting?

Dulu ketika masih SMU, bisa dibilang pergaulan aku cukup lumayan luas ya. Bahasa dulunya 'Anak Gaul' 😁. Punya teman ngga cuma dari satu sekolah saja, tapi juga beda sekolah tapi masih seumuran. Waktu itu berasa seru saja ya, karena mungkin kalau ngobrol jadi nyambung. 

Kalau sudah ketemu sama yang lebih tua (kakak kelas) atau yang lebih muda (adik kelas), rasanya kalau ngobrol tuh suka nge-lag ya alias ngga nyambung saja. Tetapi setelah masuk ke dunia kerja, semua berubah. Ternyata kok punya teman dari berbagai circle itu menyenangkan.

Salah satu manfaat terbesar memiliki beragam circle adalah sebagai "pelarian" saat jenuh melanda. Pernah merasa bosan dengan topik obrolan yang itu-itu saja di satu circle? Atau mungkin ada gesekan kecil yang membuat suasana jadi kurang nyaman? 

Nah, saat itulah kita bisa "singgah" dulu di circle lain yang bisa memberikan penyegaran dan pengalihan. Di sana, kita mungkin menemukan tawa lepas, ide-ide baru atau sekedar ketenangan yang kita butuhkan. Ibarat rumah, kita punya banyak ruangan, kalau satu ruangan terasa sesak, kita bisa pindah ke ruangan lain yang lebih lapang.

Memperluas Sudut Pandang dan Wawasan

Sejak syiar baitullah baik itu jadi agen mitra travel haji umrah lain sampai aku punya travel haji umrah sendiri, aku makin banyak kenal orang yang beragam. Baik itu dari ekonomi, budaya, sudut pandang sampai latar pendidikan mereka.

Ternyata kita bisa belajar dari orang yang tidak selalu memiliki pendidikan tinggi atau status soial ekonomi level A+ saja. Kita bisa belajar dari mereka yang level ekonominya di bawah rata-rata. Baik itu ilmu pengetahuan, agama sampai pengalaman hidup.

Dari sini kita akan sadar bahwa dunia itu luas ya dan banyak kebahagiaan yang bisa kita dapatkan. Tidak cuma bahagia tapi juga sudut pandang, wawasan dan empati terhadap sekitar kita. Apalagi untuk aku sebagai pengusaha, bertemu dengan teman-teman dari komunitas bisnis yang berbeda itu sangat membantu dalam hal jalannya bisnis aku.

Ketika aku bertemu dengan teman pengusaha di bidang kuliner yang tadinya ngobrol santai, jadi bisa muncul ide kolaborasi, inspirasi marketing atau bahkan solusi untuk masalah yang ternyata dialami juga oleh pengusaha di bidang lain. Ini membuktikan bahwa beragam perspektif dapat memperkaya cara kita berpikir dan mengambil keputusan.

Kualitas di Atas Kuantitas

Tentu kita tahu ya kalau kualitas itu lebih penting daripada kuantitas. Cukup dengan beberapa orang di setiap circle yang benar-benar bisa diajak ngobrol, saling mendukung dan memberikan energi positif. Pilihlah teman-teman yang bisa menghargai perbedaan, memberi masukan konstruktif dan membuat kita merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Sebagai ibu pebisnis, waktu adalah aset berharga. Maka dari itu, kita perlu bijak dalam memilih siapa yang akan kita ajak berinteraksi. Carilah orang-orang yang bisa menjadi sumber inspirasi, tempat berbagi suka dan duka dan yang paling penting, membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi, mari mulai jelajahi berbagai lingkaran pertemanan kita. Siapa tahu di circle yang baru, kita akan menemukan berlian berupa ide baru, dukungan yang tidak terduga atau sekedar tawa yang membuat  kita lega di tengah hiruk pikuk kehidupan bisnis.




Makna Sejati Kesuksesan. Lebih dari Sekadar Angka di Rekening

2 komentar

 

Makna Sejati Kesuksesan. Lebih dari Sekadar Angka di Rekening


Aku sering merenung tentang apa sebenarnya arti kesuksesan. Dulu mungkin aku berpikir bahwa sukses itu identik dengan seberapa besar omset perusahaan, berapa banyak aset yang berhasil aku kumpulkan atau seberapa tinggi jabatan yang aku pegang. Namun seiring berjalannya waktu dan berbagai pengalaman yang aku alami, pandangan aku tentang kesuksesan mulai meluas.

Kita ini hidup di dunia yang seringkali mengukur kesuksesan atau keberhasilan dari pencapaian materi. Seolah-olah, semakin banyak nol di belakang angka di rekening bank atau semakin ber-merk pakaian atau mobil yang di kenakan dan digunakan, maka itulah puncak kesuksesan. Padahal, jika kita mau melihat lebih dalam, makna kesuksesan jauh lebih kaya dan multidimensional dari itu.

Bagi aku dan mungkin saja bagi teman-teman yang memiliki bisnis, kesuksesan itu adalah tentang ketahanan. Bayangin deh berapa banyak badai yang sudah kita lewati? Berapa banyak keraguan yang berhasil kita tepis?

Kita bisa sukses bertahan sejauh ini dengan segala jatuh bangun dan bangkitsetelah terjatuh, setiap kali kita menemukan solusi di tengah kebuntuan, itulah manifestasi dari kesuksesan yang sesungguhnya.

Kesuksesan juga hadir dalam dampak baik yang kita berikan. Seperti yang aku rasakan saat tahu, produk minuman kesehatan aku yaitu AHP (Azzahra Honey Premium) bisa membantu banyak orang sembuh dari penyakit yang di deritanya (seperti kolesterol, asam urat sampai stroke). Belum lagi bisnis travel haji umrah aku yang ternyata bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

Hal hal tadi itulah yang ternyata bagi aku sebuah kesuksesan yang melampaui angka-angka, kesuksesan yang beresonansi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan membuat kebahagiaan sejati muncul di hati.

Kemudian ada juga kesuksesan dalam kemudahan urusan. Ini mungkin terdengar sepele, tapi coba deh renungkan. Ketika kita bisa menyelesaikan berbagai kewajiban dengan lancar, baik itu urusan pekerjaan, keluarga atau bahkan hal-hal kecil sehari-hari, itu adalah sebuah bentuk kesuksesan.

Memiliki networking dengan orang-orang penting, beberapa orang dari networking kita mengenal diri kita adalah pribadi yang baik, santun dan solehah, bagi aku pribadi hal ini juga merupakan sebuah definisi sukses juga.

Sukses tentang proses belajar dan bertumbuh. Setiap tantangan yang kita hadapi, setiap kesalahan yang kita buat adalah pelajaran berharga yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Mampu beradaptasi, berinovasi dan terus belajar dari setiap pengalaman adalah kesuksesan yang berkelanjutan.

Jadi yuk mari kita perluas lagi perspektif tentang apa itu sukses. Ini bukan hanya tentang seberapa tinggi pencapaian finansial kita, tetapi juga seberapa besar dampak positif yang kita berikan, seberapa tangguh kita dalam menghadapi badai, seberapa baik kita dalam mengelola hidup dan seberapa banyak kita berkembang sebagai seorang individu. 

Kesuksesan itu adalah sebuah perjalanan yang kaya akan makna dan setiap langkah kecil di dalamnya patut untuk dirayakan.



Ketika Rezeki Berwujud Pekerjaan dan Tanggung Jawab

4 komentar

 

Ketika Rezeki Berwujud Pekerjaan dan Tanggung Jawab


Sebagai seorang ibu yang memiliki bisnis, aku ini juga memiliki pekerjaan sebagai blogger, content creator, momfluencer, mentor UMKM. Kalau pekerjaan atau profesi di luar bisnis itu di awali dari aku sebagai blogger di tahun 2010. Lalu dari situ semuanya ya berjalan saja, mulai dari ditawari nulis di blog, endorse dari brand sampai sharing bisnis dan kasih mentoring untuk para UMKM.

Aku sering merenung tentang rezeki. Bukan hanya tentang seberapa besar nominal atau seberapa seringnya datang, tetapi lebih ke bagaimana kita menyikapi setiap rezeki yang diterima.

Keadlian Dalam Menerima Rezeki

Dalam dunia kerja sebagai blogger, content creator dan momfluencer, aku beberapa kali mendapatkan tawaran dengan bayaran yang cukup menggiurkan. Namun, ada kalanya KPI (Key Performance Indicator) tidak tercapai. Mungkin karena algoritma yang sedang tidak bersahabat, atau mungkin audiens sedang tidak terlalu aktif. Tentu, sebagai manusia, ada rasa kecewa. Tapi yang paling penting, ada rasa tanggung jawab.

Pernah ada satu agensi brand yang bilang ke aku (setelah aku selesaikan tugas aku), "Sudah tidak apa-apa Mbak. Ini memang di luar kendali kita. Yang penting sudah diusahakan." Nah kalimat seperti itu walau menenangkan dan pihak brand tidak mempermasalahkan, tetap saja di dalam hati, aku merasa harus melakukan sesuatu yang lebih. Rezeki yang datang harus dibalas dengan usaha yang setara, atau bahkan lebih.

Maka dari itu, terkadang tanpa mereka minta, aku share lagi konten atau pekerjaan yang sudah aku buat di platform aku yang lain dan bahkan aku iklan kan. Agar ada audiens baru yang berinteraksi, atau bahkan aku pernah bikin konten baru lagi untuk pendukung (tentu tanpa biaya tambahan). Semua itu aku lakukan bukan untuk pamer ya, tapi sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban untuk diri sendiri.

Membalas Rezeki dengan Kebaikan

Keadilan rezeki ini bukan hanya berlaku dalam hal pekerjaan saja lho. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering sekali mendapatkan kemudahan yang tidak terduga. Misal saja, ketika sedang mencari parkir, kita tahu di weekend pasti parkir mall penuh dan tanpa terduga, baru masuk parkir, kita sudah dapat parkir tanpa perlu muter dan hal lainnya yang tidak pernah kita sangka.

Jadi kemudahan-kemudahan kecil tersebut merupakan bentuk rezeki dan rezeki yang datang dengan kemudahan, menurut aku perlu dibalas dengan mempermudah urusan orang lain. Ini adalah bentuk timbal balik rezeki yang paling indah.

Aku percaya kalau alam semesta memiliki cara sendiri untuk bekerja. Saat kita diberikan kemudahan rezeki, itu adalah sebuah sinyal bahwa kita perlu menjadi manusia yang bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi orang lain. Mulai dari hal kecil yang nantinya akan berdampak besar dan menjadi sebuah kebiasaan.

Intinya, dalam hidup ini, kita harus selalu bersikap adil dan bertanggung jawab atas setiap rezeki yang kita terima. Baik itu pekerjaan, uang, waktu, bahkan kemudahan. Dengan begitu, kita bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan bahagia, karena kita tahu setiap kebaikan yang datang akan selalu dibalas dengan kebaikan pula.



Mengelola Hati di Tengah Badai

2 komentar

 

Mengelola Hati di Tengah Badai


Assalamualaykum,

Teman-teman, siapa disini yang meyakini akan kalimat quote ini: "Hidup ini bagaikan roda, kadang di atas, kadang pula di bawah." Aku percaya akan kalimat ini dan tentunya menjadi pengingat diri agar tidak sombong atau sedih ketika putaran kita berada di bawah. 

Saat kita berada di posisi "roda di bawah", saat dimana cobaan datang bertubi-tubi, seakan harapan terasa sekalu jauh dan semuanya tidak berjalan sesuai dengan rencana kita, tentunya rasa kecewa, sakit hati dan luka seringkali menghampiri. Lalu bagaimana kita bisa mengelola emosi dan mental kita saat berada di situasi yang sulit ini.

Akui dan Rasakan, Tanpa Menyalahkan

Jangan menekan atau mengabaikan rasa kecewa, sakit atau luka. Akuilah dan izinkan apa yang kita rasakan. Menangislah jika perlu, berteriaklah dalam hati atau tuliskan semua keluh kesah yang sedang kita alami. Sebab hal ini bisa menjadi salah satu proses penyembuhan mental dan batin kita.

Merasakan emosi negatif bukan berarti kita ini "marah" pada Allah yang memberikan segala macam masalah dan memberikan segala macam solusi. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa kita adalah manusia biasa yang memiliki batasan dan butuh waktu untuk memahami permasalahan yang ada.

Jadi, jangan merasa bersalah ketika kita sedang atau habis merasakan yang namanya kesedihan, kekecewaan, sebab hal itu merupakan sebuah respon yang alami. Yang penting bagaimana kita menyikapi rasa tersebut. Apakah akan berlarut-larut dalam emosi kita atau kita mulai bisa memilih untuk menerima dan mencoba memahami?

Berprasangka Baik pada Sang Maha Pencipta

Normal sih kalau ketika masalah datang lalu sekilas terbersit ada kalimat mempertanyakan Allah. Kenapa Allah memberikan begitu banyak masalah ke dalam hidup kita. Setelah itu langsung ya istighfar dan mulai lah berprasangka baik pada Allah. Kita perlu ingat bahwa setiap manusia memiliki takdir masing-masing. Insha Allah akan ada skenario besar yang sedang Allah persiapkan untuk diri kita. Allah tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Coba deh ketika masalah datang, sesudah kita nangis-nangis dan hati mulai tenang, kita bertanya kepada diri kita "apa ya yang bisa aku pelajari dari masalah ini?". Pertanyaan sederhana ini menjadi salah satu untuk mengubah perspektif. Pengelolaan stres dan pikiran positif dimulai dari sini. Setiap kesulitan adalah ujian, sekaligus kesempatan untuk tumbuh. 

Masalah bisa menjadi "rem" agar kita berhenti sejenak, melihat ke dalam diri dan mengvaluasi kembali arah hidup kita.

Mendalami dan Mengais Makna Jangka Panjang

Setelah mengakui rasa sakit dan berusaha berprasangka baik, saatnya mendalami makna di balik semua ini. Coba tanyakan pada diri sendiri:

  • Pelajaran apa yang ingin Allah sampaikan melalui cobaan ini?
  • Kemampuan apa yang bisa aku kembangkan dari situasi ini?
  • Bagaimana aku bisa menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar dan lebih dekat dengan-Nya setelah ini?

Mencari makna jangka panjang bukan berarti melupakan rasa sakit. Sebaliknya, itu adalah cara untuk menyalurkan energi negatif menjadi sesuatu yang konstruktif. Mungkin saja, dari kehancuran ini, akan tumbuh kebun bunga yang lebih indah. Mungkin, di balik setiap kegagalan, tersimpan jalan menuju kesuksesan yang tidak terduga.






Berdiri Teguh di Atas Kaki Sendiri

Tidak ada komentar

 

Berdiri Teguh di Atas Kaki Sendiri


Assalamualaykum,

Sebagai seorang ibu dan pebisnis, ada satu pelajaran berharga yang selalu aku pegang teguh, yaitu berpendirian itu adalah penguat harga diri yang tidak ternilai. Ketika kita hidup bersosialisasi dan memilih jalan kehidupan yang berbeda dari orang lain, omongan dan pandangan orang lain bisa menjadi salah satu potensi menjatuhkan.

Contoh waktu awal-awal aku mulai memutuskan bisnis travel, ada beberapa yang beranggapan bahwa aku dan suami mengambil langkah yang riskan, yang tidak sopan (karena di anggap kami melupakan kebaikan salah satu perusahaan travel tempat kami menjadi mitra sebelumnya), tapi aku pribadi tetap menjalankannya bareng Pak Suami. Kunci utamanya kita perlu yang namanya Percaya Diri dan Keyakinan akan Sukses. Dengan dua hal ini yang juga bagian dari modal kita, maka dengan sendirian pun, Insha Allah kita bisa tetap berjaya dan sukses, bahkan saat dukungan terasa minim.

Aku ingat sekali, waktu awal aku memutuskan untuk mulai syiar Baitullah (dengan keliling Indonesia mengadakan seminar dan sosialisasi), ada banyak sekali yang mengucapkan kalimat-kalimat yang nadanya mempertanyakan. "Yakin bisa bagi waktu urus anak dan syiar?", "Nanti kalau bisnisnya gagal bagaimana?", bahkan ada yang bilang "Untuk apa bisnis, urus itu anak kamu". 

Jujur sih dengar yang begini ini suka kadang hati ciut. Tentu sebagai seorang ibu, tanggung jawab aku terhadap anak-anak adalah wajib. Tapi jauh di lubuk hati, aku tahu jalan yang ingin aku raih. Aku punya visi, masih muda, masih punya semangat dan aku percaya akan kemampuan aku.

Membangun dan Mewujudkan Impian Versi Aku

Bagaimana aku membuktikan kebenaran prinsip ini dalam kehidupan aku sehari-hari?

  • Memperkuat Pondasi Diri. Aku memperbanyak networking, meng-upgrade skill aku, memperbanyak ilmu bisnis. Semakin banyak yang aku pelajari dan semakin terampil, tentu membuat aku semakin kuat rasa percaya diri aku. Pengetahuan dan pengalaman adalah senjata untuk menepis sebuah keraguan, baik dari dalam diri maupun dari luar.
  • Belajar untuk Tidak Terlalu Menggubris Omongan Orang. Pilihan aku ini bukan artinya aku menjadi wanita anti-kritik ya. Kritik yang tentu sifatnya membangun, dengan senang hati akan aku tampung sebagai bahan perbaikan aku. Tapi jika ada komentar yang sudah sifatnya merendahkan, aku memilih untuk tidak membiarkannya mengakar dalam pikiran. Tetap fokus pada tujuan dan mensortir perkataan orang lain, apakah perkataan mereka membuat aku maju atau malah menghambat. Jika menghambat maka aku tinggalkan.
  • Konsisten dan Persisten. Berpendirian bukan hanya soal bicara tapi juga soal tindakan. Aku membuktikan pendirian aku dengan kerja keras, kerja pintar serta dedikasi aku. Melihat hasil nyata dari setiap usaha yang aku lakukan, secara otomatis memadamkan keraguan orang lain dan membuktikan bahwa apa yang aku yakini ini memang jalan yang benar.
  • Bersyukur dan Self Reward. Setiap hasil yang aku dapatkan baik itu ketika menemukan masalah, atau tercapai goals dan planning aku, pokoknya sekecil apapun itu aku bersyukur. Ditambah aku berusaha untuk memberikan self reward untuk diri aku atas pencapaian yang telah aku dapatkan. Karena aku percaya bahwa setiap kita menghargai perjalanan dan hasil yang kita raih, itu akan semakin memperkuat keyakinan diri kita.

Bagi teman-teman yang saat ini sedang berjuang mewujudkan impian teman-teman dan merasakan bagaimana pandangan orang lain yang terkadang memberatkan, ingat ini deh: Percayalah pada diri sendiri, pada intuisi, kenali diri dan potensi diri. Jadi tidak perlu menunggu tepuk tangan dari semua orang untuk memulai atau melanjutkan langkah kamu.

Karena pada akhirnya, kebahagiaan dan kesuksesan sejati itu berasal dari keberanian kita untuk menjadi diri sendiri, berdiri teguh dan membuktikan bahwa kita mampu, bahkan saat kita harus berjuang sendiri. Tulisan aku ini juga sebagai pengingat dan semangat untuk diri aku sendiri. Salam sukses untuk teman-teman semua ya.