Tampilkan postingan dengan label cilya in wonderland. Tampilkan semua postingan

Terlihat Kecil Tapi Sangat Menolong, Penolong Tidak Terduga dalam Perjalanan Bisnis

Tidak ada komentar

 

Terlihat Kecil Tapi Sangat Menolong, Penolong Tidak Terduga dalam Perjalanan Bisnis


Menjadi seorang Ibu sekaligus pengusaha memang bukan hal yang mudah. Rasanya seperti menyeimbangkan piring di satu tangan dan menggendong anak di tangan lainnya - selalu ada tantangan baru. Di tengah kesibukkan mengurus rumah tangga, mendampingi anak dan memikirkan strategi bisnis, terkadang kita merasa lelah dan sendiri.

Mulai berbisnis itu seperti roller coaster, kadang di atas, kadang di bawah. Sebagai seorang Ibu yang merintis berbagai usaha, dari minuman kesehatan madu AHP, travel haji umrah BTravel, sampai brand fashion modest House of Aisy, aku tahu betul rasanya. Ada hari-hari di mana semuanya lancar, tapi ada juga saat-saat di mana rasanya buntu dan ingin menyerah. Nah, di momen-momen inilah, aku sering bertemu dengan penolong tidak terduga.

Menghargai Bantuan yang Tidak Terduga

Mungkin bagi sebagian orang, bisnis itu soal angka, strategi atau modal besar. Tapi bagi saya, bisnis itu juga soal manusia. Ada kalanya kita butuh bantuan, dan bantuan itu datang dari orang-orang yang seringkali tidak kita duga. Mereka mungkin bukan investor besar atau mentor terkenal, tapi kehadiran mereka sangat membantu.

Aku ingat, saat awal-awal merintis Azzahra Honey Premium (AHP), aku masih mengemas madu sendiri di rumah. Waktu itu, pesanan sedang banyak-banyaknya. Aku kewalahan, mulai dari menyiapkan botol, menimbang madu, sampai menempelkan label.

Sampai suatu hari, ada kenalan dari networking aku yang kebetulan tinggalnya tidak jauh dari rumah aku menawarkan diri untuk membantu menempelkan label. Aku awalnya ragu, tapi beliau bilang, "Sudah, jangan sungkan. Aku juga senang kalau bisa bantu-bantu."

Bantuan itu kelihatannya sepele ya? Cuma menempel label. Tapi dampaknya luar biasa. beban aku jadi berkurang, pesanan bisa selesai tepat waktu, dan aku merasa tidak sendirian. Ibu itu menjadi penolong tidak terduga yang mengajarkan aku bahwa kebaikan kecil bisa memberikan dampak besar. Ia tidak meminta bayaran, ia hanya ingin membantu. Bantuan tulus seperti ini adalh inspirasi bisnis yang paling nyata.

Dari Kisah Kecil Menjadi Pelajaran Berharga

Pengalaman serupa juga aku temui saat mengembangkan BTravel. Waktu itu, aku dan Pak Suami sedang mengurus visa untuk calon jamaah umrah. Ada satu dokumen yang nyangkut dan sulit sekali diurus. Kami sudah bolak balik ke kantor terkait, tapi selalu mentok. Aku merasa putus asa. 

Lalu, seorang petugas keamanan di sana, yang sering aku sapa, menghampiri. Dia bertanya ada apa. Aku ceritakan masalahnya. Tanpa disangka, ia memberi tahu trik kecil untuk mempercepat prosesnya, sesuatu yang tidak kami ketahui. Dengan petunjuknya, masalah itu akhirnya selesai.

Lagi-lagi, ini bukan bantuan dari orang "penting". Ia hanya seorang petugas keamanan yang ramah. Tapi berkat kebaikan dan pengamatannya, masalah kami selesai. Ini mengajarkan aku bahwa networking tidak hanya dengan pebisnis lain, tapi juga dengan setiap orang yang kita temui. Kita tidak pernah tahu, siapa yang akan menjadi penolong kita di masa depan.

Dalam dunia fashion modest, kisah serupa juga terjadi. Saat aku meluncurkan koleksi pertama untuk fashion show perdana aku, seorang pelanggan setia aku datang dan dengan jujur memberi masukan tentang bahan dan ukuran. Awalnya aku sedikit tersinggung, tapi setelah aku pikirkan, ia melakukannya karena pedulu. Ia bukan hanya pelanggan, tapi juga seorang penolong tidak terduga yang membantu aku meningkatkan kualitas produk.

Kunci Sukses Bukan Hanya Soal Diri Sendiri

Dari pengalaman ini, aku menyadari satu hal sukses dalam bisnis tidak bisa dicapai sendirian. Kita butuh tim, mitra, dan yang tidak kalah penting, penolong-penolong tidak terduga itu. Mereka adalah pelanggan yang jujur, tetangga yang tulus membantu, atau bahkan orang yang kita temui di jalan.

Mengapa mereka mau membantu? Karena kita membangun hubungan yang baik. Kita tidak memandang rendah siapapun, kita bersikap ramah, dan kita menghargai setiap orang. Sikap ini menciptakan lingkungan positif di sekitar kita. Ketika kita membutuhkan, orang-orang ini dengan senang hati akan datang. Ini bukan soal memanfaatkan, tapi soal saling bantu dan menguatkan.

Sebagai seorang Ibu, aku juga mengajarkan hal ini pada anak-anak aku. Bahwa kebaikan kecil bisa berdampak besar. Sama seperti produk madu AHP yang meski kemasannya kecil, tapi manfaatnya luar biasa. Atau perjalanan umrah bersama BTravel yang mungkin terasa singkat, tapi makna spiritualnya seumur hidup.

Jadi, jika saat ini kamu sedang berjuang, jangan merasa sendirian. Buka mata dan hati. Mungkin saja penolong tidak terduga itu sudah ada di dekatmu, siap untuk membantu. Hargai setiap bantuan yang datang, sekecil apapun itu. Karena di situlah letak kekuatan sejati dari bisnis yang humanis, yaitu saling menolong dan berbagi kebaikan.



Pesona Malam Kuala Lumpur di Tapak Urban Street Dining

Tidak ada komentar

 

Pesona Malam Kuala Lumpur di Tapak Urban Street Dining


Assalamualaykum,

Perjalanan bisnis sering kali menuntut fokus dan profesionalisme, namun ngga jarang juga aku sempatkan untuk menikmati hal-hal kecil yang membuat sebuah kota di negara yang aku kunjungi terasa istimewa. Salah satunya saat aku bisnis trip ke Kuala Lumpur.

Kebetulan bisnis fashion aku bekerja sama dengan store di Kuala Lumpur yang menuntut aku untuk beberapa kali bolak balik ke negara ini. Biasanya setelah seharian penuh berinteraksi dengan mitra dan menghadiri pertemuan, malam hari menjadi momen yang aku nantikan untuk bersantai dan menjelajah sisi lain dari ibu kota Malaysia ini.


Pernah suatu waktu, aku pilih hotel untuk menginap selama bisnis trip aku adalah di sekitar Pavilion Kuala Lumpur dan Starhill Gallery. Ngga jauh dari situ ada tempat yang katanya sangat populer di kalangan anak muda dan pecinta kuliner, yaitu Tapak Urban Street Dining
Lokasinya bisa dibilang strategis dan ngga jauh sih dari Menara Kembar Petronas. 

Waktu tiba di lokasi, serasa disambut oleh suasana yang begitu hidup dan dinamis. Kira-kira ada mungkin ya puluhan orang kesini di malam itu, baik turis maupun penduduk lokal, berbaur di area terbuka yang dipenuhi oleh food truck berwarna warni.

Lampu-lampu hias berkelap-kelip, menciptakan suasana yang hangat dan meriah. Aroma sedap dari berbagai jenis makanan dari mau masuk areanya saja sudah ke cium lho. Makanya hal ini yang tadi aku bilang, serasa disambut dan bikin kita jadi ingin segera menjelajahi setiap sudutnya.

Kira-kira cepat dapat makan? Tentu tidak 😀😀.... Padahal perut sudah lapar, tapi tetap saja kaki ini melangkah melihat satu persatu food truck yang ada disana, sambil pilih-pilih mau makan apa dan endingnya jadi bingung sendiri mau nentuin mau makan yang mana.

Makanan disini beragam, mulai dari sate, nasi lemak, kebab, duren, hingga aneka pasta, burger dan makanan western lainnya. Akhirnya aku mutusin untuk coba beberapa hidangan lokal yang paling otentik. Tentu aku pilih nasi lemak dengan ayam gorengnya yang renyah. Rasa sambal yang pedas manis berpadu sempurna dengan gurihnya nasi dan ayam, sebuah kombinasi yang sungguh memanjakan lidah.

Lanjut aku ke food truck sebelahnya dan pesan sate ayam dan sate daging yang disajikan dengan kuah kacang kental. Dagingnya empuk dan bumbu marinasinya meresap sempurna. Kok jauh-jauh ke KL tapi pesannya sate? Eits..., satenya beda guys dari yang di Indo. 

Sambil menikmati hidangan, aku duduk di salah satu meja di dekat panggung live music. Di Tapak Urban Street Dining ada live music yang dibawakan oleh para musisi jalanan, tentunya menambah syahdu suasana. Memang kalau di lihat sih suasananya ngga jauh beda ya dengan suasana di Gading Serpong - Karawaci, yang kebetulan aku tinggal di antara Gading Serpong dan Karawaci.


Yang bikin ngga terlalu beda adalah rata-rata di Tapak Urban selain orang Malay juga cindo-cindo. Tahu dong ya di Gading Serpong - Karawaci juga area cindo-cindo 😁.  Tapi vibesnya tetap sih bagi aku beda saja karena aku bisa merasakan pengalaman sosial yang otentik, dimana kita bisa melihat kehidupan malam di Kuala Lumpur dari sudut pandang yang berbeda.

Saat aku akan meninggalkan lokasi, aku janji kalau pas ke KL lagi, aku mau mampir kesini lagi. Pengalaman ini mengajarkan aku bahwa di tengah kesibukan perjalanan bisnis, penting untuk meluangkan waktu untuk menikmati hal-hal sederhana yang membuat sebuah kota memiliki jiwa.

Tapak Urban Street Dining bukan hanya tempat makan, melainkan sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman kuliner malam yang tidak terlupakan di jantung kota. Sebuah tempat yang aku ingin kembali lagi kesini.




Makna Sejati Kesuksesan. Lebih dari Sekadar Angka di Rekening

Tidak ada komentar

 

Makna Sejati Kesuksesan. Lebih dari Sekadar Angka di Rekening


Aku sering merenung tentang apa sebenarnya arti kesuksesan. Dulu mungkin aku berpikir bahwa sukses itu identik dengan seberapa besar omset perusahaan, berapa banyak aset yang berhasil aku kumpulkan atau seberapa tinggi jabatan yang aku pegang. Namun seiring berjalannya waktu dan berbagai pengalaman yang aku alami, pandangan aku tentang kesuksesan mulai meluas.

Kita ini hidup di dunia yang seringkali mengukur kesuksesan atau keberhasilan dari pencapaian materi. Seolah-olah, semakin banyak nol di belakang angka di rekening bank atau semakin ber-merk pakaian atau mobil yang di kenakan dan digunakan, maka itulah puncak kesuksesan. Padahal, jika kita mau melihat lebih dalam, makna kesuksesan jauh lebih kaya dan multidimensional dari itu.

Bagi aku dan mungkin saja bagi teman-teman yang memiliki bisnis, kesuksesan itu adalah tentang ketahanan. Bayangin deh berapa banyak badai yang sudah kita lewati? Berapa banyak keraguan yang berhasil kita tepis?

Kita bisa sukses bertahan sejauh ini dengan segala jatuh bangun dan bangkitsetelah terjatuh, setiap kali kita menemukan solusi di tengah kebuntuan, itulah manifestasi dari kesuksesan yang sesungguhnya.

Kesuksesan juga hadir dalam dampak baik yang kita berikan. Seperti yang aku rasakan saat tahu, produk minuman kesehatan aku yaitu AHP (Azzahra Honey Premium) bisa membantu banyak orang sembuh dari penyakit yang di deritanya (seperti kolesterol, asam urat sampai stroke). Belum lagi bisnis travel haji umrah aku yang ternyata bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

Hal hal tadi itulah yang ternyata bagi aku sebuah kesuksesan yang melampaui angka-angka, kesuksesan yang beresonansi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan membuat kebahagiaan sejati muncul di hati.

Kemudian ada juga kesuksesan dalam kemudahan urusan. Ini mungkin terdengar sepele, tapi coba deh renungkan. Ketika kita bisa menyelesaikan berbagai kewajiban dengan lancar, baik itu urusan pekerjaan, keluarga atau bahkan hal-hal kecil sehari-hari, itu adalah sebuah bentuk kesuksesan.

Memiliki networking dengan orang-orang penting, beberapa orang dari networking kita mengenal diri kita adalah pribadi yang baik, santun dan solehah, bagi aku pribadi hal ini juga merupakan sebuah definisi sukses juga.

Sukses tentang proses belajar dan bertumbuh. Setiap tantangan yang kita hadapi, setiap kesalahan yang kita buat adalah pelajaran berharga yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Mampu beradaptasi, berinovasi dan terus belajar dari setiap pengalaman adalah kesuksesan yang berkelanjutan.

Jadi yuk mari kita perluas lagi perspektif tentang apa itu sukses. Ini bukan hanya tentang seberapa tinggi pencapaian finansial kita, tetapi juga seberapa besar dampak positif yang kita berikan, seberapa tangguh kita dalam menghadapi badai, seberapa baik kita dalam mengelola hidup dan seberapa banyak kita berkembang sebagai seorang individu. 

Kesuksesan itu adalah sebuah perjalanan yang kaya akan makna dan setiap langkah kecil di dalamnya patut untuk dirayakan.



Mengelola Hati di Tengah Badai

Tidak ada komentar

 

Mengelola Hati di Tengah Badai


Assalamualaykum,

Teman-teman, siapa disini yang meyakini akan kalimat quote ini: "Hidup ini bagaikan roda, kadang di atas, kadang pula di bawah." Aku percaya akan kalimat ini dan tentunya menjadi pengingat diri agar tidak sombong atau sedih ketika putaran kita berada di bawah. 

Saat kita berada di posisi "roda di bawah", saat dimana cobaan datang bertubi-tubi, seakan harapan terasa sekalu jauh dan semuanya tidak berjalan sesuai dengan rencana kita, tentunya rasa kecewa, sakit hati dan luka seringkali menghampiri. Lalu bagaimana kita bisa mengelola emosi dan mental kita saat berada di situasi yang sulit ini.

Akui dan Rasakan, Tanpa Menyalahkan

Jangan menekan atau mengabaikan rasa kecewa, sakit atau luka. Akuilah dan izinkan apa yang kita rasakan. Menangislah jika perlu, berteriaklah dalam hati atau tuliskan semua keluh kesah yang sedang kita alami. Sebab hal ini bisa menjadi salah satu proses penyembuhan mental dan batin kita.

Merasakan emosi negatif bukan berarti kita ini "marah" pada Allah yang memberikan segala macam masalah dan memberikan segala macam solusi. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa kita adalah manusia biasa yang memiliki batasan dan butuh waktu untuk memahami permasalahan yang ada.

Jadi, jangan merasa bersalah ketika kita sedang atau habis merasakan yang namanya kesedihan, kekecewaan, sebab hal itu merupakan sebuah respon yang alami. Yang penting bagaimana kita menyikapi rasa tersebut. Apakah akan berlarut-larut dalam emosi kita atau kita mulai bisa memilih untuk menerima dan mencoba memahami?

Berprasangka Baik pada Sang Maha Pencipta

Normal sih kalau ketika masalah datang lalu sekilas terbersit ada kalimat mempertanyakan Allah. Kenapa Allah memberikan begitu banyak masalah ke dalam hidup kita. Setelah itu langsung ya istighfar dan mulai lah berprasangka baik pada Allah. Kita perlu ingat bahwa setiap manusia memiliki takdir masing-masing. Insha Allah akan ada skenario besar yang sedang Allah persiapkan untuk diri kita. Allah tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Coba deh ketika masalah datang, sesudah kita nangis-nangis dan hati mulai tenang, kita bertanya kepada diri kita "apa ya yang bisa aku pelajari dari masalah ini?". Pertanyaan sederhana ini menjadi salah satu untuk mengubah perspektif. Pengelolaan stres dan pikiran positif dimulai dari sini. Setiap kesulitan adalah ujian, sekaligus kesempatan untuk tumbuh. 

Masalah bisa menjadi "rem" agar kita berhenti sejenak, melihat ke dalam diri dan mengvaluasi kembali arah hidup kita.

Mendalami dan Mengais Makna Jangka Panjang

Setelah mengakui rasa sakit dan berusaha berprasangka baik, saatnya mendalami makna di balik semua ini. Coba tanyakan pada diri sendiri:

  • Pelajaran apa yang ingin Allah sampaikan melalui cobaan ini?
  • Kemampuan apa yang bisa aku kembangkan dari situasi ini?
  • Bagaimana aku bisa menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar dan lebih dekat dengan-Nya setelah ini?

Mencari makna jangka panjang bukan berarti melupakan rasa sakit. Sebaliknya, itu adalah cara untuk menyalurkan energi negatif menjadi sesuatu yang konstruktif. Mungkin saja, dari kehancuran ini, akan tumbuh kebun bunga yang lebih indah. Mungkin, di balik setiap kegagalan, tersimpan jalan menuju kesuksesan yang tidak terduga.






Me Time? Bukan Cuma Mimpi! Prioritas Diri untuk Ibu Pebisnis Hebat

Tidak ada komentar

 


Me Time? Bukan Cuma Mimpi! Prioritas Diri untuk Ibu Pebisnis Hebat


Assalamualaykum,

Menjadi seorang Ibu sekaligus pebisnis adalah sebuah perjalanan yang luar biasa, penuh warna dan tidak jarang menantang. Rasanya seperti setiap hari adalah maraton dengan checkpoints yang tidak ada habisnya. Dari menyiapkan sarapan, mengurus anak, meeting dengan klien, sampai merencanakan strategi bisnis, semua berjalan beriringan.

Pernah ngga para mama mama nih merasa lelah, jenuh dan bertanya-tanya, "Kapan ya giliran 'Me Time' aku?" Jika pernah merasa begini dan bertanya kepada diri sendiri seperti ini, yukkk mariii kita berpelukan virtual. Aku juga pernah merasakan hal yang sama dan dari sanalah aku menemukan arti Self-Love yang sesungguhnya, bukan sekedar gaya hidup sesaat, melainkan sebuah fondasi yang kokoh.

Diri Kita, Prioritas Utama

Dulu aku sering merasa bersalah jika harus "mengambil" waktu untuk diri sendiri. Seolah-olah, waktu yang aku gunakan untuk relaksasi atau mengembangkan diri adalah waktu yang seharusnya aku curahkan untuk keluarga atau bisnis. Padahal justru sebaliknya!

Mengapa kita harus memprioritaskan diri? Karena kita istimewa. Iya kamu, aku dan kita semua itu istimewa lho, dengan segala kelebihan serta kekurangan, dengan segala peran yang kita emban, kita adalah pribadi yang unik dan berharga. Setiap noda di di lantai karena air pipis anabul, anak-anak yang kadang crancky, tumpukan laporan di meja, setiap ide bisnis yang muncul di kepala - semua itu adalah bagian dari diri kita. 

Menerima dan merayakan diri kita apa adanya adalah langkah pertama menuju self-love. Sadari bahwa energi dan kebahagiaan kita adalah bahan bakar utama untuk menjalankan segala peran tersebut. Jika tangki kita kosong, bagaimana bisa kita memberi yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita?

Totalitas dalam Setiap Peran

Setelah menyadari pentingnya prioritas diri, aku mula mengubah sudut pandang tentang totalitas. Bukan berarti bekerja 24/7 tanpa henti, melainkan totalitas dalam setiap momen. Ketika aku sedang mendampingi anak belajar, fokus aku 100% pada anak aku. Tidak ada lagi scroll media sosial atau memikirkan pekerjaan. Demikian pula ketika aku sedang merancang strategi bisnis, aku akan menyelam sepenuhnya ke dalamnnya.

Prinsipnya sederhana, berikan yang terbaik pada apa pun yang sedang kita lakukan saat itu. Jika kita seorang ibu rumah tangga, jadilah ibu rumah tangga yang total. Jika kita seorang yang profesional, jadilah profesional yang total. Dengan begitu, setiap aktivitas terasa lebih bermakna dan memuaskan. 

Hasilnya lebih sedikit penyesalan, lebih banyak kepuasan dan tentu saja stress yang jauh berkurang. Ini adalah bentuk self-love yang sangat praktis, menghargai waktu dan energi yang kita miliki dengan memberikannya secara penuh.

Menikmati Proses Belajar Tanpa Henti

Pernah dengar ungkapan "hidup adalah pembelajaran tiada akhir"? Sebagai Ibu pebisnis, kalimat ini sangat relevan. Setiap hari ada saja hal baru yang harus dipelajari. Mulai dari resep masakan baru, cara mendidik anak yang efektif hingga strategi pemasaran digital terbaru. Dulu aku sering merasa terbebani dengan semua "kejarusan" belajar ini. Namun, seiring waktu, aku menyadari bahwa menikmati proses belajar adalah kunci.

Anggaplah setiap tantangan sebagai sebuah puzzle menarik yang menunggu untuk dipecahkan. Ketika kita menghadapi kesulitan, itu bukanlah akhir dunia, melainkan kesempatan untuk tumbuh. Proses belajar ini bukan hanya tentang meningkatkan skill, tetapi juga tentang memahami diri sendiri lebih dalam. 

Apa yang membuat kita bersemangat? Apa yang menjadi kelemahan kita? Dengan mindset ini, setiap kegagalan akan terasa seperti feedback berharga, bukan sebuah hukuman. Dan ini , Sahabat adalah esensi dari self-love yang adaptif dan kuat.

Nyaman yang Berdampak Baik

Terakhir, mari kita bicara tentang kenyamanan. Kadang, kita terbuai dengan zona nyaman yang justru tidak mendukung pertumbuhan. Aku pun begitu. Namun, aku belajar untuk mencari kenyamanan yang berdampak baik. Apa maksudnya?

Ini tentang menemukan kegiatan atau kebiasaan yang membuat kita nyaman, bahagia dan pada saat yang sama, memberikan dampak positif bagi diri kita dan sekitarnya. Misalnya bagi aku, menulis adalah zona nyaman. Dari menulis, aku bisa merefleksikan diri, berbagi pengalaman dan bahkan menghasilkan. Ini nyaman, dan berdampak baik. Mungkin bagi kamu, itu adalah berolahraga, membaca buku atau bahkan sekedar duduk dengan tenang menikmati secangkir teh panas sambil mendengarkan musik favorit.

Kuncinya adalah mendengarkan diri sendiri. Apa yang membuat jiwa kamu tenang, pikiran jernih dan energi kita terisi kembali? Jangan ragu untuk meluangkan waktu untuk hal-hal tersebut. Ingat Self-love itu bukan egois, melainkan investasi. 

Investasi untuk kesehatan mental dan fisik kamu, yang pada akhirnya akan menbuat kamu lebih kuat, lebih bahagia dan lebih siap untuk menjalani segala peran dengan senyum di wajah.

Jadi para ibu diluar sana baik ibu pekerja, ibu rumah tangga, ibu pebisnis hebat, mari kita jadikan self-love sebagai prioritas. Karena kamu pantas mendapatkan semua kebaikan di dunia ini. Apakah ada cerita self-love versi diri kamu? 




Memberi Tanda Kasih Pernikahan yang Menyentuh Hati

Tidak ada komentar

 

Memberi Tanda Kasih Pernikahan yang Menyentuh Hati


Halo teman-teman semua. Apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Post hari ini aku mau tulis mengenai memilih kado. Saya yakin, kita semua pernah deh merasakan bingung saat harus memilih kado untuk pernikahan sahabat atau kerabat tercinta. Rasanya ingin sekali memberikan sesuatu yang spesial, yang tidak sekedar "ada", tapi juga punya makna dan bisa dikenang. 

Jujur saja, aku sendiri sering kali merasa pusing, khawatir kado yang saya beri malah berakhir jadi pajangan di gudang atau sama persis dengan kadi dari orang lain. Kado terbaik bukanlah tentang barang termahal, melainkan tentang waktu, perhatian dan ketulusan yang kita curahkan. Pengalaman pribadi ini yang akhirnya mengubah cara pandang aku dalam memberikan hadiah. 

Ide-Ide Kado Pernikahan Unik dan Tidak Terlupakan

Aku ingin berbagi beberapa ide yang mungkin bisa jadi inspirasi buat teman-teman semua dan inilah beberapa ide kado pernikahan versi aku.

1. Hadiah Berupa Pengalaman, Bukan Barang

Ini adalah ide yang palung sering aku terapkan belakangan ini. Daripada membelikan barang yang mungkin sudah banyak orang berikan, mengapa tidak memberi pengalaman? Pengalaman ini bisa jadi momen-momen indah yang bisa mereka nikmati berdua. Misalnya, kamu bisa memberikan voucher menginap di hotel atau glamping unik yang cocok. Bisa juga voucher makan malam romantis di restoran khusus. 

Nah karena aku punya travel Haji Umroh, Jadi aku suka kasih voucher DP Umroh untuk honeymoon mereka. Hadiah berupa pengalaman akan menciptakan memori baru yang tidak akan lekang oleh waktu.

2. Kado yang Datang di Saat Tidak Terduga

Ini adalah pengalaman favorit aku yang pernah aku lakukan. Aku menunggu satu minggu setelah pesta pernikahan teman. Setelah semua acara selesai, saat pasangan pengantin mulai menjalani rutinitas harian mereka yang baru, baru deh aku kirimkan mereka kado. kado yang aku kirim makanan dan kue yang mereka suka. Kado yanng dikirimkan di waktu yang tidak terduga, saat mereka paling membutuhkannya, akan terasa jauh lebih berharga.

3. Langganan Streaming Service

Biasanya kalau habis menikah itu banyak di gunakan waktunya di rumah berduaan saja kan? Mereka pasti banyak ingin meng-eksplore banyak hal baru berdua, seperti membersihkan rumah, masak dan nonton dirumah. Aku pernah kasih hadiah free voucher TV Kabel Netflix, Disney Channel dan Netflix Gratis untuk 2 bulan ke teman aku yang baru nikah, ternyata senang banget mereka. 

Intinya, dalam memberi kado pernikahan, kita tidak harus terpaku pada barang-barang umum yang ada di pasaran. Kado yang paling berkesan adalah kado yang mencerminkan ketulusan, perhatian dan pemahaman kita terhadap si penerima.

Pikirkan apa yang benar-benar akan membuat mereka senang, nyaman dan merasa dihargai. Fokus pada kualitas daripada kuantitas dan tambahkan sentuhan personal. Dengan begitu, kado yang kamu berikan ngga cuma jadi barang, tapi jadi memori indah yang akan mereka kenang. 

Mari kita bergeser dari sekedar "Memberi barang" menjadi "memberi cerita, pengalaman dan momen yang tidak terlupakan." Selamat mencoba! Aku harap, ide-ide ini bisa membantu kamu memberikan kado yang tidak hanya indah, tapi juga penuh makna. Siap berburu inspirasi kado anti-mainstream selanjutnya? Ada ide lain yang tidak kalah unik? Mari berbagi di kolom komentar!



Kita Layak Bersinar Tanpa Merasa Kecil Hati

Tidak ada komentar

 

Kita Layak Bersinar Tanpa Merasa Kecil Hati


Halo teman-teman semua! Jujur saja, siapa di antara kita yang tidak pernah merasa "kecil" ketika melihat kesuksesan, kekayaan, atau hal-hal luar biasa yang dimiliki orang lain? Saya yakin, kita semua pernah mengalaminya di tengah gemerlapnya kelebihan orang lain.

Itu wajar kok, fitrah manusia memang cenderung membandingkan. Kita boleh, bahkan sah-sah saja, mengakui kehebatan dan keunggulan yang ada pada orang lain. Mengagumi pencapaian mereka bisa menjadi inspitasi, bahkan motivasi bagi kita untuk terus berkembang. Namun, ada satu hal penting yang harus kita garis bawahi yaitu jangan pernah izinkan perasaan itu membuat kita merasa kecil atau tidak berharga ketika kita tidak memiliki kelebihan yang sama dengan mereka.

Melihat Diri dengan Kejujuran yang Menenangkan

Kunci untuk tidak terjebak dalam perangkap perbandingan ini adalah dengan melihat diri kita secara jujur. Iya dong secara jujur, tapi bukan berarti melihat kekurangan terus, malah justru fokus pada kekuatan. Aku selalu meyakinkan ke diri sendiri bahwa pasti ada hal yang tidak dimiliki orang lain, yang justru menjadi nilai besar aku. Nilai inilah yang membuat aku tetap bisa merasa sejajar dengan siapapun, di lingkungan mana pun aku berada.

Ini bukan tentang kesombongan lho. Ini tentang penerimaan diri dan kepercayaan diri yang sehat. Setiap dari kita adalah individu yang unik, dengan jejak kaki dan sidik jari kehidupan yang berbeda-beda. Jadi kenapa kita harus merasa kurang hanya karena cetakan kita tidak sama dengan cetakan orang lain?

Coba deh, sekarang kita luangkan waktu sejenak. Tarik napas dalam-dalam dan mari kita renungkan. Apa saja sih yang paling ikonik dari diri kita? Apa yang membuat kita unik? Mungkin itu adalah senyum tulus yang selalu kita berikan, kemampuan kita mendengarkan dengan sepenuh hati, semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan atau mungkin cara kita memasak nasi goreng yang selalu berhasil bikin kangen. Apapun itu, akui!

Jejak Ikonikku dan Dampaknya

Sebagai seorang Ibu Pebisnis, aku belajar banyak dari perjalanan ini. Kalau boleh aku jujur dan sedikit berbagi, ada beberapa hal yang menurut aku paling ikonik dari diri aku dan aku bisa melihat bagaimana hal itu berdampak pada lingkungan sekitar.

  • Empati yang kuat. Aku sering kali bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, bahkan sebelum mereka mengatakannya. Ini membantu aku dalam hal membangun koneksi yang mendalam dengan tim aku, klien, jamaah dan juga anak-anak aku. Dampaknya? Hubungan yang lebih harmonis, komunikasi yang lebih efektif dan lingkungan kerja yang terasa seperti keluarga. Mereka merasa didengarkan dan dimengerti.
  • Semangat Pantang Menyerah dengan Senyuman. Tantangan dalam berbisnis dan mengurus rumah tangga itu ibarat ombak yang datang silih berganti. Ada kalanya aku ingin menyerah, tapi entah kenapa, selalu ada dorongan untuk terus maju dan biasanya aku menjalaninya dengan senyuman, bahkan saat hati lelah. Ini menular. Tim aku sering bilang, "Bu, kalau lihat Ibu saja sudah semangat lagi." Senyuman dan ketangguhan ini memberi mereka kekuatan untuk tidak mudah menyerah juga.
  • Kemampuan Menjembatani Berbagai Sudut Pandang. Dalam bisnis, seringkali ada perbedaan pendapat. Sebagai seorang ibu, aku terbiasa menjadi penengah antara anak-anak. Kemampuan ini terbawa ke dunia bisnis, dimana aku bisa membantu menyatukan ide-ide yang berbeda, menemukan titik temu dan menciptakan solusi yang bisa diterima semua pihak. Dampaknya keputusan-keputusan bisnis bisa diambil dengan lebih bijak dan minim konflik

Temukan Ikonikmu, Pancarkan Cahayamu

Mungkin kami berpikir: : "Ah itu kan Mba Cilya, aku belum tentu punya hal ikonik seperti itu." Jangan Salah! Setiap orang memilikinya. Mungkin kamu adalah orang yang selalu bisa diandalkan, pemberi saran yang bijak, atau seseorang yang selalu membawa keceriaan. Ingat, kehebatan tidak selalu tentang hal-hal besar yang kasat mata. Seringkali, justru hal-hal kecil dan "sederhana" inilah yang membentuk pribadi kita yang luar biasa.

Ketika kit amengakui dan merayakan hal-hal ikonik dalam diri kita, dampaknya akan sangat positif. Kita tidak hanya merasa lebih percaya diri dan bahagia, tetapi kita juga bisa memancarkan energi positif ini ke sekitar. Kita bisa menginspirasi orang lain, membangun hubungan yang lebih baik dan menciptkana dampak yang berarti.

Jadi mulailah hari ini. Lihatlah diri kita dengan mata yang penuh penghargaan. Fokus pada apa yang kit amiliki, bukan pada apa yang tidak kita miliki. Yakinlah, kita memiliki nilai besar yang tidak dimiliki orang lain dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kita sejajar dengan siapa pun. Apa yang paling ikonik dari diri kita dan bagaimana kita akan membiarkannya bersinar hari ini?




Menjaga Kewarasan di Tengah Badai Informasi

Tidak ada komentar

 

Menjaga Kewarasan di Tengah Badai Informasi


Sebagai seorang Ibu sekaligus memiliki bisnis, aku tahu betul bagaimana rasanya terjebak dalam pusaran informasi yang tidak ada habisnya. Sehari-hari kita disuguhi berita dari berbagai penjuru, mulai dari hiruk pikuk politik, konflik global yang memilukan, hingga bencana alam yang menguras emosi.

Di satu sisi, kita ingin tetap up-to-date dan berkontribusi, misalnya dengan berdonasi untuk korban bencana atau perang. Namun di sisi lain, paparan yang berlebihan juga negatif bisa sangat menguras mental, bahkan sampai membuat kita merasa cemas dan lelah. Kalau teman-teman begitu ngga sih? Nah ini cara aku agar aku bisa menyaring informasi tanpa harus menutup mata sepenuhnya.

Batasi Diri: Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas

Dulu, aku sering merasa FOMO (Fear of Missing Out) lho jika tidak mengikuti setiap headline berita. Akibatnya, pikiran aku selalu penuh dengan kekhawatiran yang tidak perlu. Belajar dari pengalaman, aku mulai deh sadar akan pentingnya membatasi waktu dan sumber informasi. 

Tidak perlu setiap saat membuka aplikasi media atau scroll media sosial. Jadi coba deh kita buat waktu khusus untuk membaca berita hanya 15-30 menit di pagi hari. Pilih sumber berita yang terpercaya dan netral. Hindari sumber yang sensasional atau provokatif, karena itu hanya akan menambah beban mental kita. Ingat lebih baik sedikit tapi berkualitas, daripada banyak tapi bikin kepala pusing.

Pilah Informasi: Mana yang Penting, Mana yang Bisa Dilewatkan

Ngga semua ya informasi yang ada itu jadi perhatian penuh dari kita. Ada berita yang memang penting untuk diketahui, seperti informasi tentang informasi tentang bencana alam yang membutuhkan bantuan atau kebijakan baru yang berdampak langsung pada bisnis dan keluarga. Namun, ada juga informasi yang sifatnya lebih banyak drama dan komedi publik yang sebenarnya tidak perlu terlalu kita masukkan ke hati.

Kuncinya adalah memilah dengan bijak. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah informasi ini benar-benar relevan untuk saya saat ini? Apakah saya bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya?". Jika jawabannya tidak, mungkin lebih baik dilewati saja. Fokuskan energi kita pada hal-hal yang bisa kita kontrol dan pengaruhi.

Jaga Jarak Bukan Berarti Tidak Peduli

Menjaga jarak dari informasi yang mengganggu bukan berarti kita tidak peduli. Justru sebaliknya, ini adalah cara kita melindungi diri agar tetap bisa berfungsi optimal dan memberikan dampak positif. Kalau mental kita sudah terkuras habis oleh berita negatif, bagaimana kita bisa fokus pada pekerjaan, merawat keluarga atau bahkan membantu orang lain?

Aku suka melakukan yang namanya "detoks digital" sesekali. Seperti matikan notifikasi, ngga scroll media sosial selama beberapa jam dan pernah bahkan seharian. Waktu yang ada aku gunain baca buku (terutama novel biar sedikit menghibur hehehe), olahraga atau ngobrol ke cafe dan kadang nonton film di bioskop.

Kontribusi Positif: Salurkan Kepedulian

Ketika ada berita tentang penderitaan atau ketidakadilan, wajar saja sih kalau kita merasa ingin berbuat sesuatu. Daripada hanya merasa sedih dan terbebani, kita bisa menyalurkannya dalam Aksi Nyata. Ikut berdonasi, mencari orang yang bisa membantu korban (misal ada berita kehilangan dan lain-lain).

Melindungi mental dari distraksi informasi memang sebuah tantangan, apalagi di era digital seperti sekarang. Namun, dengan menerapkan batasan, memilah informasi, menjaga jarak dan menyalurkan kepedulian secara positif, kita bisa tetap waras dan produktif. Ingat ya, kesehatan mental kita ini adalah aset paling berharga, jadi jaga baik-baik ya!



Bebas dari Belenggu "Utang Budi". Menjalin Hubungan Tanpa Beban

Tidak ada komentar


Bebas dari Belenggu "Utang Budi": Menjalin Hubungan Tanpa Beban

 

Kita semua pernah mengalaminya. Saat kita berada dalam kesulitan, uluran tangan seseorang terasa seperti anugerah tidak ternilai. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa syukur yang tulus bisa berubah menjadi beban tak kasar mata, sebuah "utang budi" yang terus membayangi. 

Perasaan tidak enak, kewajiban yang tidak terucap dan kekhawatiran untuk mengecewakan bisa menggerogoti kenyamanan hubungan. Lalu, bagaimana kita bisa keluar dari jebakan emosional ini dan mengubah kebaikan menjadi sebuah jembatan, bukan belenggu?

Memahami Akar "Utang Budi"

Perasaan "utang budi" seringkali muncul dari interprestasi kita terhadap pertolongan. Mungkin kita merasa tidak enak karena merepotkan, atau khawatir kita tidak bisa membalas kebaikan yang setara. Budaya kita yang kental dengan nilai kekeluargaan dan gotong royong juga turut membentuk pola pikir ini. 

Sebenarnya pertolongan tulus seharusnya tidak disertai syarat atau harapan balasan. Namun, seringkali kita sendirilah yang menciptakan ekspektasi tersebut di benak kita.

Pertolongan yang didasari rasa tulus adalah tentang memberi tanpa pamrih. Ketika seseorang membantu kita, kemungkinan besar mereka melakukan karena peduli atau ingin meringankan beban kita, bukan untuk menagih "utang" di kemudian hari. Merekalah yang justru mungkin merasa senangbisa membantu. Jadi, langkah pertama adalah mengubah dulu perspektif melihat pertolongan sebagai ekspresi kebaikan dan solidaritas, bukan transaksi.

Mengelola Perasaan Tidak Nyaman

Bagaimana caranya agar pertolongan itu tidak terasa sebagai utang budi? Pertama, ekspresikan rasa syukur dengan tulus. Ucapkan terima kasih, berikan senyuman atau bisa juga kita tunjukkan apresiasi kepada mereka. 

Ini adalah bentuk kecil dari pengakuan kita kalau kita menghargai mereka yang sudah mau membantu, tanpa perlu merasa harus membalas setimpal. Rasa gratitude yang tulus akan membebaskan kita dari beban, karena fokusnya ada pada kebaikan yang diterima, bukan kewajiban yang harus dipenuhi.

Kedua, jangan ragu untuk menawarkan bantuan saat kita melihat kesempatan. Ini bukan tentang "membayar utang", melainkan tentang menunjukkan bahwa kita tuh juga memiliki jiwa tolong menolong. Hubungan yangsehat adalah hubungan yang seimbang, di mana kedua belah pihak saling mendukung dan memberi, bukan hanya satu pihak yang selalu menerima.

Ingat ya....Ini bukan perlombaan untuk membalas budi, melainkan bentuk dari sebuah persahabatan yang tulus.

Membangun Hubungan yang Sehat dan Nyaman

Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar kondisi ini bisa nyaman untuk kedua belah pihak? Komunikasi adalah kunci utama. Jika kita merasa khawatir atau tidak nyaman dengan situasi "utang budi" ii, cobalah bicarakan secara terbuka dengan orang tersebut. Ungkapkan rasa terima kasih kita dan sampaikan bahwa kita tidak ingin merasa terbebani.

Penting juga untuk menetapkan batasan diri yang sehat. Jika kita merasa seseorang terus-menerus memberikan "pertolongan" yang justru membuat kita tidak nyaman, kita berhak untuk menolak atau mencari alternatif lain. 

Ini bukan berarti kita tidak mau dibantu dan tidak menghargai mereka ya, melainkan kita sedang menjaga kesehatan mental dan emosional kita sendiri. Belajar untuk menjadi mandiri juga merupakan cara untuk mengurangi ketergantungan dan potensi "utang budi" di masa depan.

Pada akhirnya, kebaikan sejati adalah tentang memberi dan menerima dengan hati lapang. Bebaskan diri dari belenggu "utang budi" yang tidak perlu. Nikmati kehangatan persahabatan dan rasakan ketenangan dalam setiap uluran tangan yang akan kita terima, karena pertolongan itu datang dari hati yang tulus, bukan untuk menagih janji. 

Mari kita bangun hubungan yang didasari oleh rasa saling menghargai, bukan beban yang tidak terucapkan.



Lebih dari Sekedar Hewan. Inilah Cerita Cintaku bersama Anabulku

Tidak ada komentar

 

Lebih dari Sekedar Hewan. Inilah Cerita Cintaku bersama Anabulku


Dulu ngga pernah terpikir bakalan punya hewan peliharaan yang namanya kucing di dalam rumah. Salah satu nya adalah kucing. Iya hewan berbulu yang lucu dan menggemaskan. Eits...menggemaskan bagi aku ya. Karena ngga semua orang berpendapat kalau kucing itu menggemaskan 😉.

Bagi aku, kekosongan hati ini kalau lagi ada perasaan boring, akan terisi dan bahkan meluap dengan kehadiran hewan peliharan kucing ku ini. Bukan sekedar memiliki "Sesuatu" untuk dirawat, tapi ini adalah tentang membangunn ikatan, merasakan cinta tanpa syarat dan menyaksikan hidup kita berubah secara mendalam.

Manfaat yang Menggenggam Hati

Kalau dulu setiap bangun subuh, selain mandi, sholat dan bikin sarapan, aktifitas aku sekarang bertambah yaitu ajak ngobrol anabulku, bersihkan litter boxnya, kasih makanan dan minumannya juga bersihkan ruangannya. 

Ya, punya anabul berarti perubahan hidup dengan hewan yang signifikan, dari jadwal harian hingga prioritas emosional. Rumah yang tadinya sunyi kini penuh dengan suara dan gedebak gedebuk anabulku 😅. Sofa yang tadinya halus, rapi, jadi suka beredel karena dicakar oleh kucing-kucingku.

Tidak terhitung manfaat punya kucing dirumah yang aku rasakan. Di hari terberat sekalipun, tatapan mata penuh kasih dan usapan kepala di tangan aku bisa melenyapkan penat. Mereka adalah pendengar terbaik, tidak pernah menghakimim dan selalu ada. 

Jujur kehadiran mereka kadang mengurangi stres dan kadang menambah stres hahaha....Tapi jadi ngga merasa kesepian. Anak-anak aku sudah beranjak besar, sudah padat dengan acara dan kegiatan mereka masing-masing. Jadi siapa lagi yang aku usap-usap dan bahkan aku suka ajak ngobrol, walau aku sadar mereka itu juga ngga paham ucapan aku 😁.

Kucing-kucing aku ini mengajarkan aku tentang kesabaran, tanggung jawab dan yang paling penting, cinta tanpa syarat. Iya tanpa syarat, sudah kita elus, kita cium-cium, mandiin (walau mandiin sama orang grooming), tetap saja kita suka dicakar ya kan hehehe....

Aku suka mikir dan bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang menyelamatkan siapa? Aku yang selamatkan mereka dari dunia luar atau mereka yang menyelamatkan aku, emosi aku dunia akhirat? Merekalah jangkar di tengah badai, sumber kebahagiaan yang tidak pernah kering. Kesejahteraan hewan yang kita jaga dengan sepenuh hati, ternyata berbalik memberikan kesejahteraan pada diri kita sendiri.

Tantangan yang Menguatkan

Tentu saja, bukan berarti perjalanan ini tanpa aral melintang. Ada tantangan juga selama aku merawat kucing-kucing aku ini yang tidak bisa dihindari. Mulai dari makanan mereka, kesehatan mereka, atau kebutuhan mereka yang lainnya. Belum lagi yang kadang bikin ruangan bau kalau mereka buang kororan 😁.

Belum lagi menghadapi tingkah laku mereka yang suka 'ajaib', atau kecemasan saat mereka sakit. Tentunya momen-momen ini menguras tenaga dan pikiran, tapi di balik setiap tantangan, ada pelajaran berharga tentang ketahanan dan dedikasi. Cinta diuji dan pada akhirnya, ikatan itu semakin kuat.

Cinta yang Melampaui Batas Rumah

Bagi beberapa orang yang belum berkesempatan memiliki anabul dirumah, jangan kira cinta hewan tidak ada. Aku punya teman yang meski tidak memelihara anabul dirumahnya, dia selalu menyisihkan waktu dan rezekinya untuk memberi makan kucing-kucing liar di sekitar rumahnya.

Rasa empati dan keinginan untuk meringankan penderitaan makhluk hidup lain adalah esensi sejati dari kecintaan pada hewan. Mereka memahami bahwa setiap makhluk berhak atas kasih sayang dan kehidupan yang layak, bahkan jika itu berarti hanya sekedar memberi senyuman atau sepiring makanan bagi seekor anabul di jalanan.

Memiliki kucing dirumah bagi aku adalah sebuah anugerah, sebuah perjalanan yang penuh warna, tawa dan kadang air mata. Ini adalah investasi emosional yang tidak ternilai harganya. Mereka tidak mengisi rumah kita, tapi juga hati kita, menjadikan kita pribadi yang lebih baik, lebih sabar dan lebih penuh cinta. 

Jadi nih, kalau kamu mau mencari makna baru atau ingin merasakan kebahagiaan murni, mungkin saatnya membuka pintu hati dan rumah kamu untuk para anabul 🥰🥰




Mengapresiasi Diri: Mencintai Diri dari ujung Rambut hingga Kaki

Tidak ada komentar

 

Mengapresiasi Diri: Mencintai Diri dari ujung Rambut hingga Kaki


Assalamualaykum,

Dalam era digital yang apa-apa serba cepat ini, kita tuh sering kali terjebak dalam rutinitas yang menuntut dan lupa untuk menghargai diri sendiri. Padahal, mencintai diri sendiri adalah pondasi untuk menjalani hidup yang lebuh bahagia dan produktif.

Kalau misalnya ada yang bilang apa-apa healing, apa-apa healing, ya ngga ada salahnya juga sih. Healing itu kan banyak macam, ngga harus traveling wujud healingnya. Bisa jadi mengunjungi orangtua, ngupi cantik sama besties, ke spa untuk perawatan dan sebagainya. Itu adalah salah satu cara untuk menunjukkan apresiasi terhadap diri sendiri.

Mengapa Penting Mengapresiasi Diri?

Apa sih untungnya mengapresiasikan diri? Banyak banget sih ya dan ini berikut inin adalah alasannya.

  • Mensyukuri pemberian dari sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Bersyukur dikasih kesibukan, bersyukur badan masih dikasih sehat, makanya perlu dirawat dengan baik, jiwa raga di bikin bahagia.
  • Meningkatkan rasa percaya diri. Ketika kita merasa baik dengan diri sendiri, secara otomatis rasa percaya diri kita akan meningkat.
  • Menjaga kesehatan mental. Mengapresiasi diri dapat mengurangi stres, kecemasan dan depresi.
  • Memperkuat hubungan dengan orang lain. Ketika kita mencintai diri sendiri, kita akan lebih mudah untuk mencintai dan menerima orang lain.
  • Meningkatkan produktivitas. Seseorang yang merasa bahagia dan puas dengan dirinya akan lebih produktif dalam bekerja maupun beraktivitas lainnya.

Cara Mengapresiasi Diri dari Ujung Rambut hingga Kaki

Tidak perlu juga berpikir, untuk mengapresiasi diri itu harus ada uang dulu, harus besar effortnya dan lain-lain. Kalau pola pikirnya seperti itu, kita ngga akan bisa mengapresiasi diri dengan baik. Kita bisa lho lakukan 3 cara ini untuk mengapresiasi diri.

  • Perawatan Tubuh. Seperti tadi yang aku tulis di atas, bisa pergi ke Spa, belanja, nonton ke bioskop sendirian, pergi ke gym atau melakukan olahraga yang disukai secara teratur untu menjaga kesehatan tubuh juga pikiran. Bahkan mandi air panas juga bisa dimasukkan ke dalam kategori perawatan tubuh. 
  • Perawatan Mental. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menambah lebih intens ibadah kita juga bisa menjadi salah satu perawatan mental kita. Menulis jurnal, bertemu dengan orang-orang baru atau belajar hal baru bisa menjadi salah satu kesehatan mental dan juga bikin kita tetap waras 😊.
  • Perawatan Emosi. Dengan menerima kekurangan kita, menjadikan kekurangan menjadi sebuah kekuatan adalah bagian penting dari mencintai diri sendiri. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, jika memang alam semesta belum mendukung maka jangan kita memaksa hingga stres sendiri. Selalu afirmasi positif setiap hari, bisa menjadi salah satu perawatan emosi dalam diri kita.

Mengapresiasi diri adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan komitmen dan kesehatan. Dengan melakukan perawatan diri secara rutin baik fisik maupun mental, kita akan merasa lebih bahagia, sehat dan percaya diri. 

Ingat selalu ya teman-teman, diri kita ini berharga dan layak untuk dicintai. Hal ini juga menjadi self reminder untuk aku yang juga terkadang suka merasa down, tidak percaya diri sampai suka lupa mengapresiasi diri. Fighting!



Senangnya Berkarya Bersama: dari Antologi Menuju Buku Pribadi

Tidak ada komentar

 

Senangnya Berkarya Bersama: dari Antologi Menuju Buku Pribadi


Assalamualaykum,

Siapa yang sudah pernah menulis buku Antolog? Akuuuuuu..... Hehehe. Alhamdulillah aku sudah ada 5 buku Antologi, barengan sama beberapa teman penulis. Senang banget lho, beneran senang banget bisa nulis buku Antologi.

Rassanya ada kepuasan tersendiri ketika karya kita, baik individu maupun kolektif akhirnya terwujud dalam bentuk fisik. Next aku pasti bisa bikin buku sendiri. Keinginan ini sudah dari tahun 2023 tapi belum terwujud karena beberapa hal.

Antologi, Pintu Gerbang Dunia Penerbitan

Banyak penulis pemula memulai perjalanan literasinya dengan berkontribusi dalam antologi. Antologi adalah kumpulan karya tulis dari berbagai penulis yang disatukan dalam satu buku. Dengan berpartisipasi dalam antologi, kita bisa:

  • Menguji Tulisan. Melihat bagaimana karya kita disandingkan dengan karya penulis lain dapat menjadi ajang evaluasi diri.
  • Berjejaring. Berkenalan dengan penulis lain membuka peluang untuk berkolaborasi atau mendapatkan masukan yang berharga.
  • Memperluas Jangkauan. Buku Antologi dapat dibaca oleh lebih banyak orang, sehingga karya kita berpotensi dikenal oleh publik yang lebih luas.

Dari Antologi Menuju Buku Pribadi, Langkah Selanjutnya

Setelah merasakan manisnya berkarya dalam antologi, banyak penulis yang kemudian termotivasi untuk membuat buku sendiri. Ada beberpa hal yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan impian tersebut.

  • Matangkan Konsep. Tentukan tema, genre dan target pembaca buku kita.
  • Buat Outline. Susun kerangka cerita atau gagasan yang akan kita tulis
  • Konsisten Menulis. Jadwalkan waktu khusus untuk menulis secara rutin
  • Cari Editor. Mintalah bantuan editor profesional untuk memperbaiki tulisan yang sudah kita buat.
  • Desain Sampul. Buat desain sampul yang menarik dan sesuai dengan tema buku.
  • Pilih Penerbit. Kita bisa menerbitkan buku secara mandiri atau melalui penerbit.

Tantangan dan Peluang

Membuat buku sendiri memang membutuhkan kerja keras dan kesadaran. Namun di balik tantangan tersebur, ada banyak peluang yang menanti. Buku yang kita tulis bisa menjadi warisan bagi generasi mendatang atau bahkan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

Waktu pengalaman aku dulu bikin buku antologi, aku ikut komunitas penulis. Disitu aku dapat support, motivasi untuk semangat menulis. Walau aku suka nulis blog dari taun 2010, tetap saja awal-awal masih ngga pede, tapi aku pikir, kalau ngga mulai-mulai, bagaimana tahu tulisan kita baik atau tidak. Jadi ya benar sih, mulai saja dulu 😁.

Jadi intinya adalah baik itu menulis antologi atau buku pribadi, menulis adalah sebuah perjalanan yang penuh makna. Dengan terus berkarya dan mengembangkan diri, kita bisa memberikan kontribusi positif bagi dunia literasi.





Menetapkan Target dan Afirmasi Positif: Kunci Self-Love di Tahun 2025

Tidak ada komentar

 

Menetapkan Target dan Afirmasi Positif: Kunci Self-Love di Tahun 2025


Assalamualaykum,

Kenapa sih setiap tahun baru selalu menjadi sebuah lembaran baru dalam hidup terutama dalam target? Tahun baru adalah momen yang tepat untuk merefleksikan diri dan menetapkan tujuan baru. Namun di bali semua resolusi tahun baru, ada satu hal ang seringkali terlupakan yaitu yang namanya self-love.

Mencintai diri sendiri adalah pondasi untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan. Salah satu cara efektif untuk menunjukkan self-love adalah dengan menetapkan target hidup yang jelas dan menguatkannya dengan afirmasi positif.

Mengapa Target dan Afirmasi Penting?

hal-hal berikut ini jawaban dari pertanyaan di atas. Intinya agar semua bisa lebih terarah dan terukur.

  • Fokus dan Motivasi. Menetapkan target memberikan arah yang jelas dalam hidup. Dengan memiliki tujuan yang spesifik, kita akan lebih termotivasi untuk bekerja keras dan mencapai apa yang kita inginkan.
  • Percaya Diri. Afirmasi positif membantu membangun kepercayaan diri. Dengan terus mengulang kata-kata positif tentang diri sendiri, kita akan semakin yakin akan kemampuan dan potensi yang kita miliki.
  • Kebahagiaan. Ketika kita mencapai target yang telah ditetapkan, rasa pencapaian akan memberikan kebahagiaan yang luar biasa. Selain itu, afirmasi positif juga dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.
  • Pertumbuhan Pribadi. Menetapkan target dan menggunakan afirmasi positif adalah proses yang mendorong kita untuk terus belajar dan berkembang.

Cara Menetapkan Target yang Efektif

Satu lagi tips untuk teman-teman, cara yang efektif untuk bisa menetapkan sebuah target.

  • SMART. Pakai cara ini Spesifik, Mengukur, Ambisius, Relevan dan Tertentu waktu.
  • Realistis. Target yang terlalu tinggi atau terlalu rendah tentunya tidak baik juga ya. Maka dari itu buat target yang menantang namun tetap realistis untuk dicapai.
  • Visualisasikan. Bayangin deh diri kita telah mencapai target tersebut, seperti umroh terwujud, rumah sendiri terwujud bisa beli sendiri dan sebagainya. Sebab visualisasi akan membantu kita untuk lebih yakin akan kemampuan diri kita

Contoh Afirmasi Positif

Afirmasi ini yang kadang suka aku ucapkan. Supaya energi positif selalu datang.

  • "Saya adalah pribadi yang kuat dan mampu mengatasi segala tantangan"
  • "Saya layak mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan"
  • "Saya bersyukur atas semua hal baik yang ada dalam hidup saya"
  • "Setiap hari, saya semakin baik dari sebelumnya"

Tips Menggabungkan Target dan Afirmasi

Di beberapa kali sharing atau pelatihan yang aku buat, aku selau kasih tips ini kepada peserta, karena ini berhubungan juga dengan tujaun dan target bisnis mereka.

  • Buat Vision Board. Visualisasikan target kita dengan membuat vision board. Tempelkan gambar, kata-kata atau kutipan yang mengisnpirasi di vision board kita.
  • Afirmasi dan Ulangi Setiap Hari. Dedikasikan waktu setiap hari untuk mengulang afirmasi positif. Kita bisa melakukannya saat bangun tidur, sebelum kerja, atau sesudah tidur.
  • Buat Perayaan Kecil Setiap Pencapaian. Perayaan kecil ini bisa berupa pergi ke spa, nonton di bioskop, makan di resto yang mahal atau ibadah umroh.

Self-love adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan menetapkan target dan menggunakan afirmasi positif, kita tuh sedang membangun pondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik. Jadi, yuukkk mulai tahun 2025 dengan penuh semangat dan optimis!


Love

Cilya



The Art of Listening: Kunci Komunikasi Efektif dan Hubungan yang Kuat

2 komentar

 

The Art of Listening: Kunci Komunikasi Efektif dan Hubungan yang Kuat

Assalamualaykum,

Di era modern yang serba cepat ini, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kunci utama dalam meraih kesuksesan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Komunikasi yang efektif itu tidak selalu tentang berbicara dengan baik saja lho, tapi juga tentang seni mendengarkan atau the art of listening.

Mendengarkan secara aktif bukan hanya sekedar diam saat orang lain sedang berbicara, tetapi juga tentang memahami apa yang mereka sampaikan, baik secara verbal maupun non-verbal. Tentunya hal ini membutuhkan yang namanya perhatian, fokus dan empati agar kita dapat benar-benar memahami pesan yang ingin disampaikan.

Mengapa Seni Mendengarkan itu Penting?

Ada banyak alasan mengapa seni mendengarkan sangat penting dalam hidup kita. Sekarang bayangkan deh, teman-teman sedang curhat atau bercerita kepada seseorang lalu orang tersebut ada di depan kamu, alih-alih mendengarkan tapi sambil mengerjakan sesuatu yang ketika kamu tanya kepadanya, jawabannya pun malah tidak nyambung. Pasti tidak mau kan di perlakukan seperti itu?

Jadi berikut ini adalah alasan mengapa seni mendengarkan itu sangat penting kita miliki dan lakukan.

  1. Meningkatkan Empati. Ketika kita mendengarkan dengan penuh empati, kita tuh jadi lebih memahami perasaan orang lain dan melihat dunia dari sudut pandang mereka. Tentunya hal ini dapat melatih kita menjadi lebih peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain, sehingga terjadi hubungan yang positif dan suportif.
  2. Membangun Hubungan yang Kuat. Dengan kita mendengarkan dengan penuh perhatian, tentunya akan menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada orang lain. Hasilnya hubungan kita dengan pasangan, keluarga, teman maupun kolega terjadi sebuah kepercayaan dan keintiman dalam sebuah hubungan, sehingga mereka akan merasa lebih nyaman untuk berbagi dan terbuka dengan kita.
  3. Meningkatkan Pemahaman. Dengan mendengarkan dengan seksama, kita akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan akurat. Kita juga akan lebih dapat memahami sudut pandang orang lain dengan lebih baik dan tentunya akan membantu kita dari sebuah konflik atau kesalahpahaman.
  4. Meningkatkan Kemampuan Belajar. Proses belajar dan pengembangan diri akan kita dapatkan ketika kita mendengarkan dengan fokus dan menyerap informasi dengan lebih baik.
  5. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi. Mendengarkan dengan baik adalah dasar dari komunikasi yang efektif, belajar bagaimana merespon dengan tepat dan relevan, sehingga percakapan menjadi lebih bermakna juga produktif.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan?

Ini ada tips bagaimana teman-teman dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan:

  • Berikan perhatian penuh. Jauhkan ponsel, komputer atau hal-hal lainnya yang dapat menggangu fokus teman-teman saat mendengarkan.
  • Tunjukkan empati. Coba untuk lebih memahami perasaan orang lain dan tunjukkan bahwa kita tuh peduli dengan apa yang mereka alami.
  • Ajukan pertanyaan. Jika di rasa tidak paham apa yang di maksud lawan bicara yang sedang berbicara kepada kita, maka jangan sungkan untuk mengajukan pertanyaan. Hal ini menunjukkan kita tertarik dan ingin tahu lebh dalam.
  • Bersikap terbuka. Hindari menyela atau melontarkan sebuah penilaian. Dengarkan dengan pikiran terbuka dan cobalah untuk memahami sudut pandang mereka.
  • Ulang kembali apa yang kita dengar. Hal ini tentunya membantu kita bahwa kita memahami dengan benar apa yang telah di katakan dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk mengoreksi jika ada kesalahpahaman.

Seni mendengarkan adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan dengan latihan. Semakin sering kita berlatih, maka Insha Allah akan semakin baik kemampuan kita untuk mendengarkan dengan efektif.

Dengan menguasai seni mendengarkan atau the art of listening, maka kita dapat meningkatkan kualitas komunikasi kita kepada orang lain, membangun hubungan yang lebih kuat dan mencapai kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan kita.

Ingat ya, seni mendengarkan bukan hanya tentang apa yang kita dengar, tetapi juga tentang bagaimana kita merespon dan menunjukkan rasa empati. Nah yuk sharing the art of listening versi teman-teman, sebab kan kebanyakan nih hanya peduli sama the art of speaking saja. Mau ya tulis di kolom komentar.




Suasana Cafe dan Memory yang Terukir

3 komentar

 

Suasana Cafe dan Memory yang Terukir


Assalamualaykum,

Siapa yang suka ke cafe? Baik itu sekedar nongkrong, meeting atau kerja. Bagi aku, cafe adalah lebih dari sekedar tempat untuk menikmati secangkir kopi atau hidangan yang unik dan lezat saja. Aku juga menikmati suasana di cafe-cafe yang aku kunjungi. 

Di balik tembok, mejanya, pengunjung yang silih berganti tentunya menyimpan banyak cerita dan kenangan yang tidak ternilai harganya. Setiap cafe pasti memiliki atmosfernya sendiri yang mampu membawa kita kembali ke momen-momen spesial dalam hidup.

Aroma yang Memicu Kenangan

Waktu aku masuk ke cafe Olala, aroma bakerynya tercium enak yang bikin pasti ingin memesan beberapa cemilan bakery di dalamnya. Beda ketika aku masuk ke cafe Sta***ck (sebelum aku melakukan boikot hehe). Ketika masuk, pasti aroma harum kopi-kopinya sangat kental tercium. Bau khas cafe memang kadang membawa aku kembali ke masa muda dulu, saat lagi di dekati oleh cowo di sekolah aku atau juga sekedar haha hihi dan berbagi cerita bareng sahabat-sahabat aku sampai berjam-jam

Cahaya dan Dekorasi yang Berbicara

Aku lebih suka cafe yang tidak terlalu banyak pencahayaan lampu, tapi kalau pencahayaan alami dengan jendela-jendela besar, membuat suasanya jadi warm. Belum lagi kalau dekorasinya yang mendukung, bikin aku makin senang berlama-lama disini.

Suara dan Musik yang Menghibur

Aku pernah ketika lagi sedih terus aku pergi ke cafe sendiri dengan bawa buku juga iPad aku. Untuk sekedar menghibur diri sambil mendengar suara gemericik air, blender, mesin kopi, alunan musik yang menenangkan, suara canda tawa serta obrolan dari pengunjung. Semua hal yang aku dengar di cafe ini menjadi soundtrack bagi kenangan aku.

Lebih dari Sekadar Tempat Makan

Bagi aku cafe itu tidak hanya sekedar sebuah tempat untuk mengisi perut saja, tapi juga untuk mengisi jiwa. Di cafe, aku bisa menemukan ketenangan di tengah hiruk pikuk kehidupan. Aku dapat bertukar pikiran, ide dan inspirasi dengan orang lain dan yang terpenting, aku dapat menciptakan kenangan indah yang akan terukir dalam hati selamanya.

Memory di Suasana Cafe

Setiap orang tentunya memiliki memori spesial ketika mereka berkunjung ke cafe. Bagi aku pribadi, cafe menjadi tempat favorit karena suasananya yang tenang dan nyaman. Di sana aku bisa menghabiskan waktu bersama sahabat, kolega, mengerjakan kerjaan, meeting, bersantai, nulis blog atau bahkan sekedar baca buku. Pokoknya setiap melangkah ke dalam, kenangan indah selalu ada.

Kalau teman-teman, apakah punya memory ketika di cafe?




Ceritaku Tentang Kesan Berada di Bandara

1 komentar

 

Ceritaku Tentang Kesan Berada di Bandara


Assalamualaykum,

Sebelum pandemi, hampir setiap weekend aku selalu ke bandara untuk terbang syiar ke beberapa daerah di Indonesia. Jadi suasana bandara menjadi suasana yang rutin aku dapatkan. Setelah pandemi, aku sudah jarang syiar lagi ke daerah-daerah. 

Tetapi bandara tetap menjadi salah satu tempat yang aku kunjungi karena aku bisa beberapa kali melepas jamaah umroh di bandara, bahkan juga ikut menunaikan ibadah umroh bersama jamaah dari travel aku yaitu B Travel.

Ini Ceritaku Tentang Kesan Berada di Bandara

Kalau kata orangtua aku, pertama kali aku terbang itu saat aku umur 1 tahun ke Bengkulu, karena kebetulan papa aku dapat tugas kerja disana selama kurang lebih setahun. Lalu beberapa kali aku melakukan aktivitas traveling bersama keluarga dengan pesawat dan tentunya kegiatan traveling itu lebih meng'akrab'kan diriku dengan suasana bandara.

Saya pernah melakukan traveling sekaligus ada business trip ke Afrika Selatan. jujur ini adalah flight pertama aku keluar dari wilayah asia. Jujur saat itu sangat gugup tapi juga bercampur excited dan bersemangat. Tentu suasana bandara disana berbeda ya dengan bandara di Jakarta dan aku senang bisa belajar tentang budaya baru dan bertemu orang baru.

Banyak Cerita di Bandara

Bandara menjadi simbolis sebuah gerbang untuk menuju ke berbagai tempat dan memulai cerita baru. Dimana di dalamnya selalu menghadirkan perpaduan emosi yang unik bagi setiap orang. 

Kegembiraan Menjelajahi Hal Baru

Bagi beberapa orang yang berada di bandara, bandara adalah tempat yang penuh dengan kegembiraan. Bagi para pecinta traveling, bandara bagaikan surga. Di sini, mereka akan disuguhkan dengan berbagai pilihan penerbangan ke berbagai penjuru dunia. Mereka pasti sedang membayangkan hal baru, seperti menjelajahi budaya baru, mencicipi kuliner khas negara tujuan serta ketidak sabaran menikmati beberapa destinasi yang menakjubkan dan bandara adalah saksi bisu dimulainya petualangan yang tidak terlupakan.

Pertemuan Kembali yang Penuh Haru

Bagi beberapa orang, bandar bisa menjadi tempat mereka reuni yang mengharukan. Dimana mereka dapat bertemu kembali dengan keluarga dan sahabat yang tinggal jauh. Aku suka melihat momen dimana mereka saling berpelukan erat, adanya derai air mata kebahagiaan atau kesedihan. Bandara juga menjadi saksi momen-momen emosional yang tidak ternilai harganya.

Perasaan Campur Aduk Sebelum Penerbangan

Sebagian orang lainnya akan merasa bandara itu memicu rasa gugup dan cemas, terutama bagi mereka yang memang belum terbiasa dengan penerbangan atau bepergian ke tempat baru. Berikut beberapa kesan yang sering di alami mungkin bagi beberapa orang ketika mereka di bandara dan ini berdasarkan yang aku amati ketika berada di bandara.

Menikmati Fasilitas dan Suasana Bandara

Setiap daerah maupun negara memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Aku pernah mendarat ke daerah Luwuk Banggai juga Kendari yang mana bandaranya saat itu masih minim. Luas bandaranya juga tidak besar. Lucunya waktu di bandara Kendari, ketika semua bagasi penumpang sudah selesai dan penumpang sudah keluar bandara, bandara langsung di tutup.

Saat itu aku berdiri di depan bandara seorang diri, karena yang menjemput belum tiba dan tidak ada lagi penumpang atau petugas yang jaga satu pun. Untung itu pagi menjelang siang, kebayang kalau flight tibanya malam, horor banget ya hehehe.

Beda dengan suasana bandara yang sudah modern. Pasti di dalamnya terdapat banyak fasilitas yang ditawarkan, mulai dari toiletnya, ruang tunggu, sajian resto dan butik souvenir, belum lagi akses internet yang lancar serta area lounge yang nyaman. Desain interior bandara yang modern dan artistik juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Bandara adalah tempat yang penuh dengan kenangan dan momen-momen spesial. Bagi aku, bandara adlah lebih dari sekedar tempat transit. Bandara adalah tempat di mana mimpi dan petualangan dimulai. Bagaimana dengan teman-teman? Apa kesan teman-teman saat berada di bandara? Ceritakan pengalamannya di kolom komentar ya!



Mimpi dalam Islam: Apakah Kenyataan atau Pertanda?

1 komentar

 

Mimpi dalam Islam: Apakah Kenyataan atau Pertanda?


Assalamualaykum, 

Semalam ketika tidur, aku mimpi seperti sedang berada di suatu tempat yang familiar dan lokasinya  di kota London. Pas bangun. Aku jadi mikir, apakah ini tanda kalo aku bakalan traveling ke London lagi, atau impianku stay di London terkabul, hehehe....

Teman-teman suka ngga sih tiba-tiba mimpi yang aneh-aneh tapi kok menyenangkan, atau mimpi tentang kelanjutan dari kejadian yang sedang teman-teman alami? Tentunya pernah ya 😁 dan bagi aku, mimpi itu masih menjadi sebuah misteri, apakah ini sebuah pertanda, kenyataan atau apa. Karena aku muslim, jadi aku penasaran apa sih arti mimpi dalam Islam.

Mimpi dalam Islam: Apakah Kenyataan atau Pertanda?

Kalau aku googling, mimpi adalah sebuah fenomena alam yang seringkali bikin bingung kita para manusia. Jujur deh, pasti teman-teman juga penasaran kan apakah mimpi itu sebuah kenyataan atau sebuah pertanda akan kejadian yang akan terjadi berikutnya?

Ternyata dalam Islam, mimpi itu di akui keberadaannya dan juga memiliki makna dari setiap yang kita mimpikan. Dalam Al-Qur'an dan hadist Nabi Muhammad SAW pun juga banyak membahas mengenai mimpi.

Ini lho jenis-jenis mimpi dalam Islam

  1. Mimpi Baik (Ar-Ru'ya). Mimpi yang di yakini datangnya dari Allah SWT. Mimpi yang memiliki makna akan membawa kabar gembira atau memberikan petunjuk bagi kehidupan kita.
  2. Mimpi Buruk (Al-Hulm). Mimpi yang diyakini berasal dari setan dan sudah pasti tujuannya untuk mengganggu serta menakuti-nakuti.
  3. Mimpi Biasa. Mimpi yang tidak memiliki makna apa-apa, yang hanya berupa refleksi dari pikiran dan pengalaman kita sehari-hari.

Arti, Adab serta Pentingnya Mimpi 

Menurut aku,mimpi terkadang juga memiliki arti dan arti mimpi itu tergantung dari masing-masing orang saja nau mengartikan bagaimana. Kalau bagi aku, mimpi itu selain 'kembang' tidur juga memiliki arti. 

Begitu juga dalam menyikap mimpi itu ada adabnya. Apa saja adabnya? Ini adab yang di anjurkan dalam Islam ketika menyikapi mimpi:

  • Membaca doa dan istighfar untuk melindungi diri dari sebuah mimpi buruk
  • Jika mimpi kita baik, maka kita perlu bersyukur kepada Allah SWT
  • Agar kita mendapatkan tafsir yang benar terhadap mimpi kita, maka berceritalah akan mimpi kita kepada orang yang soleh.
  • Jangan pernah menceritakan mimpi buruk kita kepada orang lain, cukup dipendam dalam hati saja

Dalam Islam terdapat makna dan hikmah di dalam setiap mimpi yang hadir dalam kehidupan manusia. Diharapkan kita dapat mengambil manfaat positif dari mimpi. Bagi aku setiap apapun mimpi yang hadir saat aku tidur, selalu aku jadikan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.