Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Cara Asik Bersosialisasi Saat Pandemi

No comments

 

Assalamualaykum,

Setahun sudah kita merasakan hidup di masa pandemi yang katanya era New Normal. Mau bagaimana lagi ya kan, namanya juga hidup, ya harus dijalankan. Waktu dua bulan pertama di galakan yang namanya PSBB, aku merasa enjoy banget dan serasa menikmati hidup tanpa rutinitas anter anak sekolah yang mana aku ngga perlu bersitegang pagi-pagi dengan kendaraan yang suka seenak-enaknya saja di jalan. 

Kedua, aku bisa bebas dari jadwal meeting dengan klien dan yang ketiga bisa melakukan hobi aku di rumah dengan bebas plus juga aku bisa sholat berjamaah sama pak suami yang selama ini setiap sholat lima waktunya ke mesjid.

Tapi masuk bulan ke tiga, mulai deh rasa bosan melanda dan stress akibat tabungan mulai berkurang dimana pemasukan pun sama berkurang. Rutinitas yang dilakukan ya itu-itu saja tanpa kekuar rumah. Mulai ada rasa mellow sebentar, tetapi akhirnya itu hanya sebentar.

Di masa seperti ini justru waktunya untuk aku muhasabah, merevisi pekerjaan bisnis aku selama ini, memperbaiki tulisan aku dan memperbanyak skill lagi. Jadi ketika pandemi berakhir, aku seperti terlahir kembali dengan pribadi yang baru, bisnis aku bisa fresh lari kencang dan omset naik tinggi ditambah aku punya banyak sekali skill-skill baru yang siap aku sharing.


Mulai Dari Mana?

Untuk membuat suasana pandemi menjadi asyik tentunya mulai dari diri sendiri dulu yaitu berpikir positif dan semangat menghadapi hari demi hari untuk menyambut kehidupan yang lebih baik walau masih dalam masa pandemi. 

Lalu aku membuat catatan kecil apa saja nih yang menjadi prioritas aku untuk aku lakukan selama masa pandemi ini. Setelah itu buat planningnya bagaimana merealisasikan, butuh wadah apa saja untuk mensupport kegiatan aku ini.


Cara Asik Saat Pandemi Ala Cilya

1. Gabung Banyak Komunitas

Mulai dari komunitas mompreneur, komunitas masak (walau 10% doang aku praktekin ehehe), sampai komunitas komunitas meditasi. Tentunya komunitas-komunitas ini adalah tambahan dari komunitas blogger yang sudah aku ikuti. 

Dari sini kita jadi menambah lebih banyak teman dan nilai plusnya adalah juga menambah ilmu juga, selain yaaa tetap bisa menjaga kewarasan diri ya 


2. Ikut Webinar Edukatif

Selama masa pandemi, semakin banyak kelas-kelas belajar yang diadakan secara online baik via meeting room atau live di media sosial. Hal ini menjadi sebuah kesempatan untuk aku dalam hal mengembangkan potensi diri sambil menambah skill baru. 

Webinar ini menjadi salah satu cara asik buat aku dalam besosialisasi selama masa pandemi. Walau online dan tidak bertemu langsung tapi dengan bertatap muka via online, sudah merasa bahwa aku tidak sendirian 😁


3. Buat Live Edukatif di Media Sosial

Untuk mengasah skill yang ada ditambah ilmu-ilmu baru yang aku dapat selama pandemi,  agar ilmu-ilmu tersebut tetap berguna, maka aku harus praktek. Biasanya aku mengisi seminar-seminar offline, nah karena pandemi ini akhirnya aku mulai mencoba membuat acara talkshow live di media sosial aku.

Awal agak ragu sih, apakah ada yang nonton atau tidak, tapi aku tetap adakan live talkshow di media sosial komunitas aku. Makin kesini semakin percaya diri saja. Walau belum sampai ratusan yang ikut menyaksikan, tapi paling tidak aku sudah berani melakukannya. 


4. Ikut Virtual Traveling

Ini salah satu hal yang seru banget, bisa mengobati rasa rindu jalan-jalan. Selama pandemi kemarin, hampir seluruh negara menutup akses masuk ke negara mereka, dengan maksud untuk memutus mata rantai yang namanya virus Covid-19. Otomatis industri pariwisata pun hampir lumpuh karena pandemi. 

Untuk mengobati rasa rindu, banyak beberapa komunitas atau travel yang membuat ide virtual traveling, baik traveling domestik maupun ke luar negeri. Selain menghibur, kita juga jadi lupa akan pandemi.


5. Ikut ODOP di ISB dan Rutin Nulis Blog

Selama pandemi, aku jadi punya banyak waktu untuk update dan merapikan blog aku. Senang rasanya blog aku kembali kepada posisinya awal yaitu banyak tulisan organik di dalamnya. Untuk mengasah skill dan menyemangati aku dalam menulis, aku ikutan ODOP (One Day One Post) yang di adain oleh komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur). 

Tema yang dibuat beragam dan ini menjadi challenge tersendiri untuk aku, mencoba mengolah tulisan yang sesuai dengan niche aku, tapi tetap pada tema yang di tentukan. ODOP bisa membuat aku menjadi kreatif dan terus berkarya lewat tulisan. 


Ternyata setelah aku menulis ini, jadi sadar lho kalau selama pandemi ini banyak hal positif juga yang aku dapatkan. Selama diisi dengan hal-hal positif dan dilakukan dengan bahagia, maka hasilnya pun Insha Allah akan bermanfaat bagi diri kita.

Kalau teman-teman gimana? Cara asik bersosialisasi seperti apa selama pandemi? Share yuk di kolom komentar






Woman Creative Partner


Putar Balikkan Kelemahan Jadi Kekuatanmu

No comments


Assalamualaykum,

Ceritanya beberapa hari lalu, aku mendapat satu pelajaran dari si bungsu. Sebenarnya sih sederhana ya dari sudut pandang kita orang dewasa, tapi aku jadi berpikir, dulu ketika aku kecil pun sama kali ya pikiran serta perasaannya seperti si bungsu ku ini.

Jadi, dia tahu kalau dia itu merasa belum bisa menulis cepat, selalu ketinggalan menulis kalau sedang di dikte oleh gurunya. Untuk kategori level anak kelas 2 SD, menurut aku sih ketinggalan dalam menulis cepatnya ketika di dikte masih kategori normal, karena bukan hal yang masalah banget, tapi bagi si bungsu merupakan sebuah masalah besar dalam hidupnya saat ini πŸ˜€. 

Ketika aku tanya kenapa tidak bisa menulis dengan cepat, alasannya sih kalau cepat-cepat tulisannya jadi tidak rapi. Ok bagi si bungsu yang sudah terlihat tipe melankolisnya ini, rapi adalah keutamaannya, sehingga menulis cepat bagi dia membuat dirinya merasa tidak nyaman karena merusak tatanan atau susunan kerapihan tulisannya... Ya ampun, coba ya anak kelas 2 SD ini boo, sudah mikirin susunan template tulisan yang rapi. Tapi aku patut acungkan jempol sih sama sifatnya ini.

Lalu aku coba tanya lagi ke si bungsu aku ini, kira-kira apa yang akan dia lakukan agar tidak ketinggalan, tetapi tulisannya tetap rapi? Aku tidak mengharapkan jawaban yang benar dari si bungsu, tetapi paling tidak dia paham dan bisa memperbaikinya pelan-pelan.

Aku pun juga beritahu, bahwa jika tulisannya tidak rapi bukan berarti tidak sempurna, ada hal yang lebih penting untuk dia kejar yaitu informasi dan pelajaran dari gurunya, nanti setelah selesai bisa dia rapikan lagi. Hal ini juga menjadi sebuah challenge dia untuk bisa melakukan keduanya, tulis cepat tapi tetap rapi walau rapinya ala level anak kelas 2 SD.

Dari cerita anak bungsuku inilah, ada some point yang aku belajar bahwa, untuk mencapai standar kesempurnaan, pastinya tidak akan ada habisnya. Ya seperti kita deh, yang ingin pekerjaan rumah selesai, rumah rapi, masakan enak, tetap terlihat cantik dan pintar setiap hari, dimana jika bisa tercapai semua itu, kita menjadi wanita yang sempurna. Kalau standar kita seperti ini, ketika ada salah satu yang tidak tercapai maka kita langsung men-judge diri kita ini lemah dan tidak bisa mengejar kesempurnaan itu.

Setiap orang itu memang diciptakan berbeda-beda, ada yang perbedaannya terbentuk dari nature (alami) atau ada yang terbentuk dari nurture (pendidikan atau pengaruh lingkungan). Jadi dengan adanya perbedaan antara satu orang lain dengan orang lain menjadikan seperti sebuah kelemahan di mata orang lain. Kalau kita lihat dari sudut pandang positif, sebenarnya perbedaan itu adalah kelebihan kita, bukan kelamahan.

Dengan mengubah sudut pandang dan memahami bahwa setiap manusia itu berbeda, diri kita berbeda merupakan langkah awal dalam mulai memahami bahwa kelemahan kita bisa menjadi kelebihan kita. 

Jadi..yuk belajar melihat kelemahan kita menajdi kekuatan kita. Aku pun sama sedang proses belajar dan belajar agar tidak mudah insecure dan menjadikan kelemahan aku menjadi kekuatan aku







Woman Creative Partner








Setiap Orang Spesial

No comments

 



Assalamualaykum,


"Kok aku sepertinya gendutan ya? Ingin sekali bisa kaya Dian Satro, sudah punya anak dua tapi masih Ok badannya..."

"Kenapa ini wajahku susah sekali glowing, tidak seperti artis Korea"

Sering tidak sih teman-teman mengatakan seperti ini kepada diri sendiri? Rasa tidak percaya diri, rasa minder atau insecure selalu tiba-tiba muncul dalam diri kita. Padahal hal seperti ini tidak baik bagi pertumbuhan kejiwaan kita. Walau sudah tahu tidak baik, tetapi kenapa ya kok kita kadang masih suka berpikir seperti ini. 

Kalau hal ini terus di tanamkan dalam alam bawah sadar kita bahwa kita tidak pintar, tidak cantik, tidak kaya atau tidak sempurna seperti orang lain, maka tambah lama kita akan membenci diri kita, kalau sudah benci artinya sulit untuk bahagia.

Pernah tidak teman-teman membaca berita beberapa artis di luar negeri yang bunuh diri. Padahal  kalau dilihat dari kacamata kita, mereka kurang apa sih, tajir iya, cantik atau ganteng iya...Tapi kenapa bisa mereka kok bunuh diri? 

Bisa jadi mereka tidak bahagia, mereka benci dengan kehidupan mereka. Kenapa bisa begini ya karena hidup mereka tidak bersyukur dan sering membandingkan dengan kehidupan orang lain.


Ada satu artikel yang aku dapatkan dari psychcentral.com yang judulnya When You Fell Worthless. Disini membahas bahwa bagaimana kita memandang diri kita ini berharga dan spesial. Kira-kira apa saja langkahnya agar kita bisa membangun positive mind dalam diri kita agar kita yakin diri kita berharga.


1. Bersyukur 

Ketika kita membangun rasa bersyukur kita dalam segala aspek kehidupan baik itu dari bersyukur diberikan keluarga, diberikan pekerjaan, diberikan anggota tubuh, diberikan kehidupan, bersyukur bisa menghirup udara segar, maka kita akan merasa lebih baik dan positif.

Ketika positif maka kita akan fokus pada hal-hal yang positif juga dan kita pun akan bahagia. Kelihatan klise memang, ketika sedang tertimpa masalah kok disuruh berpikir positif. Aku pun sama sedang masa belajar dalam proses tahapan ini yaitu ketika sedang ada masalah, mencoba untuk berpikir positif, dan mencoba untuk tetap bahagia. 

Walau belum sempurna tapi ketika kerap kali aku mencoba, hati ini merasa plong. Aku merasa bersyukur di kasih cobaan sebab dengan cobaan ini aku bisa belajar menjadi pribadi yang tawadhu dan tidak sombong.


2. Aktif Berorganisasi

Aktif berorganisasi atau ikut komunitas dan berkontribusi didalamnya bisa membuat diri kita berharga lho. Kita akan menjadi berharga jika kita memberikan banyak manfaat kepada orang lain. Berikan manfaat sesuai dengan kemampuan skill kita yang ada.

Misal kita suka masak, sharing saja seputar masak seperti bagaimana merebus daging supaya empuk. Atau jika kita suka menjahit, bisa kasih tips memilih bahan yang kualitas terbaik harga terjangka dan lain-lain. Simple buat kita tapi bisa jadi bermanfaat bagi orang lain. 


3. Afirmasi Diri Kita Spesial

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan masing-masing. Ada yang melihat kelebihan dirinya dan memanfaatkannya dengan positif, tetapi tidak jarang juga ada orang yang tidak mau melihat dirinya memiliki kelebihan.

Tidak mau bukan tidak bisa. Mereka yang tidak mau adalah golongan orang yang merugi dan biasanya cenderung membanding-bandingkan kehidupan mereka dengan orang lain. Membandingkan diri mereka kenapa tidak secantik Sophia Latjuba, tidak sepintar Dian Sastro, dan masih banyak lagi hal-hal yang dibandingkan dengan orang lain. 

Aku juga pernah seperti ini, merasa hidung aku ngga mancung, kenapa mata aku ngga belo tapi satu sisi ada orang lain yang memuji kalau aku ini cantik, punya mata yang unik, pintar dan awet muda. Kalau aku ngga bersyukur dan tidak mengafirmasi bahwa aku ini spesial, maka bisa dipastikan hidup aku tidak akan bahagia karena yaitu tadi, kadar bahagianya adalah jika punya wajah cantik seperti Sophia Latjuba, lah gimana caranya? Mau operasi plastik pun juga tidak akan seperti dia mukanya, malah mungkin bisa jadi aneh kali ya muka aku ehehe.


4. Self Talk

Sering kan dengar istilah self talk? Dengan rajin berbicara dengan diri sendiri bahwa kita ini berharga, dengan mengucapkan terima kasih sudah diberikan nikmat sehat, nikmat umur panjang, maka rasa bersyukur pun akan timbul. Pikiran kita pun akan menjadi positif dan lebih ringan rasanya beban pikiran tidak ada.

Rutin lakukan self talk pagi hari habis bangun tidur (sebelum memulai aktifitas) dan juga malam hari sebelum tidur (akhir dari aktifitas harian kita). Dengan begini kita akan merasa diri kita berharga dan spesial.


Semoga kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur karena Setiap Orang Itu Spesial....


See you on my next blogpost πŸ’–πŸ’– 







Woman Creative Partner

Let's Read Dongeng Bergambar Sebelum Tidur

2 comments

 


Kegiatan aku selama pandemi selain jadi rajin masak, buat cemilan, menjadi guru belajar bagi si bungsu selama SFH, aku juga jadi Ibu pendongeng 😁. Sebelumnya aku memang sudah suka bacakan anak aku buku cerita bergambar, tapi jarang banget mendongengkan si bungsu sebelum tidur.

Si bungsu ku ini sejak pisah kamar dengan aku, sudah jarang minta aku untuk membacakan dongeng untuknya sebelum tidur. Saat ini usianya sudah menginjak 7 tahun dan dia sudah mandiri tidurnya, walau masih satu kamar sama kakaknya.

Tapi semenjak pandemi ini tentu ia jadi lebih memiliki banyak waktu luang setelah kelas daringnya dan begitu juga aku. Oleh karena itu mendongeng sebelum tidur pun menjadi rutinitas aku hampir setiap hari baik itu tidur siang dan ketika mau tidur malam selama pandemi ini. Buku yang aku bacakan pun sengaja yang bergambar agar membaca menyenangkan bagi si bungsu dan dia bisa mendapatkan tambahan visual serta imajinasi daya olah pikir di otaknya. 

Buku cerita anak yang aku beli untuk anak bungsuku ini beragam, mulai dari buku cerita islami, pengetahuan antariksa sampai buku cerita bergambar mengenai legenda masyarakat. Kebetulan sekali adik aku yang bungsu adalah salah satu illustrator buku cerita anak, jadi suka dapat referensi buku cerita anak bergambar yang terbaru dari karyanya. 

Legenda Rakyat "Ikan Mas Ajaib" (Ilustrasi @dinovwati)


Aku sendiri gemar sekali membaca buku, mulai dari buku novel sampai buku mengenai pengembangan diri dan bisnis. Maka dari itu, kegemaran baca ini, sudah aku ajarkan kepada anak-anak aku sejak dini. Waktu zaman aku kecil dulu, agak sulit mencari buku cerita anak yang bergambar. Kalau mau cari pasti adanya buku cerita bergambar dari luar negeri yang ilustrasinya lebih anak-anak banget, mulai dari warna hingga illustrasi gambarnya. Tetapi sekarang sudah banyak para illustrator gambar cerita anak yang membuat ilustrasinya lebih bagus dan ramah anak.


Manfaat Mendongeng Cerita Bergambar Pada Anak

Sebenarnya apa sih manfaat dari membaca dongeng bergambar bagi anak? Pada masa golden age di mana otak anak adalah dalam masa berkembang, buku cerita anak bergambar bisa menjadi sebuah media pembelajaran yang baik untuk diberikan pada anak-anak. Kita sebagai seorang ibu yang juga madrasah bagi anak, bisa memanfaatkan buku cerita bergambar untuk mengoptimalkan perkembangan otaknya.

Dari beberapa talkshow parenting yang aku ikuti, berikut adalah manfaat dari mendongeng bergambar bagi anak:

Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini

Ketika kita sebagai orangtua sudah mengajarkan anak-anak kita membaca sejak dini, maka mereka akan terbiasa membaca hingga dewasa. Anak-anak kita tidak akan lagi menganggap membaca itu adalah suatu hal yang membosankan, selain itu kita bisa menjadikan mereka sebagai pribadi yang memiliki wawasan luas dari kegemaran membacanya ini.


Mendukung Daya Imajinasi Anak

Bagi anak-anak usia golden age, memiliki daya imajinasi sangat bermanfaat salah satunya dapat memunculkan ide kreatif serta pandai menganalisa. Saat masa ini, otak si kecil memang sedang penuh dengan imajinasi, sehingga kita sebagai orangtua perlu membimbing mereka agar daya imajinasi anak-anak kita tetap terkontrol dan berada di arah yang positif.


Meningkatkan Komunikasi dan Menambah Kosakata

Si kecil tentu pengucapan kata per katanya belum jelas, tetapi dengan kita rutin memmbacakan cerita bergambar, dapat membantu memperkaya kosakata si kecil. Selain itu juga bisa mengembangkan kemampuan komunikasi anak, mulai dari cara mereka menyusun kata per kata, pelafalan dan penggunaannya dalam percakapan sehari-hari. 


Membangun Bonding Antara Ibu dan Anak

Ketika kita para Ibu sedang membacakan dongeng kepada anak, disitulah terjadi bonding antara Ibu dan anak dan kita dapat mengetahui sejauh mana perkembangan anak kita. Intinya adalah kita "Buat Waktu" untuk mendongeng bersama anak, bukan "Cari Waktu"

Quality time yang tercipta anatar Ibu dan anak bisa membangun bonding dan jika terjadi ikatan yang baik, maka  akan terbentuk kepribadian yang positif dan anak kita jadi lebih terbuka untuk menceritakan banyak hal tentang kegiatannya sehari-hari.


Menciptakan Rasa Ingin Tahu Anak

Tugas kita para Ibu adalah menciptakan rasa ingin tahu si kecil melalui cerita bergambar. Dengan kita bercerita dan memperlihatkan gambar pada buku cerita tersebut, maka secara tidak langsung kita merangsang rasa keingintahuannya dan membuat si kecil bertanya. Dari pertanyaan ini lah kita bisa memberikan jawaban dengan memberikan ilmu-ilmu pengetahuan, sehingga anak akan tumbuh menjadi individu yang  memiliki pengetahuan yang luas.


Kelima manfaat inilah yang akan di dapatkan jika kita para Ibu rutin mendongengkan cerita bergambar. Waktunya bisa disesuaikan. Kalau aku pribadi, lebih sering membacakan dongeng bergambar sebelum anak aku tidur di malam hari. Kita para Ibu milenial sudah sangat dipermudah banget mendapatkan buku cerita bergambar di toko buku. Sekali lagi tidak seperti zaman kita kecil dulu yang sulit sekali mencari buku cerita anak bergambar yang ilustrasinya belum kids friendly.


Apalagi nih di era digital ini, kita bisa banget membacakan buku tanpa harus menumpuk buku di rak buku. Kita bisa download dari handphone dan aku suka sama salah satu aplikasi yang isinya banyak banget buku cerita anak bergambar, namanya Let's Read


Apa sih Let's Read itu?

Aplikasi Let's Read itu adalah aplikasi Perpustakaan Digital Buku-Buku Anak. Yang mana kita para Ibu-Ibu nih, bisa mengaksesnya atau mengunduhnya melalui Playstore. Let's Read ini digagas oleh Books for Asia yaitu sebuah program donasi buku yang dikelola oleh The Asia Foundation. Diharapkan dengan adanya aplikasi Let's Read ini, bisa menciptakan minat baca anak-anak di Asia.



Yuukk, Let's Read Dongeng Bergambar Sebelum Tidur

Jadi kita nih para Ibu-Ibu milenial tidak perlu repot-repot lagi bawa buku-buku cerita bergambar anak-anak kita kalau sedang traveling. Cukup unduh saja di handphone atau tab kita dan kita bisa bacakan atau anak-anak kita bisa baca sendiri selama perjalanan. 

Menurut aku ini sih praktis banget ya, dan yang aku suka dari Let's Read ini adalah gambar-gambarnya full color serta tersedia dalam ragam bahasa. Untuk ejaan bahasa Indonesianya pun juga bahasa yang sudah dalam ejaan yang benar. Jadi tidak perlu khawatir deh sama kosakata anak yang tergerus dengan bahasa ala anak zaman now yang suka tidak jelas.




Jadi untuk teman-teman yang sudah menjadi Ibu, apalagi anak-anak kita masih dalam usia golden age, bisa langsung coba
unduh aplikasinya di Playstore. Rasakan sensasi mendongeng lewat Let's Read. Tidak hanya itu kita pun bisa memaksimalkan gadget untuk hal positif, salah satunya adalah membacakan dongeng bergambar untuk anak bersama Let's Read.

Ilustrasi by @dinovwati


Golden Rules

Bulan November 2020 kemarin aku sempat hadir di salah satu pertemuan dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Bogor, mengenai Berita Ramah Anak dimana salah satunya membahas mengenai Literasi Digital Bagi Perempuan.

Literasi Digital menjadi hal yang perlu dikuasai oleh seorang Ibu, baik untuk dirinya sendiri maupun dalam peran Ibu sebagai pendidik anak-anaknya. Literasi Digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digtal, alat-alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu kita sebagai orangtua terutama sebagai peran seorang Ibu perlu menciptakan golden rules. Golden rulesnya adalah:

  • Gunakan hari libur, termasuk hari Sabtu dan Minggu, juga waktu luang lainnya untuk melakukan aktivitas bersama keluarga.
  • Batasi penggunaan media sosial pada waktu-waktu aktivitas keluarga seperti ketika makan bersama, liburan, jalan-jalan dan lainnya.
  • Orangtua pun perlu mengurangi penggunaan perangkat komunikasi saat waktu bersama keluarga


Dirumah pun aku sudah mulai menerapkan Golden Rules ini untuk aku, pak suami dan juga anak-anak. Jadi ketika weekend, aku suka banget memanfaatkan Let's Read ini dengan si bungsu. Anak bungsuku ini pun malah kadang suka ingin gantian membacakan dongeng untuk aku dan kakak-kakaknya ehehe...

Jadi tidak ada ruginya kita meluangkan waktu kita untuk mendongeng bersama anak sebab membaca itu menyenangkan, apalagi bukunya adalah buku cerita bergambar yang ada di perpustakaan digital Let's Read. Yuukk unduh aplikasinya sekarang juga disini.


Selamat mendongeng bersama anak... and see you on my next blogspost ya πŸ˜‰πŸ’–πŸ’–










Woman Creative Partner















[7 Manfaat] Memberikan Cerita Bergambar pada Si Kecil (ibudanbalita.com)

LET'S READ, MOMS, YUK MENDONGENG UNTUK SI KECIL LEWAT CERITA BERGAMBAR (inainong.com)

https://bloggerperempuan.co.id/lets-read-blog-competition-3/

La Tahzan Innallaha Ma'ana

2 comments

 



Setiap Manusia yang hidup di dunia pasti memiliki masalah dan juga cobaan hidup. Tinggal kita bagaimana menghadapai cobaan tersebut. Mungkin bagi kita masalah yang ada adalah cobaan bagi kita, tetapi bagi Allah, itulah yang terbaik bagi kita. 

Tahun 2020 kemarin contohnya adalah salah satu cobaan bagi seluruh umat manusia di dunia yaitu dengan adanya virus Corona yang tidak hanya menyebabkan kematian sekian ratus orang saja tapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Bisnis terhambat, sektor pariwisata pun sempat terhenti bahkan perjalanan ibadah ke tanah suci untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah juga ditutup.

Ketika menghadapi cobaan demi cobaan, waktunya melakukan muhasabah diri. Kita masih punya Allah yang melindungi kita...

Jika ada masalah maka, La Tahzan Innallaha Ma'ana yang artinya "Janganlah kamu bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita", kalimat ini adalah penggalan dari ayat Al Quran surat At Taubah ayat 40.


Bagi teman-teman yang sedang menghadapi cobaan, jangan bersedih...Ada Allah bersama kita. Semoga #OneMinuteBooster yang aku buat ini, bisa menjadi penenang hati.


“La Tahzan”

Allah

Pegang aku kuat

Tahan aku Ketika aku terjatuh

Jangan Kau tinggalkan aku di saat aku sedih

Temani aku ya Allah

 

Ketika Aku Sedih

Ketika Aku Ragu

Engkau Selalu hadir

Untuk menemaniku

 

 

Dan Engkau pun berkata:

La Tahzan

Jangan Bersedih…Allah Bersama mu

Jangan Berputus Asa…Allah Bersama mu

 

Lalu... Ketika aku Yakin akan kehadiran Allah

Maka Allah akan menggenggam hati ku

Memelukku dan membuatku Bahagia

 

Aamiin YRA

 

 



Work From Home Bersama ASUS VivoBook 14 A416

1 comment

 



Assalamualaykum,


Happy New Year 2021.... May the new Year 2021 bring you more love, happiness and blessings.

Postingan kedua di tahun 2021 πŸ˜‰. Di malam pergantian tahun baru 2021 ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya yaitu #dirumahaja. Jadi tahun ini tidak kemana-mana bukan karena pandemi, tetapi memang tidak merencanakan kemana-mana juga setiap malam tahun baru di tiga tahun belakangan ini. 

Tapi pergantian tahun ini lebih spesial karena Alhamdulillah Orangtua aku berkesempatan menghabiskan malam pergantian tahun baru ini berkumpul bersama di rumah aku. 

Bicara pandemi memang masih belum usai hingga kini, bahkan yang terpapar di luar sana juga masih banyak, walau vaksin katanya sudah ditemukan. Apalagi wilayah Karawaci Tangerang kabarnya sudah zona merah yang artinya belum tuntas juga masalah Covid-19 ini. 

Tapi bersyukur kami semua masih diberikan kesehatan dan kebahagiaan di tahun 2020 kemarin ini. Walau bisnis aku tentunya juga sedikit mengalami dampak dari adanya pandemi ini, tetapi bersyukur masih bisa di atasi dengan baik. Karena itu berharap di tahun 2021 ini juga pandemi benar-benar sudah tidak ada lagi.

Aku dan pak suami sama-sama berbisnis sendiri dan melakukan bisnis kami dari rumah. Ruang depan rumah kami di jadikan kantor untuk aku dan pak suami juga beberapa staf pekerja. Selama pandemi ini tentunya karyawan semuanya work from home. 



Aku dan pak suami karena sudah terbiasa bekerja dari rumah, jadi work from home (WFH) ini bukan merupakan hal yang baru. Tetapi ada yang beda dalam WFH kali ini yaitu kami harus berbagi laptop dengan anak-anak, karena mereka selama pandemi juga melakukan School From Home atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).  

Kalau begini sudah tentu kami memerlukan perangkat laptop yang memadai. Banyak file pekerjaan juga tugas anak-anak yang harus kami simpan. Tidak hanya itu, ketika anak-anak sedang PJJ juga perlu speed yang baik dalam mengoperasionalkan tugas-tugas dan ujian yang diberikan oleh guru mereka.


TIPS Memilih Laptop Terbaik

Kalau di perkantoran, para karyawannya selama bekerja pasti di support dengan perangkat komputer atau laptop yang terbaik. Hal ini tentunya agar karyawannya bisa kerja dengan nyaman, dan menghasilkan pekerjaan yang terbaik juga. Nah begitu juga dong dengan kita yang bekerja dari rumah, seperti aku ini. Walau tidak punya atasan yang mensupport, tapi aku wajib banget mensupport diri aku sendiri untuk bisa bekerja dengan produktif tanpa ada gangguan hal-hal kecil ketika sedang bekerja.

Oleh sebab itu ketika memilih perangkat laptop untuk bekerja, tentu aku sangat memperhatikan beberapa hal agar kerjanya juga maksimal dan menghasilkan karya terbaik. Ini Tips memilih laptop yang terbaik versi aku:



Bagi teman-teman nih yang sedang WFH dan anak-anaknya juga sedang PJJ, silahkan ikuti tips diatas jika ingin memilih laptop untuk mensupport kegiatan WFH juga PJJ di rumah. Kalo aku sendiri alhamdulillahnya sih sudah menemukan laptop yang sangat support untuk kegiatan aktifitas bisnis aku juga daringnya anak-anak. 

Aku dan Pak suami menjatuhkan pilihan pada laptop ASUS VivoBook 14 A416 yang menurut aku sudah super keren tampilannya, fiturnya lengkap, sangat mensupport pekerjaan kami dan juga easy portability


Mengapa ASUS VivoBook 14 A416 ?



ASUS VivoBook 14 A416 ini mengusung tagline Easy Portability dan Effortless Productivity, karena itu tidak salah deh kenapa aku memilih laptop ASUS VivoBook 14 A416 menjadi partner kerja aku sehari-hari. 

1. Sistem Operasi Yang Berkualitas

Seperti yang tadi sudah aku ungkapkan di atas bahwa, selama pandemi ini aku butuh laptop yang bagus dan mumpuni selama WFH dan anak-anak yang lagi PJJ. Tidak hanya yang kuat RAM nya tapi juga tentu speed-nya yang kencang atau istilahnya anti lemot.

Di laptop ASUS VivoBook 14 A416 ini memiliki prosesor Intel® Core i5 generasi ke-10. Selain itu aku juga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk menginstal software office, sebab kaptop ini sudah dilengkapi dengan Microsoft Office Pre-installed. Sementara untuk penyimpanannya, laptop ini mengandalkan dua jenis penyimpanan yaitu 2,5'' SATA dan M.2 PCle.

Untuk RAM nya 4GB DDR4 RAM dengan frekuensi Wi-Fi 5, dimana memiliki spektrum yang lebih luas dalam hal penggunaan sinyal serta fitur keamanan dari Windows Hello™.


2. Fitur atau Fasilitas Terbaik

Tadi sudah bahas mengenai prosesornya sekarang mengenai audionya. Audionya didukung dengan teknologi ICEpower dan ASUS SonicMAster. Sehingga suara yang keluar cukup kencang dan jernih.

Speaker ASUS VivoBook 14 A416 ini didominasi oleh treble. Sehingga di telinga, suara audio yang keluar terdengar cukup baik. Pokoknya puas deh kalau lagi adain webinar dengan tim aku dan anak-anak pun juga merasa jelas banget ketika mendengar suara guru-guru mereka saat sedang daring berlangsung.  

ASUS VivoBook 14 A416 juga dilengkapi dengan port USB-C® 3.2 tipe-A dan USB 2.0, output HDMI dan microSD reader. Dengan adanya fitur port USB-C® 3.2 ini, proses transfer data jadi 10 kali lebih cepat dari koneksi USB 2.0 dan dapat menghubungkan perangkat semudah mungkin.


Oia ASUS VivoBook 14 A416 juga ada fitur peredam getaran HDD E-A-R
® untuk melindungi data kita dari setiap benturan. Sementara sasis yang diperkuat meningkatkan pengalaman mengetik dan memungkinkan cover dapat dibuka-tutup dengan satu gerakan yang mulus. Uhuy banget yaa....

Pilihan warna hanya ada dua yaitu Transparent Silver dan Slate Grey, kedua warna ini benar-benar stylish ala anak gen Z banget deh pokoknya, walau sudah emak-emak, pakai ASUS VivoBook 14 A416 berasa ngga ketinggalan zaman pokoknya πŸ˜‰.


Ada beberapa fitur ASUS VivoBook 14 A416 yang perlu dipahami nih, yaitu: 



E-A-R® HDD Protection

HDD laptop umumnya lebih rentan terhadap kerusakan fisik dibandingkan dengan SSD. HDD yang digunakan pada ASUS VivoBook 14 A416 sekarang memiliki fitur peredam guncangan HDD E-A-R® untuk melindungi data kita dari benturan fisik. Perlindungan hard drive aktif secara otomatis mendeteksi guncangan dan getaran di ketiga sumbu untuk secara efektif mengurangi kemungkinan kerusakan HDD, sehingga kita pun dapat bekerja tanpa ada rasa khawatir, dan aku pun tetap bisa mengetik di dalam mobil yang sedang bergerak.

Reinforced chassis

Penahan logam di bawah keyboard memberikan platform yang jauh lebih stabil saat mengetik dan menggunakan touchpad. Selain memberikan kekakuan struktural, ini juga memperkuat engsel dan melindungi komponen internal.

Reinforced lid

Sisi tutupnya diperkuat dan berfungsi seperti pelindung benturan pada bagian sisi mobil. Ini memberikan dukungan struktural untuk cover, layar, dan engsel.


3. Pertimbangan Ukuran Layar dan Beratnya

Baik itu work from home atau daring sekolah anak-anak, sudah pasti dong butuh yang namanya layar bagus. Ciri-ciri layar yang bagus adalah mulai dari sudut pandang layar yang lebar dan tidak silau di mata. 

Pada layar ASUS VivoBook 14 A416 ini dibekali dengan layar NanoEdge dengan pilihan panel hingga resolusi Full HD dengan sudut pandang lebar berukuran 14 inci, juga tentunya sudah di lapisi dengan lapisan anti-silau dan juga adanya Anti-Glare yang juga membantu mengurangi pantulan dari sinar yang terang. Bagus untuk dipakai sama anak aku si bungsu, karena tidak merusak mata. 

Tidak hanya itu laptop ASUS type ini memiliki screen to body dengan ratio hingga 82% juga layar dan kualitas kamera Webcam 720p.

Nah, untuk beratnya sendiri hanya 1,6 kg, jadi sangat portabel alias ringan. Bisa dibawa kemana-mana tanpa beban berat (tidak seberat rindunya Dilan #eeaa πŸ˜‹)


4. Perhatikan Keyboard dan Touchpad



Hebatnya dari ASUS VivoBook 14 A416, sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari bawaan dari touchpad dan Windows Hello nya. Jadi bukan hanya pintu saja yang ada sensor sidik jari, ternyata laptop ASUS VivoBook juga ada sensor sidik jari, canggih ngga sih? 😍

Buat aku yang juga blogger, setiap akan membuat artikel, keyboardnya tuh enak banget ketika ditekan. Dengan ditambah desain laptop yang Ergolife, dapat menahan posisi laptop dari sudut manapun.

Keyboardnya berdesain chiclet dan cukup nyaman untuk mengetik karena jarak tekannya yang tidak terlalu dalam namun juga tidak dangkal. Selain itu juga tidak licin dan didukung dengan Full-Size Backlit LED, dimana cahaya keyboard bisa kita atur sendiri cahayanya, seberapa mau terang dan bisa juga tidak di aktifkan cahaya LED nya.

Menariknya di beberapa ASUS VivoBook juga terdapat fitur Number Pad dengan cahaya numerik LED di keypadnya. Jadi kita tuh tinggal tab saja ikon touchpadnya, maka langsung deh muncul LED-Illuminated Numericnya. Kereennn....



5. Tentukan Spesifikasi dan Ketahanan Baterai



Ketahanan baterai tentu penting banget dong. Seperti kita ketahui bahwa ketika sedang meeting online, mau apapun aplikasinya, sudah pasti boros banget pemakaian baterainya. Oleh karena itu ketahan baterai juga menjadi salah satu hal yang penting bagi aku saat memilih sebuah laptop.

Yang aku senang dari ASUS VivoBook 14 A416 ini baterainya sudah didukung ASUS Baterai Health. Yaitu proses chargingnya tidak hanya aman tapi juga umur baterainya tiga kali lebih lama. Ketika dicharge  pun tidak perlu pakai lama, kurang lebih antara 30 sampai dengan 45 menit saja untuk bisa mencapai baterai hingga 50% sampai dengan 70%. Baterainya pun bertahan hingga 7 jam untuk penggunaan dasar seperti office dan browsing.


Link to MyASUS

Oia ada satu lagi nih kelebihan VivoBook 14 A416 ini, yaitu ada fitur MyASUS. Wah apalagi itu? Jadi MyASUS adalah aplikasi bawaan yang merupakan pusat kontrol untuk laptop ini. Bagi kita nih yang menggunakan  VivoBook 14 A416 dapat memantau status laptopnya sekaligus melakukan troubleshooting. MyASUS juga menyediakan fasilitas agar penggunaannya dapat memindai sistem laptop, menemukan masalah dan memperbaikinya secara otomatis. Tidak hanya itu, MyASUS juga dapat memperlihatkan status garansi perangkat serta fasilitas untuk menghubungi layanan konsumen ASUS.

Yang paling menarik dari My ASUS adalah fitur bernama Link to MyASUS. Jadi fitur ini kita bisa menghubungkan smartphone kita dengan laptop agar dapat beraktivitas secara produktif.

Ada Beberapa fungsi dari Link to MyASUS nih, yaitu mulai dari menampilkan pesan dan notifikasi dari smartphone ke layar laptop, melakukan panggilan telepon langsung dari laptop, sehingga membuat smartphone menjadi layar kedua untuk laptop. Bahkan nih, Link to MyASUS juga menyediakan fasilitas untuk berbagi file secara instan antara laptop dengan smartphone....waah ini benar-benar super canggih ya teman-teman. Berasa jadi Mommy yang digital banget ngga sih? 😍.


Berikut ini spesifikasinya, siapa tahu teman-teman butuh informasinya


===========================

Tentang ASUS

ASUS merupakan perusahaan multinasional sekaligus produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia dengan visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif di dunia. Dengan karyawan yang tersebar di seluruh dunia, termasuk lebih dari 5.000 profesional di bidang R&D, ASUS memimpin industri teknologi melalui desain serta inovasi canggih untuk menghasilkan perangkat cerdas terbaik yang dapat dinikmati oleh semua penggunanya.





Hadir dengan brand spirit “In Search of Incredible”, ASUS berhasil memperoleh berbagai penghargaan sepanjang tahun 2018 termasuk Forbes’ Global 2000 Top Regarded Companies, Thomson Reuters’ Top 100 Global Tech Leaders, dan Fortune’s World’s Most Admired Companies.

 




Semoga bermanfaat ya untuk teman-teman yang sedang mencari laptop. Baik itu untuk kerja atau untuk kebutuhan anak sekolah. Rekomen banget deh pokoknya ASUS seri VivoBook ini. Ok terima kasih sudah membaca and see you on my next blog post ya πŸ’–πŸ’–

 






Woman Creative Partner

Pentingnya Hubungan Kesehatan Pencernaan dan Otak Untuk Dukung Anak Hebat

1 comment

 “Pentingnya Gut-Brain Axis untuk Menumbuhkan Anak Hebat”

 


Assalamualaykum,

Jumat pagi ini Alhamdulillah cuaca lagi cerah, sudah hampir 2 minggu setiap pagi selalu saja mendung, gerimis bahkan kadang dari subuh saja sudah hujan deras. Hari ini pun hari terakhir anak-anak masuk sekolah, sebab minggu depan sampai awal Januari mereka sudah libur semester. Anak-anak senang, ibunya pun senang karena ibunya bisa agak rileks pagi-pagi kalau mau siapkan sarapan pagi.

Setiap pagi aku tuh terkadang suka bingung mau buat sarapan apa untuk anak-anak dan pak suami. Walau anak-anak sekolahnya masih daring dan pak suami juga selama ini bisnisnya memang dikerjakan dari rumah, artinya untuk sarapan juga tidak perlu yang menu sarapan berat. Walau menu sarapan yang aku buat bukan menu sarapan yang berat, tetap saja aku perlu memperhatikan menu sarapan yang baik untuk mereka.

Aku juga tidak mau anak-anak aku, di masa pertumbuhannya kekurangan gizi serta nutrisi. Jadi perlu sekali memperhatikan asupan makanan mereka. Apalagi nih saluran cerna mereka perlu juga diperhatikan, agar ketika anak-anak sedang belajar, mereka bisa konsentrasi dan menyerap ilmu pelajaran dengan baik dimana pelajaran-pelajaran yang diperolehnya bisa masuk ke otak mereka dengan baik juga.

Pagi ini tidak hanya anak-anak yang daring, aku pun juga ada agenda mengikuti webinar dari Bebelac dengan tema “Pentingnya Gut-Brain Axis untuk Menumbuhkan Anak Hebat”, dimana Bebelac sedang membuat sebuah program yaitu “Bebelac Ajak Orangtua Pahami Pentingnya Hubungan Kesehatan Pencernaan dan Otak Untuk Dukung Anak Hebat.”

Walau tadi aku agak sedikit terlambat mengikuti webinarnya di karenakan internet sedang tidak bersahabat (tumben banget padahal cuaca cerah lho di luar sana), tetapi alhamdulillah aku masih bisa mengikuti inti dari pembahasan yang ada di webinar dengan jelas sampai selesai.

Pada webinar kali ini, menghadirkan 3 narasumber dan mereka adalah wanita-wanita cantik dan hebat yaitu Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes (Ahli Gizi dan Penulis Buku Tentang Gizi), Ye Vian Quah (Head of Bebelac) dan Putri Titian (Mom dan juga Selebriti).

Saat ini kita sudah hidup di masanya era serba digital, yang mana tentu saja kita pun tahu bahwa segala informasi bisa kita dapati dengan mudah melalui media online. Bagi kita generasi Y mau tidak mau harus berusaha beradaptasi menghadapinya, lalu bagaimana dengan anak-anak kita generasi Z? Tentu mereka tidak perlu susah payah beradaptasi seperti kita sebab mereka sudah lahir di masa digital yang memang masanya mereka.

Bagi para Gen Z ini tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri sebab mereka akan di hadapi dengan isu kesehatan, social life serta lifestyle yang mereka hadapi setiap hari. Karena itu sebagai orangtua, kita tidak hanya terpaku kepada persiapan social life serta pondasi agamanya saja untuk anak-anak kita tapi juga perlu banget membekali mereka kesehatan tubuh, kemampuan berpikir, dan hati yang baik agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang hebat dan sehat.

Di Bebelac ternyata ada konsep yang bagus, yaitu konsep happy tummy, happy brain dan happy heart dimana konsep ini dibuat agar anak kita memiliki fungsi pencernaan, otak dan hati yang baik. Menarik banget ini sih konsepnya menurut aku.

Nah, aku jabarkan ya mengenai konsep ini, apa itu maksud dari happy tummy, happy brain dan happy heart. Menurut Ye Vian Quah, anak hebat itu berawal dari happy tummy (memiliki pencernaan yang sehat), happy brain (memiliki kemampuan berpikir yang baik) dan happy heart (hati yang baik). Jadi anak yang memiliki pencernaan yang sehat dan memiliki kemampuan berpikir yang baik, akan membuat anak kita melakukan kebaikan bagi sekitarnya dan itulah istilah dari happy heart tadi.

Aku pun setuju nih, sebab ketika anak-anak kita memiliki tiga unsur tadi yaitu happy tummy, happy brain dan happy heart, Insha Allah social life mereka pun akan bagus, apalagi jika ditambah dengan pondasi agama yang baik, tambah deh mereka bertumbuh menjadi anak yang hebat.

 

Jujur nih aku baru dapat pemahaman baru yaitu seperti adanya hubungan antara saluran cerna dengan otak dari webinar ini. Keterkaitan antara saluran cerna dengan otak dinamakan gut-brain axis. Saluran cerna sangat mempengaruhi otak untuk mengatur emosi salah satunya hormon serotonin yang menghasilkan perasaan senang dan nyaman. Selain itu juga saluran cerna juga mempengaruhi logika dan perilaku seseorang, dimana otak itu memberikan pengaruh terhadap saluran cerna dalam penyerapan nutrisi yang dikonsumsi. Oleh sebab itu dari usia dini yaitu usia anak-anak kita di masa golden age, orangtua perlu sekali yang namanya mendukung happy tummy, happy brain dan happy heart serta kecerdasan intelektual dan emosional anak karena ini sangat krusial.

Menurut Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes, salah satu nutrisi untuk pencernaan sehat yang dpat dikonsumsi anak adalah prebiotic atau makanan bagi bakteri baik. Prebiotik sendiri bisa ditemukan pada sayur, buah atau susu pertumbuhan yang diperkaya dengan prebiotic.

Salah satu nutrisi utama untuk memungkinkan proses gut-brain axis adalah prebiotik yang berperan untuk memberi makan mikrobiota pada saluran cerna seperti bifidobacterial yang menstimulasi pertumbuhan spesies Bifidobacterium dan lactobacillus tertentu, dan mengurangi bakteri patogen. Mikrobiota ini juga bertugas untuk berkomunikasi dengan otak, termasuk meminta otak untuk mengatur emosi dan perilaku anak.

Salah satu susu yang mengandung prebiotic adalah Bebelac. Bebelac merupakan salah satu produk bernutrisi dari Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, mengandung FOS GOS 1:9, Omega 3, Omega 6, vitamin dan mineral yang mendukung pencernaan dan pertumbuhan si Kecil. Prebiotik, seperti FOS:GOS dengan perbandingan 1:9, juga memiliki beberapa manfaat kesehatan lain, di antaranya membantu menjaga daya tahan tubuh dan mengurangi risiko infeksi pada anak.

Dalam webinar ini pun, Putri Titian juga sharing bagaimana ia juga sangat concern terhadap tumbuh kembang anak-anaknya. Dalam proses perkembangan anak-anaknya, tentu menjadi tantangan untuk dirinya dan Putri Titian mulai mencoba menanamkan nilai-nilai kebaikan, perilaku positif, serta growth mindset pada dua buah hatinya sejak usia dini untuk mendukung perkembangan social emosional anak-anaknya.

 

Senang rasanya bisa ikut webinar ini sebab banyak insight mengenai proses tumbuh kembang anak dengan baik. Sebab bagi aku, sebagai orangtua itu perlu sekali terus mengupdate ilmu mengenai seputar gizi, pendidikan, tumbuh kembang anak agar kita bisa menjadi orangtua yang terbaik bagi anak-anak kita.

Pada webinar ini, aku pun jadi bertambah paham mengenai pentingnya Gut-Brain Axis untuk Menumbuhkan Anak Hebat dimana anak-anak ku Insha Allah akan tumbuh menjadi anak hebat. Selain itu juga aku akan mencoba konsep happy tummy, happy brain, dan happy heart untuk proses pertumbuhan anak-anak dan juga tentunya berikan susu Bebelac yang komposisinya sangat baik terutama mengandung prebiotic tadi.

Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih detail dari konsep happy tummy, happy brain, dan happy heart dan kalau mau lihat aktifitas yang dilakukan oleh Bebelac serta seputar informasi mengenai nutrisi anak hebat coba lihat-lihat ke websitenya Bebelac www.bebeclub.co.id. Jangan lupa juga follow akun Instagramnya di @bebeclub .

Anak Hebat lahir dari Ibu Hebat…OK aku mau lanjut kerjakan pekerjaan rumah dulu ya. See you on my next blogpostπŸ’–πŸ’–

 

 

 

                                                         Woman Creative Partner

 

Mewujudkan Pemberitaan Ramah Anak

3 comments

Perlindungan Anak Dalam Pemberitaan



Assalamualaykum,

Tidak biasanya perjalanan ke Bogor di hari kerja hanya memakan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam saja. Biasanya bisa memakan waktu 2,5 jam antara Tangerang - Bogor di hari kerja. Mungkin karena sebagian orang masih bekerja dari rumah sehingga jalanan tidak terlalu padat.

Pagi ini aku hendak menuju ke Bogor untuk mengikuti acara Bimtek Pemantauan Pemberitaan Ramah Anak Bagi SDM Media Eletronik dan Sosial bersama KPPPA  yang berlangsung dua hari di 101 Hotel Suryakencana Bogor. 



Sebagai seorang blogger, influencer, pebisnis dan tentu juga sebagai seorang ibu, pembahasan seputar media sosial yang ramah anak tentu sangat menarik buat aku pribadi. Bagaimana tidak, dunia aku hampir sehari-hari tidak lepas dari yang namanya berinteraksi dengan media sosial, mulai dari ngeblog, handle media sosial untuk bisnis dan belum lagi untuk keperluan kehidupan sosial pribadi aku. 

Sebagai orangtua tentu yang menjadi salah satu kekhawatiran aku saat ini adalah 'Apakah penggunaan media sosial aku selama ini sudah baik dan ramah anak?'. Selain di dalam agama aku yaitu Islam, segala sesuatu yang kita perbuat akan menjadi tanggung jawab kita nanti di akhirat, jadi apakah yang aku lakukan ini sudah bermanfaat baik di dalam dunia nyata juga dunia maya.

Dulu ketika baru awal menikah dan punya anak masih kecil-kecil, aku masih belum terlalu perduli dampak apa yang akan aku dapatkan dari apa yang aku share di media sosial aku. Ke-egoisan aku masih tinggi, dimana ingin sekali eksis di media sosial dan mendapatkan like and comment yang banyak walau entah postingan yang aku post bermanfaat atau tidak.

Setelah anak-anak aku mulai beranjak dewasa dan dunia digital semakin bertambah maju, juga berita-berita di luar sana yang semakin bebas untuk bisa di akses oleh anak-anak baik dari usia batita hingga remaja, baru deh aku berpikir: 'Bagaimana jika anak-anak aku melihat status aku yang tidak patut di contoh lalu mereka meniru atau bahkan malah membuat mereka merasa malu.?'. Sebab anak-anak adalah peniru ulung, mereka akan meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar.

Jejak digital pun juga dengan mudah bisa kita telusuri melalui media sosial. Bahkan berita hoax dan berita yang benar saat ini hampir tidak bisa di bedakan... Ya, semua ini hanya demi konten, uang dan perhatian berlebih dari audience adalah di atas segalanya di banding manfaat yang terkandung di dalam postingan kita.

Karena itu dengan mengikuti Bimtek ini, aku berharap aku bisa mengubah cara aku memposting suatu hal di media sosial terutama sharing tulisan di blog aku. Serta bisa turut serta dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan pemberitaan yang ramah anak dan tentu menjadi lebih paham akan undang-undang yang berlaku di Indonesia mengenai perlindungan anak dalam hal pemberitaan di media sosial.


Ketika tiba di lokasi, tentu kami semua para blogger dan juga beberapa teman dari media, semuanya mengikuti prosedur protokol kesehatan yaitu 3 M (Mencuci tangan dengan disediakan handsanitizer, Memakai Masker dengan disediakan masker juga Face Shield dan Menjaga jarak dimana kami duduknya tidak terlalu berdekatan satu sama lain).


Pembahasan yang di berikan tentu tidak semuanya aku tulis di dalam satu artikel ini, tapi Insha Allah aku akan share pointnya di artikel aku ini 😊 . 

Seperti kita ketahui bahwa melindungi anak-anak sudah ada undang-undangnya yaitu dalam Pasal 1 Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dimana isinya adalah 

"Perlindungan Anak adalah Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi "

Karena itu semua anak-anak perlu sekali kita lindungi sebab anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. 


Melindungi anak dari pemberitaan di media masa juga media sosial sangat perlu di perhatikan dan siapa saja yang perlu memperhatikannya? Ya tentu semua masyarakat tanpa terkecuali orangtua. 


Faktor Yang Mempengaruhi Anak



Ada 3 Faktor yang mempengaruhi anak yaitu :

  • Lingkungan atau Masyarakat yang memberikan pengaruh Psikomotorik yaitu pada Fisik dan Otot
  • Rumah yang memberikan pengaruh Afeksi yaitu pada Sikap dan Perilaku
  • Sekolah yang memberikan pengaruh Kognisi yaitu pada Cara Berpikir

Ketiga faktor ini tentu saling berkesinambungan satu sama lain, dimana misal tanpa ada support dari masyarakat maka tidak akan terjadi psikomotorik pada anak walau di rumah dan di sekolah ada support system yang mendukung. 

Seperti kita ketahui bersama bahwa, zaman semakin canggih terutama di bidang digital. Dimana para milenial semakin cepat beradaptasi dan bertumbuh karena yaitu tadi, informasi dan teknologi dapat dengan cepat mereka dapatkan melalui media-media yang ada terutama media sosial. Beda banget ya dengan zaman kita dulu (kita? Aku kali ehehe...).  

Contoh lah usia anak aku saat ini yang sulung sudah masuk usia 15 tahun dan sudah paham benar dengan yang namanya email, editing video, menggunakan zoom atau google classroom untuk kegiatan belajarnya. Sedangkan usia aku waktu 15 tahun lalu, baru mendapatkan pelajaran pengenalan komputer dan itu masih komputer kotak dengan sistem DOS. Itu saja tuh sudah bangga banget dan saat itu belum ada kenal yang namanya buat email, baru paham buat email ketika aku kuliah dan kerja. 

Bagi kita yang masuk dalam generasi Y, jika tidak beradaptasi dengan dunia digital saat ini maka tentu kita akan punah oleh zaman dan bagaimana kita bisa melindungi anak-anak bangsa dalam hal pemberitaan ramah anak di dunia media sosial jika kitanya sendiri tidak paham. 

Sebab tantangan generasi muda Indonesia di tahun 2020 - 2030 adalah usia produktif yaitu di usia 15 sampai dengan 64 tahun akan mencapai 70% dari total jumlah penduduk. Lalu bagaimana dengan usia yang non produktif? Usia Non Produktif yaitu di bawah usia 14 tahun dan di atas usia 65 tahun hanya 30% dari total jumlah penduduk. Maka dari itu perlu sekali support kita sebagai bagian dari masyarakat dan juga sebagai orangtua.



Perlindungan anak melalui pemberitaan meliputi apa saja sih? 


Tadi aku sudah bahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi anak, lalu sekarang yuuk lanjut dengan pembahasan dari meliputi apa saja sih perlindungan anak melalui media pemberitaan, dimana tentu hal ini sangat mempengaruhi kepada pertumbuhan anak-anak kita
  1. Anak sebagai objek (sumber) pemberitaan

Pasal 64 ayat 2 huruf b, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Membahas mengenai Perlindungan Anak jaminan Negara secara spesifik ditujukan bagi anak yang membutuhkan perlindungan khusus anak. adalah: Penghindaran dari publikasi atas identitasnya.

  1. Anak sebagai subjek  (penerima) pemberitaan

Pasal  Konvensi Hak Anak (KHA), Negara-negara Pihak mengakui fungsi penting yang dilaksanakan oleh media massa, dan menjamin bahwa anak dapat memperoleh informasi dan bahan dari berbagai sumber nasional dan internasional, terutama sumber-sumber yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, spiritual, dan moralnya, serta untuk kesehatan rohani dan jasmaninya.

 

Untuk tujuan ini, Negara-negara Pihak harus:

(a)    mendorong media massa untuk menyebarluaskan informasi dan bahan yang bermanfaat dari segi sosial dan budaya bagi anak dan sesuai dengan semangat Pasal 29;

(b)    mendorong kerja sama internasional dalam pengadaan, pertukaran, dan penyebarluasan informasi dan bahan-bahan seperti tersebut di atas dari berbagai sumber budaya, nasional dan internasional;

(c)     mendorong pengadaan dan penyebarluasan buku-buku anak;

(d)    mendorong media massa untuk secara khusus memperhatikan kebutuhan kebahasaan (linguistik) anak yang termasuk dalam kelompok minoritas atau penduduk asli;

(e)    mendorong pengembangan pedoman yang tepat untuk melindungi anak dari informasi dan bahan-bahan yang membahayakan kesejahteraannya, dengan memperhatikan ketentuan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 13 dan 18

 

Kriteria Pemberitaan Layak Anak 

Akses informasi saat ini bisa di dapatkan dari mana saja terlebih dari media-media sosial yang aplikasinya juga dengan mudah bisa di download dan di akses. “Setiap anak berhak untuk menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima dan mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan” sesuai dengan Pasal 10 UUD No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Lalu apa saja kriteria pemberitaan yang layak untuk anak-anak?

  1. Informasi yang bebas pelanggaran hak anak dan tidak mengandung unsur kekerasan, ancaman, pornografi  dan perjudian yang mudah di tiru anak
  2. Informasi yang tidak mengandung unsur antisosial, provokatif dan mistik yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak
  3. Informasi yang dapat meningkatkan kemampuan anak untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik
  4. Informasi yang dapat mengembangkan kreatifitas dan potensi sesuai dengan tingkat usia dan kematangan anak
  5. Informasi yang mengandung nilai-nilai budaya, budi pekerti dan kearifan lokal
  6. Informasi yang mudah diakses dan dipahami oleh anak sesuai dengan tingkat usia dan kematangan
  7. Informasi yang akurat berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan
  8. Informasi yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana, sopan, santun dan beretika

 

Nah sekarang paham ya kriteria pemberitahuan yang layak untuk anak-anak kita. Ini akan menjadi PR besar bagi kita juga nih sebagai orangtua untuk menyaring berita-berita yang layak untuk di konsumsi oleh anak-anak kita.

Sebenarnya masih banyak pembahasan yang di bahas mengenai seputar pemberitaan ramah anak beserta literasi digital bagi perempuan. Insha Allah akan aku ulas di artikel-artikel aku berikutnya. Sebab pembahasan ini sangat penting sekali untuk kita ketahui dan pahami bersama.

Aku pribadi juga merasa waktu dua hari mengikuti acara Bimtek bersama KPPPA ini masih kurang ya, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin aku tanyakan, tetapi memang kondisi waktu yang terbatas apalagi masih dalam masa pandemi ini. 

Semoga pandemi segera berakhir dan Bimtek bersama KPPPA bisa di selenggarakan lagi, sebab aku merasa banyak insight yang aku dapatkan dari pertemuan ini, seperti jadi lebih berhati-hati dalam memposting apapun, terlebih berita mengenai seputar anak-anak, baik itu foto, video atau cuplikan berita yang ada unsur berita anaknya. 

Aku berharap artikel ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semuanya dan bisa menjadi salah satu acuan untuk memilih berita yang ramah anak. 


Sebelum balik ke Tangerang, tentu tidak lupa aku sempatkan menikmati kuliner di Sentra Kuliner yang ada di sekitar 101 Hotel Suryakencana Bogor, pilihan ku adalah makan Soto Daging ala Bogor. dan tentu dengan protokol kesehatan 3M yang selalu aku jaga.

See you at my next blogpost and Happy Good Day πŸ˜‰πŸ’–πŸ’–







Woman Creative Partner